Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

932 item publik

Publikasi

Halaman 6 dari 47

Nganjan Sapundu dalam Ritual Nyorat Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan (Perspektif Filsafat Hindu)

AGUSTIN
2025 · Thesis · Open Access

Agustin : Nganjan Sapundu Dalam Ritual Nyorat Umat Hindu Kaharingan di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan (Perspektif Filsafat Hindu). Pembimbing I, Prof Tiwi Etika, S.Ag.,M.Ag.,Ph.D, Pembimbing II, I Gede Arya Juni Arta, S.Fil.H.,M.Ag Nganjan sapundu memiliki makna simbolik yang magis sekaligus spiritualis baik melalui gerak maupun suara yang ditampilkan dalam rangka pelaksanaan upacara nyorat yang dilakukan di Desa Batu Tukan kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah, Pertama bagaimana bentuk dan proses pelaksanaan nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, kedua apa makna simbolik gerak dan suara dalam pelaksanaan nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan, ketiga bagaimanakah filosofi nganjan sapundu dalam upacara nyorat di Desa Batu Tukan Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk pengumpulkan data adalah: metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini yaitu pisor, ketua MKAHK desa Batu Tukan dan masyarakat Hindu Kaharingan Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa: pertama, nganjan merupakan sebuah tarian sakral dalam upacara nyorat yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada roh leluhur yang telah meninggal dunia dan akan dihantarkan ke lewu tatau (alam baka). Kedua makna simbolik dalam pelaksanaan nganjan pada upacara nyorat umat Hindu Kaharingan mencerminkan bahwa nganjan bukan sekadar bentuk penghormatan kepada roh leluhur, tetapi juga sebagai media komunikasi spiritual antara manusia, alam, leluhur, dan Tuhan. Ketiga mengungkapkan Filsafat pantangan (Pali) dalam pelaksanaan nganjan pada upacara nyorat dalam tradisi Hindu Kaharingan memiliki peranan penting sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, roh, serta nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun. Selanjutnya filsafat perlengkapan yang dikenakan dalam pelaksanaan nganjan memiliki nilai estetika yang tidak hanya menekankan pada aspek keindahan, tetapi juga makna simbolik yang mendalam. Kata Kunci: Nganjan sapundu, Upacara nyorat, Hindu Kaharingan, Filosofi Hindu

Peran Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Pembentukan Karakter Siswa di SMA Negeri 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas

JECK PERNANDO
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK JECK PERNANDO, 2025. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembentukan Karakter Siswa di SMA Negeri 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing I : Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II : Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Pendidikan karakter sebagai upaya yang dilakukan oleh sekolah. Khususnya, peran guru pendidikan agama Hindu yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa Hindu agar menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan beretika di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui gambaran karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (2) untuk mengetahui kendala pembentukan karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (3) untuk mengetahui upaya guru dalam pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru pendidikan agama Hindu, dan 6 siswa Hindu yang dari kelas XI dan XII di SMA Negeri 1 Sepang. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan pada 04 September - 04 Oktober. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa Hindu memiliki karakter positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan toleransi, namun kurang konsisten mengikuti kegiatan keagamaan. Guru pendidikan agama Hindu berperan sebagai pengajar, teladan, pembimbing, motivator, dan fasilitator yang membimbing siswa melalui teori, praktik, diskusi, serta kegiatan rutin dan ekstrakurikuler. Kendala utama adalah kurangnya konsistensi dan motivasi siswa, yang diatasi dengan pendekatan ramah, motivatif, lingkungan sekolah kondusif, dan kerjasama orang tua. Kesimpulannya, peran guru sangat strategis dalam membentuk karakter siswa menjadi disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia dengan pendekatan humanis, memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis agama Hindu di sekolah.

Kewenangan Mantir Adat dalam Penyelesaian Kasus Perzinahan di Desa Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan

MELIWATIE
2025 · Thesis · Open Access

Meliwatie.2025. “Kewenangan Mantir Adat dalam Penyelesaian Kasus Perzinahan di Desa Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan.”Skripsi Srata Satu, Prodi Hukum Adat Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Made Kastama, S.H., M.H. dan Pembimbing II Budiarto Santoso, M.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya peran lembaga adat dalam menyelesaikan pelanggaran adat, khususnya kasus perzinahan, di masyarakat Dayak Desa Buntut Bali. Dalam sistem nilai masyarakat Dayak, perzinahan atau jinah tidak hanya dianggap sebagai perbuatan asusila, melainkan juga merupakan pelanggaran berat terhadap tatanan adat, nilai kesucian keluarga, dan kehormatan komunitas. Permasalahan yang dikaji meliputi: (1) bagaimana kewenangan Mantir Adat dalam menyelesaikan kasus perzinahan di Desa Buntut Bali, dan (2) bagaimana mekanisme penyelesaian pelanggaran adat (perzinahan) yang diterapkan oleh Mantir Adat di Desa Buntut Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk menggambarkan secara menyeluruh praktik kewenangan adat yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan Mantir Adat berlandaskan pada Hadat Dayak Tumbang Anoi 1894 serta Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 1 Tahun 2010 tentang Kelembagaan Adat Dayak. Kewenangan tersebut mencakup penerimaan laporan, pemeriksaan perkara, pemanggilan para pihak, penjatuhan sanksi adat, serta pengawasan pelaksanaan putusan. Mekanisme penyelesaian kasus perzinahan dilakukan melalui tahapan: pengaduan, pemanggilan, pemeriksaan, musyawarah, penjatuhan putusan, dan pelaksanaan sanksi berupa singer (denda adat dalam satuan kati ramu), serta ritual mamapas lewu sebagai bentuk pemulihan sosial dan spiritual. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kewenangan Mantir Adat bersifat yuridis, sosial, dan moral, serta memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan, wibawa adat, dan keseimbangan sosial di masyarakat Dayak. Dengan demikian, kewenangan Mantir Adat tetap relevan sebagai instrumen penyelesaian sengketa adat di masa kini. Kata Kunci: Kewenangan, Mantir Adat, Perzinahan, Hukum Adat Dayak.

Implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

KRISNAWATI
2025 · Thesis · Open Access

Krisnawati. 2025. Implementasi Ajaran Tri Hita Karana dalam Kegiatan Bakti Sosial Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi. Dibimbing oleh Pembimbing I Mitro S.Pd.,M.Si dan pebimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag,M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan akademik, khususnya melalui kegiatan bakti sosial mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi, kendala, serta upaya mengoptimalkan ajaran Tri Hita Karana dalam kegiatan bakti sosial mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu di IAHN-TP Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Tri Hita Karana telah diimplementasikan dalam tiga dimensi utama. Dimensi Parahyangan diwujudkan dengan doa bersama sebelum kegiatan sebagai bentuk bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa. Dimensi Pawongan tampak dalam semangat gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan antar mahasiswa. Dimensi Palemahan terealisasi melalui kegiatan menjaga kebersihan, menata taman, dan penghijauan lingkungan kampus. Kendala yang dihadapi meliputi faktor internal, yaitu rendahnya motivasi dan pemahaman mahasiswa mengenai Tri Hita Karana, serta faktor eksternal berupa keterbatasan sarana kebersihan dan jadwal kegiatan yang berbenturan dengan perkuliahan. Untuk mengatasi kendala tersebut, pengelola melakukan pengarahan, pembinaan, dan memberi keteladanan, sedangkan mahasiswa mengusulkan inovasi seperti kegiatan penghijauan, refleksi bersama, dan pembagian tugas yang jelas agar keterlibatan lebih merata. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan bakti sosial tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana pembentukan karakter religius, sosial, dan peduli lingkungan mahasiswa sesuai ajaran Tri Hita Karana. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan pendidikan karakter berbasis nilai- nilai Hindu di perguruan tinggi. Kata kunci: Tri Hita Karana, bakti sosial, mahasiswa,

Pengaruh Metode Bermain terhadap Minat Belajar Siswa Kelas III di SDN - 2 Bukit Tunggal Palangka Raya

MEMEI YULIANTI
2025 · Thesis · Open Access

Penelitian ini mengkaji pengaruh metode bermain terhadap minat belajar siswa kelas III di SDN-2 Bukit Tunggal, kota Palangka Raya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan kesulitan belajar siswa akibat metode pembelajaran yang monoton, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan untuk meningkatkan keterlibatan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis positivisme dengan metode survei melalui penyebaran angket.

Pengelolaan Objek Wisata Liang Pandan dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya

REFI MARISCA
2025 · Thesis · Open Access

Refi Marisca, 2025: Pengelolaan Objek Wisata Liang Pandan Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya, Prodi Pramuwisata Budaya dan Keagamaan, Fakultas Dharma Duta dan Brahma Widya, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangkaraya, Pembimbing 1: Dr. Wayan Gepu,. S.Ag., M.Fil.H Pembimbing 2: Muthia Farida, M.Pd Pengelolaan objek wisata alam memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal, namun implementasinya sering menghadapi kendala struktural serta partisipasi masyarakat yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pengelolaan objek wisata Liang Pandan terhadap ekonomi masyarakat di Kabupaten Murung Raya, serta mengidentifikasi faktor pendukung, hambatan, dan strategi optimalisasi pengelolaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, melibatkan 10 informan purposive yang terdiri atas unsur pemerintah, pengelola Pokdarwis, masyarakat lokal, dan wisatawan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Liang Pandan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui munculnya UMKM, jasa parkir, homestay, dan usaha mikro lainnya. Faktor pendukung utama meliputi dukungan regulasi pemerintah, peran aktif Pokdarwis, partisipasi masyarakat, serta promosi alami melalui media sosial wisatawan. Hambatan yang dihadapi mencakup keterbatasan infrastruktur dan anggaran, rendahnya kapasitas SDM pengelola, kurangnya promosi digital kelembagaan, serta persoalan kebersihan dan perilaku vandalisme. Pengelolaan objek wisata Liang Pandan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha kecil dan kesempatan kerja lokal, menegaskan peran pariwisata berbasis masyarakat sebagai motor pembangunan ekonomi daerah. Strategi optimalisasi pengelolaan meliputi penguatan kolaborasi multipihak, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas SDM, promosi berbasis digital, serta tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Temuan ini memperkuat teori Pariwisata Berkelanjutan, Local Economic Development, dan Community-Based Tourism (CBT), serta memberikan bukti empiris mengenai pentingnya tata kelola partisipatif dalam pengembangan wisata alam di Kalimantan Tengah.

Faktor Penyebab Rendahnya Minat Baca Siswa Kelas V SDN 8 Menteng Palangka Raya

TESA LONITA
2025 · Thesis · Open Access

Rendahnya minat baca siswa kelas V di SDN 8 Menteng Palangka Raya menjadi masalah utama yang memerlukan analisis, sejalan dengan data literasi nasional yang memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya minat baca siswa kelas V dan upaya guru dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus untuk menggali fenomena secara holistik dan mendalam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terhadap guru, kepala sekolah, dan siswa, serta dokumentasi. Teori Kerangka penelitian didasarkan pada Teori Konstruktivisme, yang menekankan bahwa motivasi belajar tumbuh dari keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan. Teori Behavioristik menganalisis strategi guru dalam membentuk perilaku membaca melalui pemberian stimulus dan penguatan positif. Hasil menemukan faktor internal, seperti kemampuan membaca yang belum merata dan rendahnya motivasi intrinsik karena dominasi gadget. Faktor eksternal meliputi minimnya dukungan orang tua dan keterbatasan bahan bacaan yang menarik di sekolah. Guru berupaya mengatasi hal ini dengan metode interaktif (mendongeng), diskusi cerita, dan pemberian penguatan positif. Peningkatan minat baca membutuhkan sinergi yang solid antara guru, sekolah, dan orang tua dalam menciptakan ekosistem literasi yang mendukung.

Peran Media Sosial sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya

MADE SAFITRI
2025 · Thesis · Open Access

Made Safitri, 2025. Media Soisal Sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Nyoman Ayu Wilantari, S.Ag.,M.Fil.H Pembimbing II Handoko, S.Ag.,M.Si Pariwisata di Indonesia memiliki beranekaragam wisatanya, sumber daya alam yang begitu kaya akan keindahan alam, budaya dan adat istiadat yang dimiliki sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk datang dan berkunjung. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan definisikan terkait Media Sosial Sebagai Media Interaksi dan Pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display ) dan penarikan kesimpulan (conclusions drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengembangan wisata alam. (1) Bagaimana media sosial berperan dalam interaksi dan pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai yang dimana dalam interaksi wisata melalui media sosial dapat menjadi wisata yang lebih berkembang dan menjadi sorotan bagi kalangan masyakat luas, sehingga dapat menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk mengunjungi Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai. (2) Pola Media Sosial sebagai media interaksi dan pengembangan Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai, pola adalah bentuk atau model yang teratur serta susuna yang konsisten dilakukan secara berulang. Pengelola media sosial Destinasi Wisata Dermaga Kereng Bangkirai mengungkapkan bahwa terdapat pola media sosial yang diterapkan guna menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Destinasi wisata Dermaga Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Kata kunci : Media Sosial, Interaksi, Pengembangan, Destinasi wisata, Kereng Bangkirai.

Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas V SDN 4 Menteng Palangka Raya

NAFA PUSPITASARI
2025 · Thesis · Open Access

Nafa Puspitasari, 2025. Strategi Guru Pendidikan Agama Hindu dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas V SDN 4 Menteng Palangka Raya. Pembimbing I: Dr. Derson, S.Ag., M.Ag., dan Pembimbing II: Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Proses pembelajaran masih didominasi metode ceramah sehingga siswa kurang aktif dan cenderung pasif. Padahal, Pendidikan Agama Hindu memiliki peran penting dalam menanamkan nilai spiritual, moral, serta membentuk karakter peserta didik. Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi pembelajaran yang tepat agar motivasi belajar siswa dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Hindu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa kelas V beragama Hindu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan strategi ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, metode bercerita, pemanfaatan media sederhana, serta pemberian pujian dan penghargaan. Faktor pendukung strategi ini adalah dukungan sekolah dan semangat belajar siswa, sedangkan hambatannya meliputi keterbatasan sarana, perbedaan karakteristik siswa, dan kurangnya perhatian sebagian peserta didik. Secara umum, strategi yang diterapkan guru terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa meskipun masih menghadapi sejumlah kendala. Kata Kunci: Strategi Guru, Pendidikan Agama Hindu, Motivasi Belajar

Komunikasi Kepemimpinan dalam Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Rektorat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

RIMBUN WAHYUNI
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Rimbun Wahyuni, 2025: Komunikasi Kepemimpinan Dalam Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Rekto*rat InstitutAgama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H, pembimbing II I Wayan Sutarwan.S.Pd., M.Pd.H Penelitian ini dilatar belakangi oleh pola komunikasi kepemimpinan dapat mempengaruhi efektifitas atau keberhasilan program kerja dalam organisasi, termasuk organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa Rektorat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Terdapat dua rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini yaitu, (1) Bagaimana pola komunikasi kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya? dan (2) Bagaimana dampak dari pola komunikasi terhadap kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya?. Tujuan dari penelitian ini adalah memehami Bagaimana pola komunikasi kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya, serta Bagaimana dampak dari pola komunikasi terhadap kepemimpinan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Sistem Sosial Katz And Kahn. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, serta teknik pengumpulan data seperti, teknik osevasi, wawancara, kepustakaan serta dokumentasi. Kemudian teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan. (1)Pola komunikasi kepemimpinan yang diterapkan dalam organisasi BEM Rektorat IAHN-TP Palangka Raya menerapkan empat pola komunikasi utama, yaitu vertikal, horizontal, diagonal, dan informal. Keempat pola ini berjalan saling melengkapi sehingga menciptakan sistem komunikasi yang dinamis dan adaptif. Penerapan komunikasi tersebut efektif terhadap keaktifan anggota dalam program kerja, konsolidasi internal, solidaritas tim, serta citra dan kinerja BEM di mata mahasiswa. (2)Dampak dari pola komunikasi yang diterapkan terlihat pada meningkatnya keaktifan anggota dalam program kerja, terjaganya konsolidasi internal dan solidaritas tim, serta membaiknya citra BEM di mata mahasiswa selain itu pola komunikasi yang diterapkan juga mendorong pengambilan keputusan yang lebih partisipatif dan adaptif, meningkatkan motivasi serta partisipasi anggota, menjaga transparansi dan akuntabilitas, serta memperlancar penyelesaian konflik melalui saluran komunikasi yang beragam. Kata kunci: Pola Komunikasi, Kepemimpinan, BEM IAHN-TP Palangka Raya

Strategi Pengembangan Objek Wisata Bukit Batu Banama Kecamatan Bukit Batu Kelurahan Tangkiling Kota Palangka Raya

PILIH
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Pilih, 2025 : Strategi Pengembangan Objek Wisata Bukit Batu Banama, Kecamatan Bukit Batu, Kelurahan Tangkiling, Kota Palangka Raya Pengembangan Obyek Wisata Bukit Banama merupakan obyek wisata dengan latar belakang kondisi alam yang sangat indah dengan pemandangan perbukitan dan hutan. Atas dasar anggapan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan fokus kajian pada dua aspek permasalahan, yaitu 1) Bagaimana Strategi Pengembangan Objek Wisata Bukit Batu Banama, Kecamatan Bukit Batu, Kelurahan Tangkiling, Kota Palangka Raya?., 2) Bagaimana hambatan dan upaya Strategi Pengembangan Objek Wisata Bukit Batu Banama, Kecamatan Bukit Batu, Kelurahan Tangkiling, Kota Palangka Raya?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sedangkan landasan analisis, digunakan Teori Manajemen dan Teori Kendala. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Berdasarkan telaah dan metode analisis tersebut dapat diasumsikan sebagai berikut. Pertama Strategi Pengembangan Objek Wisata Bukit Batu Banama Kecamatan Bukit Batu, Kelurahan Tangkiling, Kota Palangka Raya berdasarkan pada dua elemen dasar yakni promosi objek wisata, dan Media promosi objek wisata. dua elemen tersebut saling terkait menjadi satu keutuhan yang terartikulasikan pada Strategi Pengembangan Objek Wisata Bukit Batu Banama Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya. Promosi aspek kebudayaan dan jenis pariwisatanya masih sangat kurang oleh karena itu dibutuhkannya media promosi guna mengenalkan kepada khalayak publik tentang potensi Pengembangan Objek Wisata Bukit Batu Banama Kecamatan Bukit Batu. Sedangkan media promosi tidak lepas dari peranan desain, biasanya makna tersampaikannya suatu promosi harus didasari dengan desain yang menarik agar khalayak umum dapat mengerti apa maksud yang disampaikan oleh promosi tersebut. Promosi biasanya mencakup kepada Iklan. Kedua, Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah masalah anggaran itu sendiri, pada saat ini masih terbatas untuk pengelolaan dan pengembangan kawasan Objek Wisata Bukit Batu Banama Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya, terutama untuk pengembangan fasilitas di wisata tersebut, dan juga belum tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang betul-betul mampu untuk melihat peluang maupun tantangan dari sektor kepariwisataan di wilayah Kota Palangka Raya. Kata Kunci : Strategi Pengembangan, dan Objek Wisata Bukit Batu Banama

Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Ekowisata Desa Tangkahen Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau

STEVEN JUARI
2025 · Thesis · Open Access

Pariwisata telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara serius dan melibatkan para pemangku kepentingan. Salah satu bentuk pariwisata yang sedang berkembang adalah ekowisata, yaitu pariwisata berkelanjutan berbasis alam yang bertujuan memberdayakan masyarakat lokal. Desa Tangkahen, yang terletak di Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, memiliki potensi ekowisata yang melimpah, dikelilingi oleh hutan, sungai, serta beragam flora dan fauna. Namun, pemanfaatan potensi ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata di Desa Tangkahen dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan strategi kualitatif, menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa penduduk Desa Tangkahen telah terlibat dalam semua aspek pengelolaan ekowisata, seperti penyediaan transportasi, akomodasi, pemandu, dan layanan publisitas. Tingkat partisipasi didasarkan pada unsur internal seperti kesadaran, keterampilan, dan pengetahuan, serta unsur eksternal seperti dukungan pemerintah, kebijakan pengelolaan, dan peluang ekonomi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan ekowisata. Oleh karena itu, rencana induk ekonomi, lingkungan, dan sosial yang disertai dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan sangat penting untuk meningkatkan Desa Tangkahen sebagai destinasi ekowisata terbaik di Kalimantan Tengah.Kata kunci: partisipasi masyarakat, ekowisata, pengelolaan wisata, Desa Tangkahen.

Peran Damang dalam Penyelesain Kasus Hamil di luar Nikah di Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas

SILPANO RISKI
2025 · Thesis · Open Access

ABSTARK SILPANO RISKI,2025: Peran Damang Dalam Penyelesaian Kasus Hamil Diluar Nikah Di Kecamatan Mihing Raya Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Starata Satu Program Studi Hukum Adat, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I I Komang Darman, SH., M.H Pembimbing II Dede Suryanto, M.H Penelitian ini membahas peran Damang sebagai kepala adat dalam penyelesaian kasus kehamilan di luar nikah di Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas. Pergeseran budaya lokal Dayak yang sebelumnya menjunjung tinggi nilai belum bahadat (hidup beradab) mengalami pelemahan akibat pengaruh budaya luar, kemajuan teknologi, dan keterbukaan informasi. Kondisi ini diperburuk oleh lemahnya pengawasan orang tua, rendahnya literasi digital, serta tingginya rasa ingin tahu remaja yang mendorong terjadinya pergaulan bebas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori kausalitas dan teori tindakan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kedamangan berperan penting dalam mencegah dan menyelesaikan kasus kehamilan di luar nikah melalui sosialisasi, penguatan kerja sama dengan lembaga terkait, serta penerapan hukum adat yang disinergikan dengan hukum negara. Mekanisme penyelesaian dilakukan secara hibrid, yakni melalui musyawarah adat hingga pengesahan perkawinan adat, yang pada kasus tertentu melibatkan pengadilan untuk memperoleh dispensasi kawin. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa maraknya kasus kehamilan di luar nikah di Kecamatan Mihing Raya merupakan dampak dari pergeseran budaya dan lemahnya kontrol sosial, sementara peran Kedamangan menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan antara norma adat dan hukum negara demi terciptanya ketertiban sosial. Berdasarkan temuan di lapangan, peran Damang tidak hanya sebatas penyelesai sengketa adat, tetapi juga sebagai tokoh panutan yang berfungsi membina moral masyarakat, terutama generasi muda, agar kembali memahami nilai belum bahadat. Melalui keputusan adat yang mengedepankan musyawarah, keseimbangan, dan tanggung jawab, Kedamangan berhasil mendorong terciptanya perdamaian dan pemulihan hubungan antar keluarga yang terlibat. Penelitian ini menunjukkan bahwa penyelesaian adat memiliki efektivitas tinggi dalam menjaga harmoni sosial di tengah pengaruh modernisasi dan perubahan nilai budaya

Analisis Karakteristik Gaya Belajar Siswa Hindu Kelas VII SMP Negeri 3 Palangka Raya

BELLA ANSARI
2025 · Thesis · Open Access

Bella Ansari. 2025. Analisis Karakteristik Gaya Belajar Siswa Hindu Kelas VII SMP Negeri 3 Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Pembimbing II Santang, S.Pd., M.Hum. Perbedaan gaya belajar pada setiap individu menunjukan cara tercepat bagi setiap individu dalam upaya menyerap sebuah informasi dari luar dirinya. Hal tersebut yang menentukan dimana guru harus mempertimbangkan proses pembelajaran sehingga dapat mencakup berbagai karakteristik gaya belajar peserta didik. Selain itu, guru juga harus mengarahkan peserta didik menjadi seorang yang berperilaku yang cerdas, berbudi pekerti luhur, cakap, dan memiliki keterampilan. Peran guru selain mengarahkan juga sebagai fasilitator yang bertugas merangsang atau memberikan stimulus dan membantu peserta didik untuk mau belajar sendiri. Oleh karena itu, seorang guru harus mampu memahami dan mengetahui gaya belajar siswa guna sebagai salah satu kunci keberhasilan suatu pembelajaran. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik gaya belajar siswa Hindu sekaligus mengetahui hambatan yang dialami oleh siswa maupun guru berkaitan dengan gaya belajar siswa Hindu di SMP Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan melibatkan wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Hindu, dan siswa Hindu kelas VII. Adapun untuk Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan untuk Teknik analisis datanya yaitu melalui kondensasi data (Data Condensation), penyajian data (Data Display), dan penarikan kesimpulan (Conclusion Drawing/ Verifications). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa Hindu kelas VII memiliki karakteristik gaya belajar yang beragam: visual lebih mudah memahami melalui membaca, auditori lebih efektif melalui penjelasan lisan dan diskusi, sedangkan kinestetik unggul dalam praktik langsung. Perbedaan ini sejalan dengan teori humanistik yang menekankan keunikan individu dalam proses belajar. Selain itu, ditemukan hambatan pada aspek otogenik (kesiapan siswa) dan didaktis (strategi guru), namun dapat diatasi dengan variasi metode pembelajaran yang mengintegrasikan ketiga gaya belajar, sehingga pembelajaran Pendidikan Agama Hindu menjadi lebih efektif, inklusif, dan bermakna.

Hambatan Guru dalam Membentuk Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya

ERPINA
2025 · Thesis · Open Access

Erpina, 2025. Hambatan Guru Dalam Membentuk Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD N 5 Menteng Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH., M.Pd.H dan Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si Hambatan-hambatan guru dalam mebentuk motivasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan agama Hindu adalah hambatan yang muncul baik secara internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, dan mengetahui hambatan guru dalam membentuk motivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya, untuk mengkaji dan mendeskripsikan upaya guru mengatasi hambatan guru dalam membentuk motivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami, menganalisis, dan mendeskripsikan Hambatan Guru Membentuk Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD N 5 Menteng Palangka Raya. Data penelitian diproleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di SD N 5 Menteng Palangka Raya. Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru Hindu, wali kelas, dan siswa Hindu. Peneliti bertindak sebagai instrument utama dibantu dengan menggunakan pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data adalah analisis data kualitatif menurut Miles & Huberman (2014). Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa Hambatan Guru Membentuk Motivasi Belajar Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD N 5 Menteng Palangka Raya meliputi rendahnya minat belajar, penggunaan media dan metode pembelajaran yang kurang tepat, serta perbedaan karakter siswa. Upaya guru dalam mengatasi hambatan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SD Negeri 5 Menteng Palangka Raya dilakukan melalui tiga langkah, yaitu membimbing siswa sesuai karakter dan kebutuhan mereka, memberikan apresiasi agar siswa merasa dihargai dan termotivasi, serta membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar dengan penjelasan ulang, pendampingan, dan dukungan emosional sehingga mereka lebih percaya diri dan bersemangat. Kata Kunci: Pendidikan agama Hindu, siswa hindu, motivasi belajar.

Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dalam Pembuatan Sarana Basarah pada Siswa Hindu di SMPN 12 Mantangai

NEHA
2025 · Thesis · Open Access

Skripsi ini mengkaji tentang keterampilan mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah pada siswa Hindu di SMPN 12 Mantangai. Penomena yang terjadi dilapangan kurang adanya sebuah keterampilan dalam pembuatan sarana basarah, ketidak keterampilan itu ada beberapa aspek atau kendala yang terjadi. Oleh karena itu masalah yang dikaji yaitu: 1. Bagaimana keterampilan mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah pada siswa Hindu di SMPN 12 Mantangai? 2. Apa kendala mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah pada siswa Hindu di SMPN 12 Mantangai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis keterampilan mengajar kelompok kecil dalam pembuatan sarana basarah. Rumusan masalah pertama dikaji dengan teori Kooperatif dan rumusan kedua dikaji dengan teori Konstruktivisme. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan utama terdiri dari guru dan siswa yang dipilih dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru dalam memberikan penjelasan, bimbingan, dan latihan praktik mampu meningkatkan interaksi, pemahaman, serta keterampilan siswa dalam membuat sarana basarah. Pembelajaran kelompok kecil juga menumbuhkan partisipasi aktif, tanggung jawab, penghargaan budaya, dan nilai spiritual sesuai ajaran Hindu Kaharingan. Kendala yang muncul antara lain keterbatasan sarana prasarana, waktu, bahan, tempat berlatih, serta perbedaan motivasi siswa. Meski demikian, sekolah tetap menciptakan suasana belajar kondusif dengan dukungan nilai religius, kreativitas, dan kolaborasi sehingga pembelajaran menjadi kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pelestarian budaya serta spiritualitas. Kata kunci: Keterampilan mengajar, sarana basarah

Penerapan Problem Based Learning Berbantu Media Konkret pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya

FRANCISCO ROMARIO VIVO
2025 · Thesis · Open Access

Romario, Vivo, R, 2025, Penerapan Problem Based Learning Bderbantu Media Konkret Pada Mata Pelajaran IPAS Di SDN 1 Menteng Kota Palangka Raya. Skripsi Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Dosen Pembimbing I: Dr. Pranata, S.Pd., M.Si Dan Dosen Pembimbing Kedua Putu Cory Candra Yhani, S.Pd., M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu media konkret pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya, mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru maupun siswa, serta menjelaskan upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut. Pembelajaran IPAS merupakan salah satu mata pelajaran penting di sekolah dasar yang menuntut siswa untuk memahami konsep abstrak sekaligus mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penerapan PBL yang dipadukan dengan media konkret diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling yang melibatkan Kepala Sekolah, Wali Kelas V, serta dua orang siswa kelas V SDN 1 Menteng Palangka Raya. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya hasil penelitian disajikan dalam bentuk laporan skripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantu media konkret dapat meningkatkan antusiasme, keaktifan, dan pemahaman siswa dalam pembelajaran IPAS. Siswa lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak karena adanya media nyata yang dapat diamati dan digunakan secara langsung. Kendala yang dihadapi dalam penerapan PBL meliputi keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa, serta ketersediaan media konkret yang belum sepenuhnya memadai. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru melakukan beberapa upaya, antara lain menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi kelas, memanfaatkan media yang tersedia secara maksimal, serta memberikan pendampingan lebih intensif kepada siswa yang masih mengalami kesulitan. Kata Kunci: Problem Based Learning, Media Konkret, Pembelajaran IPAS, Siswa Sekolah Dasar.

Nilai Pendidikan Hindu dalam Pelaksanaan Yadnya Sesa Umat Hindu Bali di Desa Lunuk Ramba Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

RISA WIDYA
2025 · Thesis · Open Access

Risa Widya, 2025 Nilai Pendidikan Hindu Dalam Pelaksananaan Yadnya Sesa Umat Hindu Bali di Desa Lunuk Ramba Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Pembimbing I Mitro S.Pd., M.Si Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag, M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan Hindu yang terkandung dalam pelaksanaan Yadnya Sesa oleh masyarakat Hindu etnis Bali di Desa Lunuk Ramba, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Yadnya Sesa merupakan salah satu bentuk dalam ajaran Hindu yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Praktik keagamaan ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan yang mencerminkan ajaran filsafat Hindu, seperti nilai religius, etika, tanggung jawab sosial, serta keselarasan dengan alam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan tokoh agama Hindu setempat, serta dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Yadnya Sesa tidak hanya sebagai kewajiban spiritual, tetapi juga sarana edukasi religius yang diwariskan antar generasi. Nilai-nilai pendidikan Hindu yang muncul mencakup nilai religius (ketulusan dan keikhlasan dalam berbakti kepada Tuhan), nilai etika (penghormatan kepada leluhur dan alam), serta nilai sosial budaya (melestarikan tradisi dan membentuk sikap gotong royong). Dengan demikian, Yadnya Sesa berperan penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas umat Hindu, serta memperkuat identitas budaya umat hindu.

Peran Seni Suara Kandan dalam Membentuk Karakter Generasi Muda pada Acara Tohtok Pantan di Desa Tumbang Bukoi Kabupaten Kapuas

SRI DAYANTI
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Sri Dayanti. 2025. Peran Seni Suara Kandan Dalam Membentuk Karakter Generasi Muda Pada Acara Tohtok Pantan Di Desa Tumbang Bukoi Kabupaten Kapuas. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Hendri, S.Ag.,M.Si Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Peran seni suara Kandan dalam membentuk karakter generasi muda di Desa Tumbang Bukoi dan Nilai-nilai karakter apa saja yang dapat ditanamkan melalui seni suara Kandan. Dengan Teori yang digunakan yaitu Pendidikan Karakter dan Teori Behavioristik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif Kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Tumbang Bukoi Kabupaten Kapuas. Sumber data penelitian ini adalah Kepala Desa, Basir/Pisor, Tokoh Masyarakat dan Generasi Muda Desa Tumbang Bukoi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kajian analisis pembahasan dapat disimpulkan bahwa: 1) Kandan merupakan tradisi Dayak terkhususnya di Dayak Ngaju/Ot Danum Desa Tumbang Bukoi, yang berisikan lantunan doa-doa, nasehat dan pengharapan yang berasal dari bahasa songiang yang mempunyai nilai keindahan seni suara murni pada saat melantunkan kandan tersebut, dan yang melantunkan kandan bebas saja asal paham dan bisa melantunkannya serta kandan dilantunkan pada saat acara seperti menerima tamu, perkawinan dan pada tiwah (mengubur). Kandan juga memiliki struktur teks yang terdiri dari Pembuka (Poteneng liou), Isi (Nohtok Hopong), dan Penutup (Ngisok Tiwah Mapali). 2) Seni suara kandan adalah sebuah tradisi yang sangat dinamis dan multi-fungsi. Analisis dari wawancara menunjukkan bahwa kandan tidak hanya dilestarikan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga berfungsi sebagai alat yang penting untuk membangun karakter pribadi, memperkuat ikatan sosial, dan melestarikan identitas budaya dalam masyarakat yang terus berubah.

Strategi pembelajaran Agama Hindu untuk membangun motivasi belajar siswa Hindu kelas V di SDN 1 Tumbang Sabetung Kabupaten Katingan

ODOLMAN
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Odolman. 2025. Strategi pembelajaran Agama Hindu untuk membangun motivasi belajar siswa Hindu kelas V di SDN 1 Tumbang Sabetung Kabupaten Katingan. Fakultas Dharma Acarya. Program Studi Pendidikan Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Hendri, S.Ag., M.Si Pembimbing 2 Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Penerapkan strategi pembelajaran agama Hindu Untuk Membangun Motivasi Belajar Siswa Hindu kurangnya alat peraga atau media belajar itu yang menjadi kendala bagi guru Kendala ini berdampak negatif pada fokus belajar siswa dan dapat menurunkan prestasi akademik penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru agama Hindu dalam mengatasi kendala yang ada di SDN-1 Tumbang sabetung Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan wawancara dengan, guru agama Hindu, kepala sekolah, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, studi pustaka. Adapun teknik analisis datanya melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Strategi dan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru bersifat humanis dan variatif, seperti metode tanya jawab, bercerita, ceramah, diskusi, serta penggunaan media sederhana. Pendekatan ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif. 2. Selanjutnya pelaksanaan strategi pembelajaran Agama Hindu di SDN-1 Tumbang Sabetung menghadapi kendala utama berupa keterbatasan media pembelajaran, alat peraga yang kurang variatif, dan minimnya tenaga pendidik.