STUDI PENGANTAR Pendidikan Agama Islam
Buku ini berisikan bahan-bahan mata kuliah Pendidikan Agama Islam untuk mahasiswa S1 Institut Seni Indonesia.
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Buku ini berisikan bahan-bahan mata kuliah Pendidikan Agama Islam untuk mahasiswa S1 Institut Seni Indonesia.
Upaya manusia mengenal Tuhan merupakan kajian yang menarik,karena manusia pada dasarnya manusia merupakan makhluk yangmeskipun berkehidupan dinamis dan pantastik dibanding makhlukhidup lainnya yang statis tetapi juga memiliki keterbatasan dalamsemua lini kehidupan. Mengenal Tuhan merupakan hal yangbersifat imani, maka sebagai aspek keimanan mendapat perhatiandan pengkajian yang begitu intensif, sehingga mudah didapat ditengah masyarakat. Aspek yang akan dikaji dalam tulisan ini adalahaspek kejiwaan dan nilai. Aspek ini belum mendapat perhatianseperti perhatian terhadap aspek lainnya. Kecintaan kepada Allah,ikhlas beramal hanya karena Allah, serta mengabdikan diri dantawakal sepenuhnya kepada-Nya, merupakan nilai keutamaan yangperlu diperhatikan dan harus diutamakan dalam menyempurnakancabang-cabang keimanan.
Pendidikan Agama Islam yang merupakan bagian dari materi pendidikan yang diajarkan di dalam suatu lembaga pendidikan, memberikan suatu harapan kepada peserta didik untuk dapat “beragama yang baik” dan mampu mengamalkan segala sesuatu yang telah diajarkan dalam mata pelajaran tersebut. Namun pada kenyataannya, Pendidikan Agama Islam yang diajarkan di berbagai lembaga pendidikan, dewasa ini mengalami berbagai macam tantangan dan kritik dari berbagai pihak. Selama ini telah banyak pemikiran dan kebijakan yang diambil dalam rangka peningkatan kualitas Pendidikan Agama Islam yang diharapkan mampu memberikan nuansa baru bagi pengembangan sistem pendidikan di Indonesia dan sekaligus hendak memberikan kontribusi dalam menjabarkan makna Pendidikan Nasional yang berfungsi sebagai kemampuan dan membangun watak serta peradaban bangsa yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Buku ini mengungkapkan bahwa semakin mengadopsi materi agama nonmuslim maka pembelajaran PAI pada peserta didik plural agama dapat diterima. Hal ini terus terlaksana karena tidak dijumpai peserta didik pluralistik mengkonversi agamanya menjadi agama Islam. Pembelajaran PAI pada peserta didik plural agama tersebut dilakukan hanya pada aspek pengetahuan. Pelaksanaan ini dapat terus berlangsung dan dapat diketahui melalui beberapa hal. Kebijakan Yapis Papua dalam Pembelajaran PAI pada masyarakat pluralistik tidak memperhatikan keagamaan yang dianut para siswa melainkan hanya mengajarkan agama tertentu terhadap para siswa yang beragam keagamaannya. Namun demikian, cara pembelajaran PAI yang demikian itu dapat berjalan secara efektif atau tidak menimbulkan resistensi. Hal ini terjadi disebabkan pembelajaran di Yapis Papua tidak bertujuan mengganti keagamaan para siswa, tidak memaksa peserta didik menkonversi agamanya ke dalam agama Islam, tidak mewajibkan penghayatan dan pengamalan pengetahuan agama Islam. Penerapan pembelajaran ini dilakukan tidak sepenuhnya misi ideologi tetapi lebih didasari pada pertimbangan misi sosial terutama pengenalan Islam, karena pembelajaran pendidikan agama Islam diberikan kepada siswa nonmuslim tidak menjadikan mereka keluar dari agamanya justru menjadikan pelajaran pendidikan agama sebagai sarana memperkenalkan agama Islam. Penerapan pembelajaran PAI pada 3 satuan pendidikan Yapis Papua yaitu Universitas Yapis Papua, SMK Hikmah Yapis, dan SMA Hikmah Yapis dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru sebagai ahli yang memegang kontrol selama proses pembelajaran, model teacher centris, strategi pembelajaran ekspositori. Guru/Dosen sebagai subyek dalam pembelajaran PAI dimana pendidik tidak mengharuskan peserta didik pluralis mengamalkan ajaran agama Islam, memasukkan unsur nilai dan ajaran agama non muslim di dalam materi pembelajaran PAI, guru menurunkan nilai standar kriteria ketuntasan minimal bagi peserta didik nonmuslim. Pada sisi kognitif, guru menyadur ajaran agama peserta didik pluralistik. Pada sisi psikomotorik mereka hanya mengetahui praktik keagamaan namun tidak dilaksanakan. Pada sisi afektif, guru mengambil nilai-nilai yang sama dengan ajaran agama lain yang sesuai dengan afektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Adapun tujuan penyusunan buku ini kegunaannya untuk memenuhi kewajiban sebagai dosen dalam pemberian materi kuliah supaya dapat tersedia buku acuannya, sehingga mahasiswa lebih memahami.
Untuk versi cetak, silakan kunjungi link: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2021/4/pasti-bisa-pendidikan-agama-islam-dan-budi-pekerti-untuk-smama-kelas-xii#.YXIXgVVBxhE Seri buku PASTI BISA merupakan buku pengayaan yang disusun berdasarkan Kurikulum 2013. Buku ini berisi materi dan soal-soal latihan untuk membantu siswa menghadapi ulangan harian dan ulangan akhir semester. Buku yang membantu siswa mempersiapkan diri agar sukses meraih nilai tinggi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut. • Berisi ringkasan materi pelajaran sesuai Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam Kurikulum 2013. • Dilengkapi contoh-contoh soal pada setiap subbab yang dibahas secara gamblang dan mudah dipahami (belajar melalui contoh). • Dilengkapi soal-soal latihan yang komprehensif di bagian akhir bab untuk menguji pemahaman materi di setiap bab. • Dilengkapi soal-soal Penilaian Hasil Belajar Semester 1 dan Penilaian Hasil Belajar Semester 2 sebagai latihan untuk menghadapi ulangan akhir semester. Seri PASTI BISA membantu mencapai kesuksesan meraih nilai tinggi pada ulangan harian dan ulangan akhir semester.
Manusia merupakan makhluk unik bila dibandingkan dengan mahluk yang lainnya. Keunikan manusia disebabkan banyak faktor. Salah satu faktor tersebut adalah secara biologis manusia memiliki sistem biologis yang sempurna, tak hayal al-Quran menyebutnya dengan sebutan Ahsan al-Taqwim (paling sempurnanya ciptaan).[1] Dalam beberapa tafsir dikatakan bahwa, manusia dilengkapi dengan akal budi (hati), sehingga terdapat kurva naik turun dalam prilakunya dan terkadang menyebabkan mereka disebut dengan Asfala Safiliin, jika berbuat keburukan. Hal inilah yang membedahkan antara manusia dengan ciptaan lainnya. Belum lagi pandangan kaum sosiolog, manusia disebut dengan makhluk sosial, Zoon Polition. Dalam istilah agama Islam disebut dengan Hablun Min al-Nas. Menariknya, Islam membaginya lagi dengan istilah Hablun Min Allah. Begitu pula para filosof menyebut manusia dengan istilah Hayawan al-Natiqun (makhluq yang bisa berfikir), dengan akalnya, manusia berbeda dengan makhluq lainnya. [1] Lihat surat al-Tin ayat: 4.
Pendidikan Agama Islam Analisis Kebijakan Pendidikan Agama Islam Indonesia Era 4.0 ini merupakan buku yang dihadirkan guna menjawab tantangan pendidikan agama Islam yang secara sadar sedang menghadapi masa revolusi industri 4.0 sehingga dalam menyikapi hal tersebut penulis mencoba menelaah secara sistematis terkait kebijakan pendidikan agama Islam di Indonesia dengan demikian dapat dianalisa kelemahan dan kekuatannya serta dapat menghasilkan corak dan solusi terhadap pendidikan agama Islam era 4.0 tersebut. Penghimpunan buku ini bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa yang sedang studi mata kuliah Kebijakan Pendidikan. Selebihnya buku ini juga bertujuan untuk membantu memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa sebagai calon guru serta bahan bacaan para dosen yang mengampu mata kuliah tersebut. Harapan penulis semoga buku ini dapat menjadi blueprint bagi para guru, dosen dan mahasiswa sebagai calon-calon guru masa depan yang membawa tugas mulia yakni mengajar, mendidik, dan di dalamnya termasuk penilaian serta pengabdian.
Dalam buku pendidikan agama islam ini terdapat tiga bagian substansi materi, bagian pertama penulis membahas tentang Tauhid, Iman, Ilmu, Akhlak, Ibadah dan Taqwa. untuk bagian kedua, terdiri dari masalah Tuhan Yang Maha Esa, Alam dan Manusia, Tugas manusia, Agama dan dinul Islam, Syariat Islam, Al–Quran dan Risalah, Sunnah Rasul, Sunnah dan Alam Gaib. Sedangkan untuk bagian yang ketiga, penulis menjelaskan tentang Pendidikan Islam tahap akhir, yang diantaranya menjelaskan tentang adanya qada dan qadhar, akhirat lanjutan kehidupan di dunia, sam’iyat, hakikat kebangkitan, surga dan neraka. kami yakin buku ini dapat memberikan manfaat dalam memperluas khasanah keilmuan pembaca khususnya pendidikan agama islam.
Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa serta mayoritas penduduk di Indonesia adalah beragama Islam. Namun pendidikan agama (juga Pendidikan Agama Islam) di lembaga pendidikan umum termasuk pada Perguruan Tinggi Umum belum terdapat posisi yang diharapkan oleh sebagian kalangan. Hal ini terutama dalam sistem pembelajarannya, legitimasi dari lingkungan kampus, dan porsi jam mata kuliahnya. Walaupun tak dipungkiri adakala ditemui fasilitas dan berbagai kegiatan keagamaan Islam di kampus PTU. Misalnya tersedianya Masjid, laboratorium PAI, buku bernuansa agama Islam, ekstrakurikuler (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang bernuansa Islam, dan diadakan kegiatan keagamaan seperti pengajian. Ataupun bentuk kegiatan ilmiah dan formal yang bernuansa Islam, salah satu contohnya diadakan pembekalan keagamaan bagi mahasiswa baru saat dilaksanakan proses orientasi (OSPEK).
Ajaran agama Islam tidak cukup hanya menjadi pemahaman. Lebih dari itu, agama harus menjadi modal pengamalan dalam kehidupan sosial. Sejatinya, agama hadir untuk menjawab segala persoalan hidup yang dihadapi umat manusia dari zaman dulu, sekarang, dan yang akan datang. Tanpa agama, manusia tidak akan merasakan makna indahnya kehidupan dunia karena dunia dan segala isinya bukan ukuran kemuliaan dan derajat manusia. Hanya dengan iman dan ketakwaan yang menjadi ruh beragama maka manusia akan mendapatkan derajat dan kemuliaan di sisi Allah dan seluruh makhluk-Nya. Dengan seni hidup menjadi indah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dan dengan agama hidup menjadi terarah. Dibutuhkan sumber-sumber yang akurat dalam memahami agama Islam secara menyeluruh dan mendalam. Berbagai sumber yang dapat dijadikan rujukan ialah Al-Quran, Al-Hadits, Ijma, serta Qias dari para ulama. Al-Quran menjadi pedoman utama yang berisi tentang berbagai hal, mulai dari masalah ibadah, amaliyah (perbuatan) manusia, hari akhir, kisah-kisah umat terdahulu, muamalah/sosial, sejarah, serta ilmu pengetahuan. Seluruh persoalaan yang dihadapi oleh manusia telah ada jawabannya pada ayat-ayat yang Allah turunkan. Buku ini berisi literasi beragama Islam yang dipadukan dengan ayat-ayat Al-Quran untuk menambah wawasan yang komprehensif serta akurat. Kita akan lebih mudah memahami nilai ajaran agama Islam yang terkandung dalam Al-Quran secara utuh serta mampu mewujudkan agama Islam sebagai agama Rahmatan Lil ‘Alamiin.
Penelitian ini dilatarbelakangi akan pentingnya implementasi suatu kebijakan pendidikan dalam meningkatkan mutu peserta didik lulusan dalam hal ini kebijakan USBN PAI. Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis implementasi kebijakan USBN PAI di sekolah dasar. Meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan kendala kebijakan USBN PAI di sekolah. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui, mengidentifikasi dan menganalisis; perencanaan implementasi kebijakan, pelaksanaan implementasi; evaluasi implementasi dan faktor pendukung dan kendala implementasi kebijakan USBN PAI dalam meningkatkan mutu lulusan peserta didik di SDN 1 Pengadilan dan SDN Sindanggalih. Manajemen Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.
Secara garis besar isi buku ini mengenai analisis pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, proses pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam, evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam, pengembangan bahan ajar Pendidikan Agama Islam, strategi pembelajaran melalui Pendekatan Saintifik, analisis dan pengembangan kompetensi sikap spiritual peserta didik dalam konteks Kurikulum 2013 yang terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, pengembangan motivasi pembelajaran bagi peserta didik. Semoga dengan hadirnya buku ini dapat memberikan referensi yang begitu jelas bagi para akademisi, terlebih bagi para pendidik yang mengampu tugas di sekolah maupun madrasah. Tidak lupa buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan para pendidik dan para akademisi untuk mencapai kompetensi yang diharapkannya bagi peserta didik yang menjadi binaannya masing-masing, yang telah disesuaikan dengan Kurikulum 2013. Sehingga dengan demikian, buku ini layak di baca insan akademik dalam menambah wawasan khasanah keilmuan pendidikan dalam memberikan asupan pengetahuan kepada peserta didik supaya menjadi pribadi yang labih baik lagi. Tujuan dasar buku ini adalah menciptkan dan mewujudkan kesadaran pentingnya pendidikan bagi warga Negara Indonesia terutama pendidikan berbasis agama Islam agar terwujudnya nuansa ilmu pengetahuan di lingkungan sekolah dan madrasah sebagai salah satu wujud mendidik, membimbing, dan mencerdaskan anak bangsa.
Revolusi industri 4.0 dengan segudang manfaat dan kecanggihannya menciptakan persaingan global yang semakin kompetitif. Individu dituntut agar semakin kreatif dan inovatif, serta menguasai berbagai keahlian. Karenanya guna menciptakan individu-individu yang berkualitas, pendidikan wajib berbenah diri. Salah satunya dengan merancang ulang (redesain) pembelajaran. Dalam revolusi industri 4.0, pembelajaran ditempatkan sebagai interaksi antara peserta didik dan pendidik yang saling berkolaborasi melengkapi satu sama lain. Pendidik membimbing, mengarahkan, dan membina potensi, bakat, dan minat peserta didik. Pendidik dituntut memiliki keahlian dan keterampilan di bidang teknologi, serta menguasai pengembangan pembelajaran berbasis digital. Pendidikan Agama Islam(PAI), khususnya, menjadi krusial menciptakan pembelajaran yang mampu mengakomodasi individu di era digital, tanpa mengurangi nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Berlandaskan pemikiran tersebut, peran guru PAI di sekolah menjadi sorotan utama dalam buku ini. Penulis menelusuri secara mendalam peranan guru PAI dalam meredesain pembelajaran Pendidikan Agama Islam guna menghadapi revolusi industri 4.0 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri. Redesain pembelajaran dilakukan melalui teknik, taktik, pendekatan, metode, media dan materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Buku ini merupakan sebuah respon dalam menyambut era industri digital 4.0, dengan harapan pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam, terus berbenah diri demi meningkatkan kualitas hidup peserta didik yang beriman, kompeten, dan berakhlak mulia. Semoga bermanfaat! Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
Buku ini disusun selengkap mungkin sebagai referensi mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) di Perguruan Tinggi Islam maupun Perguruan Tinggi Umum, mengingat pentingnya pemahaman ajaran Islam secara utuh-komprehensif (kaffah), baik dimensi Akidah, Syariah, Akhlak, Sejarah dan Uswah. Hal ini dikarenakan, ketika ajaran Islam dipahami secara parsial, maka berisiko menjadi pribadi yang berkepribadian terbelah (split personality). Semisal oknum umat muslim yang aktif beribadah kepada Allah SWT, akan tetapi aktif pula bertindak intoleran dan meneror umat manusia yang secara gegabah dinilai “sesat”.
Salah satu perintah terpenting dalam ajaran Islam adalah perintah untuk menuntut Ilmu dan mengamalkannya. Kemudian, Ilmu yang paling utama untuk dikejar dan diamalkan itu adalah ilmu Agama Islam yang didalamnya diajarkan mengenai implementasi ketuhanan dan etika Islam. Kebutuhan intelektual di masa milenial ini menuntut para pemikir dan cendikiawan Islam harus lebih reaktif terhadap kebutuhan yang semakin berkembang ini. Di mana setiap ajaran Pendidikan Agama Islam dituntut untuk mampu mendapatkan posisi untuk diimplementasikan dalam berbagai aktivitas, dan salah satunya adalah dalam bidang Kesehatan atau Kebidanan. Melalui buku ini, Muhammad Iqbal, Khairani dan Maidina Putri menghadirkan gaya baru dalam menghidangkan kajian pendidikan agama Islam. dengan gaya bahasa yang simple dan mudah difahami, mereka mengungkapkan beberapa pesan dalam Al Quran terhadap kajian kebidanan, juga pesan dalam hadis mengenai terapan yang harus dijalani bagi setiap muslim yang berprofesi sebagai bidan. Dengan berharap ridho Allah Swt dan diiringi dengan do‟a para orang tua dan seluruh akademisi yang mendukung terbitnya buku ini. Kami berharap agar buku ini memberikan banyak manfaat bagi para pengkaji Islam dalam bidang ilmu Kebidanan.
Buku ini membahas 8 materi pokok Pendidikan Agama Islam sebagaimana yang direkomendasikan dalam Surat Edaran Kemenristek Dikti Nomor 435/B/SE/2016. Didesain layaknya modul perkuliahan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, untuk perkuliahan daring maupun luring.
Untuk versi cetak, silakan kunjungi link: http://www.penerbitduta.com/read_resensi/2017/6/pasti-bisa-pend-agama-islam-dan-budi-pekerti-vii-smpmts-kur-2013-revisi#.YW1DuVVBxhE Seri buku PASTI BISA merupakan buku pengayaan yang disusun berdasarkan Kurikulum 2013. Buku ini berisi materi dan soal-soal latihan untuk membantu siswa menghadapi ulangan harian dan ulangan akhir semester. Buku yang membantu siswa mempersiapkan diri agar sukses meraih nilai tinggi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut. • Berisi ringkasan materi pelajaran sesuai Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam Kurikulum 2013. • Dilengkapi contoh-contoh soal pada setiap subbab yang dibahas secara gamblang dan mudah dipahami (belajar melalui contoh). • Dilengkapi soal-soal latihan yang komprehensif di bagian akhir bab untuk menguji pemahaman materi di setiap bab. • Dilengkapi soal-soal Penilaian Hasil Belajar Semester 1 dan Penilaian Hasil Belajar Semester 2 sebagai latihan untuk menghadapi ulangan akhir semester. Seri PASTI BISA membantu mencapai kesuksesan meraih nilai tinggi pada ulangan harian dan ulangan akhir semester.