Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

940 item publik

Publikasi

Halaman 13 dari 47

Pola komunikasi Keluarga dalam Membatasi Penggunaan Gadget pada anak di Desa Mungku Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya

FEBRIANTO
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Febrianto. 2025. Pola Komunikasi Keluarga dalam Membatasi Penggunaan Gadget Pada Anak di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Prodi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, I Wayan Salendra, S.Ag., M.Si Pembimbing II, Sulandra, S.Pi., M.Si Pola komunikasi merupakan cara yang digunakan oleh orang tua maupun keluarga dalam berinteraksi dan menyampaikan pesan kepada anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Pola ini memiliki peran penting dalam membentuk perilaku dan sikap anak, khususnya dalam membatasi penggunaan gadget yang berlebihan. Penggunaan gadget berlebihan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, serta prestasi belajar anak. Oleh sebab itu, kontrol dari keluarga diperlukan untuk mengatur batasan penggunaan gadget secara efektif. Penelitian ini mengangkat dua rumusan masalah utama yaitu, (1) Bagaimana pola komunikasi keluarga dalam membatasi penggunaan gadget pada anak di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya? dan (2) Apa saja hambatan yang dihadapi keluarga dalam membatasi penggunaan gadget pada anak di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya?.Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu teori pola komunikasi keluarga (TPKK). Subjek penelitian ini adalah keluarga maupun orang tua di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan Lokasi penelitian di Desa Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Sumber data pada penelitian adalah keluarga atau orang tua yang berada di desa Mungku Baru. Sumber data penelitiam ini diperoleh dari masyarakat Desa Mungku Baru, serta dokumen resmi dari Desa Mungku Baru. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga dalam membatasi penggunaan gadget pada anak terdiri dari tiga jenis, yaitu pola permisif yang cenderung memberikan kebebasan, pola demokratis yang seimbang antara kebebasan dan pengawasan, serta pola otoriter yang bersifat tegas dan ketat. Pola komunikasi otoriter paling banyak diterapkan oleh orang tua dalam membatasi penggunaan gadget pada anak. Namun, dari tiga pola komunikasi yang digunakan menimbulkan hambatan seperti reaksi emosional dari anak, tidak konsisten dalam penerapan aturan, serta pengaruh lingkungan berasal dari teman sebaya yang sulit dikontrol oleh keluarga.

Tingkat Kepuasan Siswa Agama Hindu terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan

JUMIYANTI AGUSTINA PUTRI
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Jumiyanti Agustina Putri, 2025. Tingkat Kepuasan Siswa Agama Hindu Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd., M.Si dan Pembimbing II I Made Pustikayasa, S.T., M.Pd Penelitian ini mengkaji tentang tingkat kepuasan siswa Agama Hindu dan budi pekerti diSMAN-1 katingan hulu kabupaten katingan. Guru belum mengajarkan materi secara konsisten akibat keterbatasan sumber daya, seperti kurangnya buku teks, alat bantu, dan teknologi. Lingkungan kelas yang kurang nyaman serta minimnya pendekatan personal juga menghambat interaksi dan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Hindu.Kepuasan siswa merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pembelajaran, yang mencakup lima dimensi utama: keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan aspek fisik (tangible).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kepuasan siswa Agama Hindu terhadap pembelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti di SMAN -1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunaka pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan Data tingkat kepuasan dikumpulkan melalui angket atau kuesioner dengan responden 31 siswa Agama Hindu kelas XI di SMAN-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Hasil penelitian bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti secara umum berada dalam kategori "Puas", dengan persentase sebesar 77,09%.sehingga menghasilkan Hipotesis Nol (H₀) yang menyatakan siswa Agama Hindu di SMAN 1 Katingan Hulu kabupaten katingan memiliki tingkat kepuasan yang tidak puas terhadap pembelajaran pendidikan Agama Hindu dan budi pekerti ditolak, sedangkan Hipotesis Alternatif (H₁) yang menyatakan bahwa siswa Agama Hindu memiliki tingkat kepuasan yang terdiri dari sangat puas, puas.cukup puas dan sangat tidak puas ,di terima , karena indikator-indikator seperti reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangible berada pada kategori “Puas”

Pengaruh Bimbingan Orang Tua terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya

ALDIANOR
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK ALDIANOR, 2025. Pengaruh Bimbingan Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN 4 Palangka, Kota Palangka Raya. Pembimbing (I) Serlis Rusandi, M.Pd Pembimbing (II) Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi.,Psikolog Bimbingan merupakan semua aktivitas yang dilakukan oleh orang tua dalam rangka memberikan bantuan untuk anaknya. Karena itu, sebagai orang tua harus senantiasa memberikan bimbingan yang lebih secara berkelanjutan untuk anak. Waktu anak disekolah sangat terbatas, namun pada saat dirumah anak memiliki banyak waktu dengan orang tuanya untuk belajar. Maka hasil belajar anak sangat didukung oleh bimbingan belajar dari orang tuanya yang di berikan secara berkala, secara langsung ataupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh bimbingan orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas III SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampelnya merupakan siswa kelas III SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya berjumlah 40 orang. Teknik pengumpulan data meliputi penyebaran kuesioner, serta dokumentasi berupa nilai hasil ulangan harian seluruh mata pelajaran. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji linearitas, kemudian analisis regresi linear sederhana dan koefisien determinasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 26 for windows. Teori yang digunakan untuk membantu menjelaskan rumusan masalah yaitu teori kognitivisme. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Hasil kuesioner bimbingan orang tua dalam belajar didapatkan siswa yang memperoleh kategori rendah berjumlah 10 orang, kategori sedang berjumlah 26 orang, dan kategori tinggi berjumlah 4 orang. (2) Hasil belajar siswa kelas III SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya cukup rendah. Terdapat banyak siswa yang tidak mampu mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yaitu diatas 75 pada hasil ulangan harianya. terdapat pengaruh bimbingan orang tua terhadap hasil belajar siswa kelas III SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. (3) Berdasarkan hasil analisis data didapatkan nilai thitung 4.103 > ttabel 1.684. Maka, dapat diketahui bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel, selanjutnya hasil analisis regresi linear sederhana mendapatkan taraf signifikan 0,000 0,05 yang artinya antar variabel pada penelitian ini mempunyai pengaruh satu sama lain. Pengaruh variabel X (bimbingan orang tua) terhadap variabel Y (hasil belajar siswa) sebesar 30,7%, persentase ini didapatkan dengan melihat hasil nilai R Square pada uji koefisien determinasi dan sisanya 69,3 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Kesimpulannya hasil penelitian ini adalah bimbingan orang tua memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas III SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya.

Transformasi Adi Widya Pasraman Menjadi Adi Widyalaya dan Implikasinya terhadap Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya

NI WAYAN PURNAMA SARI
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini mengkaji transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Transformasi ini didorong oleh terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 2 tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya. Terbitnya Peraturan Menteri Agama ini bertujuan untuk mengubah status pasraman formal menjadi satuan pendidikan Widyalaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dan mendeskripsikan proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya, (2) mendeskripsikan implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya serta implikasinya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari koordinator pendidikan, kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman (2014). Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa proses transformasi Adi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya harus melengkapi persyaratan, mulai dari persyaratan administratif, teknis, dan kelayakan pendirian. Dengan melengkapi persyaratan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah melakukan verifikasi terhadap berkas tersebut dan selanjutnya diserahkan kepada Direktur Jenderal Bimas Hindu RI. Implikasi transformasi Widya Pasraman menjadi Adi Widyalaya terhadap pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di Adi Widyalaya Widya Bhakti Palangka Raya memberikan dampak yang positif terhadap delapan standar nasional pendidikan.

Pengaruh Metode Ceramah terhadap Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu SMP Negeri 3 Katingan Hulu

JONI
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Joni, 2025. Pengaruh Metode Ceramah Terhadap Motivasi Belajar Siswa Agama Hindu SMP Negeri 3 Katingan Hulu. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si. dan Pembimbing II Ni Putu Sri Pinatih, S.Pd.,M.Pd.H Penelitian ini mengkaji pengaruh metode ceramah terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 3 Katingan Hulu. Permasalahan yang diangkat adalah dominasi penggunaan metode ceramah dalam proses belajar mengajar, namun belum diketahui secara pasti seberapa besar pengaruhnya terhadap motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui sejauh mana penerapan metode ceramah dalam pembelajaran, (2) mengetahui tingkat motivasi belajar siswa, dan (3) mengukur pengaruh metode ceramah terhadap motivasi belajar. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui angket tertutup yang diberikan kepada 17 siswa beragama Hindu. Analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana dan uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ceramah berada dalam kategori baik dan motivasi belajar siswa juga tinggi. Namun, hasil analisis menunjukkan nilai R² sebesar 0,006 atau 0,6%, yang berarti metode ceramah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, meskipun metode ceramah masih diterima oleh siswa, penggunaannya secara tunggal tidak cukup efektif untuk meningkatkan motivasi belajar.

Festival Budaya Isen Mulang sebagai Daya Tarik Pariwisata di Kota Palangka Raya

FEBRIANA RESTI NOVI AFIANTY
2025 · Thesis · Open Access

Febriana Resti Novi Afianty : (2025) Festival Budaya Isen Mulang Sebagai Daya Tarik Pariwisata Di Kota Palangka Raya (pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, dan pembimbing II Dr. A.A Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag). Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan dipusatkan di Kota Palangka Raya sebagai sarana pelestarian budaya Dayak sekaligus daya tarik wisata. Atas asumsi tersebut maka penelitian ini mengangkat (2) rumusan masalah yaitu : (1) Bagaimana pengembangan potensi pariwisata melalui Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) di Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana ketertarikan pengunjung terhadap terselenggaranya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) di Kota Palangka Raya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Sedangkan metode analisisnya menggunakan (1) Teori Pengembangan Pariwisata (2) Teori Pariwisata. Subjek penelitian ini adalah mulai dari : Kepala Bidang Kesenian, Tradisi, dan Warisan Budaya, pelaku seni ,budayawan, wisatawan. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) pengembangan potensi pariwisata melalui FBIM memiliki peran strategis dalam pengembangan potensi pariwisata budaya, terutama dalam memperkenalkan kekayaan budaya Dayak kepada masyarakat luas. Festival ini menampilkan berbagai atraksi budaya seperti pertunjukan seni, permainan tradisional, kuliner khas, serta parade budaya yang menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan lokal maupun domestik. (2) ketertarikan pengunjung terhadap terselenggaranya FBIM cukup tinggi, yang dipengaruhi oleh keunikan budaya lokal serta nilai-nilai edukatif yang disampaikan melalui festival tersebut. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam hal promosi dan inovasi penyelenggaraan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku pariwisata sangat diperlukan untuk mendorong FBIM menjadi ikon pariwisata budaya berkelanjutan di Kalimantan Tengah. Kata Kunci: Festival Budaya Isen Mulang, Daya Tarik Wisata

Peran Mantir Adat dalam Penyelesaian Kasus Pencurian Buah Sawit di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan

SIRNA ELPINA
2025 · Thesis · Open Access

Sirna Elpina, 2025. Peran Mantir Adat Dalam Menyelesaikan Kasus pencurian Buah Sawit di Desa Bangkal Kcematan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Skripsi Srata Satu Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Dengan Dosen Pembimbing Pembimbing I Dr. Riwun, S.Ag., M.Si. dan Dosen Pembimbing II Mariatie, S.Ag., M.Si. Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan merupakan salah satu wilayah yang masih memegang nilai-nilai hukum adat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial, termasuk kasus pencurian buah sawit yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat dalam penyelesaian kasus tersebut, Peran Mantir Adat menjadi sangat penting sebagai lembaga yang dipercaya masyarakat untuk menegakkan keadilan berdasarkan kearifan lokal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) bagaimana Peran Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus pencurian bauh sawit ; (2) apa sanksi diberikan oleh Mantir Adat kepada pelaku pencurian buah sawit; (3) bagaimana efektivitas sanksi yang dijatuhkan oleh Mantir Adat terhadap pelaku pencurian buah sawit. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Mantir Adat, tokoh masyarakat, pelaku pencurian, serta aparat desa terkait. Teori yang digunakan penelitian ini adalah (1) Teori Kewenangan (2) Pembuktian dan (3) Efektivitas Hukum. Terkait penelitian menunjukan bahwa Mantir Adat berperan penting sebagai mediator dalam penyelesaian kasus pencurian buah sawit melalui mekanisme musyawarah adat yang mengedepankan asas keadilan, keseimbangan, dan perdamaian antar warga. Sanksi yang diberikan berupa denda adat yang disesuaikan dengan tingkat pelanggaran, dengan tujuan memberikan efek jera dan memulihkan hubungan sosial di masyarakat. Sanksi adat tersebut terbukti cukup efektif dalam mencegah terulangnya tindakan serupa, karena mengandung nilai moral, sosial, dan religius yang diakui oleh masyarakat setempat. Kata kunci: peran Mantir Adat, pencurian buah sawit, sanksi adat,efektivitas penyelesaian,sengketa

Tata Kelola Kawasan Bundaran Besar sebagai Ikon Kota Palangka Raya

KAHAYANNI SINTA
2025 · Thesis · Open Access

KAHAYANNI SINTA (2025) : Tata Kelola Kawasan Bundaran Besar Sebagai Ikon Kota Palangka Raya (pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag., M.Si, dan pembimbing II Budi Purnomo, S.H.,M.Si). Bundaran Besar merupakan salah satu ikon utama kota Palangka Raya yang memiliki nilai strategis, baik secara geografis maupun secara simbolis sebagai pusat aktivitas masyarakat dan pemerintahan. Pada penelitian ini terbagi menjadi dua rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana pelaksanaan tata kelola kawasan bundaran besar sebagai ikon Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana persepsi pengunjung mengenai tata kelola di kawasan Bundaran Besar sebagai ikon Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan teori tata kelola dan persepsi pengunjung, penelitian ini melibatkan Dinas PUPR, pengelola kawasan, dan pengunjung sebagai subjek. Tujuannya menganalisis tata kelola Bundaran Besar sebagai ikon Kota Palangka Raya, termasuk kebijakan, kebersihan, fasilitas, dan persepsi pengunjung terhadap pengelolaan kawasan. Hasil penelitian berdasarkan rumusan masalah yaitu (1) Tata kelola Kawasan Bundaran Besar cukup berjalan baik melalui koordinasi antarinstansi, namun masih menghadapi kendala seperti kurangnya pengawasan kebersihan dan keterbatasan fasilitas umum, (2) Persepsi Pengunjung pada umumnya memiliki persepsi positif terhadap kawasan ini, tetapi mengharapkan peningkatan pada sarana seperti tempat sampah dan pencahayaan.

Analisis terhadap Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa (Studi Kasus di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan)

MICKY JEKSEN
2025 · Thesis · Open Access

MICKY, 2025, Analisis Terhadap Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 Tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Perangkat Desa (Studi Kasus Di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan ), Program Studi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Kepala desa memiliki wewenang dalam mengangkat dan memberhentikan perangkat desa. Namun, dalam pelaksanaannya kepala desa harus berpedoman dengan aturan yang berlaku sesuai dengan yang tertera di Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2017. Pada tahun 2020, di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, Kepala desa memutuskan untuk memberhentikan salah satu perangkat desa yang baru dipilih dan menjabat, yaitu Sekretaris Desa. Keputusan kepala desa ini banyak menuai Konflik dan kritikan dari Masyarakat. Masalah yang diteliti :(1) Apa Dasar Pertimbangan Kepala Desa Dalam Memberhentikan Perangkat Desa Di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. (2) Bagaimana Analisis terhadap implementasi Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 tentang Pemberhentian Perangkat Desa Di Desa Tumbang Banjang Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan kepala desa Tumbang Banjang telah mempertimbangkan dasar hukum serta . Kepala desa juga melakukan langkah-langkah seperti mengidentifikasi dan mengevaluasi kinerja perangkat desa, pemberian teguran dan pemberian surat peringatan serta mempertimbangkan hasil diskusi dengan lembaga desa sebelum mengambil keputusan untuk memberhentikan perangkat desa. Hal ini menunjukkan bahwa kepala desa tidak bertindak sepihak, melainkan berdasarkan pertimbangan objektif dan prosedural. Dalam pelaksanaannya, terdapat kekurangan dalam penerapan prosedur, yaitu tidak dilakukannya konsultasi resmi dengan camat sebelum pemberhentian perangkat desa sebagaimana diwajibkan dalam Pasal 5 Permendagri Nomor 67 Tahun 2017. Kendala ini terjadi karena kondisi pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas dan pertemuan tatap muka, serta adanya pengunduran diri dari perangkat desa yang bersangkutan setelah menerima surat peringatan.

Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada Peserta Didik Kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya

SRI SUSILAWATI
2025 · Thesis · Open Access

Susilawati, Sri, 2025. Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Mitro, S.Pd.,M.Si dan Dosen Pembimbing II: Santang, S.Pd.,M.Hum Skripsi ini mengkaji tentang Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Pada Peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya. Kesulitan membaca permulaan merujuk pada kondisi dimana seorang anak kesulitan mengenali huruf, mengeja kata atau memahami teks secara keseluruhan pada tahap awal pembelajaran membaca. Peserta didik mengalami kesulitan dalam membaca permulaan merujuk pada kondisi dimana seorang anak kesulitan mengenali huruf, mengeja kata, memahami isi teks secara keseluruhan. Ini bisa karena bebarapa faktor yaitu faktor internal gangguan pada perkembangan bahasa atau masalah perhatian dan faktor eksternal seperti lingkungan dan metode pengajaran. Berdasarkan alasan tersebut, tema ini sangat penting untuk diteliti. Masalah ini perlu dikaji lebih lanjut dengan rumusan masalah yaitu (1) bagaimana kesulitan membaca permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya dan (2) faktor apa saja yang menyebabkan kesulitan membaca pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai Palangka Raya. Dengan menggunakan satu jenis teori untuk menganalisis rumusan masalah tersebut yaitu teori perkembangan bahasa. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data yakni pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian berupa skripsi. Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini, ditemukan bahwa (1) Kesulitan membaca permulaan pada peserta didik kelas III SDN 1 Langkai ditemui pada kesulitan mengenali huruf,, kesulitan menghubungkan bunyi dengan huruf, peserta didik sering kesulitan dalam mengucapkan kata yang memiliki kombinasi huruf serta kalimat panjang (2). Faktor yang mempengaruhi peserta didik kelas III kesulitan membaca permulaan yaitu faktor internal gangguan pada perkembangan bahasa atau masalah perhatian dan faktor eksternal seperti metode pengajaran yang kurang tepat dan lingkungan yang tidak mendukung, Siswa kesulitan membaca karena berbagai alasan, termasuk kurangnya perhatian guru, kurangnya konsentrasi siswa dalam belajar, kurangnya motivasi dan kurangnya minat siswa.

Hubungan antara Dukungan Guru terhadap Motivasi Belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SDN 4 Menteng Palangka Raya

DESTARIANTI
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Destarianti. 2025. Hubungan Antara Dukungan Guru Terhadap Motivasi belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Putu Widyanto, M.Pd.H. Pembimbing II: Raisa Vienlentia, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Pendidikan inklusif telah menjadi pendekatan penting dalam memastikan semua siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), mendapatkan akses pendidikan yang setara. Dalam konteks ini, peran guru sebagai penyedia dukungan emosional, instruksional, dan sosial sangat menentukan keberhasilan proses belajar siswa ABK. Motivasi belajar merupakan salah satu aspek penting yang dipengaruhi oleh kualitas dukungan yang diberikan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan guru terhadap motivasi belajar anak berkebutuhan khusus (ABK) di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi siswa ABK, mengingat tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui angket yang dibagikan kepada 20 orang guru sebagai responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah dukungan guru yang mencakup perhatian, strategi pembelajaran, umpan balik, dan hubungan positif. Sedangkan variabel terikat adalah motivasi belajar siswa ABK yang meliputi motivasi intrinsik, ekstrinsik, keterlibatan, dan regulasi diri. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan guru dan motivasi belajar siswa ABK. Semakin tinggi dukungan yang diberikan guru, semakin tinggi pula motivasi belajar siswa ABK. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan inklusif melalui penguatan peran guru sebagai pendukung utama bagi siswa ABK. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor dukungan guru sebesar 76,35 (SD = 9,511) yang termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan rata-rata skor motivasi belajar siswa ABK adalah 68,65 (SD = 13,550) yang menunjukkan tingkat motivasi cukup baik. Uji korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,543 dengan nilai signifikansi (p) = 0,013, yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan dan cukup kuat. Hasil uji koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,295 mengindikasikan bahwa dukungan guru memberikan kontribusi sebesar 29,5% terhadap motivasi belajar siswa ABK.

Efektivitas Metode Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Kelas V SDN 4 Menteng Palangka Raya

SRI AULIA
2025 · Thesis · Open Access

Penanaman nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas, toleran, dan cinta tanah air. Namun, realitas di lapangan, khususnya di SDN 4 Menteng Palangka Raya, menunjukkan bahwa proses pembelajaran Pendidikan Pancasila masih didominasi oleh metode ceramah yang bersifat pasif. Hasil observasi menunjukkan rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah, kepatuhan terhadap aturan, dan kesadaran terhadap keberagaman. Guru cenderung tidak mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks yang relevan dengan kehidupan siswa, sehingga pembelajaran terasa kurang bermakna dan membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas metode Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas V-C SDN 4 Menteng Palangka Raya yang berjumlah 29 orang. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji hipotesis menggunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran dengan metode Problem Based Learning. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Sig. sebesar 0,000 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Nilai rata-rata N-Gain Score siswa yaitu 0,7371 termasuk ke dalam kategori tinggi. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan rata-rata N-Gain dalam bentuk persentase sebesar 73,7110 dengan standar deviasi 19,06. Berdasarkan kriteria tingkat keefektifan, maka rata-rata N-Gain sebesar 73,71% dikategorikan sebagai cukup efektif.

Pelestarian Seni Kriya Sapuyung pada Masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan

NATALIA FRANSISKA
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Natalia Fransiska, 2025. Pelestarian Seni Kriya Sapuyung Pada Masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, Skripsi Prodi Pendidikan Seni Dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Hendri, S.Ag., M.Si Pembimbing II Roy Wentas, M.Pd Seni kriya merupakan cabang seni rupa yang menitik beratkan pada keterampilan tangan dalam menciptakan karya bernilai fungsi dan estetika. Karya ini mengangkat sapuyung sebagai objek utama, yaitu penutup kepala tradisional yang memiliki nilai budaya, estetika, dan ekonomi yang mendalam. Tujuan dari karya ini adalah untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memperkenalkan nilai-nilai filosofis di balik sapuyung kepada masyarakat luas dalam bentuk visual yang lebih kontekstual. Seni kriya sapuyung merupakan seni anyaman khas Kalimantan Tengah yang dapat digunakan pada kehidupan seharihari. Namun pengrajin seni kriya sapuyung hanya beberapa orang saja yang bisa menganyam sehingga perlu adanya pelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Bagaimana bentuk seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? 2. Bagaimana pelestarian seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? 3. Apa saja nilai seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah menggunakan tiga teori yaitu teori bentuk, teori pelestarian budaya, dan teori nilai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penentuan informan yaitu Teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya Teknik analisis data yang digunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasarkan dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1.Seni kriya sapuyung merupakan seni kerajinan tangan yang memilki bentuk bulat dan dapat digunakan pada kehidupan sehari-hari seperti berladang. 2. Pelestarian seni kriya sapuyung para Pengrajin seni kriya sapuyung berusaha meningkatkan minat masyarakat pada seni kriya sapuyung yaitu dengan suatu usaha yang diajarkan kepada generasi berikutnya. 3. Nilai seni kriya sapuyung pemahaman tentang nilai-nilai ini dapat membantu kita untuk lebih menghargai dan memahami karya seni kriya, baik dari segi estetika, fungsi, sosial, ekonomi maupun makna budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Kata kunci : Pelestarian, Seni Kriya, Sapuyung

Minat Belajar Siswa SDN Telok terhadap Pembelajaran Seni Musik Berbasis Kearifan Lokal di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan

VONNI KRISNA
2025 · Thesis · Open Access

Vonni Krisna. 2025: Minat Belajar Siswa SDN Telok Terhadap Pembelajaran Seni Musik Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Pembimbing I Wentin, S.Ag., M.Pd.H dan Pembimbing II Roy Wentas,S. Pd., M. Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat belajar siswa SDN Telok terhadap pembelajaran seni musik berbasis kearifan lokal di Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan. Fokus penelitian meliputi aspek ketertarikan, perasaan, perhatian guru, kendala belajar, serta upaya yang dilakukan oleh sekolah dan masyarakat dalam meningkatkan minat belajar seni musik. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa kelas V, guru kelas, kepala sekolah, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa terhadap pembelajaran seni musik cukup positif, namun masih terbatas oleh beberapa kendala seperti minimnya sarana prasarana, ketiadaan guru khusus seni musik, serta kurangnya dukungan fasilitas praktik. Upaya yang dilakukan sekolah dan guru untuk meningkatkan minat siswa mencakup penggunaan media sederhana berbasis lingkungan, integrasi unsur lokal ke dalam materi ajar, serta pelibatan siswa dalam kegiatan bermusik di luar kelas. Pendekatan pembelajaran kontekstual, teori kognitif, serta teori strategi pembelajaran dan konstruktivisme digunakan untuk menganalisis proses pembelajaran dan pengalaman belajar siswa secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan peran guru, penyediaan sarana praktik, dan pelibatan unsur lokal secara kreatif merupakan langkah penting dalam menumbuhkan minat belajar seni musik di sekolah dasar.

Efektivitas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dalam Penegakan Hukum Perlindungan Satwa Penyu di Provinsi Bali

I MADE BUDHI SUGANDHIKA
2025 · Thesis · Open Access

Peredaran satwa banyak terjadi di Provinsi Bali menjadi akses keluar masuknya peredaran satwa di Provinsi Bali dan pada akhir-akhir masyarakat memperoleh satwa- satwa yang dilindungi melalui cara ilegal, yakni jual beli pasar gelap. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimanakah efektivitas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dalam penegakan hukum perlindungan satwa Penyu di Provinsi Bali? (2) Bagaimanakah hambatan-hambatan penegakan hukum perlindungan satwa Penyu di Provinsi Bali? (3) Bagaimanakah upaya penegakan hukum perlindungan satwa penyu di Provinsi Bali?. Metode yang digunakan dalam rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian yaitu (1) Efektivitas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dalam Penegakan Hukum Perlindungan Satwa Penyu di Provinsi Bali dari segi faktor hukum sendiri dan faktor penegak hukum sudah efektif, faktor sarana dan fasilitas, masyarakat dan kebudayaan masih belum efektif. (2) Hambatan dalam penegakan perlindungan satwa Penyu di Provinsi Bali, hambatan struktur masih belum efektif sebab masih kurangnya sumber daya manusia, hambatan faktor subtansi hukum masih lemahnya hukuman penjara dan denda yang ditetapkan, hambatan budaya hukum penggunaan penyu sebagai sarana upacara keagamaan, dan kurang sadarnya masyarakat sebagian masih mengkonsumsi daging Penyu, peraturan hukum bahwa peraturan hukum dan hukum agama saling bebenturan dan hambatan budaya hukum para hakim, putusan para hakim sering kali belum memuaskan masyarakat sebab hukuman yang diberikan tergolong sangat rendah. (3) Upaya yang dilakukan dalam penegakan perlindungan satwa Penyu yaitu upaya preventif himbauan dan poster disosial media. Upaya persuasif edukasi kepada masyarakat dan anak-anak usia dini dan sekolah. Upaya reprensif tindakan pidana yang diberikan kepada pelanggar hukum. Upaya kooperatif kerja sama antara lembaga. Upaya rehabilitatif Penyu yang disita dicek kondisi kesehatanya dan dilepaskan kembali ke alam.

Penerapan Sanksi Adat Jipen terhadap Pelaku Pergaulan Bebas dikalangan Generasi Muda di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan

RANO IRAWAN
2025 · Thesis · Open Access

RANO IRAWAN, 2025 : Penerapan Sanksi Adat Jipen Terhadap Pelaku Pergaulan Bebas Di Kalangan Generasi Muda Di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Skripsi Strata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Riwun S.Ag., M.Si, dan Sri Kayun, SH.,M.Si Penelitian ini mengkaji penerapan sanksi adat jipen terhadap pelaku pergaulan bebas di kalangan generasi muda. Oleh sebab itu peneliti menganalisis tentang Penerapan Sanksi Adat Jipen Terhadap Pelaku Pergaulan Bebas Di Kalangan Generasi Muda dalam kasus Dusa Sala Pada Generasi Muda Di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan. Penelitian ini berusaha menjawab 2 (dua) pertanyaan pokok : (1) Apa Dampak Pergaulan Bebas Di kalangan Generasi Muda Di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan?. (2) Bagaimana Penerapan Sanksi Adat Jipen Terhadap Pelaku Pergaulan Bebas Dikalangan Generasi Muda Di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan?. Metode Penelitian ini yaitu mengunakan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teori (1) Teori Kausalitas (sebab akibat) dan (2) Teori Penegakan hukum. Hasil penelitian yang dilakukan di Desa Marandang Kecamatan Seruyan Hulu Kabupaten Seruyan yaitu (1) Dampak pergaulan bebas di kalangan generasi muda yakni menimbulkan dampak negatif internal yaitu berupa gangguan psikologis, tekanan mental seperti stres, merasa cemas, rasa bersalah, dan rasa takut jika mendapat penolakan sosial dari masyarakat. Dampak negatif eksternal seperti pencemaran nama baik bagi pelaku pergaulan bebas seringkali menghadapi stigma negatif dari masyarakat, terutama dalam komunitas yang memiliki norma, diskriminasi di tempat kerja atau komunitas dikarenakan perilaku yang dianggap menyimpang atau tidak sesuai dengan norma sosial dan putusnya hubungan dengan keluarga bagi pelaku pergaulan bebas bisa menyebabkan konflik dengan orang tua, keluarga, atau pasangan hidup. (2) Penerapan sanksi adat jipen terhadap pelaku dalam kasus ini mantir adat menjatuhkan hukuman adat kepada pelaku yaitu, si pria (A) dan si perempuan (B) dikenakan sanksi adat jipen satu yang diuangkan dengan nilai sebesar 300 ribu rupiah selanjutnya si pria (A) dikenakan sanksi jipen empat (supan kamalu) yang diuangkan dengan uang rupiah sebesar Rp. 1.200.000, si perempuan dikenakan sanksi jipen dua (supan kamalu) yang diuangkan dengan nilai sebesar Rp. 600.000. Kemudian si pria (A) membayar sejumlah syarat adat kawin : (1) Pamalik rihit = satu ekor sapi ; (2) Tanturus balanga = Rp. 2.000.000 ; (3) Sirau lamiang turun tiga = 1 buah lamiang ; (4) Gong tantai sirau lamiang = lima gram emas 99 karat ; (5) Parabas = Rp. 3.000.000 ; (6) Emas singah hambaruan = dua gram emas 99 karat yang diuangkan sebesar = Rp. 2.000.000 rupiah ; (7) Batang adat = Rp. 30.000.000 rupiah ; (8) Kain tutup uban/kain hitam 1 lembar ; (9) Alat tidur = selengkapnya ; dan (10) Tombak satu buah.

Habukung dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

WENDY
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Wendy, 2025. Habukung Dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan Di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Perspektif Pendidikan Agama Hindu. Tesis Strata Dua (S-2) Prodi Magister Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Nyoman Sidi Astawa S.Ag., M.A, Pembimbing II : Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H. Penelitian ini mengkaji tentang Habukung dalam Upacara Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu dengan fokus Perspektif Pendidikan Agama Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna, nilai-nilai pendidikan agama Hindu, dan implikasi keberadaan Habukung sebagai media pembelajaran nonformal dalam upacara kematian umat Hindu Kaharingan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari tokoh masyarakat, basir (rohaniawan), seniman Habukung, serta guru agama Hindu. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habukung merupakan bentuk ekspresi religius dan budaya yang memiliki makna teologis, simbolis, serta nilai edukatif. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dalam upacara kematian, tetapi juga sebagai sarana pewarisan nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial. Habukung memuat nilai-nilai pendidikan agama Hindu seperti Ketuhanan, moral, kerohanian, susila dan tatwa yang diajarkan melalui simbolisme dan praktik langsung di masyarakat. Dalam konteks pendidikan, Habukung menjadi media pendidikan karakter yang efektif dan sebagai ruang pembelajaran lintas generasi. Secara teoritis, hasil penelitian ini memperkuat pendekatan konstruktivisme Vygotsky, interaksionisme simbolik, dan pendidikan holistik Bhattacharya. Habukung terbukti berperan sebagai sarana pendidikan nonformal berbasis budaya lokal yang dapat mendukung penguatan identitas keagamaan dan kebudayaan umat Hindu Kaharingan.

Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya

SETI
2025 · Thesis · Open Access

Seti, 2025 : Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya. Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya melalui promosi dalam memperluas daya tarik objek wisata terhadap calon wisatawan.. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimana Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya.?, (2) Bagaimana hambatan dan upaya Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya.?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Kendala. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Di Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni promosi objek wisata, dan Media promosi objek wisata. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada Strategi Pemerintah dalam Promosi Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya. Promosi aspek kebudayaan dan jenis pariwisatanya masih sangat kurang oleh itu dibutuhkannya media promosi guna mengenalkan kepada khalayak publik tentang potensi tempat Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya. Sedangkan media promosi tidak lepas dari peranan desain, biasanya makna tersampaikannya suatu promosi harus didasari dengan desain yang menarik agar khalayak umum dapat mengerti apa maksud yang disampaikan oleh promosi tersebut. Promosi biasanya mencakup kepada Iklan. Kedua, Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah masalah anggaran itu sendiri, pada saat ini masih terbatas untuk pengelolaan dan pengembangan kawasan Agrowisata Larosa Kota Palangka Raya, terutama untuk pengembangan fasilitas di wisata tersebut. Yang kedua belum tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang betul-betul mampu untuk melihat peluang maupun tantangan dari sektor kepariwisataan di wilayah Kota Palangka Raya.

Kemampuan Public Speaking Mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu pada Proses Perkuliahan

NOVA TALIA
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Nova Talia, 2025 : Kemampuan Public Speaking Mahasiswa Ilmu Komunikasi pada Proses Perkuliahan. Pembimbing I Dr. Tardi Edung, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II I Made Darsana, S.Pd., M.Pd Gambaran terhadapa kemampuan public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu pada proses perkuliahan. Pada penelitian ini yang menjadi permasalahan adalah (1) bagaimana kemampuan public speaking mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu pada Proses Perkuliahan (2) bagaimana kendala yang dialami mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu pada proses perkuliahan (3) bagaimana cara mahasiswa Ilmu Komunikasi Hindu mengatasi tantangan dalam public speaking. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori public speaking dan teori komunikasi interpersonal. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan pendekakatan kualitatif, dan menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumenatsi. (1) pengumpulan data (2) reduksi data (3) penyajian data (4) verifikasi atau Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kemampuan public speaking pada tingkat cukup baik, terutama dalam menyampaikan pendapat, memaparkan materi, dan berpartisipasi dalam diskusi kelas. Proses pembelajaran yang interaktif, keterlibatan dalam organisasi, serta dukungan dosen terbukti berkontribusi dalam pengembangan keterampilan ini. Namun, mahasiswa masih menghadapi kendala seperti rasa gugup, kurang percaya diri, dan kesulitan menyusun pesan secara sistematis. Faktor internal seperti kecemasan dan kurangnya literasi, serta faktor eksternal seperti lingkungan komunikasi yang kurang mendukung, turut mempengaruhi kemampuan mereka. Mahasiswa mengatasi tantangan tersebut melalui latihan rutin, persiapan materi yang matang, dan penguasaan teknik komunikasi nonverbal. Kata Kunci: Public speaking, mahasiswa, komunikasi.

Komunikasi antara Orang Tua dan Anak di Era Digital di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan

RUSITA
2025 · Thesis · Open Access

Pola komunikasi antara orang tua dan anak di era digital, dan komunikasi yang dapat terjalin dengan baik dan efektif. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola komunikasi dan faktor penghambat komunikasi antara orang tua dan anak di era digital. Adapun yang menjadi permasalahan adalah (1) bagaimana pola komunikasi antara orang tua dan anak di dera digital (2) apa saja faktor penghambat yang mempengaruhi efektivitas komunikasi antara antara orang tua dan anak di era digital. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pola komunikasi keluarga.Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif, dan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data yangdigunakan yaitu (1) reduksi data (2) penyajian data (3) verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menujukan bahwa pola komunikasi antara orang tua dan anak di era digital di Desa Tumbang Pangka Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan yaitu menggunakan : (a) pola komunikasi bebas (Permissive), (b) pola komunikasi otoriter (Authoritarian), (c) pola komunikasi demokratis (Authoritative) kemudian dianalisis dengan teori pola komunikasi keluarga. Polakomunikasi bebas yang dilakukan oleh orang tua di era digital terkait penggunaan gawai, yaitu orang tua yang bersifat membebaskan dan kontrol terhadap anak rendah. Pola komunikasi otoriter merupakan pola komunikasi orang tua yang menetapkan aturan secara dan mengontrol anak dalam penggunaan gawai agar anakmemiliki waktu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang tua. Pola komunikasi demokratis yang orang tua tetap memeberi aturan terhadap anak berdasarkan kesepakatan bersama, orang tua juga memikirkan akan hal yang anak suka dan tidak suka sehingga orang tua dan anak saling terbuka dalam berkomunikasi. Faktor penghambat komunikasi antara orang tua dan anak di era digital adalah kecanduan anak dalam penggunaan gawai, tidak hanya anak orangtua juga menggunakan gawai yang menimbulkan intensitas komunikasi berkurang, dan orang tua yang tidak mengerti penggunaan gawai sehingga menimbulkan kesulitan berkomunikasi jarak jauh.