Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

1.954 item publik

Publikasi

Halaman 79 dari 98

Peranan Kepemimpinan Hindu Dalam Keluarga Di Desa Lunuk Ramba Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

2021 · Book · Open Access

WAYAN EKA SETIAWAN. 2020. Peranan Kepemimpinan Hindu Dalam Keluarga Di Desa Lunuk Ramba Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Hendri, S.Ag.,M.Si dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Skripsi ini mengkaji Peranan Kepemimpinan Hindu Dalam Keluarga di Desa Lunuk Ramba Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. kepemimpinan merupakan faktor penentu keberhasilan dalam membina keluarga yang bahagia.. Fenomena yang terjadi dimana peran keluarga sangat vital walaupun dalam pelaksanaannya banyak mengalami hambatan dan masalah serta pemahaman orang tua tentang strategi kepemimpinan Hindu yang kurang. Sehingga dalam penerapan strategi menjadi terkendala. Kemudian disamping itu pemahaman orang tua tentang konsep pengetahuan agama Hindu yang masih minim sehingga dalam penerapan strategi kepemimpinan Hindu tidak tersampaikan dengan baik pada keluarga. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah Peranan Kepemimpinan Hindu pada Keluarga di Desa Lunuk Ramba Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas?, 2) Faktor-faktor apakah yang menjadi penghambat Kepemimpinan Hindu pada Keluarga di Desa Lunuk Ramba Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas?, dan 3) Upaya-upaya apakah yang dilakukan dalam mengoptimalkan Peranan Kepemimpinan Hindu pada Keluarga di Desa Lunuk Ramba Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas?. Tujuan penelitian untuk menemukan pengetahuan tentang peranan kepemimpinan Hindu dalam keluarga di Desa Lunuk Ramba. Penelitian ini dikaji dengan teori Peranan, teori Interaksi Simbolik, dan teori Behavioristik. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dab sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, studi dokumen, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil yang dikaji dengan teori Peranan maka di peroleh bahwa peranan kepemimpinan Hindu dalam keluarga yaitu seorang pemimpin Sekaligus kepala rumah tangga harus mampu menyatukan seluruh anggota keluarga dalam jalan yang benar sesuai dengan ajaran agama dan Memastikan bahwa seluruh anggota keluarganya dalam keadaan baik secara lahir dan batin. Faktor penghambat kepemimpinan Hindu dalam keluarga yang dianalisis menggunakan teori interaksi simbolik, maka faktor-faktornya yaitu kurangnya pemahaman tentang kepemimpinan, kurangnya pembinaan yang intensip dari lembaga, kurangnya buku-buku pendidikan tentang agama, dan komunikasi yang kurang baik antar keluarga. Upaya dalam mengoptimalkan kepemimpinan Hindu yang dianalisis menggunakan teori Behavioristik yaitu memberikan pengetahuan agama tentang bagaimana cara memimpin yang baik kepada anak dan memberikan pembinaan secara intensip. Sehingga terwujudnya generasi penerus kepemimpinan yang baik dan berlandaskan dengan ajaran Hindu.

Pengelolaan pembelajaran pendidikan agama hindu di SDN-1 Desa penda muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas

2021 · Book · Open Access

YUNITA, 2020. Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD NEGERI 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas, Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang(IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing(I) LILIK, S.Ag.M.Pd.H Pembimbing (II) Dr. I Putu Widyanto,M.Pd.H Dalam proses belajar mengajar, guru memegang peran penting karena bertindak sebagai pengelolaan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan interaksi pembelajaran dan pengawasan pembelajaran yang menghasikan proses belajar mengajar yang mudah direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dengan baik sehingga bertujuan pembelajaran dapat tercapai secara efiktif dan efisian. Guru bertindak sebagai perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dalam memberikan motivasi kepada siswa, agar terjadi proses interaksi yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar dengan baik. Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai penyaji pelajaran khususnya didepan kelas, guru tidak hanya dituntut menyusun perencanaan pengajaran dan mentransfer pengetahuan dan pembelajaran yang disajikan kepada para siswanya. Tetapi guru juga harus mentransfer kecakapan rasa yang terkandung dalam materi pelajaran yang disajikan. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang persiapan dan pelaksanaan mengajar guru mata pelajaran Agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pengelolan perencanaan,pelaksanaan dan proses pengawasan belajar mata pelajaran Agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas tengan Kabupaten Kapuas. Metode penelitian yang saya adalah deskritif kualitatif dalam pelaksanaan penelitian ini, ditetapkan sebagai Informan adalah Kepala Sekolah, guru mata pelajaran Agama Hindu. Untuk memperoleh data penelitian digunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawacara dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : (a) persiapan pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas termasuk kategori efektif, karena guru ada membuat silabus, penyusunan RRP yang berdasarkan permendikbut No.22 Tahun 2006 tentang standar proses pendidikan dasar dan Menengah. (b) pelaksanaan pengelolaan pembelajaran agama Hindu di SD Negeri 1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas, meliputi: (1) pengelolaan pembelajaran dalam pembukaan materi pelajaran dan pemberitahuan, termasuk yang sangat efektif, (2) kegiatan evaluasi pembelajaran dalam bentuk pratest termasuk kategori baik dan evaluasi pembelajaran dalam bentuk pratest termasuk kategori cukup baik, (3) kegiatan tindak lanjut hasil evaluasi pembelajaran dalam hal pemberitahuan hasil evaluasi termasuk kategori cukup baik, dengan demikian disarankan, agar guru agama Hindu di SD Negeri-1 Desa Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupanten Kapuas lebih memantapkan lagi persiapan mengajarnya, sehingga pelaksanaan mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. (c) pengawasan pengelolaan pembelajaran agama Hindu di SD Negeri 1 Penda Muntei Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas terbagi menjadi dua, yaitu pengawasan dari segi Kepala Sekolah dan Guru agama Hindu. Pengawasan yang dilakukan oleh kepala sekolah mengenai pembelajaran mata pelajaran agama Hindu dapat dikatakan cukup baik, sedangkan pengawasan yang dilakukan oleh guru agama Hindu juga termasuk kategori baik karena pihak guru selalu mengawas dan mengamati perkembangan siswa oleh karena itu, kegiatan pembelajaran menjadi efektif dan efisien.

EFEKTIVITAS ANTARA BELAJAR KELOMPOK DAN BELAJAR INDIVIDU MATA PELAJARAN AGAMA HINDU SISWA SDN 1 BARONANG II, KABUPATEN KAPUAS

2021 · Book · Open Access

berbagai jenis dan tingkatan ada kemungkinan siswanya yang mengalami kesulitan belajar seperti belajar tidak dengan sungguh-sungguh, kondisi kesehatan kurang mendukung untuk belajar, tidak belajar dirumah, masalah keluarga dan sulit untuk menangkap pelajaran dengan cepat didalam proses belajar mengajar tentunya terdapat banyak hambatan yang dialami oleh seorang guru yang dapat menyulitkan dalam mengajar dan menurunkan prestasi belajar siswa.

PENGARUH MEDIA KOMONIKASI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT UMAT HINDU KAHARINGAN DI DESA TUMBANG PASANGON KECEMATAN HULU UTARA KABUPATEN GUNUNG MAS

RABUT
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK RABUT, 2020 :Pengaruh Media Komunikasi Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tumbang Pasangon Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing I Dr. Tardi Edung, S.Ag.,M.Ag, Pembimbing II Ni Nyoman Ayu Wilantari, S.Ag.,M.Fil.H Pengaruh media komunikasi di dalam kehidupan sosial masyarakat dapat dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di kota besar maupun masyarakat yang berada di kota kecil. Pengaruh yang diakibatkan media komunikasi telah menjangkau semua bidang kehidupan yaitu ekonomi, agama maupun pendidikan. Masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah penggunaan media komunikasi dalam kehidupan sosial masyarakat umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Pasangon Kecamatan Kahayan Hulu Utara. 2) Bagaimanakah pengaruh media komunikasi dalam kehidupan sosial masyarakat umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Pasangon Kecamatan Kahayan Hulu Utara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Peran, Teori Fungsionalisme, Teori Komunikasi. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif. peneliti ingin mendeskripsikan data lapangan yang didapat sehingga mendapat sebuah gambaran umum mengenai permasalahan penelitian, sedangkan teknik penentuan informan menggunakan teknik purpofsive sampling yaitu penentuan informan berdasarkan pertimbangan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen, teknik analisis data menggunakan teknik analisis mengalir. Berdasarkan hasil penelitian dapat peneliti simpulkan: 1) Penggunaan media komunikasi dalam kehidupan sosial masyarakat umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Pasangon Kecamatan Kahayan Hulu Utara seperti televisi dan Handphone yang dapat diakses melalui jejaringan internet adalah sebagai mediator yang mampu memberikan sekaligus menyuguhkan siaran-siaran yang bermanfaat dan bermakna bagi pemanusiaan umat manusia dalam acara mimbar agama. 2) Pengaruh Media Komunikasi Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Pasangon Kecamatan Kahayan Hulu Utara memiliki dampak baik, media komunikasi seperti internet, televisi, handphone dan mimbar agama dapat membantu masyarakat memperoleh informasi dalam bidang keagamaan. Walaupun terkendala karena keterbatasan akses sinyal internet teruma di Desa Tumbang Pasangon ini.

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI-1 KATINGAN HULU KABUPATEN KATINGAN (pERSPEKTIF mANAJEMEN pENDIDIKAN)

2021 · Book · Open Access

ABTRAKSI Suandi. 2020. “Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan (Perspektif Manajemen Pendidikan). Pembimbing I : Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Pembimbing II : Dr. I Wayan Salendra, M.Si Konsep Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu menunjukan bahwa adanya kencendrungan belum mampu untuk mengelola beberapa rangkain proses kegiatan belajar mengajar secara menyeluruh, efektif dan oftimal. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu (1) Bagaimanakah peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan, (2) Bagaimanakah implikasi guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Behavioristik. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode pembelajaran tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan berdasarkan pada dua elemen dasar yakni Peran Guru Agama Hindu, dan Pendidikan agama Hindu. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada peran guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan. Peran guru sebagai pelaku utama dalam penerapan program pendidikan di sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi murid-murid untuk mencapai tujuan. Kedua, implikasi guru Pendidikan Agama Hindu dalam pembelajaran di SMA Negeri-1 Katingan Hulu Kabupaten Katingan Perspektif Manajemen Pendidikan, fokus pada tiga implikasi yaitu Implikasi Pendidikan, Pembelajaran, dan Pengajaran Agama Hindu, Implikasi Prinsip Pembelajaran Guru Agama Hindu, dan Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran Agama Hindu, tiga implikasi tersebut, mengerucut pada dua tindakan implikasi yaitu implikasi prinsip pembelajaran dan implikasi Teori Pembelajaran yang terfokus pada peran guru Agama Hindu untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara. Kata Kunci : Peran Guru Agama Hindu, Pendidikan Agama Hindu, dan Pelaksanaan Pembelajaran

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VISUAL MATA PELAJARAN AGAMA HINDU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 MANUHING RAYA KABUPATEN GUNUNG MAS

2021 · Book · Open Access

ABSTRAK MIRA ASMARA, 2020. Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Visual Mata Pelajaran Agama Hindu Siswa Kelas VIIISMP Negeri1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas.FakultasDharma Acarya. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing IDr. Drs. I Wayan Karya.,M.Pd.,M.Sidan Pembimbing IIHendri, S. Ag., M. Si Dalam proses belajar mengajar Media itu tidak dapat dipisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya. Begitu juga halnya fenomena yang terjadi dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 1 Manuhing RayaKelurahan TehangKabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah, penerapan media pembelajaran telah dilakukan demi tercapainya hasil belajar yang diinginkan akan tetapi belum diketahui apakah penggunaan media pembelajaran berbasis visual tersebut dapat berpengaruh terhadap hasil atau prestasi belajar siswa dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu. Dari gambaran di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Visual Terhadap Hasil Belajar Siswa Hindu Dalam Mata Pelajaran Agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas? Manfaat Penelitian adalah Memberikan suatu masukan kepada guru Agama Hindu agar dapat menggunakan media pengajaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai secara efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 18 siswa Hindu kelas VIIISMP Negeri 1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas,sedangkan Sampel Penelitian berupa sampel total yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Teknik Pengumpulan Data menggunakan Teknik Observasi, wawancara, dokumentasi dan eksperimen. Teknik Analisa Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Uji t, yaitu untuk mengetahui tentang pengaruh penerapan media pembelajaran berbasis visual mata pelajaran Agama kelas VIII di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kabupaten Gunung MasTahun Ajaran 2019/2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mean atau Rata-rata ( = 76,78dan = 70,72, Standar Deviasi ( = 6,7 dan = 3,09), Varian( = 44,89 dan = 9,51), Korelasi( r )=-0,59, r (determinan) = 34,81%. Dari perhitungan uji t diperoleh nilai t hitung sebesar 1,28. Dengan db sebesar 16 diperoleh t pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,746. Karena “t” yang diperoleh dalam perhitungan (t ) lebih kecil dari pada t 1,28<1,746, maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan media pembelajaran berbasis visual terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing RayaKelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga hipotesis ( ) bahwa penerapan media pembelajaran berbasis visual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Ma Provinsi Kalimantan Tengah ditolak dan hipotesis ( ) bahwa penerapan media pembelajaran berbasis visual tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa Hindu dalam mata pelajaran agama Hindu di SMP Negeri 1 Manuhing Raya Kelurahan Tehang Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Terkait dengan hasil penelitian ini disarankan agar guru agama Hindu lebih memberikan perhatian terhadap cara penyampaian materi pelajaran kepada siswa terutama penggunaan media pengajaran yang trepat sesuai dengan pokok bahasan atau materi yang disampaikan demi kemajuan prestasi siswanya.

Penyelesaian Kasus Perceraian Melalui Lembaga Kedamangan Di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas.

2021 · Book · Open Access

ABSTRAK SRIYAYUNI, 2020. Penyelesaian Kasus Perceraian Melalui Lembaga Kedamangan Di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas. Tesis Strata Dua (S-2), Prodi Ilmu Hukum Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing (I) Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing (II) Dr. Drs. I Made Suyasa, MAP.,M.Si Akhir-akhir ini banyak sekali dijumpai kasus-kasus di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas, khususnya mengenai masalah rumah tangga salah satunya yaitu masalah kasus perceraian yang mengharuskan Damang kepala adat untuk menyelesaikan kasus tersebut. Ketidak harmonisan dalam rumah tangga, alasan yang paling kerap dikemukakan oleh pasangan suami istri yang akan bercerai. Perceraian dalam masyarakat Dayak tidak lepas dari surat perjanjian perkawinan yang dilakukan. Dalam surat kawin dituangkan perjanjian kawin yang memuat beberapa ketentuan atas kesepakatan bersama, salah satunya mengatur tentang perceraian sebagai kekuatan Hukum Adat dalam mengambil keputusan oleh Damang Kepala Adat. Rumusan masalah pada penelitian ini ada tiga (3) yaitu 1). Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya perceraian di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas? 2). Bagaimana proses penyelesaian kasus perceraian melalui Damang Kepala Adat di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas? 3). Bagaimanakah implikasi hukum putusan damang kepala adat pada penyelesaian kasus perceraian di Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas? Teori yang digunakan yaitu tindakan sosial (Max Weber), teori keadilan (Rawls), teori koflik (Lewis A. Coser). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami penomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dari lapangan, penyebab perceraian terbagi menjadi dua faktor yaitu, faktor internal (faktor usia muda, faktor ketidak sesuaian pendapat dalam rumah tangga dan faktor kekerasan dalam rumah tangga) dan faktor eksternal (faktor ekonomi, faktor ikut campur orang tua dan faktor orang ketiga/perselingkuhan). Sedangkan proses penyelesaian kasus perceraian tersebut diselesaikan secara musyawarah mufakat yang diselesaikan oleh damang. Kemudian implikasi hukum putusan damang kepala adat pada penyelesaian kasus perceraian dampak positif (mempererat hubungan sosial, menegakkan hukum adat, dan mengembalikan keseimbangan alam) dan dampak negatif (rusaknya keseimbangan alam, terganggunya hubungan sosial dan berpengaruh terhadap perkembangan psikologis anak). Sedangkan sanksi adat sesuai dengan tindakannya yaitu pelanggaran adat pasal 2 Singer Tungkun ( denda adat merampas ietri orang) dan 5 Singer Hatulang Belum (denda adat dalam perceraian sepihak). Dalam pasal ini, jenis tindakan sengaja dilakukan, maka dapat dikenakan sanksi atau denda sesuai kontrak surat perjanjian kawin kedua belah pihak dan kekuatan hukum putusan yang dikeluarkan lembaga kedamangan terhadap pelaku bersifat mengikat dan sah, yang disaksikan orang banyak seperti damang, mantir adat, keluarga/ahli waris kedua belah pihak, tokoh masyarakat dan masyarakat.

PIMPINAN CABANG KESATUAN MAHASISWA HINDU DHARMA INDONESIA DALAM UAPAYA MENINGKATKAN KUANTITAS DAN KUALITAS KADER DI KOTA PALANGKA RAYA

2021 · Book · Open Access

ABSTRAK Manusia sebagai mahluk sosial yang selalu melakukan interaksi sosial, dan hal itu pulalah yang kemudian menciptakan terbentuknya suatu kelompok atau organisasi sosial. Organisasi di Indonesia, tidak hanya terdapat dalam kehidupan masyarakat secara umum saja, melainkan juga banyak terdapat dalam kehidupan masyarakat kampus, khususnya kalangan mahasiswa. Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia adalah salahsatu organisasi kemahasiswaan yang bernafaskan Hindu dan bersekala nasional dengan mahasiswa sebagai kaum intelektual. Penelitian dengan judul “Eksistensi Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Dalam Upaya Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Kader di Kota Palangka Raya”, memiliki rumusan masalah 1) apa saja kerndala yang dihadapi. 2) bagaimana upaya PC KMHDI dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kader. Landasan teori yang gunakan yaitu teori eksistensi dan teori organisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Ada pun sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dari press release serta dari data PC KMHDI Palangka Raya. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa 1) Upaya yang dilakukan Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas kader adalah: melakukan tahapan-tahapan kaderisasai yang sesuai dengan AD/ART KMHDI, melakukan atau mengikuti diklat-diklat organisasi, kewirausahaan dan sebagainya, melakukan sosialisasi tentang eksistensi PC KMHDI dan selalu bekerjasama atau berkoordinasi dengan pihak-pihak lembaga keagamaan Hindu yang ada di Kota Palangka Raya. 2) Kendala Yang Dihadapai Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia Dalam Upaya Meningkatkan Kuantitas Dan Kualitas Kader Di Kota Palangka Raya adalah: kurangnya kemaun kader untuk aktif dalam setiap kegiatan yang diselengarakan PC KMHDI, minimnya kemauan mahasiswa Hindu di Palangka Raya untuk berorganisasi khususnya organisasi keagamaan, tidak samanya kalender akademik setiap Perguruan Tinggi di Kota Palangka Raya, dan kurangnya koordinasi dan komunikasi yang baik antar kader.

Evaluasi Kinerja Guru Dalam Pengelolaan Pembelajaran Agama Hindu di SMA Negeri se Kabupaten Katingan

2021 · Book · Open Access

Teachers as educational staff greatly determine the success of educational goals and also the level of educational quality, this is because the teacher has a strategic position to teach students directly. Teacher also has a role as a planner and a person who provide guidance to the students so they can be able to compete in the global era. This study aims to evaluate teachers’ performance on the Hindu learning management in Senior High Schools of Katingan District Academic Year 2020/2021 viewed by the aspects: (1) planning management, implementation, and learning evaluation and also (2) the utilization management of learning evaluation results. Population in this study were 262 people consisting of 5 headmasters, 5 hindu teachers, and 252 students in Senior High Schools of Katingan District from 4 (four) sub-districts in Katingan District. The sampling technique used was purposive sampling technique of 50% of the total students’ population, in order to obtain a total sample of 136 people consisting of 126 students, 5 Hindu teachers, and 5 headmasters. The performance evaluation model in this study uses a quantitative approach Countenance Evaluation Model by Robert E. Stake, which was to compare perfomance from several dimensions of ideal criteria theoretically with the reality actual performance. Collecting data using observation, questionnaires, interviews, and documentation. The data analysis technique used was descriptive quantitative statistics and categorization. The results of this study indicate that: (1) The performance of teachers in planning management, implementation, and Hindu learning evaluation in Senior High Schools of Katingan District as follows: (a) The performance of teachers in the management of learning planning activities was mostly in the very good category, (b) The performance of teachers managing the implementation of Hindu learning activities in Senior High Schools of Katingan District, included activities: opening lessons and notification of learning subjects, variations in the use of learning methods, class management, and closing learning, including in the very good category. However, in terms of the use of learning media and student motivation categorized as good as it is. (c) The performance of teachers managing the evaluation of Hindu learning activities in Senior High Schools in Katingan District academic year 2020/2021, as follows: the evaluation results of student learning class X and XI an average of 74,16% categorized as quite good, likewise in terms of remedial and enrichment activities, it was categorized as good enough, however in term of notification of test results it was categorized as good. (2) The performance of teachers managing the utilization of the evaluation results of Hindu religious learning in Senior High Schools of Katingan District Academic Year 2020/2021, as follows: as an effort to increase student learning motivation, as an effort to improve teacher teaching patterns, and as an effort to improve student learning patterns were categorized as quite good. Based on the research analysis with the proposed hypothesis, the results of this study indicated that the performance of teachers on the Hindu learning management in Senior High Schools of Katingan District still not entirely implemented properly. Therefore, null Hypothesis (H0) which states that: “The teachers’ performance on the Hindu learning management in Senior High Schools of Katingan District Academic Year 2020 were not too good” has been received, so that the Working Hypothesis (H1) which states that: “The performance of teachers on the Hindu learning management in Senior High Schools of Katingan District Academic Year 2020 was very good” has been rejected.