Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.949 item publik

Publikasi

Halaman 9 dari 98

Metodologi Penelitian

Utari Yolla Sundari; Ahmad Andreas Tri Panudju; Aditya Wahyu Nugraha; Febriani Purba; Yuni Erlina; Novalia Nurbaiti; Septaria Yolan Kalalinggi; Amalia Afifah; Suheria Suheria; Gabriela Elsandika; Ricky Yunisar Setiawan; Lina Alfiyani; Zimon Pereiz
2025 · Book · Open Access

Buku "Metode Penelitian" adalah sebuah panduan komprehensif yang dirancang untuk membekali pembaca dengan pengetahuan mendalam tentang berbagai aspek dalam penelitian. Buku ini mengulas secara terperinci berbagai metodologi penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif, serta mengintegrasikan pendekatan campuran yang relevan dalam penelitian kontemporer. Mulai dari tahap perencanaan, pembentukan hipotesis, pemilihan metode, hingga pengumpulan dan analisis data, buku ini menyajikan langkah demi langkah yang perlu diikuti. Pentingnya etika penelitian dan penggunaan alat analisis statistik juga ditekankan, dengan tujuan untuk memastikan integritas dan validitas hasil penelitian. Selain itu, penulis memberikan contoh aplikatif dan studi kasus yang membantu pembaca memahami implementasi teori dalam praktik. Buku ini menjadi panduan esensial bagi mahasiswa, akademisi, dan praktisi yang ingin meningkatkan keahlian dalam metodologi penelitian.

Filosofi Upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur

YULI
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Yuli, 2025 : Filosofi Upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei di Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kota Waringin Timur. Upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei tetap eksis dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di Desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Apa saja fungsi filosofi pelaksanaan Upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei di desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur?., Bagaimanakah makna Filosofis pelaksanaan Upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei di desa Parit Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur ?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Religi, Teori Fungsionalisme Struktural, dan Teori Interaksionisme Simbolik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama, Filosofis Pelaksanaan Upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei yaitu Tiga hari setelah proses penguburan jenazah, upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei adalah ritual kematian khas orang Hindu Kaharingan. Tujuan utama dari upacara ini adalah untuk mengirimkan arwah orang yang meninggal (Liau Haring Kaharingan) ke Bukit Nalian Lanting, tempat penantian sebelum upacara Tiwah, dan sekaligus membersihkan keluarga yang telah meninggal dari gangguan magis, penyakit, dan sial yang terkait dengan kematian. Prosesi dimulai dengan menyiapkan perlengkapan upacara secara keseluruhan. Perlengkapan ini mencakup simbol-simbol suci, alat musik tradisional, sesajen, dan berbagai perlengkapan ritual lainnya. Setelah Basir dijemput dan disucikan, ritual Balian dimulai. Dalam ritual ini, Sangiang (roh suci) dipanggil oleh Basir serta merasuki Basir, dan nanti akan bertanggung jawab untuk mengatur perjalanan dan proses pensucian arwah. Kedua, Makna Filosofis Upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei yaitu dalam kehidupan religius masyarakat Hindu Kaharingan, terutama di kalangan Dayak Ngaju, upacara Balian Tantulak Ambun Rutas Matei adalah praktik spiritual yang penuh dengan makna filosofis. Upacara ini lebih dari sekadar ekspresi keagamaan; itu mencerminkan perspektif dunia (worldview) yang rumit dan mendalam tentang kehidupan, keseimbangan, kesedihan, dan hubungan antara manusia dan alam semesta.

Strategi Pengelola dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur

CANDRA
2025 · Book · Open Access

ABSTRAK Candra, 2025 Strategi Pengelola Dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat Di Kota Sampit Kabupaten Kotwaringin Timur Pembimbing I Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag, Pembimbing II Handoko, S.Ag., M.Si Penelitian ini membahas Strategi Pengelola dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat yang terletak di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Ikon Jelawat dikenal sebagai representasi budaya dan simbol identitas daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi yang digunakan pengelola dalam upaya pengembangan objek wisata tersebut, serta mengevaluasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi strategi yang diterapkan (1)Bagaimana Strategi Pengelola Dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat Di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur? (2) Bagaimana Upaya Pengelola Dalam Mengatasi Kendala Untuk Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat Di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengelola objek wisata, Dinas Perdagangan, pelaku usaha di sekitar lokasi, serta masyarakat lokal. Observasi langsung dan dokumentasi juga digunakan untuk memperoleh data yang lebih akurat dan kontekstual. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Pengelolaan dalam Mengembangkan Objek Wisata Ikon Jelawat di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki 4 (Empat) komponen: (1) mengembangkan infrastruktur dan fasilitas umum seperti taman, area kuliner, dan panggung seni budaya; (2) peningkatan promosi melalui media sosial, event budaya; (3) pelibatan masyarakat sekitar dalam kegiatan ekonomi wisata; dan (4) penguatan nilai-nilai budaya lokal melalui pertunjukan tradisional dan ikon visual yang merepresentasikan ikan jelawat. Upaya pengelola dalam mengatasi kendala yang dihadapi antara lain terbatasnya anggaran operasional, serta belum optimalnya fasilitas maupun yang lainya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi mengembangkan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia pengelola, serta penguatan peran pemerintah daerah dalam mendukung promosi dan perencanaan kawasan wisata

PERAN PEMERINTAH DALAM PENGELOLAAN OBJEK TAMAN WISATA KUMKUM DI KOTA PALANGKA RAYA

YAYA NOPRISIA
2025 · Book · Open Access

Yaya Noprisia, 2025 : Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kumkum di Kota Palangka Raya . Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kum-kum di Kota Palangka Raya melalui promosi dalam memperluas daya tarik objek wisata terhadap calon wisatawan.. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimana Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kumkum di Kota Palangka Raya.?, (2) Apakah faktor Kendala dan Upaya Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Objek Taman Wisata Kum-kum di Kota Palangka Raya.?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Kendala. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama Strategi Peningkatan Daya Tarik Wisatawan Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni promosi objek wisata, dan Media promosi objek wisata. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada Strategi Pemerintah dalam Promosi Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya. Promosi aspek kebudayaan dan jenis pariwisatanya masih sangat kurang oleh karena itu dibutuhkannya media promosi guna mengenalkan kepada khalayak publik tentang potensi tempat Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya. Sedangkan media promosi tidak lepas dari peranan desain, biasanya makna tersampaikannya suatu promosi harus didasari dengan desain yang menarik agar khalayak umum dapat mengerti apa maksud yang disampaikan oleh promosi tersebut. Promosi biasanya mencakup kepada Iklan. Kedua, Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah masalah anggaran itu sendiri, pada saat ini masih terbatas untuk pengelolaan dan pengembangan kawasan Taman Wisata Kum-Kum Kota Palangka Raya, terutama untuk pengembangan fasilitas di wisata tersebut. Yang kedua belum tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang betul-betul mampu untuk melihat peluang maupun tantangan dari sektor kepariwisataan di wilayah Kota Palangka Raya.

Komunikasi Verbal antara Mahasiswa dengan Dosen Pembimbing Akademik di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya

MIMI RENDAWATI
2025 · Book · Open Access

Secara umum tujuan penelitian ini adalah gambaran tentang pola komunikasi verbal anatara mahasiswa dan dosen pembimbing akademik serta untuk mengetahui dampak dari komunikasi verbal mahasiswa dengan dosen pembimbing akademik di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini adalah : 1) Bagaimana pola komunikasi verbal antara mahasiswa dengan dosen pembimbing akademik, 2). Bagaimana dampak komunikasi verbal antara mahasiswa dengan dosen pembimbing akademik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, kepustakaan, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu : 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi Data, 3) Penyajian Data dan 4) Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola komunikasi yang digunakan mahasiwa dan dosen pembimbing akademik yaitu menggunakan pola komunikasi langsung (verbal) dan pola komunikasi tidak langsung (nonverbal) yang dianalisis menggunakan teori interaksi simbolik pola komunikasi langsung yang dilakukan mahasiswa yaitu melaukakan komunikasi tatap muka atau langsung bertemu dengan dosen pembimbing pada saat bimbingan. Adapun pola komunikasi tidak langsung, yaitu mahasiswa dan dosen pembimbing melakukan komunikasi melalui platform media seperti whatsaap, dan email. Adapun dampak dari komunikasi verbal antara mahasiswa dan dosen pembimbing akademik yaitu terdapat dampak positif dan dampak negatif yang dianalisis menggunakan teori komunikasi antarpribadi. Dampak positif komunikais verbal yaitu : meningkatkan pemahaman, mengurangi kesalahpahaman antara dosen dengan mahasiswa, dosen pembimbing akademik juga memengaruhi motivasi belajar dengan memberikan arahan dan umpan balik yang positif. Adapun dampak negatif yaitu : kesulitan dalam menyesuaikan gaya komunikasi dosen, kesibukan dosen sehingga susah ditemui, rasa takut dan kurang percaya diri dalam berkomunikasi dengan dosen pembimbing, lalu dampak yang dirasakan dosen yaitu kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap apa yang disampaikan dosen, mahasiswa yang kurang komunikatif, serta penggunaan bahasa yang kurang formal.

Komunikasi Persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Memotivasi Umat Hindu Kaharingan Mengikuti Basarah Di Desa Reong Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan

PRILIA MEILANTIKA
2025 · Book · Open Access

Pelaksanaan Basarah merupakan bagian penting dari kewajiban spiritual umat Hindu Kaharingan sebagai bentuk penghayatan terhadap ajaran agama. Strategi komunikasi persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan yang efektif dalam memotivasi umat mengikuti basarah dapat meningkatkan partisipasi umat mengikuti kegiatan basarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan untuk memotivasi umat Hindu Kaharingan mengikuti Basarah dan efektivitas dari strategi tersebut. Penelitian ini terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) bagaimanakah strategi komunikasi persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat Hindu Kaharingan mengikuti basarah, (2) bagaimanakah efektivitas strategi komunikasi persuasif Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat Hindu Kaharingan mengikuti Basarah. Penelitian ini menggunakan teori Retorika dan teori perubahan sikap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Selanjutnya teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat Hindu Kaharingan adalah menggunakan strategi Basarah giliran yang memuat kegiatan arisan, Sekolah Hari Kamis, dan strategi pelatihan yang terdiri dari pelatihan dharma wacana dan diskusi yang dianalisis menggunakan teori retorika. Kedua efektivitas strategi Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam memotivasi umat mengikuti Basarah di Desa Reong terbukti efektif, dilihat dari semakin meningkatnya pemahaman dan pengalaman ajaran agama, dan meningkatnya partisipasi umat dalam mengikuti Basarah yang dianalisis menggunkakan teori perubahan sikap.

KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU BIMBINGAN KONSELING DAN SISWA BERMASALAH DI SMA NEGERI 1 BASARANG

BILLY ANDREAS
2025 · Book · Open Access

Billy Andreas, 2025. Komunkasi Interpersonal Guru Bimbingan Konseling dan Siswa Bermasalah di SMA Negeri 1 Basarang. Prodi Ilmu Komunikasi Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I Evie, S.Pd., M.Pd Dan Pembimbing II Hadianto Ego Gantiano, M.Pd.H. Komunikasi interpersonal merupakan proses interaksi dua arah yang sangat penting dalam konseling karena memungkinkan konselor dan klien saling memahami serta membangun hubungan yang efektif dan nyaman. Di SMA Negeri 1 Basarang, ditemukan berbagai pelanggaran disiplin siswa, mulai dari keterlambatan, penggunaan Gadget saat pelajaran, hingga bolos dan merokok, yang menjadi tantangan utama bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menegakkan tata tertib sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana pola komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh Guru BK dalam menangani siswa yang bermasalah di SMA Negeri 1 Basarang? (2) Apa saja hambatan yang dihadapi oleh Guru BK dalam melaksanakan Bimbingan Konseling di SMA Negeri 1 Basarang ? Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, Wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori komunikasi interpersonal (2) Teori Hambatan Kurt Lewin. Subjek Penelitian ini adalah Guru Bimbingan Konseling dan Siswa bermasalah. Berdasarkan hasil dari penelitian ini adalah komunikasi interpersonal efektif ditandai oleh lima aspek penting, yaitu Keterbukaan (Openness), Empati (Empathy), Dukungan (Supportiveness), Rasa Positif (Positiveness), Kesetaraan (Equality). Hambatan utama dalam proses konseling berasal dari faktor psikologi klinis seperti resistensi dan sikap defensif siswa, diikuti oleh faktor pendidikan yang berkaitan dengan kurangnya kesadaran disiplin, serta faktor sosiologi yang memengaruhi persepsi dan sikap budaya siswa terhadap konseling.

UPAYA GURU AGAMA HINDU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SD NEGERI 2 TIMPAH KECAMATAN TIMPAH KABUPATEN KAPUAS

NOVITA SARI
2025 · Book · Open Access

Novita Sari, 2025. Upaya Guru Agama Hindu Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I. Dr. Pranata,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II. Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Kegiatan nyata paling utama dalam memberi bantuan dan bimbingan tersebut adalah melaksanakan proses pembelajaran. Namun dalam kenyataannya permasalahan yang terjadi, bahwa siswa di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, siswa cenderung pasif dan mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran pendidikan agama Hindu, kesulitan ini terjadi karena beberapa faktor yang terkait. antara lain seperti: penguasaan konsep dan sikap guru tentang fungsi pembelajaran, pengelolaan pembelajaran, manajemen sekolah, serta masih terbatasnya sarana pendukung dalam menunjang proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang baik sesuai dengan penerapan kurikulum merdeka yang baru diterapkan Sesuai dengan rumusan masalah maka secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kendala dan upaya guru agama Hindu dalam mengatasi kesulitan belajar siswa menerapkan kurikulum merdeka di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Kendala guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa menerapkan kurikulum merdeka yaitu kendala Adaptasi, kendala sarana dan prasarana pembelajaran yang terbatas, kendala kurangnya pelatihan, kendala dalam diri siswa. Upaya yang dilakukan guru agama Hindu dan kepala sekolah mengatasi kendala yaitu dilakukan belajar mandiri melalui modul, internet, youtube, serta berkonsultasi dengan teman sejawat, Memaksimalkan sarana dan prasarana yang tersedia, guru juga melakukan kerjasama dengan orang tua siswa dalam hal penyediaan sarana dan prasarana basarah, mengusulkan penggadaan LCD Proyektor, serta mengusulkan buku-buku pembelajaran.

Buku Ajar Pendidikan Agama Hindu di Perguruan Tinggi

I Made Bagus Andi Purnomo; M.Pd
2025 · Book · Open Access

Pendidikan Agama merupakan salah satu Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU). Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dengan tupoksinya menerapkan kurikulum yang sesuai yaitu kurikulum yang mengandung empat unsur kompetensi pembelajaran berupa sikap, ilmu pengetahuan, pemberian keterampilan khusus dan keterampilan umum. Dengan penerapan ini diharapkan akan memberikan capaian pendidikan berupa learning outcome. Atas dasar tersebut, buku ajar pendidikan agama ini dibuat dengan tetap berperang teguh pada mekanisme dan unsur-unsur yang tertera pada kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Secara konseptual, setiap jenjang kualifikasi dalam KKNI disusun oleh empat parameter utama yaitu (1) Ilmu pengetahuan (science), (2) pengetahuan (knowledge), (3) pengetahuan praktis (know-how), (4) keterampilan (skill), (5) afeksi (affection) dan (6) kompetensi (competency). Adapun keenam parameter yang terkandung dalam masing-masing jenjang disusun dalam bentuk deskripsi yang disebut deskriptor kualifikasi. Dengan demikian ke-9 jenjang kualifikasi dalam KKNI memuat deskriptor-deskriptor yang menjelaskan kemampuan di bidang kerja, lingkup kerja berdasarkan pengetahuan yang dikuasai dan kemampuan manjerial dan dinyatakan sebagai capaian pembelajaran. Buku Ajar Pendidikan Agama Hindu ini selain tetap berpegang teguh pada KKNI, juga tetap mengaitkan berbagai pembahasan/materi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Meskipun secara mekanisme, perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama belum melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar. Secara sepintas, buku ajar ini tetap mengakomodir hal-hal yang bisa dimasukkan ke dalam buku ajar. Selain itu, buku ajar ini juga disusun dengan bahasa sederhana dan mudah dicerna. Dengan bahasa-bahasa ilustrasi yang bersegmentasi pada generasi milenial. Tujuannya adalah lebih mendekatkan dengan para mahasiswa yang notabene adalah generasi milenial. Bukan hanya itu saja, bahasa yang lebih simpel, sederhana dan kekinian diharapkan mampu merubah paradigma buku agama yang cenderung kaku menjadi lebih dekat di hati anak muda.

Ilmu Negara

Isrok; Dhia Al Uyun
2025 · Book · Open Access

Ilmu negara masih menduduki tempat di fakultas hukum, mata kuliah ini diberikan pada tingkat pertama (persiapan), sebagai mata kuliah pengantar untuk mata kuliah Hukum Tata Negara (Hukum Negara Positif). Ilmu negara dianggap sebagai ilmu murni (pure science) yang menyediakan dasar-dasar teoritis bagi ilmu negara yang dipandang sebagai ilmu yang praktis (applied science). Sebagai ilmu murni, ilmu negara menyediakan bahan-bahan mentah yang melengkapi dan yang di pergunakan oleh ilmu Hukum Negara. Pada Perguruan Tinggi Hukum (Rechtshogeschool) di zaman Hindia Belanda dikuliahkan semacam Ilmu Negara (Historische Ont wikkeling der hedendaagsche staatsinstellingen = perkembangan historis dari lembaga-lembaga kenegaraan di masa itu ) yang dianggap sebagai mata kuliah pengantar dari Ilmu Hukum Negara Positif, selanjutnya dikenal seperti sekarang ini, yaitu "Ilmu Negara".

PERSPEKTIF MASYARAKAT NON HINDU KAHARINGAN TERHADAP RITUAL TIWAH DI DESA TUMBANG BARINGEI

JAGAT SATRIA
2025 · Book · Open Access

Jagat Satria, 2025: Perspektif Masyarakat Non Hindu Kaharingan terhadap Ritual Tiwah di Desa Tumbang Baringei, Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag., M.Si. Agama Hindu Kaharingan sangat erat dengan Ritual keagaman meskipun upacara Hindu Kaharingan sangat bervariasi karena masing-masing daerah aliran sungai (DAS) selalu berbeda-beda pelaksanaan Ritual keagamaannya. Salah satunya Ritual Tiwah. Ritual Tiwah dilaksanakan sebagai puncak dari ritual kamatian menurut Agama Hindu Kaharingan. akan tetapi sebagian masyarakat non Hindu Kaharingan diluar sana tidak begitu tau tentang Ritual Tiwah ini, sehingga muncul berbagai perspektif. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Bagaimana Perspektif Masyarakat Non Hindu Kaharingan Desa Tumbang Baringei Terhadap Ritual Tiwah 2) Apa implikasi dari Perspektif Masyarakat Non Hindu Kaharingan Desa Tumbang Baringei Terhadap Ritual Tiwah. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: Teori Sosiologi Agama, Teori Dampak. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Jenis penelitian ini adalah Deskriftif kualitatif. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Pandangan masyarakat non Hindu Kaharingan terhadap Ritual Tiwah sangat beragam namun pada intinya mereka berpandangan bahwa Ritual Tiwah merupakan Ritual yang mengeluarkan biaya yang besar sehingga cukup membebankan dan pada pelaksanaan Ritual Tiwah erat kaitannya dengan adanya sebuah perjudian yang sebenarnya bukan termasuk dari rangkayan acara Ritual Tiwah yang seharusnya sudah ada sejak dulu 2) Dampak atau implikasi dari pandangan masyarakat non Hindu Kaharingan terhadap Ritual Tiwah memiliki danpak yang cukup besar karena dapat mempengaruhi pola pikir atau pemahaman terhadap Ritual tersebut yang dapat mengakibatkan kesalah pahaman dan dapat menimbulkan perpindahan Agama. Kata Kunci: Perspektif, Masyarakat Non Hindu Kaharingan, Ritual Tiwah

Ritual Turun Mandi Di Desa Guci Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

HENGKY
2025 · Book · Open Access

Agama Hindu sebagai pedoman beragama terdapat ajaran mengenai hubungan antara manusia dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan juga dengan alam lingkungan sehingga terjalin suatu hubungan yang harmonis. Salah satu ajaran agama Hindu yang sering terlihat pada masyarakat Hindu pada umumnya mengenai pelaksanaan upacara keagamaan (ritual) dengan sebutan yajna. Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan Desa (tempat), Kala (waktu), dan Patra (keadaan/situasi). Begitu juga dengan umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa Guci Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana Pelaksanaan Ritual Turun Mandi Di Desa Guci Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau. (2) Apa Makna Dari Dilaksanakannya Rital Turun Mandi Di Desa Guci Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau. (3) Apa Saja Nilai Pendidikan Agama Hindu Yang Terkandung Dalam Ritual Turun Mandi Pada Masyarakat Hindu Di Desa Guci Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau. Adapun menjadi Tujuan umum penelitian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Guci tentang nilai agama Hindu pada ritual turun mandi. Teori yang digunakan (1) Teori Religus (2) Teori imbol (3) Teori Nilai Pendidikan Agama Hindu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif kualitatif dengan menggunakan informan dalam menggunakan Teknik Purvosive sampling dalam pengumpulan data ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian terhadap ritual Turun Mandi dengan judul Ritual Turun Mandi di Desa Guci Kecamatan Bulik Kabuparen Lamandau (Perspektif Pendidikan Agama Hindu sebagai berikut: (1) Ritual Turun Mandi merupakan ritual untuk memberikan nama bagi si bayi (2) Tahap pelaksanaan Ritual Turun Mandi terdiri dari : (1) Tahap persiapan (2) Tahap pelaksanaan (3) Tahap akhir/penutup. Dalam Ritual Turun Mandi terdapat Nilai pendidikan yang terkandung yaitu (1) Nilai pendidikan Tattwa (2) Nilai Pendidikan Susila/etika (3) Nilai Pendidikan Upacara/Ritual. Dalam melaksanakan Ritual Turun Mandi hendaknya selalu dilaksanakan dengan berpegang pada konsep ajaran agama Hindu Kaharingan yaitu dengan dilaksanakan secara tulus iklas agar mendapat kesucian lahir dan batin. Ritual Turun Mandi sebagai ritual kelahiran anak yang perlu dilestarikan oleh generasi penerus

Dampak Lingkungan Sosial Terhadap Motivasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SDN Rantau Pandan Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan

YUKRI
2025 · Book · Open Access

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Salah satu unsur yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa adalah lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan sosial siswa dan menganalisis dampaknya terhadap motivasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN Rantau Pandan, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, siswa kelas V, orang tua, dan tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga, perhatian guru, dan suasana sekolah yang kondusif memberikan pengaruh positif terhadap semangat belajar siswa. Namun, ditemukan kendala berupa minimnya perhatian orang tua, kurangnya kegiatan keagamaan Hindu di masyarakat, dan keterbatasan bahan ajar, yang dapat menurunkan motivasi belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sosial yang mendukung peningkatan motivasi belajar siswa.

Analisis Konten Instagram Humas IAHN-TP sebagai Media Promosi

ANDRI DHARMA SUSILA
2025 · Book · Open Access

Perkembangan era digital menjadikan media sosial, khususnya Instagram, sebagai saluran komunikasi yang digunakan untuk membangun citra dan melakukan promosi oleh berbagai pihak. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya memanfaatkan Instagram sebagai media promosi. Namun, Instagram @humas_iahntp masih menunjukkan ketidakseimbangan antara jumlah pengikut yang tinggi dengan tingkat interaksi yang relatif rendah, sehingga diperlukan kajian mendalam mengenai strategi promosi dan efektivitas konten yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi dan menganalisis bagaimana konten promosi pada Instagram @humas_iahntp dapat meningkatkan engagement audiens. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Content analysis. Konten dianalisis menggunakan teori bauran pemasaran 7P dan teori Content marketing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram @humas_iahntp menerapkan prinsip bauran pemasaran 7P sebagai strategi promosi. Konten Instagram @humas_iahntp masih perlu dioptimalkan menggunakan prinsip content marketing agar konten yang dipublikasikan lebih efektif untuk meningkatkan engagement agar meningkatkan visibiltas IAHN-TP Palangka Raya. Kurangnya engagement disebabkan oleh konten yang cenderung formal, informatif, dan kurang interaktif.

KOMUNIKASI PERSUASIF DOSEN TERHADAP MAHASISWA BERMASALAH DI FAKULTAS DHARMA DUTA DAN BRAHMA WIDYA INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

DAVID AGUSTA
2025 · Book · Open Access

DAVID AGUSTA (2025) : Komunikasi Persuasif Dosen Terhadap Mahasiswa Bermasalah Di Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si dan pembimbing II I Wayan Sutarwan. S.Pd.,M.Pd.H). Komunikasi persuasif merupakan bentuk komunikasi strategis yang dilakukan secara sengaja untuk memengaruhi pikiran, sikap, dan perilaku komunikan secara sukarela tanpa adanya tekanan atau paksaan. Pada penelitian ini terbagi menjadi dua rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh dosen dalam menangani mahasiswa bermasalah, (2) Sejauh mana komunikasi persuasif dosen dalam mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku mahasiswa bermasalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, kepustakaan, wawancara, dan dokumentasi. Mengunakan teori persuasi, penelitian ini melibatkan dosen Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya IAHN-TP Palangka Raya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama Strategi komunikasi persuasif dosen bersifat personal, empatik, dan dialogis, diwujudkan melalui pendekatan halus, bahasa yang membangun, ruang untuk berbagi, serta keteladanan sebagai bentuk komunikasi nonverbal yang efektif, kedua komunikasi persuasif dosen dalam mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku mahasiswa bermasalah secara empatik mampu mendorong perubahan sikap, meningkatkan motivasi belajar, dan kesadaran akademik mahasiswa.

TAMPUNG PENYANG TELEVISI INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI TAMPUNG PENYANG SEBAGAI SARANA PROMOSI KAMPUS BUDAYA

ANGGUN
2025 · Book · Open Access

Anggun, 2025 : Tampung Penyang Televisi Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Sebagai Sarana Promosi Kampus Budaya. Pembimbing I Sulandra, S.Pi., M.Si, Pembimbing II Desembeling, S.Ag., M.Si. Tampung Penyang TV merupakan saluran televisi milik pergururan tinggi (IAHN-TP) Palangka Raya yang berpotensi besar untuk menjadi media komunikasi dan sarana promosi kampus budaya. Selain itu, Tampung Penyang TV juga dapat menjadi platform untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal Dayak, serta memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dalam bidang penyiaran budaya lokal Dayak. Berdasarakan penelitian di atas terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi adalah: 1). Bagaimana peran Tampung Penyang TV (IAHN-TP) Palangka Raya sebagai sarana promosi kampus budaya, 2). Apakah hambatan optimalisasi Tampung Penyang TV. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1). Teori Unique Selling Proposition. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, sedangkan teknik penentuan informan adalah Teknik Purposive Sampling. Berdasarkan penelitian yang dibahas oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa peran dari Tampung Penyang TV dimanfaatkan sebagai sebuah sarana promosi untuk kampus, didalam penggunaannya ketika melakukan penyiaran dalam konten audiovisual dapat secara langsung memperlihatkan bagaimana kegiatan kampus yang memiliki nuansa budaya lokal melalui siaran dari Tampung Penyang TV. Sebagai sebuah bentuk komunikasi dalam audiovisual, tentu channel Tampung Penyang TV memiliki beberapa kendala yang dapat menghambat jalannya optimalisasi pada unggahan konten maupun penglolaan channel. Beberapa dari hambatan tersebut seperti kurangnya SDM untuk mengelola channel Tampung Penyang TV, serta pembuatan dan pengunggahan konten yang belum terjadwal tentunya menjadi sebuah hambatan yang sangat berpengaruh untuk optimalisasi channel maupun konten promosi dan edukasi yang diunggah.

Filosofi Ancak pada Upacara Potoka Anak bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Kalasin Kecamatan Uut Murung Kabupaten Murung Raya

ROSI NE ROSA
2025 · Book · Open Access

Ancak merupakan salah satu upakara pada upacara potoka anak di desa kalasin penelitian ini membahas filosofi ancak pada upacara potoka anak dengan rumusan masalah 1.bagaimanakah pelaksanaan upacara potoka anak.2. bagaimanakah fungsi ancak pada upacara potoka anak.3. apakah makna yang terkandung dalam filosofi ancak pada upacara potoka anak. Penelitian ini menggunakan teori semiotika dan teori religi dan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan teknik analisis data

MOTIVASI MAHASISWA FAKULTAS DHARMA DUTA DAN BRAHMA WIDYA MENGUNJUNGI PERPUSTAKAAN INSTITUT AGAMA HINDU NEGERI TAMPUNG PENYANG PALANGKA RAYA

RINDI JULIAWATI
2025 · Book · Open Access

Rindi Juliawati, 2025 : Motivasi Mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya Mengunjungi Perpustakaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Dr. Tardi Edung,S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II. I Wayan Sutarwan, S.Pd.,M.Pd.H. Perpustakaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya merupakan tempat tersedianya berbagai informasi tertulis maupun digital bagi seluruh mahasiswa khususnya mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari gambaran terkait motivasi mahasiswa dan kendala yang dihadapi mahasiswa dalam mengunjungi perpustakaan. Terdapat dua rumusan masalah dalam skripsi yaitu sebagai berikut : 1). Bagaimana komunikasi ekspresif menggambarkan motivasi mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya mengunjungi Perpustakaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. 2). Apa kendala mahasiswa Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya dalam mengunjungi Perpustakaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Motivasi Hierarki Kebutuhan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pendekatan kualitatif. Selanjutnya teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Kemudian teknik pengumpulan data melalui observasi, kepustakaan, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, komunikasi ekspresif yang diterapkan oleh staf/pengelola perpustakaan terbagi menjadi komunikasi verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal meliputi sikap sopan, penggunaan bahasa yang santun, serta penyampaian informasi yang jelas. Sementara komunikasi nonverbal ditunjukkan melalui ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan isyarat tangan yang menyampaikan kesan ramah, sigap, dan tegas. Bentuk komunikasi ini mampu mendorong motivasi mahasiswa untuk berkunjung ke perpustakaan, terutama untuk mencari informasi, merasa nyaman saat belajar, serta memanfaatkan fasilitas seperti Wi-Fi dan komputer. Kedua, terdapat dua jenis kendala yang memengaruhi kunjungan, yaitu kendala internal seperti rasa malas dan kelelahan, serta kendala eksternal seperti keterbatasan koleksi, fasilitas yang belum optimal, dan desain ruang yang kurang menarik bagi generasi Z. Kedua kendala ini berdampak pada rendahnya motivasi mahasiswa dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.