2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku "METODOLOGI PENELITIAN : Panduan Lengkap Penulisan Karya Ilmiah" merupakan sebuah panduan yang komprehensif bagi para peneliti dalam memahami dan mengimplementasikan metodologi penelitian serta menulis karya ilmiah. Dimulai dengan pengenalan konsep dasar metodologi penelitian, buku ini mengarahkan pembaca melalui berbagai tahap penting dalam proses penelitian, termasuk penetapan topik, perumusan masalah, dan analisis data. Penekanan diberikan pada pemilihan metode yang sesuai dengan tujuan penelitian dan etika penelitian yang penting. Selain itu, buku ini juga memberikan pedoman praktis dalam menyusun struktur karya tulis ilmiah yang baik, termasuk penggunaan referensi yang benar dan tata bahasa yang tepat. Dengan demikian, buku ini tidak hanya menjadi sumber pengetahuan yang berharga bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi, tetapi juga membantu mereka menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, berintegritas, dan sesuai dengan standar akademik.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Astuti. 2024 Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Seni Tari Melalui Metode Konstruksi Tari Di Smp Negeri 1 Timpah. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dosen Pembimbing I Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H dan Dosen Pembimbing II Hendri , S.Ag.,M.Si Peneliti mengkaji tentang Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Seni Tari Melalui Metode Konstruksi Tari Di SMP Negeri 1 Timpah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran seni tari melalui metode konstruksi di SMP Negeri 1 Timpah. Dari yang sebelumnya masih menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran dan setelah menggunakan metode konstruksi tari. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori konstruktivisme, kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design dengan tipe one group pretest-posttest (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Lama waktu yang peneliti gunakan dalam penelitian ini selama satu bulan. Jenis sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara porpusive sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu penilaian unjuk kerja dan presentase ketuntasan peserta didik. Berdasarkan indikator keberhasilan menurut Nurkanca hasil belajar kelas dapat dikatakan tuntas apabila di dalam kelas tersebut mencapai 70% siswa telah mencapai nilai ≥70, penelitian ini dikatakan berhasil dengan nilai rata-rata siswa mencapai ≥70 dengan presentase 80%.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Astuti. 2024 Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Seni Tari Melalui Metode Konstruksi Tari Di Smp Negeri 1 Timpah. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Dosen Pembimbing I Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H dan Dosen Pembimbing II Hendri , S.Ag.,M.Si Peneliti mengkaji tentang Meningkatkan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Seni Tari Melalui Metode Konstruksi Tari Di SMP Negeri 1 Timpah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran seni tari melalui metode konstruksi di SMP Negeri 1 Timpah. Dari yang sebelumnya masih menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran dan setelah menggunakan metode konstruksi tari. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori konstruktivisme, kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design dengan tipe one group pretest-posttest (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Lama waktu yang peneliti gunakan dalam penelitian ini selama satu bulan. Jenis sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara porpusive sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu penilaian unjuk kerja dan presentase ketuntasan peserta didik. Berdasarkan indikator keberhasilan menurut Nurkanca hasil belajar kelas dapat dikatakan tuntas apabila di dalam kelas tersebut mencapai 70% siswa telah mencapai nilai ≥70, penelitian ini dikatakan berhasil dengan nilai rata-rata siswa mencapai ≥70 dengan presentase 80%.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini mendiskusikan tentang dinamika literasi digital sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan milenial saat ini, terlebih lagi literasi digital saat ini memiliki peran utama dalam memberikan wawasan yang disebarluaskan melalui media sosial. Jika generasi milenial tidak bijak dalam bermedsos, maka akan terjebak dalam hegemoni hedonis yang akhirnya masa depan menjadi taruhannya. Oleh karena itu dalam diskusi yang ditulis dalam buku ini membahas berbagai hal yang dikemas dalam ruang lingkup sosial, budaya, ekonimi dan pendidikan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Proses komunikasi di dunia digital, tidak berlangsung di ruang hampa, karena itu penting untuk membenahi tata kelola dari pola komunikasi digital. Komunikasi digital adalah realitas dan bentuk baru dari kehidupan manusia modern. Format tersebut, membentuk kompleksitas serta budaya yang menyertainya. Perencanaan komunikasi digital menjadi sebuah hal vital di masa kini. Bila tidak mampu dikelola, kegagalan komunikasi digital bisa jadi berdampak fatal bagi eksistensi sebuah citra. Buku ini menawarkan perspektif yang lengkap dalam mengelola strategi komunikasi digital. Pada akhirnya, buku yang dirangkum dari beberapa penulis yang dijadikan sebuah kolaborasi ini menawarkan kedalaman pembahasan dari aspek teoritik hingga tingkat praktis, disertai berbagai detail operasional dalam mengelola hingga mengukur keberhasilan manajemen komunikasi digital. Semoga dengan kehadiran buku ini dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan dan wawasan akan pengetahuan tentang manajemen komunikasi digital terkini.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
-
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Ni Sayu Kade Astuti. 2023. Nilai-nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Menek
Kelih Pada Masyarakat Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas.
Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag
Pembimbing II Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A
Tujuan skripsi mengkaji tentang nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya. Bedasarkan fenomena yang terjadi, umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melaksanakan upacara Menek Kelih kurang memahami jenis-jenis sarana Upakara yang digunakan. Umat Hindu juga kurang memahami nilai-nilai dalam upacara Menek Kelih. Untuk itu, diperlukannya kajian mendalam tentang pelaksanaan, kendala, dan nilai-nilai upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya. Rumusan masalah yang dikaji yakni: (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Menek Kelih pada umat Hindu di Desa Basarang Jaya, (2) Apakah kendala dalam upacara Menek Kelih pada umat Hindu Bali di Desa Basarang Jaya, dan (3) Apakah nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya. Teori yang digunakan untuk mengkaji yakni teori fenomenologi, teori kendala (Theory Of Countrains), dan teori nilai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji lebih dalam mengenai upacara Menek Kelih.
Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang upacara Menek Kelih. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan secara porposive. Peneliti sebagai instrumen utama. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing).
Bedasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori fenomenologi, bahwa pelaksanaan upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya terbagi menjadi tiga tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan upacara dan tahap akhir. Tahap persiapan yakni melakukan sangkep dan mempersiapkan sarana upakara, tahap pelaksanaan upacara yakni menghaturkan sarana upakara, pembersihan diri (melukat), natab upacara Menek kelih, Persembahyangan, dan tahap akhir yakni melakukan simakrama, ngelungsur sesaji, dan makan bersama. Bedasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori kendala, bahwa dalam pelaksanaan upacara Menek Kelih tedapat dua kendala yakni kendala internal dan eksternal. Kendala internal dalam upacara Menek Kelih yakni kurangnya pemahaman dan pengetahuan, serta kurangnya motivasi diri untuk mempelajari sarana upakara, dan kendala eksternal dalam upacara Menek Kelih yakni kendala pada dana dan kendala kehadiran umat. Dari hasil penelitian yang dikaji dengan teori nilai bahwa nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Menek Kelih terdiri dari nilai pendidikan tattwa (kebenaran) yang merupakan ajaran ketuhanan yang menjadikan landasan keyakinan umat dalam memeluk agama, nilai pendidikan religius yang merupakan kepercayaan umat akan adanya Sang Hyang Widhi, nilai pendidikan etika (tingkah laku), nilai pendidikan moralitas yang merupakan pengetahuan umat mengenai hal yang baik dan hal yang buruk, nilai pendidikan sosial yang merupakan interaksi antar umat yang saling membutuhkan satu sama lain, nilai pendidikan upacara yang merupakan rasa tanggung jawab dan kesanggupan umat untuk beryadnya, nilai pendidikan keindahan yang merupakan suatu karya seni dan karya cipta dan nilai pendidikan keagamaan.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Ni Sayu Kade Astuti. 2023. Nilai-nilai Pendidikan Hindu Dalam Upacara Menek Kelih Pada Masyarakat Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A Tujuan skripsi mengkaji tentang nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya. Bedasarkan fenomena yang terjadi, umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melaksanakan upacara Menek Kelih kurang memahami jenis-jenis sarana Upakara yang digunakan. Umat Hindu juga kurang memahami nilai-nilai dalam upacara Menek Kelih. Untuk itu, diperlukannya kajian mendalam tentang pelaksanaan, kendala, dan nilai-nilai upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya. Rumusan masalah yang dikaji yakni: (1) Bagaimana pelaksanaan upacara Menek Kelih pada umat Hindu di Desa Basarang Jaya, (2) Apakah kendala dalam upacara Menek Kelih pada umat Hindu Bali di Desa Basarang Jaya, dan (3) Apakah nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya. Teori yang digunakan untuk mengkaji yakni teori fenomenologi, teori kendala (Theory Of Countrains), dan teori nilai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji lebih dalam mengenai upacara Menek Kelih. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang upacara Menek Kelih. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan secara porposive. Peneliti sebagai instrumen utama. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Bedasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori fenomenologi, bahwa pelaksanaan upacara Menek Kelih di Desa Basarang Jaya terbagi menjadi tiga tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan upacara dan tahap akhir. Tahap persiapan yakni melakukan sangkep dan mempersiapkan sarana upakara, tahap pelaksanaan upacara yakni menghaturkan sarana upakara, pembersihan diri (melukat), natab upacara Menek kelih, Persembahyangan, dan tahap akhir yakni melakukan simakrama, ngelungsur sesaji, dan makan bersama. Bedasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori kendala, bahwa dalam pelaksanaan upacara Menek Kelih tedapat dua kendala yakni kendala internal dan eksternal. Kendala internal dalam upacara Menek Kelih yakni kurangnya pemahaman dan pengetahuan, serta kurangnya motivasi diri untuk mempelajari sarana upakara, dan kendala eksternal dalam upacara Menek Kelih yakni kendala pada dana dan kendala kehadiran umat. Dari hasil penelitian yang dikaji dengan teori nilai bahwa nilai-nilai pendidikan Hindu dalam upacara Menek Kelih terdiri dari nilai pendidikan tattwa (kebenaran) yang merupakan ajaran ketuhanan yang menjadikan landasan keyakinan umat dalam memeluk agama, nilai pendidikan religius yang merupakan kepercayaan umat akan adanya Sang Hyang Widhi, nilai pendidikan etika (tingkah laku), nilai pendidikan moralitas yang merupakan pengetahuan umat mengenai hal yang baik dan hal yang buruk, nilai pendidikan sosial yang merupakan interaksi antar umat yang saling membutuhkan satu sama lain, nilai pendidikan upacara yang merupakan rasa tanggung jawab dan kesanggupan umat untuk beryadnya, nilai pendidikan keindahan yang merupakan suatu karya seni dan karya cipta dan nilai pendidikan keagamaan.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku tentang pendidikan yang berjudul Evaluasi Pendidikan merupakan buku karya Mardiah Astuti. Buku ini ditulis sebagai salah satu referensi untuk sumber belajar bagi mahasiswa di Fakultas Ilmu dan Tarbiyah dan Keguruan yang mengambil mata kuliah Evaluasi Pendidikan. Buku Evaluasi Pendidikan ini terdiri dari delapan bab yaitu Bab I membahas tentang Evaluasi Pendidikan, Pengukuran dan Penilaian; Bab II membahas tentang Hubungan Pendidikan dan Evaluasi Pendidikan; Bab III membahas Prinsip, Karakteristik dan Jenis-Jenis Evaluasi Pendidikan; Bab IV membahas tentang Teknik Evaluasi Pendidikan; Bab V membahas Standar Penilaian Pendidikan dan Tahapan Evaluasi Pendidikan; Bab VI membahas tentang Tingkat Kesukaran dan Daya Beda; Bab VII membahas tentang Belajar dan Hasil Belajar; dan Bab VIII membahas tentang Penilaian Hasil Belajar. Spesifikasi buku ini meliputi : Kategori : Pendidikan Penulis : Mardiah Astuti E-ISBN : 978-623-02-5187-0 Ukuran : 15.5x23 cm Halaman : 160 hlm Tahun Terbit : 2022 Penerbit Deepublish adalah penerbit buku yang memfokuskan penerbitannya dalam bidang pendidikan, terutama pendidikan tinggi (universitas dan sekolah tinggi). Buku ini tersedia juga dalam versi cetak. Dapatkan buku-buku berkualitas dengan pilihan terlengkap hanya di Toko Buku Online Deepublish : penerbitbukudeepublish.com.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Konsep Hukum: Dinamika Perkembangan Di Dunia & Kontribusinya Bagi Dinamika Ilmu Hukum Di Indonesia, Sistem Hukum Di Dunia, Sistem Hukum Indonesia, Element Of System Dalam Sistem Hukum Indonesia, Hukum Perdata, Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara, Pengantar Hukum Internasional, Pengantar Hukum Dagang, Hukum Islam, Hukum Pidana, Pengaturan Ilmu Hukum Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Dan Hak Asasi Manusia
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku Pengantar Teknologi Pendidikan ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai dasar pendidikan, konsep dasar, ruang lingkup dan persoalan mendasar tentang pendidikan serta kontekstualisasinya bagi praksis pendidikan di Indonesia juga bagaimana penerapan Teknologi Pendidikan di negara maju dan negara berkembang. Buku ini terdiri dari 8 Bab yang mendiskusikan tentang: Bab 1 Konsep Dasar Teknologi Pendidikan Bab 2 Kawasan dan Ranah Teknologi Pendidikan Bab 3 Teknologi Sebagai Pendekatan Dalam Permasalahan Pendidikan Bab 4 Teknologi Sebagai Pendekatan Dalam Praktik Pendidikan Bab 5 Teknologi Komunikasi dalam Pendidikan Bab 6 Klasifikasi Media Pembelajaran Bab 7 Produksi Media Cetak Bab 8 Penerapan Teknologi Pendidikan di Negara Maju dan Negara Berkembang
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Inilah buku rangkuman Sejarah terlengkap yang diperuntukkan untuk semua pelajar SMA dari kelas 1, 2, dan 3. Adanya buku ini bertujuan untuk melengkapi materi serta intisari dalam mempelajari Sejarah SMA, secara detail dan tepat. VICOSTA PUBLISHING menerbitkan buku ini untuk memudahkan pelajar dalam proses pembelajaran serta dalam menyelesaikan setiap soal Sejarah. -Lembar Langit Indonesia Group-
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Menurut Undang-undang 1945 pasal 2 ayat 1 yaitu Perkawinan sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya. Jika dilihat dalam pasal tersebut, maka perkawinan yang di lakukan oleh masyarakat di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan yang menggunakan ritual perkawinan Hindu Kaharingan di anggap sudah melanggar aturan yang berlaku. Penomena inilah yang terjadi berdasarkan observasi yang telah terjadi dalam pelaksanaan perkawinan oleh umat beragama Kristiani dan katolik yang menggunakan ritual perkawinan Hindu Kaharingan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian yaitu : 1. Bagaimana Bentuk Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. 2. Faktor apakah yang mempengaruhi Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. 3. Bagaimanakah Peran Majelis Kelompok Hindu Kaharingan dalam penggunaan ritual Perkawian adat yang marak di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. Teori yang digunakan dalam mengupas permasalahan yang di teliti adalah Teori Interaksionalisme Simbolik, Teori Kausalitas dan Teori Kewenangan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data. dilakukan dengan Teknik Observasi, Tehnik Wawancara, Tehnik Observasi, Tehnik Dokumentasi dan Studi Kepustakaan, dengan teknik pengumpulan key Penentuan informan kunci (key informan) atau sample (representative sample). Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa Peranan Lembaga Hindu Terhadap Maraknya Perkawinan Adat Yang Menggunakan Ritual Agama Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu) 1. Bentuk Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan didesa Tumbang Karuei kecamatan bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum adalah (a). Ritual Haliki (b). Peminangan, (c). Pemberkatan Perkawinan. 2. Faktor yang mempengaruhi Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan yaitu faktor internal dan ekternal. (a). Faktor internal terdiri dari faktor dari keluarga, Faktor psikologis, faktor keyakinan, faktor keinginan sendiri.(b). Faktor eksternal yang mempengaruhi adalah adanya (1) faktor sosial, (2) faktor budaya/adat, (3) faktor tradisi, (4) faktor ideologi keberagaman. 3. Peran Majelis Kelompok agama Hindu Kaharingan dalam penggunaan ritual perkawinan Hindu Kaharingan yang marak digunakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. (a). Peranan:Mengatur, memelihara, dan mengembangkan agama Hindu, mempertinggi kesadaran hidup (b). Tugas; mengukuhkan, memberikan pemahaman, meningkatkan pengabdian, memelihara kerukunan. (c). Pelaksanaa Ritual perkawinan belum ada batasan. Dalam penelitian di Desa Tumbang karuei yaitu di temukan bahwa dalam tindakan yang di berikan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah tidak ada ketegasan dalam menindak dalam penggunaaan ritual Perkawinan Hindu Kaharingan karena belum ada sanksi yang berlaku di desa tersebut, belum ada kerja sama antara Majelis Kelompok agama Hindu dengan lembaga Adat dalam batasan-batasan penggunaan ritual agama dengan adat. Kunci : Bentuk ritual perkawinan, peranan Majelis Hindu, Faktor eksternal dan faktor internal
2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menurut Undang-undang 1945 pasal 2 ayat 1 yaitu Perkawinan sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya. Jika dilihat dalam pasal tersebut, maka perkawinan yang di lakukan oleh masyarakat di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan yang menggunakan ritual perkawinan Hindu Kaharingan di anggap sudah melanggar aturan yang berlaku. Penomena inilah yang terjadi berdasarkan observasi yang telah terjadi dalam pelaksanaan perkawinan oleh umat beragama Kristiani dan katolik yang menggunakan ritual perkawinan Hindu Kaharingan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian yaitu : 1. Bagaimana Bentuk Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. 2. Faktor apakah yang mempengaruhi Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. 3. Bagaimanakah Peran Majelis Kelompok Hindu Kaharingan dalam penggunaan ritual Perkawian adat yang marak di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum Hindu. Teori yang digunakan dalam mengupas permasalahan yang di teliti adalah Teori Interaksionalisme Simbolik, Teori Kausalitas dan Teori Kewenangan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data. dilakukan dengan Teknik Observasi, Tehnik Wawancara, Tehnik Observasi, Tehnik Dokumentasi dan Studi Kepustakaan, dengan teknik pengumpulan key Penentuan informan kunci (key informan) atau sample (representative sample). Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa Peranan Lembaga Hindu Terhadap Maraknya Perkawinan Adat Yang Menggunakan Ritual Agama Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan (Perspektif Hukum Hindu) 1. Bentuk Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan didesa Tumbang Karuei kecamatan bukit Raya Kabupaten Katingan perspektif Hukum adalah (a). Ritual Haliki (b). Peminangan, (c). Pemberkatan Perkawinan. 2. Faktor yang mempengaruhi Ritual Perkawinan Adat yang marak dilaksanakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan yaitu faktor internal dan ekternal. (a). Faktor internal terdiri dari faktor dari keluarga, Faktor psikologis, faktor keyakinan, faktor keinginan sendiri.(b). Faktor eksternal yang mempengaruhi adalah adanya (1) faktor sosial, (2) faktor budaya/adat, (3) faktor tradisi, (4) faktor ideologi keberagaman. 3. Peran Majelis Kelompok agama Hindu Kaharingan dalam penggunaan ritual perkawinan Hindu Kaharingan yang marak digunakan di Desa Tumbang Karuei Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. (a). Peranan:Mengatur, memelihara, dan mengembangkan agama Hindu, mempertinggi kesadaran hidup (b). Tugas; mengukuhkan, memberikan pemahaman, meningkatkan pengabdian, memelihara kerukunan. (c). Pelaksanaa Ritual perkawinan belum ada batasan. Dalam penelitian di Desa Tumbang karuei yaitu di temukan bahwa dalam tindakan yang di berikan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah tidak ada ketegasan dalam menindak dalam penggunaaan ritual Perkawinan Hindu Kaharingan karena belum ada sanksi yang berlaku di desa tersebut, belum ada kerja sama antara Majelis Kelompok agama Hindu dengan lembaga Adat dalam batasan-batasan penggunaan ritual agama dengan adat. Kunci : Bentuk ritual perkawinan, peranan Majelis Hindu, Faktor eksternal dan faktor internal
2017 · Book · Koleksi Perpustakaan
Development of Indonesian language from standard form to slang.