Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

932 item publik

Publikasi

Halaman 7 dari 47

Peran Pustakawan dalam Mengelola Buku Agama Hindu di IAHN TP Palangka Raya

ICA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pustakawan dalam mengelola buku pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya ketersediaan literatur pendidikan Agama Hindu dalam mendukung proses belajar-mengajar di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan telah berperan penting dalam menyediakan koleksi buku pendidikan bernuansa Agama Hindu, meskipun jumlahnya masih terbatas. Pustakawan berperan dalam pengadaan, penyusunan, klasifikasi, serta pelayanan sirkulasi dan referensi. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan jumlah pustakawan, minimnya penulis serta penerbit buku Hindu, sehingga koleksi yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan mahasiswa dan dosen. Secara keseluruhan, perpustakaan berkontribusi positif dalam menunjang kegiatan akademik, namun masih perlu pengembangan koleksi, peningkatan kualitas layanan, serta pemanfaatan teknologi yang lebih optimal.

Pembelajaran Tri Kaya Parisudha pada Siswa Hindu Kelas 3 di SD Negeri - 8 Langkai Palangka Raya

RUSTA
2025 · Thesis · Open Access

Pembelajaran nilai-nilai agama Hindu memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik sejak usia dini. Salah satu ajaran pokok yang menjadi landasan moral adalah Tri Kaya Parisudha, yaitu berpikir baik (Manacika), berkata baik (Wacika), dan berbuat baik (Kayika). Namun, dalam praktiknya, guru sering menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu pembelajaran, variasi tingkat pemahaman siswa, serta kurangnya dukungan dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal tersebut menjadi latar belakang penting bagi penelitian ini yang berupaya mengkaji bagaimana pelaksanaan pembelajaran Tri Kaya Parisudha diterapkan di sekolah dasar serta sejauh mana nilai-nilai moral ini dapat diinternalisasi oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran ajaran Tri Kaya Parisudha pada siswa Hindu kelas 3 di SD Negeri 8 Langkai Palangka Raya, menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran, serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi guru agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa kelas 3 beragama Hindu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Tri Kaya Parisudha dilaksanakan melalui metode keteladanan, pembiasaan, diskusi, serta kegiatan keagamaan seperti doa pagi dan dharma wacana. Guru berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai moral melalui praktik langsung dan penguatan karakter, sedangkan kepala sekolah memberikan dukungan melalui kebijakan dan penyediaan sarana keagamaan. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan fasilitas, upaya kreatif guru dan dukungan sekolah mampu meningkatkan antusiasme serta pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Tri Kaya Parisudha. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman nyata dan humanistik sangat efektif dalam membentuk karakter siswa yang beriman, santun, dan berakhlak mulia.

Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya

SANTY YESY
2025 · Thesis · Open Access

Santy Yesy. 2025. Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya. Skripsi. Prodi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya . Pembimbing I: Tri Aspiyana,M.Pd pembimbing II: Krisma Natalia,M.Pd Skripsi ini mengkaji tentang Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Hindu pada mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya. Fenomena dikampus IAHN-TP Palangka Raya pada kehidupan sosial akademik dan keagamaan mahasiswa sangat multikultur tidak hanya mahasiswa hindu tetapi juga terdapat mahasiwa dari agama kristen, islam, dan katolik, di dalam kehidupan tentunya ada nilai-nilai moderasi beragama. Berdasarkan dari latar belakang tersebut rumusan masalah yang dikaji yakni penerapan Nilai Toleransi dalam Moderasi Beragama berdasarkan perspektif pendidikan agama Hindu Pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dan Penerapan Nilai Anti Kekerasan dalam Moderasi Beragama berdasarkan perspektif pendidikan agama Hindu pada Mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan penerapan nilai toleransi dan nilai anti-kekerasan dalam moderasi beragama pada mahasiswa IAHN-TP Palangka Raya dengan menggunakan teori pendidikan Nilai Prof.Vekantaiah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berlandaskan fenomenologi, jenis data yang digunakan data kualitatif, sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, dalam penelitian peneliti sebagai instrumen penelitian utama, pedoman observasi dan wawancara sebagai instrumen pendukung, teknik analisis data yang digunakan analisis data Miles dan Huberman terdiri dari kondensasi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dengan member check dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai toleransi dan anti kekerasan tercermin pada mahasiswa dalam sosial, akademik, dan sikap mahasiswa dijalankan dengan baik mampu saling menerima, menghormati, dan menghargai perbedaan sehingga interaksi sosial yang harmonis dapat terjaga secara konsisten. Sementara itu, penerapan nilai anti-kekerasan dijalankan dengan baik penuh cinta kasih terlihat dari absennya tindakan kekerasan verbal maupun nonverbal, serta terciptanya lingkungan kampus yang damai, saling menghargai, dan menjunjung tinggi martabat bersama.

Mekanisme Penyelesaian Sengketa Tanah Berdasarkan Bukti Tanam Tumbuh oleh Mantir Adat di Desa Dahian Tunggal Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan

KARLI
2025 · Thesis · Open Access

KARLI, 2025. Mekanisme Penyelesaian Sengketa Tanah Berdasarkan Bukti Tanam Tumbuh oleh Mantir Adat di Desa Dahian Tunggal Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Skripsi, Prodi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Agung Adi, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Citranu, M.H. Sengketa pertanahan merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Fenomena yang terjadi di Desa Dahian Tunggal terkait sengketa tanah dengan bukti tanah tumbuh antara bapak Demal.F dan bapak Junaedi. Sehingga sangat dibutuhkan mekanisme mantir adat sebagai mediator dalam menyelesaikan sengketa tanah dengan bukti tanam tumbuh. Tujuan penelitian ini, untuk menganalisis Mekanisme Penyelesaian Sengketa Tanah Berdasarkan Bukti Tanam Tumbuh oleh Mantir Adat di Desa Dahian Tunggal Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian hukum empiris merupakan salah satu jenis penelitian yang mengkaji dan menganalisis bekerjanya hukum dimasyarakat., Teknik penentu informan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumen. Kemudian Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi data, 3) Display data dan 4) Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu mekanisme penyelesaian sengketa tanah berdasarkan analisis dengan menggunakan teori sistem hukum dan memiliki suatu tujuan yaitu agar hukum dapat berjalan secara adil, efektif dan berhasil. Mekanisme Penyelesaian Sengketa Tanah Berdasarkan Bukti Tanam Tumbuh oleh Mantir Adat di Desa Dahian Tunggal Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan yaitu dlakukan melalui musyawarah adat yang dipimpin oleh mantir adat dengan beberapa tahapan, dimulai dari 1) Pelaporan, 2) identifikasi masalah, 3) pengumpulan bukti, 4) musyawarah adat, hingga 5) putusan adat. Efektivitas penyelesaian sengketa tanah berdasarkan bukti tanam tumbuh oleh mantir adat berdasarkan hasil analisis menggunakan Teori Kepastian Hukum, Kemanfaatan dan Keadilan terbukti efektif dalam kerangka hukum adat, karena memberikan pengakuan atas kepemilikan tanah berdasarkan kerja nyata dan ikatan emosional-kultural masyarakat terhadap lahan. Mekanisme ini menciptakan keadilan menurut pandangan komunitas, memulihkan harmoni sosial. Sedangkan, Tantangan yang muncul dalam penerapan saksi penyelesaian sengketa tanah berdasarkan bukti tanam tumbuh oleh mantir adat di Desa Dahian Tunggal terdapat beberapa point yaitu 1) Saksi memiliki keterbatasan, 2) Saksi yang berpihak, 3) Tekanan dan intimidasi, 4) Bukti tanam tumbuh yang tidak permanen, dan 5) Penyalahgunaan Kewenangan. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya untuk memperkuat dasar hukum, meningkatkan transparansi dan validitas bukti, serta memastikan penegakan hukum yang adil dan efektif. Selain itu, pendekatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk masyarakat, pemerintah, dan ahli, sangatlah penting dalam penyelesaian sengketa tanah.

Dampak Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Seni Budaya Siswa SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur

WARNI SARI
2025 · Thesis · Open Access

Warni Sari. 2025. Dampak Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Seni Budaya Siswa SDN 1 Pahirangan Kecamatan Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd. Pembimbing II. Susi, S.Fil.H., M.Fil.H Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya partisipasi dan hasil belajar siswa ketika pembelajaran masih didominasi metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar mata pelajaran Seni Budaya siswa kelas VI SDN 1 Pahirangan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 7 siswa kelas VI SDN 1 Pahirangan. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan siswa, tes hasil belajar, serta dokumentasi. Analisis dilakukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil pratindakan dan siklus I. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa setelah penerapan Problem Based Learning. Pada tahap pratindakan, rata-rata capaian ketuntasan siswa hanya mencapai 20%, sedangkan pada siklus I meningkat menjadi 33,77%. Selain itu, penerapan Problem Based Learning juga meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Siswa lebih aktif dalam bertanya, berdiskusi, mengemukakan pendapat, serta bekerja sama dalam kelompok. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam memecahkan masalah secara sistematis. Temuan ini menunjukan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar dan kualitas proses pembelajaran Seni Budaya di SDN 1 Pahirangan

Implikasi Penggunaan Teknologi Digita terhadap Minat Belajar Siswa Hindu di SMA Negeri 1 Lahei Kabupaten Barito Utara

OPINDRA
2025 · Thesis · Open Access

Skripsi ini menkaji tentang implikasi penggunaan teknologi digital terhadap minat belajar siswa hindu di SMA Negeri 1 Lahei Kecamatan Lahei Kabupaten Barito Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi penggunaan teknologi digital terhadap minat belajar siswa Hindu di SMA Negeri 1 Lahei. Latar belakang penelitian ini berangkat dari perkembangan teknologi yang semakin pesat, khususnya dalam dunia pendidikan, di mana penggunaan media digital seperti perangkat smartphone, laptop, internet, dan aplikasi pembelajaran daring telah menjadi bagian penting dalam proses belajar mengajar. Kehadiran teknologi digital diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah guru Pendidikan Agama Hindu dan siswa Hindu di SMA Negeri 1 Lahei. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital memiliki implikasi positif maupun negatif terhadap minat belajar siswa Hindu. Implikasi positifnya adalah meningkatnya motivasi dan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran, kemudahan dalam mengakses sumber belajar, serta terciptanya suasana pembelajaran yang lebih interaktif. Namun, ditemukan pula implikasi negatif seperti kecenderungan siswa untuk terdistraksi dengan penggunaan teknologi, ketergantungan pada internet, serta kurangnya kontrol dalam memanfaatkan teknologi untuk tujuan belajar. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa teknologi digital dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa Hindu apabila digunakan secara bijak, kreatif, dan disertai pengawasan dari guru maupun orang tua. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemanfaatan teknologi digital yang tepat agar benar-benar mendukung pembelajaran Pendidikan Agama Hindu.

Peran Guru Pasraman Panggirik Lingu dalam Menanamkan Nilai Pendidikan Budi Pekerti pada Siswa Hindu di Kelurahan Jakatan Raya Kabupaten Gunung Mas

YUMBI
2025 · Thesis · Open Access

Yumbi, 2025: Peran Guru Pasraman Panggirik Lingu Dalam Menanamkan Nilai Pendidikan Budhi Pekerti Pada Siswa Hindu Di Kelurahan Jakatan Raya Kabupaten Gunung Mas. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd., M.Pd, Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya peran guru dalam pembentukan karakter siswa melalui pendidikan agama dan nilai budhi pekerti di Pasraman Panggirik Lingu. Sebagai lembaga pendidikan non formal Hindu, pasraman tidak hanya berfungsi untuk mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga sebagai wadah penanaman nilai-nilai luhur seperti kejujuran, tanggung jawab, cinta kasih, disiplin, serta penguatan identitas budaya dan spiritualitas siswa. Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana pembelajaran, kurangnya pelatihan guru dalam metode pengajaran nilai, dan pengaruh globalisasi yang memengaruhi pola pikir dan perilaku siswa. Tujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru Pasraman Panggirik Lingu dalam membimbing, mendidik, serta menanamkan nilai budhi pekerti kepada siswa Hindu, sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pasraman berperan ganda, yaitu sebagai pengajar, pembimbing, motivator, sekaligus teladan yang menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, serta kegiatan keagamaan dan budaya. Kendala utama yang ditemukan meliputi perbedaan latar belakang keluarga siswa, kurangnya perhatian orang tua, serta keterbatasan fasilitas belajar. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peran guru pasraman sangat vital dalam pembentukan perilaku dan karakter siswa Hindu. Namun, untuk meningkatkan efektivitas pendidikan budhi pekerti, diperlukan dukungan dari orang tua, masyarakat, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Dengan adanya sinergi tersebut, pasraman dapat semakin berfungsi optimal dalam melahirkan generasi muda Hindu yang berkarakter, beretika, dan berintegritas.

Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya

AYU LESTARI
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Ayu Lestari, 2025, Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, S.H., M,Pd. Pembimbing II Megawati, S.Pi., M.Pd.H Penelitian ini berawal dari pentingnya kontribusi guru Pendidikan Agama Hindu dalam membentuk karakter siswa, terutama dalam hal kedisiplinan belajar. Disiplin dalam belajar adalah salah satu faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan di bidang pendidikan. Namun, dalam kenyataannya, masih ada siswa Hindu di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya yang menunjukkan kurangnya disiplin, seperti sering terlambat dalam menyelesaikan tugas, kurang memperhatikan saat pelajaran berlangsung, dan tidak taat pada aturan kelas. Situasi ini memerlukan strategi dan usaha khusus dari guru Pendidikan Agama Hindu untuk meningkatkan motivasi dan membiasakan perilaku disiplin belajar. Berdasarkan uraian diatas rumusan masalah yang di anggkat dari penelitian adalah sebagai berikut: 1. Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SD Negeri-6 Menteng Palangaka Raya? 2. Apa Saja Kendala Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu Di SD Negeri-6 Menteng Palangka Raya?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data untuk memperoleh sebuah data tentang Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Memotivasi Disiplin Belajar Siswa Hindu di SD Negeri - 6 Menteng Palangka Raya. melalu wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan dengan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu dan siswa Hindu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengajar Pendidikan Agama Hindu berusaha keras untuk meningkatkan disiplin belajar siswa, seperti: memberikan contoh melalui sikap disiplin, memberikan nasihat dan dorongan religius sesuai ajaran dharma, memberikan penghargaan kepada siswa yang taat disiplin, serta menerapkan hukuman yang mendidik bagi siswa yang melanggar kebijakan. Beberapa tantangan yang dihadapi termasuk kurangnya perhatian dari orang tua di rumah, dampak dari lingkungan sosial, serta kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya disiplin. Beberapa solusi yang diterapkan oleh guru termasuk menjalin kerjasama dengan orang tua, meningkatkan pendekatan pribadi terhadap siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan agar siswa lebih terdorong untuk bersikap disiplin. Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa peranan pengajar Pendidikan Agama Hindu sangat krusial dalam mengembangkan sikap disiplin belajar siswa melalui motivasi yang berkelanjutan, meskipun masih ada tantangan yang membutuhkan kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua.

Peran Penyuluh Agama Hindu dalam Pembiasaan Basarah pada Siswa Agama Hindu Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur

NARTISA
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK NARTISA,2025. Peran Penyuluh Agama Hindu Dalam Pembiasaan Basarah Pada Siswa Agama Hindu Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan,S.H.,M,Pd.H Dan Pembimbing II Megawati,S.Pi.,M.Pd.H Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa Hindu di Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, untuk mengikuti kegiatan Basarah yang rutin dilaksanakan di Balai Basarah setiap hari Sabtu. Sebagian besar siswa lebih memilih bermain atau melakukan aktivitas lain dibandingkan berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, sehingga menimbulkan tantangan dalam menanamkan kesadaran spiritual sejak dini. Dalam konteks ini, peran penyuluh agama Hindu menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai penyampai ajaran, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, sekaligus teladan dalam membiasakan siswa melaksanakan Basarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran penyuluh agama Hindu dalam pembiasaan Basarah serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling, meliputi penyuluh agama Hindu, guru, siswa, orang tua, serta pengurus majelis kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama Hindu berperan strategis dalam memberikan pemahaman tentang Basarah, membimbing praktik ibadah, memotivasi siswa, serta menjalin kerja sama dengan sekolah dan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai religius. Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya motivasi siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, serta keterbatasan fasilitas pendukung. Untuk mengatasinya, penyuluh melakukan pendekatan personal, memberikan teladan, serta meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait. Dengan demikian, peran penyuluh agama Hindu terbukti sangat penting dalam membentuk kebiasaan Basarah pada siswa, sehingga dapat mencetak generasi muda Hindu yang religius, disiplin, dan berkarakter.

Strategi Pembelajaran Menyenangkan melalui Metode Kreatif pada pembelajaran Seni Tari di SDN 8 langkai

RIRIE
2025 · Thesis · Open Access

Ririe.2025, ABSTRAK Startegi Pembelajaran Menyenangkan Melalui Metode Kreatif Pada Pembelajaran Seni Tari Di SDN 8 Langkai. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Pembimbing I Serlis Rusandi, S.Pd., M.Pd. Pembimbing II Komang Suarta, S.Ag., M.Si Pembelajaran seni tari di Sekolah Dasar memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kreativitas, serta kemampuan motorik siswa. Namun, dalam pelaksanaannya sering ditemukan bahwa siswa kurang antusias mengikut i pembelajaran karena metode yang digunakan cenderung monoton dan kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pembelajaran menyenangkan melalui metode kreatif yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran seni tari. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana strategi pembelajaran menyenangkan melalui metode kreatif dapat diterapkan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dalam mata pelajaran seni tari di SDN 8 Langkai, (2) apa kendala strategi pembelajaran menyenangkan melalui metode kreatif dalam mata pelajaran seni tari di SDN 8 Langkai, (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam mata pelajaran seni tari di SDN 8 Langkau. Penelitian ini menggunakan teori kontruktivisme dan teori kedala. Metode penelitian kualitatif deskritif dan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan terdapat beberapa siswa yang kurang berminat dalam pembelajaran seni tari, yaitu terdapat 3 siswa laki-laki dikelas VI. Hasil penelitian dapat disimpulkan strategi pembelajaran menyenangkan melalui metode kreatif pada pembelajaran seni tari di SDN 8 langkai. Guru juga menggunakan strategi dalam mengajar siswa dikelas seperti (1) menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, (2) menyapa siswa dengan ramah dan bersemangat, (3) menggunakan ice breaking, (4) menerapkan metode pembelajaran kreatif, (5) metode eksplorasi, (6) evaluasi dan motivasi, (7) evaluasi pembelajaran seni tari, (8) motivasi pembelajaran seni tari. Kendala guru yang mengajar mata pembelajaran seni budaya merupakan guru yang tidak berlatar belakang dari pendidikan seni.

Pengaruh Media Sosial TikTok terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IV dan V SDN 9 Palangka di Kota Palangka Raya

ROSANTI NOPELIA
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini membahas tentang pengaruh media sosial TikTok terhadap motivasi belajar siswa kelas IV dan V di SDN 9 Palangka. Motivasi sangatlah penting bagi manusia untuk melakukan sesuatu hal dalam mewujudkan impian tanpa adanya motivasi manusia tidak akan bisa berbuat apa-apa dikarenakan tidak adanya dorongan atau rangsangan. Permasalahan ini menjadi tantangan guru dalam membangun dan meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh media sosial TikTok terhadap motivasi belajar siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pengambilan data survei melalui penyebaran angket atau kuesioner. Penelitian ini melibatkan dua kelas dengan jumlah siswa sebanyak 53 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan program SPSS 30. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa media sosial TikTok berpengaruh negatif terhadap motivasi belajar siswa kelas IV dan V di SDN 9 Palangka. Hasil uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov menunjukan data 0,0830 > 0,05 bahwa nilai residual berdistribusi normal kemudian pada uji regresi linear sederhana diperoleh nilai sebesar 0,02260,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X (media sosial TikTok) berpengaruh terhadap variabel Y(motivasi belajar siswa) dan pada uji koefisien determinasi menunjukan bahwa pengaruh media sosial TikTok terhadap motivasi belajar siswa sebesar 29% sehingga 71% dipengaruhi oleh variabel yang tidak termasuk pada penelitian ini.

Pelatihan dan Pembelajaran Berbasis Seni Budaya pada Sanggar Seni Budaya Kacapi Kolingu Na'ah di Kota Palangka Raya

ANDANI RENCILY
2025 · Thesis · Open Access

Andani Rencily, 2025, Pelatihan dan pembelajaran berbasis Seni Budaya Pada Sanggar Seni Budaya Kacapi Kolingu Na’ah di Kota Palangka Raya. Skripsi Starata Satu fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.Komang Suarta,S.Ag.,M.Si dan pembimbing Yoppie.M.pd.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian seni budaya Dayak di Kalimantan Tengah melalui pendidikan nonformal. Sanggar Seni Budaya Kacapi Kolingu Na’ah di Kota Palangka Raya menjadi wadah generasi muda untuk belajar seni tari, musik, karungut, dan bela diri tradisional sebagai identitas budaya daerah. Namun, proses pembelajaran di sanggar juga menghadapi berbagai kendala, baik teknis maupun manajerial, sehingga perlu diteliti lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian terdiri dari ketua, pelatih, sekretaris, bendahara, dan anggota sanggar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelatihan dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan menekankan praktik langsung, refleksi, serta bimbingan individual. Pembelajaran berbasis seni budaya efektif dalam menumbuhkan keterampilan, kreativitas, dan rasa cinta budaya Dayak pada peserta. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana dan media pembelajaran, variasi kemampuan peserta, kedisiplinan, serta keterbatasan waktu dan tenaga pelatih. Kesimpulannya, pelatihan dan pembelajaran berbasis seni budaya di Sanggar Kacapi Kolingu Na’ah berperan penting dalam melestarikan budaya lokal dan mengembangkan potensi generasi muda, meskipun masih memerlukan strategi pengelolaan yang lebih baik agar hambatan dapat diminimalisasi.

Daya Tarik Wisata Alam Sahai Tambi Balu di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau

DIANA SHAFITRI
2025 · Thesis · Open Access

Diana Shafitri, 2025. Daya Tarik Wisata Alam Sahai Tambi Balu Di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Pembimbing I Dr. I Wayan Salendra, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Dr. Kadek Sukiada, S.Ag.,M.Si Pariwisata di Indonesia memiliki keanekaragaman wisata, yang bersumber dari keindahan alam, budaya dan adat istiadat sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Daya Tarik Wisata Alam Sahai Tambi Balu di Desa Tahawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan temuan berikut: Pertama Bagaimana Daya Tarik Wisata Alam Sahai Tambi Balu Di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, dalam pengembangan Wisata Sahai Tambi Balu juga menjadi tujuan utama yang dilakukan oleh pihak pengelola wisata agar Wisata Sahai Tambi Balu dapat menjadi wisata yang lebih berkembnag dalam menjadi sorotan bagi kalangan masyakat luas, sehingga dapat menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk mengunjungi wisata sahai tambi balu yang ada di Desa Tahawa. Kedua Kendala Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Sahai Tambi Balu di Desa Tahawa Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau, kendala adalah penghambat sesuatu yang membatasi untuk mencapai sasaran; rintangan, halangan. Pengelola Wisata Sahai Tambi Balu mengungkapkan bahwa terdapat beberapa kendala yang dihadapi pihak pengelola Wisata Sahai Tambi Balu diantaranya keterbatasan biaya dalam pengembangan dan pengelolaan daya tarik Wisata Sahai Tambi Balu, kurangnya perhatian dari pemerintah setempat, serta sarana dan prasarana yang juga masih perlu perbaikan sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung Wisata Sahai Tambi Balu. Kata kunci : Daya tarik, Wisata alam, Sahai Tambi Balu.

Upaya Guru Agama Hindu dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas

NOVITA SARI
2025 · Thesis · Open Access

Novita Sari, 2025. Upaya Guru Agama Hindu Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Skripsi Jurusan Dharma Acarya, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Pembimbing I. Dr. Pranata,S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II. Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H. Kegiatan nyata paling utama dalam memberi bantuan dan bimbingan tersebut adalah melaksanakan proses pembelajaran. Namun dalam kenyataannya permasalahan yang terjadi, bahwa siswa di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas, siswa cenderung pasif dan mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran pendidikan agama Hindu, kesulitan ini terjadi karena beberapa faktor yang terkait. antara lain seperti: penguasaan konsep dan sikap guru tentang fungsi pembelajaran, pengelolaan pembelajaran, manajemen sekolah, serta masih terbatasnya sarana pendukung dalam menunjang proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang baik sesuai dengan penerapan kurikulum merdeka yang baru diterapkan Sesuai dengan rumusan masalah maka secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kendala dan upaya guru agama Hindu dalam mengatasi kesulitan belajar siswa menerapkan kurikulum merdeka di SD Negeri 2 Timpah Kecamatan Timpah Kabupaten Kapuas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui, observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan metode penentuan informan adalah metode Purposive Sampling. Kendala guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa menerapkan kurikulum merdeka yaitu kendala Adaptasi, kendala sarana dan prasarana pembelajaran yang terbatas, kendala kurangnya pelatihan, kendala dalam diri siswa. Upaya yang dilakukan guru agama Hindu dan kepala sekolah mengatasi kendala yaitu dilakukan belajar mandiri melalui modul, internet, youtube, serta berkonsultasi dengan teman sejawat, Memaksimalkan sarana dan prasarana yang tersedia, guru juga melakukan kerjasama dengan orang tua siswa dalam hal penyediaan sarana dan prasarana basarah, mengusulkan penggadaan LCD Proyektor, serta mengusulkan buku-buku pembelajaran.

Pengaruh Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas V pada Mata Pelajaran Matematika di SDN 9 Palangka

TRIANI TIA AYU NINGSIH
2025 · Thesis · Open Access

Triani Tia Ayu Ningsih. Pengaruh Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Prestasi Belajar Peserta Didik Kelas V Pada Mata Pelajaran Matematika di SDN 9 Palangka. Skripsi jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, M.Pd dan Pembimbing II Krisma Natalia, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap prestasi belajar peserta didik kelas V pada mata pelajaran Matematika di SDN 9 Palangka. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian berjumlah 29 orang yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, Uji Normalitas, Uji Linearitas, dan Uji Hipotesis dengan Regresi Linear Sederhana. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka Belajar berada pada kategori baik (rata-rata 53,38), sedangkan prestasi belajar Matematika siswa berada pada kategori cukup (rata-rata 67,59). Hasil uji regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,159 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,025, yang berarti Kurikulum Merdeka Belajar hanya berkontribusi sebesar 2,5% terhadap variasi prestasi belajar siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Nilai signifikansi sebesar 0,409 (> 0,05) menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dengan prestasi belajar Matematika siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di SDN 9 Palangka, meskipun berada pada kategori baik, tidak secara signifikan mempengaruhi peningkatan prestasi belajar Matematika siswa kelas V.

Eksplorasi Pengembangan Minat Siswa terhadap Seni Rupa di SDN 11 Langkai Palangka Raya

LALIE
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Lalie, 2025. Eksplorasi Pengembangan Minat Siswa Terhadap Seni Rupa Di SDN 11 Langkai Palangka Raya.Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya. Pembimbing I Wentin. S.Ag., M.Pd.H Pembimbing II Raisa Vienlentia,S.Psi.,M. Psi., Psikolog. Penelitian ini mengkaji tentang eksplorasi pengembangan minat siswa terhadap seni rupa di SDN 11 Langkai palangka raya.dengan tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji eksplorasi pengembangan minat siswa terhadap seni rupa di SDN 11 Langkai Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teori Humanistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi, sementara data sekunder diperoleh dari arsip dan laporan. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan melibatkan seorang guru seni rupa, lima siswa, dan kepala sekolah di SDN 11 Langkai Palangka Raya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi tiga tahapan utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian utama adalah peneliti itu sendiri, dibantu dengan lembar observasi dan pedoman wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pengembangan minat siswa terhadap seni rupa di SDN 11 Langkai Palangka Raya telah berjalan dengan baik melalui penerapan strategi pembelajaran yang beragam dan inovatif. Metode praktik, proyek, serta pemanfaatan media visual seperti gambar dan video terbukti mampu meningkatkan pemahaman sekaligus antusiasme siswa. Selain itu, pemberian ruang kebebasan berkreasi serta apresiasi atas karya yang dihasilkan turut mendorong lahirnya motivasi dan rasa percaya diri.

Perspektif Masyarakat Non-Hindu Kaharingan terhadap Ritual Tiwah di Desa Tumbang Baringei

JAGAT SATRIA
2025 · Thesis · Open Access

Jagat Satria, 2025: Perspektif Masyarakat Non Hindu Kaharingan terhadap Ritual Tiwah di Desa Tumbang Baringei, Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya, Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II: Komang Suarta, S.Ag., M.Si. Agama Hindu Kaharingan sangat erat dengan Ritual keagaman meskipun upacara Hindu Kaharingan sangat bervariasi karena masing-masing daerah aliran sungai (DAS) selalu berbeda-beda pelaksanaan Ritual keagamaannya. Salah satunya Ritual Tiwah. Ritual Tiwah dilaksanakan sebagai puncak dari ritual kamatian menurut Agama Hindu Kaharingan. akan tetapi sebagian masyarakat non Hindu Kaharingan diluar sana tidak begitu tau tentang Ritual Tiwah ini, sehingga muncul berbagai perspektif. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Bagaimana Perspektif Masyarakat Non Hindu Kaharingan Desa Tumbang Baringei Terhadap Ritual Tiwah 2) Apa implikasi dari Perspektif Masyarakat Non Hindu Kaharingan Desa Tumbang Baringei Terhadap Ritual Tiwah. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: Teori Sosiologi Agama, Teori Dampak. Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Jenis penelitian ini adalah Deskriftif kualitatif. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Pandangan masyarakat non Hindu Kaharingan terhadap Ritual Tiwah sangat beragam namun pada intinya mereka berpandangan bahwa Ritual Tiwah merupakan Ritual yang mengeluarkan biaya yang besar sehingga cukup membebankan dan pada pelaksanaan Ritual Tiwah erat kaitannya dengan adanya sebuah perjudian yang sebenarnya bukan termasuk dari rangkayan acara Ritual Tiwah yang seharusnya sudah ada sejak dulu 2) Dampak atau implikasi dari pandangan masyarakat non Hindu Kaharingan terhadap Ritual Tiwah memiliki danpak yang cukup besar karena dapat mempengaruhi pola pikir atau pemahaman terhadap Ritual tersebut yang dapat mengakibatkan kesalah pahaman dan dapat menimbulkan perpindahan Agama. Kata Kunci: Perspektif, Masyarakat Non Hindu Kaharingan, Ritual Tiwah

Ritual Turun Mandi di Desa Guci Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)

HENGKY
2025 · Thesis · Open Access

Agama Hindu sebagai pedoman beragama terdapat ajaran mengenai hubungan antara manusia dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan juga dengan alam lingkungan sehingga terjalin suatu hubungan yang harmonis. Salah satu ajaran agama Hindu yang sering terlihat pada masyarakat Hindu pada umumnya mengenai pelaksanaan upacara keagamaan (ritual) dengan sebutan yajna. Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan Desa (tempat), Kala (waktu), dan Patra (keadaan/situasi). Begitu juga dengan umat Hindu Kaharingan yang berada di Desa Guci Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana Pelaksanaan Ritual Turun Mandi Di Desa Guci Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau. (2) Apa Makna Dari Dilaksanakannya Rital Turun Mandi Di Desa Guci Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau. (3) Apa Saja Nilai Pendidikan Agama Hindu Yang Terkandung Dalam Ritual Turun Mandi Pada Masyarakat Hindu Di Desa Guci Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau. Adapun menjadi Tujuan umum penelitian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Guci tentang nilai agama Hindu pada ritual turun mandi. Teori yang digunakan (1) Teori Religus (2) Teori imbol (3) Teori Nilai Pendidikan Agama Hindu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif kualitatif dengan menggunakan informan dalam menggunakan Teknik Purvosive sampling dalam pengumpulan data ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian terhadap ritual Turun Mandi dengan judul Ritual Turun Mandi di Desa Guci Kecamatan Bulik Kabuparen Lamandau (Perspektif Pendidikan Agama Hindu sebagai berikut: (1) Ritual Turun Mandi merupakan ritual untuk memberikan nama bagi si bayi (2) Tahap pelaksanaan Ritual Turun Mandi terdiri dari : (1) Tahap persiapan (2) Tahap pelaksanaan (3) Tahap akhir/penutup. Dalam Ritual Turun Mandi terdapat Nilai pendidikan yang terkandung yaitu (1) Nilai pendidikan Tattwa (2) Nilai Pendidikan Susila/etika (3) Nilai Pendidikan Upacara/Ritual. Dalam melaksanakan Ritual Turun Mandi hendaknya selalu dilaksanakan dengan berpegang pada konsep ajaran agama Hindu Kaharingan yaitu dengan dilaksanakan secara tulus iklas agar mendapat kesucian lahir dan batin. Ritual Turun Mandi sebagai ritual kelahiran anak yang perlu dilestarikan oleh generasi penerus

Hubungan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMPN-7 Lahei Kabupaten Barito Utara

DELA PUSPITA
2025 · Thesis · Open Access

Dela Puspita, 2025, Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SMPN-7 Lahei Kabupaten Barito Utara Skripsi Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institute Agama Hindu Negeri Tamping Penyang Palangkaraya Pembimbing (1) Dr. Pranata, S.Pd., M. Si dan Pembimbing (II) Krisma Natalia M.Pd. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya motivasi belajar sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam pretasi belajar yang optimal. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa, prestasi, serta hubungan motivasi terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMPN-7 Lahei, Kabupaten Barito Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 27 siswa dari kelas VII dan VIII, dengan teknik pengumpulan data melalui angket dan dokumentasi nilai rapor. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner (angket) untuk variabel Motivasi Belajar yang telah teruji reliabel (α=0.865), dan melalui dokumentasi nilai akhir mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu untuk variabel Prestasi Belajar. Sebelum menguji hipotesis, dilakukan uji prasyarat normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Karena hasil uji normalitas menunjukkan data Prestasi Belajar tidak berdistribusi normal (Sig.=0.000), maka teknik analisis statistik yang digunakan untuk menguji hubungan adalah Uji Korelasi Spearman's Rho (non-parametrik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor 86,00 dan standar deviasi 10,09 di mana sebagian besar siswa (66,67%) berada pada kategori tinggi dan 33,33% berada pada kategori sangat tinggi. Prestasi belajar siswa berada pada kategori cukup hingga baik dengan rata-rata 74,04 dan standar deviasi 6,41; mayoritas siswa (66,67%) berada pada kategori cukup, 25,93% berada pada kategori baik, dan hanya 6,42% yang mencapai kategori sangat baik. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman Rank diperoleh nilai koefisien korelasi -0,211 dengan signifikansi 0,249 (p > 0,05. hipotesis nol (H₀) yang menyatakan tidak ada hubungan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar diterima, sedangkan hipotesis alternatif (H₁) ditolak. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat lemah dan bersifat negatif motivasi belajar terhadap prestasi belajar, serta hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun motivasi belajar siswa relatif tinggi, hal tersebut belum secara langsung berdampak pada peningkatan pretasi belajar. Faktor lain seperti strategi pembelajaran, dukungan orang tua, serta lingkungan belajar kemungkinan turut berpengaruh terhadap capaian akademik siswa.

Hubungan Fasilitas Belajar di Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 1 Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat

ALIP SANJAYA
2025 · Thesis · Open Access

Pendidikan memegang peranan krusial dalam mengembangkan potensi diri individu. Kualitas pendidikan harus ditunjang oleh fasilitas belajar yang memadai. Observasi awal di SD Negeri 1 Pandau menunjukkan adanya permasalahan, yaitu kurangnya fasilitas belajar (seperti ketiadaan alat pendingin, keterbatasan media pembelajaran selain buku, dan sarana olahraga) yang berkorelasi dengan rendahnya motivasi belajar siswa, terutama pasca-pandemi, ditandai dengan siswa cepat bosan dan kurang fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa signifikan hubungan Fasilitas Belajar di Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 1 Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Data dikumpulkan melalui angket/kuesioner yang disebarkan kepada sampel jenuh, yaitu 43 peserta didik (meskipun ada inkonsistensi jumlah responden yang digunakan dalam hasil, yaitu 19 responden). Analisis data menggunakan statistik inferensial dengan teknik Korelasi Pearson Product Moment dan Uji-t dengan bantuan program SPSS. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara Fasilitas Belajar (X) terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y). Hubungan ini berada pada tingkat sedang (interval koefisien 0,04 – 0,599). Dengan demikian, Hipotesis Alternatif (Ha) diterima, yang mengindikasikan bahwa semakin lengkap fasilitas belajar yang tersedia, maka motivasi belajar siswa cenderung semakin meningkat.