MIKO
2025 · Thesis · Open Access
Miko, 2025 Persepsi Wisatawan Terhadap Objek Wisata City Forest Nyaru Menteng Kota Palangka Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagaman, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pemmbing I Dr A A Gede Wiranata S.Ag.,M.Pd dan Pemimbing II Handoko S.Ag.,M.Si. City Forest Nyaru Menteng merupakan salah satu objek wisata hutan di Kota Palangka Raya yang menawarkan daya tarik unik berupa hutan alam yang masih terjaga, serta upaya konservasi terhadap flora dan fauna. Persepsi wisatawan terhadap objek wisata City Forest Nyaru Menteng adalah penilaian atau tanggapan wisatawan terhadap kualitas daya tarik, fasilitas, aksesibilitas, dan layanan yang tersedia di kawasan objek wisata tersebut. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana persepsi wisatawan terhadap objek wisata City Forest Nyaru Menteng dan bagaimana kemudahan akses, fasilitas, serta layanan tambahan berkontribusi terhadap persepsi wisatawan. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan wisatawan berkunjung dan mengevaluasi persepsi wisatawan terhadap komponen pariwisata 4A (attraction, accessibility, amenities, ancillary). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Subjek penelitian adalah wisatawan yang berkunjung ke Hutan Kota Nyaru Menteng dengan jumlah sampel 56 responden yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan insidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan Skala Likert yang mengukur empat dimensi utama yaitu atraksi, aksesibilitas, fasilitas, dan pelayanan tambahan. Pengumpulan data dilakukan melalui survei langsung kepada wisatawan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase untuk menggambarkan persepsi wisatawan terhadap setiap komponen pariwisata. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan korelasi Product Moment dan Cronbach Alpha. Hasil penelitian menunjukkan kedua hipotesis deskriptif yang diajukan diterima dengan hasil positif. Hipotesis pertama terbukti bahwa wisatawan memberikan persepsi positif terhadap City Forest Nyaru Menteng dengan rata-rata persentase 79,1% dalam kategori "Puas". Aspek atraksi memperoleh penilaian tertinggi 81,9% (Sangat Puas), diikuti fasilitas 77,7% (Puas), aksesibilitas 77,3% (Puas), dan pelayanan tambahan 74,6% (Puas), dengan persepsi keseluruhan mencapai 83,9% kategori "Sangat Puas". Hipotesis kedua menunjukkan kontribusi positif aksesibilitas, fasilitas, dan layanan tambahan terhadap persepsi wisatawan dengan rata-rata 76,5% kategori "Puas", memberikan kontribusi sebesar 2,54% terhadap persepsi keseluruhan wisatawan. Kesimpulan penelitian menunjukkan City Forest Nyaru Menteng berhasil memberikan pengalaman wisata yang memuaskan dengan potensi besar sebagai objek wisata unggulan di Kalimantan Tengah.
YESILA DEWI
2025 · Thesis · Open Access
Pendidikan seni rupa memiliki peranan penting dalam pengembangan kreativitas siswa, terutama di sekolah kejuruan yang menekankan pada penguasaan keterampilan praktis. Namun, berdasarkan observasi awal yang dilakukan di kelas X DKV 3 SMKN 4 Palangka Raya, ditemukan bahwa pembelajaran seni rupa masih bersifat konvensional dan berpusat pada teori, sehingga mengakibatkan rendahnya keterlibatan siswa dalam proses belajar dan berimbas pada kurangnya kreativitas dalam mengekspresikan ide. Kurangnya penggunaan model pembelajaran yang tepat menyebabkan kreativitas siswa pada pembelajaran seni rupa rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran Project Based Learning yang diyakini mampu meningkatkan kreativitas siswa karena menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran melalui kegiatan berbasis proyek. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus menggunakan model Yasmeen, modifikasi dari model spiral Kemmis dan Taggart. Tahapan yang dilakukan dalam setiap siklus meliputi diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X DKV 3 SMKN 4 Palangka Raya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penilaian hasil proyek siswa untuk mengetahui tingkat kreativitas dan keterlibatan dalam pembelajaran seni rupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning berhasil meningkatkan keterlibatan dan kreativitas siswa secara signifikan. Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran meningkat, guru lebih terstruktur dan percaya diri dalam mengelola kelas, serta terjadi peningkatan nilai kreativitas siswa dari rata-rata 73 pada tahap pra-siklus menjadi 82 pada siklus I dan 86 pada siklus II. Selain itu, terjadi pergeseran kategori capaian belajar siswa, di mana pada siklus II tidak ada lagi siswa dalam kategori “Kurang Baik”, dan sebagian siswa telah mencapai kategori “Sangat Baik”. Temuan ini menunjukkan bahwa model Project Based Learning efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran seni rupa di SMKN 4 Palangka Raya.
ANDRITIO
2025 · Thesis · Open Access
Andritio, 2025. Ritual Bahajat Pada Pasah Patahu Lewu Di Kelurahan Tumbang Miri Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Pendidikan Agama Hindu), Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I : Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H Pembimbing II : Roy Wentas, M.Pd.H Ritual Bahajat pada Pasah Patahu Lewu di Kelurahan Tumbang Miri adalah salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Umat Hindu Kaharingan karena adanya suatu niat atau keinginan maupun keyakinan terhadap roh leluhur yang dapat membantu umat manusia yang disebut dengan Sahur Parapah atau Sahur Lewu dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta Ranying Hatalla Langit, serta menjaga keharmonisan dengan alam dan sesama manusia. Ritual Bahajat pada Pasah Patahu Lewu di Kelurahan Tumbang Miri adalah salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Umat Hindu Kaharingan karena adanya suatu niat atau keinginan maupun keyakinan terhadap roh leluhur yang dapat membantu umat manusia yang disebut dengan Sahur Parapah atau Sahur Lewu dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta Ranying Hatalla Langit, serta menjaga keharmonisan dengan alam dan sesama manusia. Rumusan masalah yang diangkat yaitu : 1.Bagaimana proses pelaksanaan Ritual Bahajat pada Pasah Patahu Lewu di Kelurahan Tumbang Miri Kabupaten Gunung Mas? 2.Apa saja nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang terdapat dalam Ritual Bahajat pada Pasah Patahu Lewu di Kelurahan Tumbang Miri Kabupaten Gunung Mas?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan Ritual Bahajat pada Pasah Patahu Lewu dan nilai-nilai yang terkandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teori Religi, Teori Semiotika, dan Teori Nilai. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan lokasi penelitian di Kelurahan Tumbang Miri, Jenis dan sumber data yang digunakan : sumber data primer dan sekunder, Teknik penentuan informan yaitu Teknik purposive sampling, Teknik pengumpulan yang digunakan : metode observasi, metode wawancara dan studi dokumentasi, Instrumen penelitian dan Teknik analisis data yaitu : pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian yang dilakukan tentang Ritual Bahajat pada Pasah Patahu Lewu di Kelurahan Tumbang Miri memiliki beberapa proses pelaksanaan yaitu : 1.Tahap awal, 2.Tahap Inti, dan 3.Tahap Akhir, dan memiliki nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung didalamnya yaitu : 1.Nilai Pendidikan Tattwa, 2.Nilai Pendidikan Etika, 3.Nilai Pendidikan Upacara.
DOLEN
2025 · Thesis · Open Access
Skripsi ini mengkaji tentang strategi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari di Kelas V A SDN 1 Sabaru. Strategi merupakan cara atau upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam meningkatkan minat belajar siswa, guru dapat menerapkan strategi mengajar yang kreatif dan inovatif, sehingga siswa dapat tertarik dan antusias untuk mengikuti proses pembelajaran. Minat belajar siswa yang tinggi dapat dilihat dari keaktifan siswa saat mengikuti proses pembelajaran. Di SDN 1 Sabaru tepatnya di Kelas V A, minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari cukup tinggi, hal ini terlihat pada saat siswa mengikuti proses pembelajaran, dimana siswa selalu memperhatikan saat guru mengajar, selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, selalu antusias saat guru menjelaskan dan aktif bertanya tentang materi pelajaran yang dijelaskan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari, strategi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari dan apa saja kendala guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari di Kelas V A SDN 1 Sabaru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi seperti gambar maupun keadaan di tempat penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas V A SDN 1 Sabaru dan 4 orang siswa kelas V A SDN 1 Sabaru, teori yang digunakan dalam membantu peneliti mengkaji fenomena pada penelitian ini adalah teori minat, teori strategi, teori konstruktivisme dan teori kendala. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari di Kelas V A SDN 1 Sabaru cukup tinggi. Dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran seni tari guru Kelas V A SDN 1 Sabaru menggunakan strategi diantaranya, penggunaan metode pembelajaran yang variatif, membangun hubungan yang positif dengan siswa, menggunakan media pembelajaran yang menarik saat mengajar dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Dalam meningkatkan minat belajar siswa, guru Kelas V A SDN 1 Sabaru menghadapi berbagai kendala, dimana kendala ini meliputi terbatasnya media pembelajaran, seperti alat musik tradisional dan property tari sebagai media untuk melakukan praktik.
DILLA MAHARANI
2025 · Thesis · Open Access
Skripsi ini mengkaji tentang Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur. Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas merupakan suatu upacara yang ditunjukkan kepada para leluhur, upacara ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Mulung Kuyang (Roh suci) sebagai manisfestasi Ranying Hatalla Langit/Tuhan Yang Maha Esa yang telah membantu mewujudkan keinginan dan permintaan yang dikehendaki. Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah yang diangkat oleh peneliti sebagai berikut: 1. Bagaimana Proses Pelaksanan Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur ? 2. Bagaimana Fungsi Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur ? 3. Apakah Persfektif Pendidikan Agama Hindu terhadap Upacara Bayar Hajat Wadian Dadas di Desa Sumber Garunggung Kabupaten Barito Timur ?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami proses pelaksanaan upacara Bayar Hajat Wadian Dadas, fungsi dan nilai-nilai terkandung pada upacara Bayar Hajat Wadian Dadas serta menambah wawasan bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Sumber Garunggung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teori Religi, Teori Fungsional Struktural dan Teori Pendidikan Agama Hindu. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan yakni Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Bayar Hajat Wadian Dadas dapat disimpulkan bahwa: (1) Tata cara pelaksanaan pada upacara Bayar Hajat Wadian Dadas memiliki beberapa tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. (2) Fungsi dari upacara Bayar Hajat Wadian Dadas sebagai berikut : 1. Menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan dan leluhur, 2. Menjaga hubungan harmonis dengan sosial sesama manusia. (3) Perspektif pendidikan agama hindu yang terdapat dalam upacara yakni: 1. Perspektif Pendidikan Tattwa Agama Hindu, 2. Perspektif Pendidikan Susila/Etika Agama Hindu, 3. Perspektif Pendidikan Upacara Agama Hindu
ANSILA FRIDA MAULA
2025 · Thesis · Open Access
Skripsi ini mengkaji tentang metode learning by doing dalam meningkatkan keterampilan menggambar pada siswa kelas x tkr a SMK Karsa mulya. Di SMK Karsa Mulya, khususnya kelas X TKR A, ditemukan bahwa keterampilan menggambar siswa masih tergolong rendah, dilihat dari ketidaktepatan proporsi, perspektif, serta pewarnaan dan kontrol tangan yang belum stabil. Guru seni budaya telah menerapkan metode Learning by Doing untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode ini dikenal mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran melalui praktik langsung. Namun, hasilnya belum maksimal dan belum sepenuhnya mencapai standar pembelajaran yang ditetapkan Kemendikbudristek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Learning by Doing, kendala yang dihadapi, serta solusi yang dilakukan guru dalam meningkatkan keterampilan menggambar siswa kelas X TKR A di SMK Karsa Mulya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus penelitian terletak pada aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam menerapkan metode tersebut. Teori yang digunakan untuk membantu peneliti mengkaji fenomena ini adalah teori behavioristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan metode Learning by Doing dalam pembelajaran seni rupa di kelas X TKR A SMK Karsa Mulya memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman siswa. Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, baik dari sisi guru maupun siswa. Kendala tersebut meliputi keterbatasan waktu untuk diskusi karya, perbedaan kemampuan antar siswa, gangguan konsentrasi, penggunaan istilah yang sulit dipahami dengan penjelasan yang terlalu cepat, serta kurangnya ketertarikan siswa terhadap topik pembelajaran tertentu. Oleh karena itu, meskipun metode ini tergolong efektif, perlu adanya penguatan pada tahap evaluasi dan refleksi akhir agar siswa mampu menilai hasil karyanya secara lebih kritis dan mendalam, serta mendorong peningkatan kualitas pembelajaran seni rupa secara berkelanjutan.
KASIH
2025 · Thesis · Open Access
KASIH, 2025. Analisis Tindakan Hukum Terhadap Siswa Yang Melakukan Pelanggaran Disiplin Sekolah (Studi Kasus Di SMA Negeri 3 Palangka Raya). Dosen Pemimbing I Mariatie, S.Ag., M.Si, dan Dosen Pemimbing II Sri Kayun, SH., M.Si Berdasarkan penelitian di lapangan, SMA Negeri 3 Palangka Raya menghadapi berbagai bentuk pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh siswa, seperti merokok di lingkungan sekolah, membolos, hingga tidak mengerjakan tugas. Berbagai jumlah tindakan tersebut perbuatan yang dilarang dalam ketentuan peraturan tatatertib sekolah yang telah disetujui oleh pihak sekolah dan orang tua wali murid. Masalah pokok yang diteliti dalam penelitian ini mencakup tiga hal yaitu : (1) Apa bentuk pelanggaran disiplin yang sering dilakukan oleh siswa? (2) Apa saja faktor penyebab terjadinya pelanggaran disiplin? dan (3) Bagaimana analisis tindakan hukum terhadap siswa yang melakukan pelanggaran disiplin? Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling, wali kelas, siswa dan orang tua wali murid.Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga Teori Sebab-Akibat (Aristoteles), Teori Tindakan Hukum (Hans Kelsen), dan Teori Tujuan Hukum (Gustav Radbruch). Dengan analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dan analisis data tersebut dapat disimpulkan yaitu: (1) bentuk pelanggaran disiplin yang sering dilakukan siswa SMA Negeri 3 Palangka Raya yaitu antara lain membolos, merokok, dan tidak mengerjakan tugas sekolah (2) Faktor penyebab pelanggaran disiplin berasal dari kurangnya kesadaran hukum siswa, lemahnya pengawasan orang tua, dan pengaruh lingkungan pergaulan. (3) Tindakan hukum yang diterapkan pihak sekolah bersifat preventif dan edukatif, berupa teguran, surat peringatan, pembinaan, dan skorsing.
MALA
2025 · Thesis · Open Access
Mala. 2025, Peran mantir adat dalam penerapan Pasal 12 Hukum Adat Dayak terhadap perkawinan Sala Hurut di Desa Tumbang Panggo Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Skripsi Srata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing 1 Mariatic S.Ag.M.Si, dan Pembimbing II Ririn Kurniasi.SH..MH. Penelitian ini membahas tentang peran mantir adat dalam penerapan Pasal 12 Hukum Adat Dayak terhadap kasus perkawinan Sala Hurui di Desa Tumbang Panggo, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami isi dan makna Pasal 12 Hukum Adat Dayak berkaitan dengan Sala Hurui dalam konteks perkawinan adat, menganalisis peran mantir adat dalam menangani kasus Sala Hurui, serta mengevaluasi efektivitas penerapan hukum adat dalam menyelesaikan permasalahan tersebut di tengah masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 12 Hukum Adat Dayak memuat ketentuan adat mengenai larangan dan sanksi terhadap tindakan Sala Hurui, yaitu pelanggaran aturan adat dalam proses perkawinan. Mantir adat berperan penting sebagai penegak hukum adat, mediator antara pihak-pihak yang berselisih, serta pengambil keputusan dalam musyawarah adat. Penerapan hukum adat oleh mantir adat dinilai cukup efektif dalam menyelesaikan kasus Sala Hurui, karena mampu menciptakan kesepakatan dan pemulihan hubungan sosial di lingkungan masyarakat. Namun demikian, efektivitas ini masih dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kesadaran masyarakat terhadap hukum adat, perkembangan zaman, serta pengaruh hukum formal dari negara.
OKTA PRIANTONO
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI Okta Priantono. 2025. Peran Sanggar Riak Renteng Tingang Dalam Meningkatkan Motivasi Generasi Muda Pada Pelestarian Seni Budaya Dayak di Kelurahan Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si. Pembimbing II : Niwayan Sukraini, S.Pd.,M.Pd Pelestarian seni budaya Dayak merupakan upaya penting dalam menjaga identitas dan warisan budaya masyarakat Kalimantan Tengah di tengah arus globalisasi. Salah satu bentuk pelestarian tersebut diwujudkan melalui kegiatan sanggar seni, seperti Sanggar Riak Renteng Tingang yang berperan aktif sebagai wadah pembinaan seni tradisional sekaligus pembentukan karakter generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Sanggar Riak Renteng Tingang dalam meningkatkan motivasi generasi muda pada pelestarian seni budaya Dayak di Kelurahan Menteng Kota Palangka Raya serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Latar belakang dari penelitian ini adalah semakin menurunnya minat generasi muda terhadap pelestarian seni budaya tradisional akibat pengaruh globalisasi dan modernisasi, sehingga diperlukan upaya konkret untuk menjaga eksistensi budaya lokal, khususnya seni budaya Dayak di Kalimantan Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pengurus sanggar, pelatih, serta pihak yang relevan di lingkungan Kelurahan Menteng. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Riak Renteng Tingang memiliki peran signifikan dalam memotivasi generasi muda melalui lima aspek utama motivasi: motivasi intrinsik (menumbuhkan kecintaan terhadap budaya), motivasi ekstrinsik (melalui pemberian penghargaan dan manfaat), motivasi afiliasi (membangun rasa kebersamaan), motivasi pencapaian (pembinaan prestasi), dan motivasi kekuasaan (keterlibatan dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan). Kendala yang dihadapi sanggar antara lain keterbatasan dana, kurangnya sarana latihan, minimnya dukungan dari remaja lokal, serta tantangan dalam aspek manajerial. Meskipun demikian, sanggar tetap berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna mengatasi hambatan tersebut dan mempertahankan eksistensi seni budaya Dayak.
SINTA WIDIA
2025 · Thesis · Open Access
ABSTAK Sinta Widia. 2025, Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pelaksanaan Ritual Mapui Dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Drs. I Ketut Soter, Md.H Pembimbing II : Megawati,S.Pi., M.Pd.H Proses ritual Mapui dalam upacara kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu merupakan pembakaran mayat bersamaan dengan Peti/Raung/Runi Ritual ini dilaksanakan secara turun menurun berdasarkan keturunan yang di wariskandari nenek moyang terlebih dahulu Ritual Mapui bertujuan untuk memebrsihkan Roh Kasar dari do’sa atau kesalahan yang tidak di sengaja selama hidupnya, minimnya pengetahuan dan pemahaman Umat Hindu Kaharingan Rangan Kawit terhadap nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam Ritual Mapui merupakan permaalahan yang diangkat dalam penelitian ini sehingga peneliti tertarik untuk mengkaji: 1) Bagaimana Proses Pelaksanaan Ritual Mapui dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan ? 2) Apa Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam pelaksanaan Ritual Mapui Dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan? Tujuan penelitian 1) Untuk Mengetahui Proses Pelaksanaan Ritual Mapui dalam Upacara Kematian di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. 2) Untuk Mengetahuai Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Rituial Mapui Dalam Upacara Kematian Di Desa Rangan Kawit Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan Teori Religi, dan Teori Pendidikan Agama Hindu. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis data yang meggunakan deskriptif kualitatif dan sumber data bersifat kualitatif. Dengan menggunakan informan ditentukan melalui snowball sampling. Berdasarkan analisis dari penelitian yang dilakukan tentang ritual Mapui dapat disimpulkan bahwa (1) proses pelaksanan pada ritual Mapui dalam upacara kematian memiliki tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap inti dan tahap akhir. (1) nilai-nilai pendidikan yang terkandung pada ritual Mapui dalam upacara kematian adalah Nilai Pendidikan Tattwa, Nilai Pendidikan Sususila/Etika dan Nilai Pendidikan Upacara.
NI MADE ISWANTY HARINI ANUGRAHA
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK NI MADE ISWANTY HARINI ANUGRAHA, 2025 : Eksistensi Unit Pelayanan Perempuan Dan Anak (PPA) Polresta Palangka Raya Dalam Melindungi Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Prodi Hukum Agama Hindu. Pembimbing (I) I Komang Darman, SH.,MH Pembimbing (II) Edelweisia Cristiana, MH Kekerasann dalam rumah tangga merupakan satu masalah sosial yang serius dan kompleks. Di Kota Palangka Raya kasus kekerasan ini masih kerap terjadi, sehingga perlu adanya penangan khusus. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) adalah salah satu unit yang bertugas untuk memberikan pelayanan , perlindungan, serta penegakan hukum terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga. Unit PPA juga memberikan pendampingan dan membantu memfasilitasi kesehatan baik luka yang terlihat maupun kesehatan mental korban serta menyediakkan rumah aman. Masalah yang diteliti : 1. Bagaimakah bentuk perlindungan hukum yang diberikan Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Polresta Palangka Raya. 2. Apakah Tantangan yang dihadapi oleh Unit Pelayanan Perempuan dan anak (PPA) Polresta Palangka Raya dalam melindungi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskritif analisis. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yakni Kanit, Penyidik dan petugas Unit Pelayanan Perempua dan Anak (PPA). Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, tehnik analisis data terdiri dari redukasi data, penyajian data, dan penarika kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian Unit PPA memiliki peranan yang sangat penting bagi perempuan dan anak terutama korban kekerasan dalam rumah tangga. Unit PPA memberikan perlindungan hukum kepada korban kekerasan dalam bentuk fasilitas kesehatan, rumah aman dan bantuan hukum. Tantangan yang dihadapi oleh Unit PPA dalam memberikan perlindungan hukum yakni ketidakberdayan korban dalam melapor, perikahan yang tidak sah, dan emosi yang tidak stabil. Namun tantagan tersebut tidak akan membuat mundur petugas Unit PPA dalam menyelesaikan kasus tersebut.
IDA AYU NGURAH NOVA MAHARANI
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh multicultural personality terhadap sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui bagaimana multicultural personality siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya, (2) untuk mengetahui bagaimana sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya, dan (3) untuk mengetahui bagaimana multicultural personality berpengaruh terhadap sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data multicultural personality dan sikap toleransi siswa dikumpulkan melalui angket atau kuesioner dengan responden 42 siswa Hindu dari kelas X dan kelas XI di SMA Negeri 3 Palangka Raya dengan teknik total sampling. Penelitian ini dilakukan pada 20 April – 20 Juni 2025. Data dianalisis dengan regresi sederhana menggunakan IBM Statistics 25 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa multicultural personality siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya kategori tinggi sebanyak 27 siswa dari 42 responden dengan skala skor 117-134 dengan persentase 64%, Sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya termasuk kategori sangat tinggi sebanyak 38 siswa dari 42 responden dengan persentase 90%. Pada hasil uji hipotesis didapat Sig. α 0,0060,05 dan nilai t Hitung 2,927 > t Tabel 2,021 sehingga menghasilkan H1 diterima dan H0 ditolak, dapat disimpulkan bahwa multicultural personality secara signifikan berpengaruh terhadap sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya. Hasil dari analisis regresi sederhana nilai konstanta sebesar 84.991, variabel multicultural personality bernilai positif (+) sebesar 0,222 dan diperoleh persamaan regresi linear sederhana yaitu Y= 84.991 +0,222 X, dinyatakan bahwa multicultural personality memiliki pengaruh positif terhadap sikap toleransi siswa Hindu di SMA Negeri 3 Palangka Raya.
HENDI
2025 · Thesis · Open Access
Hendi, 2025, Dampak Perceraian Terhadap Anak Di Desa Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Hukum Agama Hindu). Skripsi Strata Satu, Prodi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Dra. Ni Made Ratini, M.Si dan pembimbing II, Gelar Sumbogo Peni, S.Ag., M.Si Perceraian berdampak besar pada perkembangan psikologis dan emosional anak, sementara dalam ajaran Hindu, perceraian dianggap sebagai perbuatan adharma yang sangat tidak dianjurkan. Anak-anak dari keluarga bercerai sering mengalami gangguan perkembangan, namun orang tua tetap berkewajiban memelihara dan melindungi anak sesuai dengan hukum Hindu dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini dirumuskan untuk menjawab dua rumusan masalah utama: pertama, bagaimana penerapan hukum agama Hindu terkait hak asuh anak setelah perceraian di desa Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas; kedua, bagaimana perspektif hukum agama Hindu memandang dampak perceraian terhadap anak di desa tersebut. Tujuan penelitian terdiri dari tujuan umum dan khusus, sedangkan manfaat penelitian mencakup manfaat teoritis dan praktis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Teori yang digunakan meliputi teori pluralisme hukum dan teori resepsi hukum, yang berfungsi menjelaskan bagaimana hukum agama Hindu berdampingan dengan hukum nasional dalam mengatur hak asuh dan perlindungan anak pasca perceraian. Informan penelitian meliputi anak dari orang tua bercerai, suami atau istri yang bercerai, keluarga dekat, mantir adat, saksi perceraian, dan pemangku agama Hindu Kaharingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan hak asuh anak yaitu dilakukan melalui musyawarah adat yang dipimpin oleh tokoh adat/damang atau mantir adat dengan mempertimbangkan kemampuan orang tua, kehendak anak, dan kesejahteraan anak sebagai prioritas utama. Sistem patrilineal tetap diakui, namun lebih fleksibel dalam praktiknya, di mana hak asuh anak kecil biasanya diberikan kepada ibu, sedangkan ayah tetap bertanggung jawab memberikan nafkah dan pendidikan. Perceraian dipandang sebagai pelanggaran dharma dan nilai adat yang menimbulkan tekanan emosional, stigma sosial, dan dampak spiritual bagi anak. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, masyarakat menerapkan perjanjian pranikah, mediasi adat, dan sanksi adat guna memastikan tanggung jawab orang tua terpenuhi secara optimal.
INTAN
2025 · Thesis · Open Access
Intan, 2025 : Penerapan Sanksi oleh Mantir Adat terhadap Pelaku Perkelahian di area Hinting Pali (Studi Kasus dalam Acara Perkawinan di Desa Timpah, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas). Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pemimbing I Dr. I Made Kastama SH.,MH dan Pemimbing II Dr. Agung Adi S.Ag., M.Si Hinting Pali dalam pelaksanaan acara perkawinan adat Dayak di Desa Timpah, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah merupakan batas sakral dengan penanda tali dan daun sawang yang dibentang kiri dan kanan tempat pesta berlangsung dengan tujuan menjaga kesucian dan ketertiban selama prosesi adat berlangsung. Dalam konteks perkawinan, Hinting Pali tidak hanya sebagai tanda larangan memasuki wilayah tertentu, tetapi juga simbol pengingat akan pentingnya menjaga norma dan etika sosial. Pelanggaran terhadap batas ini, seperti perkelahian, dipandang mencemari nilai sakral upacara dan dapat menimbulkan ketidakharmonisan dalam masyarakat. Permasalahan yang diteliti meliputi: (1) bagaimana mekanisme penerapan sanksi oleh Mantir adat terhadap pelaku perkelahian di area Hinting Pali dalam acara perkawinan di Desa Timpah, (2) apa dampak penerapan sanksi terhadap pelaku perkelahian, dan (3) apa upaya atau strategi Mantir adat agar pelanggaran serupa tidak terulang kembali. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan dokumentasi, dengan teknik purposive sampling. Teori yang digunakan adalah teori Conditio Sine Qua Non, teori Receptio in Complexu dan teori kewenangan Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) mekanisme penerapan sanksi dilakukan melalui musyawarah adat secara terbuka, dengan pemberian singer (denda adat) dan pelaksanaan ritual pemulihan, yang disesuaikan dengan tingkat pelanggaran dan pertimbangan sosial kemasyarakatan: (2) Dampak Penerapan sanksi adat terhadap pelaku perkelahian di Hinting Pali tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga berdampak pada aspek sosial, psikologis, budaya, dan rekonsiliasi. Sanksi tersebut mendorong perubahan sikap, memperkuat nilai adat, serta memulihkan hubungan antar pihak melalui mekanisme damai yang mengedepankan keharmonisan: (3) Upaya pencegahan perkelahian dalam acara perkawinan dilakukan secara terpadu melalui pencegahan dengan himbauan lembaga adat, pendekatan dengan pengawasan aparat, dan tindakan dengan penertiban aparat yang melibatkan Mantir adat, keluarga, dan aparat. Pencegahan pelanggaran ulang diperkuat melalui himbauan rutin, penerapan sanksi tegas, dan sosialisasi nilai-nilai adat untuk menjaga ketertiban dan kesakralan acara.
RESA TRI SUSANTI
2025 · Thesis · Open Access
RESA TRI SUSANTI (2025) : Strategi Pengembangan Objek Wisata Banyu Habang dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Sanggu Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (Pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si, dan Pembimbing II Wentin,S.Ag., M.Pd.H). Objek Wisata Banyu Habang merupakan destinasi permandian alam yang memiliki keunikan air berwarna merah, sehingga menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah. Atas dasar anggapan tersebut, maka fokus kajian penelitian ini ada tiga (3) rumusan masalah yaitu : 1) strategi apa yang digunakan dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. 2) Faktor apa saja yang menghambat pengembangan Objek Wisata Banyu Habang dalam meningkatkan ekonomi Masyarakat di Desa sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. 3) Apa solusi yang dilakukan dalam upaya mengatasi hambatan pengembangan Objek Wisata Banyu Habang di Desa Sanggu, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan teori analisis digunakan teori strategi pengembangan dan teori kendala. Data penelitian ini dikumpulkan berdasarkan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan Berdasarkan telaah dan analisis tersebut, dapat di asumsikan hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut: pertama strategi yang digunkakan dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang adalah melalui strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat dan promosi digital serta media sosial. Kedua fator-faktor penghambat dalam pengembangan Objek Wisata Banyu Habang yaitu kurangnya sumber daya manusia yang terlatih dan peran pemerintah daerah. Ketiga solusi yang ditemukan untuk mengatasi hambatan adalah pemberdayaan masyarakat lokal dan optimalisasi promosi serta branding wisata oleh pemerintah.
DELLA KRISTINA
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan media teknologi informasi dan komunikasi yang memengaruhi pola kerja organisasi, termasuk organisasi kemahasiswaan seperti UKM Jurnalistik. Terdapat dua rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini, (1) Bagaimana strategi komunikasi internal yang dimiliki oleh UKM Jurnalistik IAHN – TP Palangka Raya dalam menghadapi perubahan media teknologi informasi dan komunikasi dan (2) Bagaimana tantangan yang dimiliki UKM Jurnalistik IAHN – TP Palangka Raya dalam menghadapi perubahan media teknologi informasi dan komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah memahami strategi komunikasi internal UKM Jurnalistik dalam menghadapi perubahan media teknologI informasi dan komunikasi, serta mengidentifikasi tantangan utama yang dimiliki oleh UKM Jurnalistik dalam menghadapi perubahan media teknologi informasi dan komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, serta teknik analisis data yang digunakan yaitu (1) pengumpulan data (2) reduksi data (3) penyajian data (4) kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Sistem Sosial Katz And Kahn. Hasil penenitian menunjukkan bahwa (1) strategi komunikasi internal yang dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Jurnalistik Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya adalah dengan menerapkan pola komunikasi dua arah yang bersifat persuasif, informatif, dan partisipatif. Sejalan dengan perubahan media teknologi informasi dan komunikasi, organisasi ini juga mulai memanfaatkannya dengan menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai opsi media komunikasi berbasis digital dalam upaya efisiensi waktu. (2) tantangan utama yang dihadapi adalah jadwal antar bagian dalam organisasi yang tidak sesuai satu sama lain, dan ketidakmampuan komponen individu dalam organisasi untuk meningkatkan kemampuan dalam penggunaan dan pemanfaatan teknologi yang ada.
RESA ADINATA
2025 · Thesis · Open Access
RESA ADINATA 2025, Strategi Guru Agama Hindu Dalam Mengatasi Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Motivasi Belajar Siswa SDN-6 Menteng Palangka Raya di Palangka Raya. Skripsi Program Studi Pendidkan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing (I)Dr.Derson,S.Ag.,M.Ag,Pembimbing (II)Putu Yhani,S.Pd.,M.Pd. Cory Candra Kemajuan teknologi digital yang begitu cepat telah membawa dampak besar terhadap kehidupan siswa, terutama dalam pola interaksi dan proses pembelajaran mereka. Salah satu hal yang mencolok adalah tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Walaupun media sosial memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam belajar, kenyataannya penggunaan yang berlebihan dan tidak terkontrol sering kali menurunkan semangat dan motivasi siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi yang digunakan oleh guru dalam menangani dampak negatif dari penggunaan media sosial terhadap motivasi belajar siswa Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang dilakukan di SDN 6 Menteng Palangka Raya selama satu bulan pada bulan mei hingga Juni 2025. Informan penelitian ini adalah satu orang kepala sekolah, satu orang guru dan empat orang siswa,teknik pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, penyajian data,redukasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi seperti pendekatan personal kepada siswa, pemanfaatan media sosial sebagai alat pembelajaran, pemberian motivasi secara berkelanjutan, serta kerja sama dengan orang tua. Strategi-strategi tersebut terbukti cukup efektif dalam menumbuhkan kembali minat dan semangat belajar siswa. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peran aktif guru sangat penting dalam mendampingi siswa menghadapi tantangan era digital, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara penggunaan media sosial dan motivasi belajar.
MURNI
2025 · Thesis · Open Access
Murni, 2025. Pertimbangan Masyarakat Dalam Penyelesaian Sengketa Lahan Melalui Lembaga Kedamangan di Kecamatan Jabiren Raya. Skripsi Fakultas Dharma Sastra Prodi Hukum Adat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dengan Dosen Pembimbing I Mariatie, S.Ag.,M.Si dan Dosen Pembimbing II Stepenson, S.Ag.,M.H Berdasarakan latar belakang maka penelitian ini ada tiga pokok permasalahan yang harus di bahas (1) Apakah yang menjadi faktor penyebab sengketa lahan pada masyarakat di Kecamatan Jabiren Raya. (2) Apakah yang menjadi dasar pertimbangan masyarakat di Kecamatan Jabiren Raya menyelesaikan sengketa lahan melalui Lembaga Adat Kedamangan. (3) Bagaimana proses penyelesaian sengketa lahan oleh Kedamangan di Kecamatan Jabiren Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisi rumusan masalah ini adalah, teori kuasalitas, teori pertimbangan, dan teori efektivitas hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum empiris dan metode pengumpulan data dan menggunakan teknik observasi , teknik wawancara, studi pustakan, dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum empiris dan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi. Dari hasil penelitian dan analisis data maka dapat di simpulkan yaitu: Sengketa lahan umunya disebabkan oleh ketidak jelasan batas lahan, tumpang tindih sertifikat, serta kekurangan pemahaman hukum agraria oleh masyarakat. Pertimbangan masyarakat dalam memilih lembaga Kedamangan sebagai penyelesaian sengketa didasarkan pada nilai-nilai adat, kepercayaan terhadap keadilan lokal, dan efisien waktu. Proses penyelesaian sengketa oleh Kedamangan dilakukan melalui mediasi adat yang mengedepankan musyawarah dan mufakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa melalui lembaga Kedamangan cukup efektif dalam menciptakan keadilan restoratif berbasis kearifan lokalnya.
PRISANTA
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Prisanta, 2025. Peran Damang dalam Penyelesaian Sengketa Ramu Rupatangan di Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Citranu, MH, Pembimbing II : Gelar Sumbogo Peni, S.Ag.,M.Si Peran Damang dalam menyelesaikan sengketa adat memiliki urgensi penting sebagai pelindung hukum adat dan pemimpin penyelesaian konflik di tengah masyarakat Dayak. Hal ini berkaitan dengan masih kuatnya pengaruh hukum adat dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam sengketa harta bersama atau Ramu Rupatangan yang kerap muncul setelah perceraian atau kematian pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) Bagaimana peran Damang dalam penyelesaian sengketa Ramu Rupatangan di Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, dan (2) Bagaimana proses penyelesaian sengketa Ramu Rupatangan di Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas Jenis penelitian ini adalah hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Informan ditentukan melalui purposive sampling, yang melibatkan Damang Kepala Adat Kecamatan Timpah, Mantir Adat, tokoh masyarakat, serta para pihak yang terlibat langsung dalam sengketa. Penelitian ini menggunakan teori kewenangan, teori penyelesaian sengketa, dan teori keadilan sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Damang berperan aktif sebagai mediator, penegak hukum adat, dan penentu putusan adat. Proses penyelesaian dilakukan melalui pelaporan kepada Mantir Adat, pemanggilan para pihak, pelaksanaan sidang adat terbuka, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan upacara adat Tampung Tawar. Dalam kasus yang diteliti, Damang memutuskan pembagian hasil usaha rumah walet antara menantu, anak-anak, dan keluarga suami; menetapkan hak pengasuhan anak kepada pihak istri; serta memperbolehkan istri tinggal di rumah yang dulu dihuni bersama suami. Putusan ini diterima oleh kedua belah pihak dan dijalankan tanpa sengketa lanjutan. Penelitian juga menemukan sejumlah hambatan, baik dari internal masyarakat yang masih minim kesadaran hukum, maupun eksternal berupa kurangnya dokumentasi dan dukungan administratif terhadap kelembagaan adat. Dengan demikian, peran Damang masih menjadi bagian vital dalam menjamin keadilan dan harmoni sosial di lingkungan masyarakat Dayak, serta membuktikan bahwa hukum adat tetap relevan dan efektif dalam menyelesaikan konflik keluarga.
LELI YANTI
2025 · Thesis · Open Access
Metode pembelajaran Inquiry Based Learning merupakan salah satu metode pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk menemukan konsepnya sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran Inquiry Based Learning terhadap Minat Belajar Matematika kelas Vb di SDN 1 Kereng Bangkirai Palangka Raya. Minat belajar diukur mengunakan indikator perasaan senang, perhatian, ketertarikan, partisipasi siswa dalam belajar Matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra- eksperimen, dengan jumlah sampel 26 Siswa/i kelas Vb SDN 1 Kereng Bangkirai Palangka Raya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2025. Data di analisis menggunakan statistik deskriptif untuk menguji hubungan secara empiris Metode Inquiri Based Learning minat belajar Matematika. Hasil analisis data diperoleh skor perasaan senang siswa dengan capaian 87,50%, perhatian siswa dengan capaian 82,21%, ketertarikan siswa dengan capaian 86,86% dan partisipasi siswa dengan capaian 82,69% dengan capai keseluruhan lebih dari 84,68%. Artinya dengan pendekatan yang menekankan pada eksplorasi, keterlibatan aktif, dan penemuan mandiri, siswa menjadi lebih tertarik, aktif, dan termotivasi dalam pembelajaran Matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Metode Inquiry Based Learning terbukti memberikan pengaruh positif terhadap minat belajar Matematika siswa kelas VB di SDN 1 Kereng Bangkirai Palangka Raya.