Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

YETRI

4 karya publik ditemukan.

2022: 22021: 2

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DI SMA NEGERI 1 TASIK PAYAWAN KABUPATEN KATINGAN

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Yetri Natalia, 2022. Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembelajaran Blended Learning Di SMA Negeri 1 Tasik Payawan Kabupaten Katingan, Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H, Pembimbing II : Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Model pembelajaran Blended Learning di era pengetahuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar siswa. Dalam proses belajar mengajar menuntut adanya antusias dan minat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Untuk mengetahui, memahami, menganalisis dan mendeskripsikan strategi guru pendidikan agama Hindu dalam pembelajaran Blended Learning Di SMAN- 1 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. 2)Untuk mengetahui, memahami, menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor yang Mempengaruhi guru pendidikan agama Hindu dalam pembelajaran Blended Learning Di SMAN-1 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : teori belajar behavioristik dan teori konektivisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekatan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri siswa, guru agama Hindu,kepala sekolah,dan guru kurikulum. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Pembelajaran blended learning di SMAN 1 Tasik Payawan tetap mengikuti tiga tahapan pembelajaran secara konvensional, yaitu tahap perencanaan pembelajaran, tahap pelaksanaan pembelajaran, tahap evaluasi pembelajaran dan tahap pengawasan yang dilakukan sekolah. 2) Kendala yang dialami oleh pihak sekolah, guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran blended learning yaitu harus membagi jadwal daring maupun luring sehingga tidak bentrok dengan jadwal yang lain

STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DI SMA NEGERI 1 TASIK PAYAWAN KABUPATEN KATINGAN

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Yetri Natalia, 2022. Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembelajaran Blended Learning Di SMA Negeri 1 Tasik Payawan Kabupaten Katingan, Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M.Pd.H, Pembimbing II : Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Model pembelajaran Blended Learning di era pengetahuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar siswa. Dalam proses belajar mengajar menuntut adanya antusias dan minat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Untuk mengetahui, memahami, menganalisis dan mendeskripsikan strategi guru pendidikan agama Hindu dalam pembelajaran Blended Learning Di SMAN- 1 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. 2)Untuk mengetahui, memahami, menganalisis dan mendeskripsikan faktor-faktor yang Mempengaruhi guru pendidikan agama Hindu dalam pembelajaran Blended Learning Di SMAN-1 Tasik Payawan Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : teori belajar behavioristik dan teori konektivisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekatan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri siswa, guru agama Hindu,kepala sekolah,dan guru kurikulum. Hasil penelitian digunakan untuk menunjukan bahwa: 1) Pembelajaran blended learning di SMAN 1 Tasik Payawan tetap mengikuti tiga tahapan pembelajaran secara konvensional, yaitu tahap perencanaan pembelajaran, tahap pelaksanaan pembelajaran, tahap evaluasi pembelajaran dan tahap pengawasan yang dilakukan sekolah. 2) Kendala yang dialami oleh pihak sekolah, guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran blended learning yaitu harus membagi jadwal daring maupun luring sehingga tidak bentrok dengan jadwal yang lain

UPAYA KEPOLISIAN SEKTOR MANUHING DALAM PROGRAM PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN) DI KELURAHAN TEHANG KECAMATAN MANUHING RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

YETRI. 2021. Upaya Kepolisian Sektor Manuhing dalam Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Budhi Widodo, SH.,MH. Pembimbing (II) Sri Kayun, SH.,M.Si. Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) adalah upaya sistematis berdasarkan data penyalahgunaan narkoba yang tepat dan akurat, perencanaan yang efektif dan efisien dalam rangka mencegah, melindungi dan menyelamatkan warga negara dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba. Masalah yang diteliti : (1). Bagaimana upaya Kepolisian Sektor Manuhing dalam Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas? (2). Apa faktor penyebab maraknya penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas? Subjek penelitian adalah Kepolisian Sektor Manuhing, Lurah Tehang dan Tokoh masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode dokumentasi, observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Kewenangan dan Teori Kausalitas Hukum (Sebab Akibat). Subjek penelitian ini adalah Kepolisian Sektor Manuhing, Lurah,dan Tokoh Masyarakat Kelurahan Tehang. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara,dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data induktif dengan langkah-langkah pengumpulan data,reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Upaya yang dilakukan oleh Kepolisian Sektor Manuhing dalam program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas adalah dengan upaya memberikan penyuluhan atau sosialisai dan apabila terjadi tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, maka Kepolisian Sektor Manuhing akan melakukan upaya penegakan hukum. Adapun Dasar Hukum yang mengatur tentang narkoba adalah Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (2). Faktor yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba memiliki 2 (dua) faktor diantaranya yaitu faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam diri dan faktor eksternal atau faktor yang berasal dari luar yang terdiri dari faktor pengaruh teman sebaya, faktor pendidikan, faktor ekonomi dan faktor keluarga. Kata Kunci : Upaya Kepolisian, Program P4GN dan Pencegahan .

UPAYA KEPOLISIAN SEKTOR MANUHING DALAM PROGRAM PENCEGAHAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN) DI KELURAHAN TEHANG KECAMATAN MANUHING RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YETRI. 2021. Upaya Kepolisian Sektor Manuhing dalam Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi, Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Budhi Widodo, SH.,MH. Pembimbing (II) Sri Kayun, SH.,M.Si. Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) adalah upaya sistematis berdasarkan data penyalahgunaan narkoba yang tepat dan akurat, perencanaan yang efektif dan efisien dalam rangka mencegah, melindungi dan menyelamatkan warga negara dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba. Masalah yang diteliti : (1). Bagaimana upaya Kepolisian Sektor Manuhing dalam Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas? (2). Apa faktor penyebab maraknya penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas? Subjek penelitian adalah Kepolisian Sektor Manuhing, Lurah Tehang dan Tokoh masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode dokumentasi, observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah tersebut adalah Teori Kewenangan dan Teori Kausalitas Hukum (Sebab Akibat). Subjek penelitian ini adalah Kepolisian Sektor Manuhing, Lurah,dan Tokoh Masyarakat Kelurahan Tehang. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara,dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data induktif dengan langkah-langkah pengumpulan data,reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1). Upaya yang dilakukan oleh Kepolisian Sektor Manuhing dalam program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas adalah dengan upaya memberikan penyuluhan atau sosialisai dan apabila terjadi tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, maka Kepolisian Sektor Manuhing akan melakukan upaya penegakan hukum. Adapun Dasar Hukum yang mengatur tentang narkoba adalah Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (2). Faktor yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba memiliki 2 (dua) faktor diantaranya yaitu faktor internal atau faktor yang berasal dari dalam diri dan faktor eksternal atau faktor yang berasal dari luar yang terdiri dari faktor pengaruh teman sebaya, faktor pendidikan, faktor ekonomi dan faktor keluarga. Kata Kunci : Upaya Kepolisian, Program P4GN dan Pencegahan .