Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.950 item publik

Publikasi

Halaman 85 dari 98

RITUAL IPAKET UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA BENTOT KECAMATAN PATANGKEP TUTUI KABUPATEN BARITO TIMUR (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)

2020 · Book · Open Access

Skripsi ini mengkaji ritual Ipaket umat Hindu Kaharingan di Desa Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur. Fenomena yang terjadi dalam ritual Ipaket selama ini adalah kurangnya pemahaman umat terhadap proses, makna, serta nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ritual Ipaket, sehingga ritual tersebut dilaksanakan sebagai ceremonial tanpa mengetahui bagaimana proses, makna dan nilai-nilai pendidikan yang ada dalam ritual Ipaket. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana proses ritual Ipaket di Desa Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur?, 2) Apa makna ritual Ipaket di Desa Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur?, 3) Bagaimana nilai – nilai pendidikan yang terkandung dalam ritual Ipaket di Desa Bentot Kecamatan Patangkep Tutui Kabupaten Barito Timur?.Tujuan umum dari penelitian ini untuk menemukan pengetahuan yang terperinci dalam ritual Ipaket yang dilaksanakan di Desa Bentot. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori Fungsional dan struktural, teori religi, teori simbol, dan teori pendidikan. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen, dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, penafsiran data, dan penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori fungsional dan struktural maka diperoleh bahwa ritual Ipaket dalam pelaksanaannya sistem yang terstruktur dan mempunyai fungsi setiap sarana prasarana yang dibuat. Makna yang terkandung dalam ritual Ipaket dikaji dengan teori religi dan teori simbol maka diperoleh makna religius, makna penyucian, dan makna sosial. Sedangkan nilai – nilai pendidikan yang terdapat pada ritual Ipaket di analisis dengan teori pendidikan diperoleh nilai tattwa (kebenaran mutlak), nilai susila (etika), dan nilai upakara (upacara). Proses, makna dan nilai – nilai pendidikan yang terdapat ritual Ipaket saling berkaitan erat dalam menjaga keseimbangan alam dengan kehidupan manusia agar meningkatkan kesejahteraan, kedamaian, kebahagiaan, serta meningkatkan sradha bakti guna terciptanya kehidupan yang harmonis antara manusia dengan sang pencipta, dengan sesama manusia, maupun manusia dengan alam.

-

2020 · Book · Open Access

-

Ritual Pakanan Batu Menurut Agama Hindu Kaharingan Di Kelurahan Tumbang Napoi Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas (Perspektif Pendidikan Hindu)

2020 · Book · Open Access

REDI, 2020 Ritual pakanan Batu Manurut Agama Hindu Kaharingan di kelurahan Tumbang Napoi kecamatan Miri Manasa, Fakultas Dharma Acarya, Prodi pendidikan Keagamaan dan pendidikan seni. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Papalangka Raya. Pembimbing I MITRO,S.Pd.,M.Si Pembimbing II HENDRI,S.Ag.,M.Si Latar berlakang. Ajaran agama Hindu yang ada di Negara Indonesia tidak lepas dengan budaya dan keagamaan yang ada di wilayah Negara Indonesia. Ditinjau secara ethimologinya, kata yadnya berasal dari bahasa sansekerta, yaitu dari kata “yaj” yang artinya memuja atau memberi penghormatan atau menjadikan suci. Yadnya (yajna) dapat juga diartikan korban suci, yaitu korban yang didasarkan atas pengabdian dan cinta kasih. Pelaksanaan yadnya bagi umat Hindu adalah satu contoh perbuatan Hyang Widhi yang telah menciptalan alam semesta dengan segala isinya dengan Yadnya-Nya. Yadnya adalah cara yang dilakukan untuk menghubungkan diri antara manusia dengan Hyang Widhi beserta semua manifestasinya. Untuk memperoleh kesucian jiwa dan persatuan Atman dengan Paramatman. Yadnya juga merupakan kebaktian, penghormatan dan pengabdian atas dasar kesadaran dan cinta kasih yang keluar dari hati rohani yang suci dan tulus iklas sebagai pengabdian yang sejati kepada Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Metode penelitian kualitatif ini sering disebut penelitian naturalistic karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah ( Natural Setting ) disebut juga sebagai metode etnografi”. pada awal metode ini banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya tersebut sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisinya lebih bersifat kualitatif. Hasil dan kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang Ritual Pakanan Batu Manurut Agama Hindu Kaharingan di Kelurahan Tumbang Napoi Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas. Dan untuk menjaga, melestarikan nilai-nilai budaya, adat dan tradisi yang terlah diwariskan oleh pendahulu yang tak ternilai harganya. Adapun tujuan Khusus yang ingin dicapai antara lain: Untuk mengetahui apa saja saran yang diperlukan dalam Ritual Pakanan Batu Manurut Agama Hindu Kaharing Di Kelurahan Tumbang Napoi Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas. Uuntuk mengetahui apa fungsi Ritual Pakanan Batu Manurut Agama Hindu Kaharingan Di Kelurahan Tumbang Napoi Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas. Untuk mengtahui bagaimana pelaksanaan Ritual Pakanan Batu Manurut Agama Hindu Kaharingan Di Kelurahan Tumbang Napoi Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas.

Pelaksanaan Kegiatan Basarah Umat Hindu Kaharingan Di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan

2020 · Book · Open Access

Juani Yulistira. 2020. Pelaksanaan Kegiatan Basarah Umat Hindu Kaharingan Di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Skripsi: Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Jenjang Strata Satu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing (I) Dr. Drs. I Wayan Karya, M.Pd.,M.Si Pembimbing (II) Hendri, S.Ag.,M.Si Persembahyangan pelaksanaan Basarah di Desa Bangkal belum dilakukan dengan maksimal oleh umat Hindu Kaharingan karena kurang berperannya pengurus Majelis Kelompok dalam mengaktifkan kegiatan Basarah atau dalam memberikan pembinaan bagi umat Hindu Kaharingan. Adapun rumusan permasalahan yang ada dalam penulisan ini yaitu: 1. Bagaimana pelaksanaan kegiatan Basarah umat Hindu Kaharingan Di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? 2. Apa saja faktor yang menyebabkan kurangnya minat Basarah umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? 3. Apa upaya yang dilakukan oleh Majelis Kelompok Hindu Kaharingan untuk meningkatkan minat Basarah umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan? Tujan penelitian ini yaitu: Untuk mengetahui tentang pelaksanaan, faktor yang menyebabkan kurangnya minat Basarah serta Untuk memperoleh data tentang upaya yang dilakukan oleh Majelis Kelompok Hindu Kaharingan untuk meningkatkan minat Basarah umat Hindu Kaharingan di Desa Bangkal Kecamatan Seruyan Raya Kabupaten Seruyan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Teori Sistem, Teori Motivasi Vroom dan Teori Komunikasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif. Teknik penentuan informan yaitu menggunakan Purpossive Sampling. Teknik pengumpulan data yaitu Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan metode deskriptif analisa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan Basarah belum dilakukan secara maksimal oleh umat Hindu Kaharingan disebabkan karena beberapa faktor yang menghambat diantaranya adalah 1. Kurangnya kesadaran diri, 2. Kurangnya pengetahuan agama, 3. Pengaruh Kesibukan, 4. Pengaruh waktu dan, 5. Transportasi. Upaya yang dilakukan oleh Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Bangkal memperhatikan kendala, membuat jadwal Basarah serta selalu menjalin komunikasi dengan umat Hindu Kaharingan.

Upacara Tawur Agung Kesanga Hari Raya Nyepi Dalam Tradisi Jawa Umat Hindu Di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi (Perspektif Pendidikan Hindu)

2020 · Book · Open Access

Skripsi ini mengkaji upacara tawur agung kasanga pada umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Fenomena yang terjadi dalam upacara tawur agung kasanga ada keunikan tersendiri pada masyarakat Hindu di Desa Sumberasri. Selain itu kurangnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai sarana dan prasarana, sehingga kurang adanya keinginan untuk membantu mempersiapkan sarana dan prasarana. Rumusan masalah penelitian ini adalah(1) Bagaimanakah pelaksanaan upacara tawur agung kasanga hari raya Nyepi tradisi Jawa umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi (Perspektif Pendidikan Hindu)?. (2) Apakah fungsi dan makna upacara tawur agung kasanga hari raya Nyepi tradisi Jawa bagi umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi (Perspektif Pendidikan Hindu)?. (3) Apakah Nilai-nilai pendidikan upacara tawur agung kasanga hari raya Nyepi Tradisi Jawa bagi umat Hindu di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi (Perspektif pendidikan Hindu)?. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengetahuan tentang upacara tawur agung kasanga yang dilaksanakan umat Hindu di Desa Sumberasri. Hasil penelitian dikaji dengan teori fungsional struktural, teori simbol, dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori fungsional struktural maka diperoleh bahwa upacara tawur agung kasanga bagi masyarakat Hindu yakni pemujaan terhadap Tuhan, serta alam lingkungan. Fungsi dan makna upacara tawur agung kasanga yang dianalisis dengan teori simbol, maka fungsinya diantara lain fungsi religius, sosial, pendidikan, Etika, dan Estetika. Sedangkan makna yang terkandung yaitu makna penyucian,solidaritas, pendewasaan, sopan santu, dan keharmonisan. Nilai pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai pendidikan material, nilai pendidikan vital, dan nilai pendidikan kerohanian. Upacara tawur agung kasanga, fungsi dan makna, serta nilai pendidikan saling berkaitan erat dalam tujuan untuk menjaga keseimbangan alam lingkungan dengan kehidupan manusia kesejahteraan, dan kedamaian, serta meningkatkan sraddha dan bhakti guna terciptanya kehidupan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan Yang MahaEsa, dengan sesama, maupun manusia dengan alam.

Pengaruh Penggunaan LCD Proyektor Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas

2020 · Book · Open Access

Mesi Karunia Lestari, 2020. Pengaruh Penggunaan LCD Proyektor Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Pendidikan merupakan bagian yang sangat penting dalam membangun Negara. Peran dari pendidikan adalah menciptakan sumber daya manusia yang modern dan bermoral. Dalam dunia pendidikan tidak bisa jauh dari penggunaan media dalam kegiatan belajar mengajar guna membuat variasi pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk giat dalam belajar agar prestasinya meningkat atau lebih baik dari sebelumnya. Rumusan masalah, yaitu: Apakah ada pengaruh penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas?; dan apakah kendala dari penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas?. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dan kendala penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Metode menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah 1 (satu) orang guru dan 33 siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas, Teknik Sampling Jenuh (Total Sampling) dan sampel penelitian semua siswa kelas X Multimedia. Teknik pengumpulan data: observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data, yaitu: Uji t dengan taraf signifikan 5%. Hipotesis penelitian ini, yakni: Ha= Ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai; Ho= Tidak ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai. Kesimpulan: Kendala terjadinya mati listrik, Adapun pengaruh yang positif atau signifikan antara pengaruh penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas. Koefisien Korelasi (r) = 0,99 ini menunjukkan bahwa penggunaan LCD Proyektor mempunyai hubungan yang positif terhadap prestasi siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai. Determinan (r2) = 98,01 % adalah menunjukkan bahwa besarnya sumbangan dari penggunaan LCD Proyektor (variabel x) terhadap naik turunnya prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas (variabel y) adalah 98,01 % dan selain dari itu sebesar 1,99 % di pengaruhi oleh faktor yang lain dan tidak dibahas disini. Hasil uji t di peroleh thitung= 39,171, sedangkan ttabel= 1,696, karena thitung>ttabel, artinya Ha (diterima) dan H0 (ditolak). Demikian, pencapaian penggunaan LCD Proyektor terhadap prestasi belajar siswa kelas X Multimedia di SMKN 1 Mantangai Kabupaten Kapuas terdapat pengaruh yang positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.

Peranan Pasraman Widya Dharma Dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu Di Desa Labuhan

2020 · Book · Open Access

Skripsi ini mengkaji tentang Peranan Pasraman Widya Dharma dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan dimana sebuah sekolah nonformal yang ada di Desa Labuhan. Berdasarkan fenomena dilapangan yang peneliti lihat bahwa pada peranan Pasraman Widya Dharma terdapat beberapa masalah, maka dari ini peneliti tertarik untuk mengkaji permasalahan 1) Bagaimanakah Pelaksanaan Pendidikan Pasraman Widya Dharma Dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu di Desa Labuhan, 2) Bagaimanakah implikasi Peranan Pasraman Widya Dharma dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu di Desa Labuhan, 3) Bagaimanakah kendala yang dihadapi dalam Peranan Pasraman Widya Dharma dalam Pendidikan Keterampilan Keagamaan Siswa Hindu di Desa Labuhan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1)Tujuan umum biasanya mengacu pada judul yang diangkat. 2) Tujuan Khusus mengacu pada Rumusan Masalah yang diangkat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ada tiga. 1) Teori Implementasi pembelajaran, 2) Teori Belajar Behaviorisme, 3) Teori Kendala (Theory Of Constrainsts). Dalam penelitian ini metode yang dilakukan yaitu metode kualitatif dengan teknik penentuan informan Purposive yang terdiri dari Ketua Pasraman, guru-guru pasraman selain itu juga peneliti menggunakan jenis dan sumber data primer dan data skunder dengan teknik pengumpulan data yaitu yaitu teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Sedangkan untuk teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti bertempat di Pasraman Widya Dharma Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan bahwa pada Pasraman Widya Dharma sebelum melakukan proses pembelajaran terlebih dahulu melakukan persembahyangan Puja Tri Sandya dan Mantram Gayatri, setelah itu baru guru-guru memberikan pelajaran baik materi maupun praktek. Untuk metode pembelajaran guru-guru menggunakan Dharma Yatra, Dharma Tula, Dharma Wacana, Dharma Gita. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh siswa dan guru yaitu yaitu tidak adanya bangunan tempat untuk pasraman.

Strategi Pembelajaran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas

2020 · Book · Open Access

Skripsi ini mengkaji Strategi Pembelajaran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Guru saat ini menitik beratkan pembelajaran hanya pada ceramah dan menulis, serta metode pembelajaran yang digunakan kurang menarik, sehingga peserta didik menjadi pasif dan motivasi belajarnya kurang. Pengguna metode pembelajaran yang menonton dan membosankan mengakibatkan peserta didik kurang menarik minat peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga mennyebabkan masih banyak peserta didik yang hasil belajar rendah. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang (1) Strategi Pembelajaran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas (2) faktor-faktor yang mempengaruhi Strategi Pembelajaran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Tujuan penelitian: Secara umum, penelitian ini dikategorikan sebagai penjelajahan lapangan dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan lebih banyak, sedangkan secara khusus untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran guru agama Hindu dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi guru agama Hindu dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan doumentasi. Instrumen penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori belajar behavioristik, teori belajar kognitif dan teori belajar implementasi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Strategi pembelajaran guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SDN 1 Lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, yang dilakukan oleh guru agama Hindu metode ceramah tanya jawab dan penugasan. Namun demikian masih perlu ditingkatkan mengingat masih belum sepenuhnya menggunakan metode bervariasi, sehingga masih ditemukannya sebagaian peserta didik yang kurang memperhatikan pada saat jam pembelajaran karena pengaruh teman-temannya yang asik sambil berbicara sehingga yang disampaikan pada saat pembelajaran akan kurang maksimal diterima oleh siswa. (2) Faktor penghambat dalam menerapkan strategi pembelajaran guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SDN 1 lamunti Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas yaitu: Faktor instrinsik (dari dalam diri siswa). Seperti pembawaan psikologi siswa sebagai pengaruh dari pola asuh atau kondisi dalam lingkungan keluarga, dan faktor ekstrinsik (dari luar diri siswa). Seperti sikap perilaku siswa yang timbul sebagai akibat dari pengaruh luar seperti teman bergaul, masih kurang adanya kebersamaan tenaga pendidik dalam menerapkan pendidikan etika.

PENERAPAN METODE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA AGAMA HINDU DI SDN TAJAU PECAH 2 KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT

2020 · Book · Open Access

ABSTRAK Sari, Putu Riantika. 2020. Penerapan Metode Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Agama Hindu Di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut. Pembimbing I Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Lamri, S.Pd.,M.Pd.H Skripsi ini mengkaji penerapan metode make a match untuk meningkatkan hasil belajar siswa agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut. Siswa agama Hindu dalam menerima pembelajaran agama mengalami kesulitan untuk memahami materi pelajaran yang disampaikan dengan metode ceramah dan mengakibatkan siswa bosan dan jenuh dalam pembelajaran sehingga hasil belajarnya rendah, oleh karena itu diperlukan metode lain yang dapat membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan meningkatkan minat belajar siswa sehingga membantu meningkatkan hasil belajar siswa agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang (1) Penerapan metode pembelajaran dalam pembelajaran agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut (2) Penerapan metode make a match dalam meningkatkan hasil belajar siswa agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut (3) Hasil belajar siswa SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut pada pembelajaran agama Hindu setelah diterapkan metode make a match. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan teknik sampel total. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini dikaji dengan teori behavioristik, teori humanistik dan teori implementasi/penerapan. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Penerapan metode pembelajaran dalam pembelajaran agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut dalam kegiatan belajar mengajar guru agama Hindu sangat sering menggunakan metode pembelajaran dalam pembelajaran agama Hindu. Adapun metode yang digunakan adalah metode ceramah, metode diskusi, metode pemberian tugas, metode demonstrasi dan metode mencari pasangan (make a match); (2) Penerapan metode make a match dalam meningkatkan hasil belajar siswa agama Hindu di SDN Tajau Pecah 2 Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut, langkah-langkahnya sebagai berikut; Guru agama Hindu menyiapkan kartu yang berisi soal dan kartu berisi jawaban, Guru agama Hindu membagi kelompok, dimana dalam satu kelompok terdiri dari 2 siswa, Guru membagikan kartu kepada masing-masing kelompok secara acak, Tiap kelompok mencari pasangan kartu yang cocok dengan kartu yang didapatnya, Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan terhadap materi pelajaran; (3) Hasil belajar siswa agama Hindu setelah diterapkan metode make a match yaitu siswa dapat menerima apa yang disampaikan oleh guru agama Hindu, hasil belajar siswa menjadi sangat baik dan meningkat.

Penerapan Model Pembelajaran Langsung (Direct Learning) Terhadap Materi Yoga Dalam Agama Hindu Pada Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Basarang

WIDHIASIH
2020 · Book · Open Access

Widhiasih, 2020. Penerapan Model Pembelajaran Langsung (Direct Learning) Terhadap Materi Yoga Dalam Agama Hindu pada Siswa Hindu Di SMA Negeri 1 Basarang, Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II , Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Skripsi ini mengkaji penerapan model pembelajaran langsung (Direct Learning) terhadap materi yoga dalam Agama Hindu pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang. Siswa agama Hindu dalam menerima pembelajaran kurangn memahami materi yang disampaikan saat proses belajar mengajar, peserta didik kurang mengamati penjelasan yang disampaikan guru, serta tidak berkembangnya keterampilan siswa karena tidak adanya minat siswa untuk latihan sehingga indikator pencapaian kompetensi pada materi tersebut tidak terpenuhi.Berdasarkan latar belakang tersebut, skripsi ini mengkaji tentang: (1) penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang (2) faktor-faktor penghambat dalam menerapkan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang (3) implikasi penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam Agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Penentuan informan teknik purposive. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini dkaji dengan teori belajar perilaku behavioristik, teori belajar konstruktivisme dan teori belajar kognitivisme. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang dilaksanakan dengn lima fase yaitu menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan, membimbing pelatihan, mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, serta memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan dengan mengikuti langkah-langkah dalam RPP; (2) faktor-faktor penghambat dalam menerapkan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam agama Hindu pada siswa Hindu di SMA Negeri 1 Basarang, yaitu faktor internal guru karena faktor usia dan faktor internal siswa karena kurangnya disiplin siswa dalam melakukan latihan terbimbing ataupun latihan mandiri, sedangkan faktor eksternal sarana prasarana yang tidak memadai seperti sarana penunjang dalam yoga yaitu matras; (3) implikasi penerapan model pembelajaran langsung (direct learning) terhadap materi yoga dalam Agama Hindu pada siswa hindu di SMA Negeri 1 Basarang, yaitu implikasi positif yaitu memberikan pemahaman dan penjelasan mengenai konsep pelajaran yang mudah dimengerti siswa, dan meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan yoga 2) Implikasi Negative yaitu siswa akan melewati hal-hal yang dipraktekkan guru jika kurang mengamati guru.

PERANAN GURU MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN SATAP 2 SANAMAN MANTIKEI DI DESA TUMBANG JALA KECAMATAN PETAK MALAI KABUPATEN KATINGAN

2020 · Book · Open Access

ABSTRAK Bella Pristia, 2020: Peranan Guru Mata Pelajaran Seni Budaya Dan Keterampulan Dalam Meningkatkan Motipasi Belajar Siswa Kelas VIII SMPN SATAP 2 Sanaman Mantikei Di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai. Pembimbing I Komang Suarta, S.Ag.,M.Si, Pembimbing II Yuni Permata, S.Pd.,M.Pd. Peranan merupakan suatu kedudukan yang dimiliki seseorang, ketka seseorang melaksanakan hak dan kewajibanya sesuai dengan kedudukannya maka orang tersebut telah melaksanakan peranan. Motivasi merupakan proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang idnividu untuk mencapai tujuannya. Proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam belajar. Adapun peranan guru sebagai motivator guru harus mampu berperan penting bagi siswa, guru harus mampu meningkatkan kegairahan belajar siswa, menciptakan interaksi belajar siswa, guru harus menciptakan sikap keterbukaan, dan memanfaatkan potensi/ bakat siswa. Berdasarkan latar belakang dimaksud, penulis tertarik untuk menulis skripsi dengan judul: Peranan Guru Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keteramplan dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Adapun permasalahn yang dibahas yakni mengenai peranan guru mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Sen Budaya dan Keterampilan, upaya guru mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan kelas VIII SMPN satap 2 Sanaman Mantikei. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui dan mendiskrpsikan peranan guru mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. (2) Untuk mengetahui dan mendiskripsikan upaya guru mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Jenis penelitian ini adalah penelitaian deskriptif kualitatif, teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori peran dan teori behavioristik. untuk memperoleh hasil yang falid penulis menggunakan metode pendekatan, metode penentuan informan, pengumpulan data dan metode analisis data. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penulisan ini adalah observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriftif kualitatif dengan proses : klasifikasi data, editing, reduksi, dan penstabulasian data. Hasil penelitian ini yaitu tentang Peranan Guru Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keteramplan dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan Kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, peran guru meliputi, menciptakan kegairahan belajar siswa, menciptakan interaksi belajar, menciptakan sikap keterbukaan, dan memaanfaatkan potensi/bakat siswa. Untuk hasil peran guru dalam menciptakan kegairahan belajar dan memanfaatkan potensi/bakat siswa masih belium maksimal dan perlu ditingkatkan sedangkan peran guru dalam menciptakan keterbukaan dan interaksi belajar sudah tergolong baik. Selanjutnya upaya Guru Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keteramplan dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan Kelas VIII SMPN Satap 2 Sanaman Mantikei di Desa Tumbang Jala Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, sama hal nya dengan peranan upaya juga melipui empat pembahasan, berikut hasilnya, upaya guru dalam menciptakan kegairahan siswa, sikap keterbukaan dan interaksi belajar sudah tergolong baik sedangkan pemanfaatan potensi/bakat siswa belum maksimal dan perlu upaya-upaya yang lebih lagi.

Model Pembelajaran Agama Hindu di Pasraman Sumber Pangentoan di Desaa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur

2020 · Book · Open Access

ABSTRAK VEDA WIRATAMA, 2020, Model Pembelajaran Agama Hindu Di Pasraman Sumber Pengentoan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur. Skripsi. Fakultas Dharma Acarya, Prodi Pedidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing(I). Lilik,S.Ag.,M.Pd.H, Pembimbing (II). Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Pasraman adalah Lembaga Pendidikan khusus bidang agama Hindu, Lembaga ini digunakan oleh masyarakat dalam memahami ajaran agama Hindu secara mudah dikatakan demikian karena di tempat ini generasi muda akan dapat menambah wawasan dan menerapkan nilai-nilai ajaran agama Hindu yang diperoleh pada Lembaga Pendidikan formal (sekolah) dengan lembaga non formal yaitu Pasraman. Dalam penelitian ini dilaksanakan di Pasraman Sumber Pengentoan di desa bantai karau kecamaan dusun tengah kabupaten barito timur. Adapun rumusan masalah yang penulis ambil dalam penelitian ini ialah (1). Bagaimana Model Pembelajaran Agama Hindu di Pasraman Sumber Pengentoan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur? (2). Apa Kendala Yang Dialami Oleh Guru Dalam Pelaksanaan Model Pembelajaran di Pasraman Sumber Pengentoan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur?. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah diatas adalah Teori Behavioristik. Pada penelitian ini subjeknya adalah Ketua Pasraman, guru-guru pasraman serta siswa-siswi pasraman Sumber Pengentoan. Desa Bantai Karau. Metode yang digunakan oleh penulis untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data. Data dianalisis dengan metode kualitatif dengan langkah-langkah analisis data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Model pembelajaran di Pasraman Sumber Pengentoan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur adalah menggunakan model pembelajaran kooperatif yaitu model pembelajaran kelompok, diskusi, taya jawab dan permainan (game). (2). Kendala Yang Dialami Oleh Guru Dalam Pelaksanaan Model Pembelajaran di Pasraman Sumber Pengentoan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur berupa kendala Guru dalam artianya keahlian guru dalam mengajar, kendala pada siswa yang kadang tidak turun, dan di sarana dan prasarana pasraman. Kata Kunci : Model Pembelajaran Agama Hindu, Pasraman Sumber Pengentoan

Meningkatkan Minat Belajar Siswa Terhadap Seni Budaya Dan Prakarya Di SDN 1 Palangan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur

2020 · Book · Open Access

Sekolah Dasar Negeri 1 Palangan juga menerapkan belajar tambahan melalui ekstrakurikuler, seperti yang terlihat sekilas ketika sore hari melintas di lingkungan SDN-1 Palangan ada beberapa anak-anak yang mengikuti ekstrakurikuler seni, antusias siswa yang mengikuti cenderung sedikit. Dan pada zaman sekarang jarang sekali bahkan hampir tidak terlihat anak-anak memainkan alat musik tradisional terutama alat musik kacapi, padahal guru yang di sekolah bisa memberi mereka tugas untuk praktek bermain musik tradisional, guna merangsang siswa untuk berkreativitas dan berminat terhadap budayanya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian adalah: Bagaimanakah minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya di SDN-1 Palangan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur, Apakah Faktor penghambat dan pendukung pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya di SDN-1 Palangan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur, Apakah implikasi minat belajar siswa terhadap Seni Budaya dan Prakarya di SDN-1 Palangan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur . Penelitian ini bertujuan ini untuk mengkaji dan menggali pengetahuan tentang meningkatkan minat belajar siswa terhadap seni budaya dan prakarya serta faktor penghambat dan pendukungnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dikaji dengan menggunakanTeori Behavioristik dari Gagne dan Berliner untuk rumusan masalah pertama, dan Teori Kognitivisme dari Jean Pieget untuk rumusan masalah kedua, serta Teori Implikasi dari Silalahi untuk rumusan masalah ketiga. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskritptif kualitatif, dan teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi serta menggunakan pedoman wawancara, alat perekam dan alat pengambil gambar sebagai instrument yang digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan temuan data penelitian dan analisis dengan teori ditemukan beberapa bahwa meningkatkan minat belajar siswa terhadap seni budaya dan prakarya di SDN 1 Palangan Kecamatan Kota Besi Kabupaten Kotawaringin Timur, meliputi empat indikator minat belajar siswa yaitu, kesukaan, ketertarikan, perhatian dan keterlibatan siswa. Selain itu ada faktor penghambat dan pendukung minat belajar siswa ada dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Meningkatnya minat belajar siswa memberikan dampak positi dan negative. Dampak positif siswa meningkatnya ilmu pengetahuan, bertambahnya minat siswa terhadap seni budaya, dan meningkatnya kreativitas siswa terhadap seni budaya dan prakarya. Dampak negativ yaitu terganggunya kegiatan belajar lain, kekurangan sarana prasarana, dan siswa menjadi kelelahan.

Eksistensi Patugur Dalam Upacara Wara Menurut Umat Hindu Kaharingan Di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan

2020 · Book · Open Access

ABSTRAK AYUNI LESTARI. 2020. Eksistensi Patugur Dalam Upcara Wara Pada Umat Hindu Kaharingan Di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan (Perspektif Pendidikan Hindu). Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Ni Wayan Ramini Santika, M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji eksistensi Patugur dalam upacara Wara pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan. Keberadaan Patugur menjadi sarana pokok dalam upacara Wara yang memiliki nilai sakral dan makna religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman umat lain terhadap eksistensi, fungsi, makna, dan nilai Patugur dalam kepercayaan umat Hindu Kaharingan sehingga bentuk yang beragam dari Patugur tersebut dijadikan bahan gurauan atau penghinaan. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah eksistensi Patugur dalam upacara Wara pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?, 2) Apakah fungsi dan makna Patugur dalam upacara Wara pada umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?, 3) Apakah nilai pendidikan eksistensi Patugur dalam upacara Wara bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan ?. Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang eksistensi Patugur dalam upacara Wara yang dilaksanakan umat Hindu Kaharingan di Desa Kalahien. Hasil penelitian dikaji dengan teori eksistensialisme, teori simbol, dan teori nilai. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara Purposive. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran dan interpretasi, serta penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori eksistensialisme maka diperoleh bahwa eksistensi Patugur dalam upacara Wara bagi masyarakat Hindu Kaharingan yakni eksistensi pemujaan terhadap Tuhan, leluhur, alam lingkungan dan terhadap kebudayaan. Fungsi dan makna Patugur yang dianalisis dengan teori simbol, maka fungsinya antara lain fungsi religius, solidaritas dan kerukunan, kebersamaan dan kekeluargaan, sadar budaya, estetika dan fungsi ekonomi. Sedangkan makna yang terkandung yaitu makna religius, etika, estetika, simbolik, keharmonisan, dan makna pembebasan (Moksa). Nilai pendidikan terdapat yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai pendidikan Tattwa, etika (susila), material, dan tanggung jawab. Eksistensi, fungsi dan makna, serta nilai pendidikan saling berkaitan erat dalam tujuan untuk menjaga keseimbangan alam dengan kehidupan manusia agar meningkatkan kesejahteraan, kebahagiaan dan kedamaian, serta meningkatkan sradha dan bhakti guna terciptanya kehidupan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, dengan sesama, maupun manusia dengan alam. Kata Kunci: Eksistensi, Patugur dalam Upacara Wara

PERSEMBAHYANGAN PURNAMA PADA UMAT HINDU DI PURA PITAMAHA KOTA PALANGKA RAYA (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)

2020 · Book · Open Access

ABSTRAK LOLIK ROHNIA HANJAR SAPUTRIA NINGSIH. 2020. Persembahyangan Purnama Pada Umat Hindu Di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya (Perspektif Pendidikan Hindu). Pembimbing I. Dr. Mujiyono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Dr. I Nyoman Sidiastawa, S.Ag.,M.A Penelitian ini mengkaji persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Penelitian ini mengangkat fenomena masyarakat dalam memahami persembahyangan purnama pada umat Hindu. Masyarakat secara umum dan Hindu khususnya belum banyak memahami tentang persembahyangan purnama apa lagi pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan, dan implikasinya. Persembahyangan purnama mempunyai pelaksanaan, nilai-nilai pedidikan, dan implikasi bagi kehidupan manusia itu sendiri maupun orang lain. Berdasarkan hal di atas, maka penelitian ini difokuskan pada pembahasan tentang (1) pelaksanaan persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya, (2) nilai pendidikan Hindu dalam persembahyangan purnama bagi umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya, (3) implikasi nilai pendidikan Hindu dalam persembahyangan purnama dari umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengekplorasi, mendeskripsikan persembahyangan purnama, dan menganalisis pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan Hindu, implikasi dalam persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya (perspektif pendidikan Hindu). Data ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara porposive. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama dibantu dengan menggunakan pedoman wawancara, kamera, dan alat tulis lainnya. Setelah dilakukan verifikasi, data dianalisis dengan beberapa teori yang relevan seperti teori struktural fungsional, teori nilai dan teori implikasi. Hasilnya disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian ini dideskripsikan bahwa persembahyangan purnama pada umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya terbagi kedalam tiga tahapan yaitu tahap awal, tahapan pokok, dan tahapan akhir. Nilai pendidikan Hindu dalam persembahyangan purnama adalah: nilai material, nilai vital, dan nilai pendidikan keagamaan. Implikasi dalam persembahyangan purnama bagi umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya adalah bermacam-macam baik untuk masyarakat Hindu maupun untuk orang lain. Implikasi persembahyangan purnama bagi umat Hindu di Pura Pitamaha Kota Palangka Raya ini memiliki beberapa implikasi yaitu implikasi positif dan implikasi negatif. Interaksi sosial masyarakat Hindu dalam meningkatkan cinta kasih, persaudaraan, dan solidaritas menuju tujuan hidup lahir batin, keseimbangan serta kaharmonisan masyarakat Hindu dapat dikatakan sangat luar biasa baik