2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Metodologi Penelitian Penulis : Nurwulan Purnasari Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-96924-1-4 Terbit : Mei 2021 www.guepedia.com Sinopsis : Buku ajar ini disusun guna mendukung proses perkuliahan pada mata kuliah Metodologi Penelitian Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Buku ini memuat penjelasan mengenai hakikat penelitian dan metode penelitian baik kuantitatif maupun kualitatif terutama di bidang pendidikan. www.guepedia.com Email : [email protected] WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ratnasari lenti. 2022. Upacara Ngalangkang Kedue Taun di Desa Gandrung Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur (Persfektif Pendidikan Hindu). Pembimbing I Hendri, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Gandrung terkhususnya generasi muda kurang memahami makna Upacara Ngalangkang Kedue Taun. Dalam pelaksanaan Upacara Ngalangkang kedue taun generasi muda kebanyakan hanya ikut senang- senang saja seperti contoh saat para Mantir adat sedang melaksanakan ritual di dalam rumah, generasi mudanya malah bermain kartu di teras depan rumah. Hal ini terlihat sangat memprihatinkan karena seharusnya generasi muda bisa terlibat langsung dalam Upacara Ngalangkang Kedue taun agar bisa memahami tentang Upacara tersebut. Berdasarkan Uraian diatas, rumusan masalah yang diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Proses Pelaksanaan Upacara Ngalangkang Kedue Taun di Desa Gandrung kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur?, 2. Apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Ngalangkang Kedue Taun di Desa Gandrung Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur?. Teori yang digunakan untuk membedah permasalahan yaitu teori Fungsional Struktural, teori Simbol dan teori Nilai. Meteologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh mengenai proses upacara Ngalangkang Kedue Taun meliputi tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap kegiatan inti dan tahap kegiatan penutup. Upacara Ngalangkang Kedue taun dilaksanakan setelah panen padi dan dilaksanakan selama 2 hari 2 malam di rumah tempat almarhum tersebut meninggal atau dirumah keluarga yang lain sesuai kesepakatan. Ngalangkang kedue taun di Desa Gandrung diyakini oleh umat Hindu Kaharingan sebagai upacara untuk menjemput Liau (Roh) dari Malingan Mungut Malingan datai (Kuburan) untuk diberikan persembahan dan kemudian di kembalikan lagi ke Malinggan Mungut Malingan datai (Kuburan) sambil menunggu Upacara selajutnya yaitu Ngalangkang pengawus ( Tiga tahun). Dalam upacara Ngalangkang Kedue Taun mengandung Nilai-nilai pendidikan yaitu nilai pendidikan tattwa, nilai Pendidikan etika, nilai pendidikan susila dan nilai pendidikan upacara. Terkait dengan hasil penelitian ini disarankan Upacara Ngalangkang Kedue Taun ini sangat perlu dilestarikan, karena mengingat upacara Ngalangkang kedue taun tersebut mengandung nilai-nilai pendidikan religius serta merupakan warisan budaya leluhur. Yang perlu dikembangkan lagi oleh Generasi muda.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ratnasari lenti . 2022. Upacara Ngalangkang Kedue Taun di Desa Gandrung Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur (Persfektif Pendidikan Hindu). Pembimbing I Hendri, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Gandrung terkhususnya generasi muda kurang memahami makna Upacara Ngalangkang Kedue Taun. Dalam pelaksanaan Upacara Ngalangkang kedue taun generasi muda kebanyakan hanya ikut senang- senang saja seperti contoh saat para Mantir adat sedang melaksanakan ritual di dalam rumah, generasi mudanya malah bermain kartu di teras depan rumah. Hal ini terlihat sangat memprihatinkan karena seharusnya generasi muda bisa terlibat langsung dalam Upacara Ngalangkang Kedue taun agar bisa memahami tentang Upacara tersebut. Berdasarkan Uraian diatas, rumusan masalah yang diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Proses Pelaksanaan Upacara Ngalangkang Kedue Taun di Desa Gandrung kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur?, 2. Apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Ngalangkang Kedue Taun di Desa Gandrung Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur?. Teori yang digunakan untuk membedah permasalahan yaitu teori Fungsional Struktural, teori Simbol dan teori Nilai. Meteologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh mengenai proses upacara Ngalangkang Kedue Taun meliputi tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap kegiatan inti dan tahap kegiatan penutup. Upacara Ngalangkang Kedue taun dilaksanakan setelah panen padi dan dilaksanakan selama 2 hari 2 malam di rumah tempat almarhum tersebut meninggal atau dirumah keluarga yang lain sesuai kesepakatan. Ngalangkang kedue taun di Desa Gandrung diyakini oleh umat Hindu Kaharingan sebagai upacara untuk menjemput Liau (Roh) dari Malingan Mungut Malingan datai (Kuburan) untuk diberikan persembahan dan kemudian di kembalikan lagi ke Malinggan Mungut Malingan datai (Kuburan) sambil menunggu Upacara selajutnya yaitu Ngalangkang pengawus ( Tiga tahun). Upacara Ngalangkang kedue taun juga untuk memohon berkat kepada Ju’us Tuha Alata’ala (Tuhan) dan para dewa Kelulungan aning keleliu agar seluruh keluarga yang ditinggalkan mendapat tuah rejeki, umur panjang, dan kedamaian. Dalam upacara Ngalangkang Kedue Taun mengandung Nilai-nilai pendidikan yaitu nilai pendidikan tattwa, nilai Pendidikan etika, nilai pendidikan susila dan nilai pendidikan upacara. Terkait dengan hasil penelitian ini disarankan Upacara Ngalangkang Kedue Taun ini sangat perlu dilestarikan, karena mengingat upacara Ngalangkang kedue taun tersebut mengandung nilai-nilai pendidikan religius serta merupakan warisan budaya leluhur. Yang perlu dikembangkan lagi oleh Generasi muda. Kata Kunci : Upacara Ngalangkang kedue Taun, desa Gandrung
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
DANIE RATNASARI. 2021. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Nyangiang Batatamba Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan.
Pembimbing I. Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag
Pembimbing II. Hendri, S.Ag.,M.Si
Skripsi ini mengkaji Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Masyarakat secara umum dan Umat Hindu Kaharingan khususnya, belum banyak yang memahami tentang Upacara Nyangiang Batatamba apa lagi mengenai proses, tujuan dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Upacara Nyangiang Batatamba menjadi upacara penting dalam mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta apa lagi di dunia modern sekarang ini. Berdasarkan masalah tersebut penelitian ini mengkaji dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana proses pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?, 2) Apa tujuan pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?, 3) Apakah Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang terdapat dalam Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui tentang proses, tujuan Upacara Nyangiang Batatamba pada umat Hindu Kaharingan serta kaitannya dengan nilai-nilai pendidikan Agama Hindu, dan menambah wawasan bagi masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan.
Dalam konsep penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu Nilai-Nilai Pendidikan Hindu, Upacara Nyangiang Batatamba, Umat Hindu Kaharingan. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) Teori Fenomenologi, 2) Teori Interaksionisme Simbolik dan 3) Teori Nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan yakni Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verivikasi.
Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa Upacara Nyangiang Batatamba terdiri dari tahap persiapan, waktu pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba tahap pokok pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba dan tahap akhir dari Upacara Nyangiang Batatamba. Sedangkan dari makna Upacara Nyangiang Batatamba adalah sebuah acara yang bertujuan untuk mengobati segala macam penyakit yang diderita oleh seseorang dan juga sebagai pengganti pengobatan nonmedis. Adapun makna sarana yang digunakan agar dapat memperlancar proses Upacara Nyangiang Batatamba. Nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yaitu nilai pendidikan Tattwa, nilai pendidikan Susila/Etika, nilai pendidikan Upacara dan nilai pendidikan Susila.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan produk dari mata kuliah Isu-isu Terkini Relasi Sosial pada Program Doktor Psikologi UGM, yang diampu oleh Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si. dan Dr. Wenty Marina Minza, M.A. Dalam proses pembelajaran, dimulai dari overviu dari materi yang membahas ruang lingkup sampai dengan target mata kuliah berupa artikel. Artikel ini lebih merupakan hasil-hasil dari systematic review, baik dari teori maupun dari hasil-hasil riset. Oleh karenanya, dalam mata kuliah ini, selain artikel yang dikumpulkan mahasiswa juga menyertakan hasil resume dari reviu tersistematis. Ada delapan tulisan dalam buku ini yang terdiri dari tiga bagian yang berfokus pada kajian-kajian terkini tentang relasi interpersonal. Bagian pertama buku ini pada dasarnya mengkaji intrapersonal dari perspektif interpersonal. Tulisan pertama dari bagian satu berjudul "Perkembangan Psikologi Sosial: Kini dan Esok"oleh Avin Fadilla Helmi dan Aftina Husna. Artikel ini merupakan buah dari beber-apa pemikiran dari Rencana Induk Pengembangan Kampus tahun 2015. Selanjutnya diteruskan dalam perspektif intrapersonal yang dilihat dari kacamata interpersonal yaitu rasa malu relasional yang ditulis oleh Yohanes Budiarto dan pengembangan indentitas baru oleh Muhammad Zein Purnama. Bagian kedua merupakan artikel yang disusun oleh Annisa Reginasari dan Yohanes Herdiyanto yang mengkaji mengenai kedekatan orang tua dengan remaja pengguna internet. Kemudian, Yohanes Herdiyanto melanjutkan relasi positif antara caregiver dengan pasien yang mengalami psikotik. Bagian ketiga terdiri dari tiga artikel relasi sosial dalam konteks organisasi kerja. Adapun tiga artikel tersebut yaitu Cicilia Larasati Rembulan dengan tulisan Relasi Bisnis: Asia vs Barat, Naomi Vembriati dengan topik dimensi relasional perempuan di Bali, dan Theda Renanita dengan topik Kajian Perilaku Berutang ditinjau dari Relasi Nasabah dan BPR. Berdasarkan ketiga kelompok bagian tersebut, tampak bahwa relasi sosial terjadi di mana saja, baik dalam seting interpersonal, dalam keluarga, maupun dalam organisasi.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DANIE RATNASARI. 2021. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Nyangiang Batatamba Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Pembimbing I. Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Hendri, S.Ag.,M.Si Skripsi ini mengkaji Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Masyarakat secara umum dan Umat Hindu Kaharingan khususnya, belum banyak yang memahami tentang Upacara Nyangiang Batatamba apa lagi mengenai proses, tujuan dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Upacara Nyangiang Batatamba menjadi upacara penting dalam mengembalikan unsur Panca Maha Bhuta apa lagi di dunia modern sekarang ini. Berdasarkan masalah tersebut penelitian ini mengkaji dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana proses pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?, 2) Apa tujuan pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?, 3) Apakah Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang terdapat dalam Upacara Nyangiang Batatamba pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan?. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui tentang proses, tujuan Upacara Nyangiang Batatamba pada umat Hindu Kaharingan serta kaitannya dengan nilai-nilai pendidikan Agama Hindu, dan menambah wawasan bagi masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Dalam konsep penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu Nilai-Nilai Pendidikan Hindu, Upacara Nyangiang Batatamba, Umat Hindu Kaharingan. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) Teori Fenomenologi, 2) Teori Interaksionisme Simbolik dan 3) Teori Nilai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, teknik penentuan informan yang digunakan yakni Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verivikasi. Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa Upacara Nyangiang Batatamba terdiri dari tahap persiapan, waktu pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba tahap pokok pelaksanaan Upacara Nyangiang Batatamba dan tahap akhir dari Upacara Nyangiang Batatamba. Sedangkan dari makna Upacara Nyangiang Batatamba adalah sebuah acara yang bertujuan untuk mengobati segala macam penyakit yang diderita oleh seseorang dan juga sebagai pengganti pengobatan nonmedis. Adapun makna sarana yang digunakan agar dapat memperlancar proses Upacara Nyangiang Batatamba. Nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yaitu nilai pendidikan Tattwa, nilai pendidikan Susila/Etika, nilai pendidikan Upacara dan nilai pendidikan Susila.