EKA PARWATI
2024 · Thesis · Open Access
Eka Parwati, 2024: Implementasi Program Rehabilitasi Dalam Pembinaan Narapidana Perempuan Kasus Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palangka Raya Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Citranu, MH. Pembimbing II, I Kadek Kartika Yase, MH. Sistem pembinaan bagi narapidana narkotika dilakukan di dalam Lembaga Pemasyarakatan, di mana Lembaga Pemasyarakatan merupakan salah satu bentuk hukuman pidana. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, khususnya Pasal 9 mengenai hakhak narapidana, bahwa narapidana harus diperlakukan dengan baik dan manusiawi dalam satu sistem pembinaan yang terpadu, pembinaan dan pembimbingan narapidana meliputi program pembinaan dan bimbingan berupa kegiatan pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Masalah yang diteliti : (1) Peran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palangka Raya Dalam Program Pembinaan Rehabilitasi Terhadap Narapidana Perempuan Kasus Narkotika. (2) Implikasi Hak Dalam Program Pembinaan Rehabilitasi Narapidana Perempuan Kasus Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palangka Raya Subyek Penelitian adalah Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palangka Raya, Kepala Seksi BLNADIK, Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Kasubsi Registrasi, Narapidana/Warga Binaan Pemasyarakatan dan pihak-pihak yang bersangkutan dengan Program Rehabilitasi Pembinaan Narapidana Perempuan Kasus Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palangka Raya. Obyek Penelitian adalah Implementasi Program Rehabilitasi Pembinaan Narapidana Perempuan Kasus Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palangka Raya. Metode penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teori yang digunakan untuk penelitian ini adalah teori Kausalitas dari Silfiah, Teori Sistem Hukum dari Lewrence Meir Firedman dan Teori Pemidanaan dari Nawawi Arief. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palangka Raya sangat berperan dalam program pembinaan rehabilitasi terhadap narapidana perempuan kasus narkotika dalam membantu narapidana perempuan menjalani masa hukuman agar setelah menjalani masa pidana dapat menjadi warga negara yang baik. Implikasi hak dalam program rehabilitasi narapidana perempuan kasus narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palangka Raya, dalam hal ini narapidana mempunyai hakhak yang harus dilindungi dan diayomi selama berada di Lembaga Pemasyarakatan
INDAH SRI REZEKI
2024 · Thesis · Open Access
Eksistensi Sungai Pajawan sebagai destinasi wisata di Desa Jalemu Raya Kabupaten Gunung Mas.
CHACA JELYANA
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Chaca Jelyana. 2024 Strategi Guru Agama Hindu Dalam Meningkat Keterampilan Membuat Ketupat Pada Siswa SMKN-1 Banama Tinggang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Fakultas Dharma Acarya, IAHN-TP Palangka Raya. pembimbing: (1) Mitro, S.Pd.,M.Si (2) Megawati,S.Pi, M.pd.H Skripsi ini mengkaji tentang strategi guru dalam meningkatkan keterampilan siswa membuat ketupat. Fenomena yang terjadi siswa kurang minat dan terampil dalam membuat ketupat. Sebab ketupat itu penting dalam Agama Hindu sebagai sarana upacara. Penelitian bertujuan mengkaji ilmu pengetahuan tentang pembuatan ketupat sebagai sarana upacara, untuk mengkaji dan menganalisis permasalahan menggunakan teori behavioristik dan konstruktivisme. Metode yang digunakan yakni metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data digunakan yakni observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik penentuan informan menggunakan purposive. Pengumpulan data dianalisis mengunakan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yakni (1) Strategi guru meliputi menyiapkan alat dan bahan, penyampaian materi, motivasi, demonstrasi dan Apresiasi; (2) Kendala guru Agama Hindu dalam strategi dan proses pembuatan ketupat yakni faktor internal, siswa kurang lancar dalam membuat ketupat, siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, sifat pemalu dalam bertanya dan menjawab, serta banyak siswa yang masih menyesuaikan diri dalam strategi pembelajaran dan faktor ekternal kebudayaan, faktor lingkungan serta kurangnya fasilitas bahan praktek; (3) Upaya guru Agama Hindu dalam mengatasi kendala pada saat proses pembuatan ketupat yakni guru melakukan pendekatan kepada siswa dengan menjelaskan pentingnya ketupat dalam upacara ritual, guru mencari bahan dan praktek dan guru mengarahkan siswa membuat kelompok. Kata kunci: Strategi, Guru Agama Hindu dan Keterampilan
DIANTI BAYUN
2024 · Thesis · Open Access
Dianti Bayun. 2024. Balian Nyapu Ipar Pada Suku Dayak Lawangan Di Bantai Karau Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah (Persfektif Pendidikan Agama Hindu). Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson, S. Ag., M. Ag Pembimbing II Nyoman Sumarni, S. Ag., M. Si Balian Nyapu Ipar ini merupakan upacara penyucian terhadap sial pantangan akibat ke-matian dan merupakan upacara Pembersihan roh yang sudah meninggal dunia dari keterikatan dengan keluarga yang di tinggalkan, sehingga roh tersebut dapat menyatu dengan Juus Tuha Allah Talla (Ranying Hatalla Langit). Namun kenyataannya sekarang ini ditemukan dalam balian nyapu ipar ialah dimana ternyata belum semua masyarakat umat Hindu memahami mengenai nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam pelaksanaan dalam Balian Nyapu Ipar. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses Balian Nyapu Ipar pada Suku Dayak Lawangan di Bantai Karau Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah? (2) Apa Nilai-nilai Pendidikan agama Hindu yang terdapat dalam Balian Nyapu Ipar pada Suku Dayak Lawangan di Bantai Karau Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah? Teori yang digunakan untuk menganaisis terhadap rumusan masalah, yaitu menggunakan 2 (Dua) teori. (1) Teori Religi, dan (2) Teori Nilai. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data, yakni observasi, wawancara, dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menggu nakan metode deskriptif kualitatif berupa wawancara dengan para informan yang benar-benar mengetahui tentang permasalahan yang diteliti. Adapun hasil dari penelitian ini tentang tahapan proses balian nyapu ipar akan dijelaskan sebagai berikut: (1) Melaksanakan musyawarah/mufakat, (2) menyiapkan sarana prasarana, (3) melaksanakan persembayangan basarah, (4) pelaksananan Balian Nyapu Ipar, (5) Saki Pilah, (6) Jakat Paner Penutup. (2) Nilai Pendidikan dalam Balian Nyapu Ipar yang pertama nilai pendidikan tatwa yaitu Ketuhanan atau kebenaran, yang kedua nilai pendidikan etika yaitu kesusilaa atau aturan-aturan dan yang ketiga nilai upacara yaitu mempelajari tentang bagaimana tatacara pembuatan sarana dan prasarana upacara.
I KADE YOGA ARISTA
2024 · Thesis · Open Access
I KADE YOGA ARISTA, 2024. Fungsi Pure Dalem Dalam Penanman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Pada Umat Hindu Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang. Skripsi Fakuultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang palangka Raya. Pembimbing I. Dr. Mujiono, S.Ag.,M.Ag Pembimbing II. Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag Skripsi ini mengkaji tentang fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu, sebab ada gejala penurunan nilai-nila kehidupan sosial masyarakat. Terutama pada generasi muda umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melakukan persembahyangan di Pura Dalem. Berdasarkan latar belakang tersebut masalah yang menjadi target analisis yakni: (1). Apa Fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai nilai Pendidikan Agama Hindu?, (2). Bagaimana penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu?, dan (3). Apa Kendala dalam penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu di Pura Dalem di Desa Basarang Jaya? Penelitian bertujuan untuk mengkaji ilmu pengetahuan tentang nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, rumusan masalah itu dikaji dengan teori Fungsional struktural, Nilai, dan Kendala. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode penentuan informan yakni proposiv yaitu informan para tokoh umat Hindu menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Dianalisis dengan kondensasi data, penyajian data dan penarik kesimpulan, selanjutnya menyajikan hasil penelitian dengan narasi bahasa Indonesia yang sesuai pedoman skripsi. Berdasarkan analisis yang di kaji dengan teori fungsional struktual, fungsi Pura Dalem dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu dapat di analisis yakni berdasarkan struktural maka ada sebuah fungsional struktural yaitu secara struktur maka ada tiga struktur besar yakni tri mandala. Yang pertama Uttama Mandala yang berfungsi sebagai tempat pemujaan kepada Sang Hyang Widhi Wase dalam bentuk-nya sebagai manifestasi utama. Struktur kedua Madhya Mandala yang berfungsi sebagai tempat persembahyang umat Hindu dan tempat melaksanakan tarian bali sebelum persembahyangan di mulai. Struktur ketiga Nista Mandala sebagai area pura paling luar disini berfungsi sebagai tempat melakukan persiapan-persiapan yajna dan tempat parkir dibagian luar. Analisis yang ketdua yakni mengkaji tentang nilai-nila Pendidikan Agama Hindu di tinjau dari teori yang digunakan maka mempunya fungsi yaitu Nilai Pendidikan Dana Punia berfungsi untuk belajar keikhlasan, Nilai Pendidikan Sosial berfungsi untuk saling membantu, Nilai Pendidikan Tattwa berfungsi membangun diri sendiri agar dapat berpikir secara mendalam, meningkatkan pandangan yang luas dalam latihan berpikir pribadi. Nilai Pendidikan Religius berfungsi sebagai nilai yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Nilai Pendidikan Etika berfungssi sebagai prilaku dan membantu individu membuat keputusan yang tepat. Nilai Pendidikan Upacara berfungsi sebagai spiritual karena upaara adat mampu membangkitkan emosi keagamaan, menciptakanras aman, tentram dan selamat. Analisis yang Ketiga yakni kendala dalam penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu berdasarkan teori yang digunakan maka mempunyai kendala Internal yaitu kurangnya pemahaman dan pengatahuan, kyurangnya motivasi diri dan Eksternal yaitu kurangnya kehadiran umat Hindu.
ALFIN SATRIAWAN
2024 · Thesis · Open Access
SATRIAWAN ALFIN, 2024. Pelaksanaan Hinting Pali Pada Ritual Agama Hindu Kaharingan Di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, dengan dosen Pembimbing I Dr. I Made Kastama, SH.,MH dan Dosen Pembimbing II Gelar Sumbogo Peni, S.Ag., M.Si. Perkembangan jaman dan arus mobilisasi penduduk yang sangat besar di daerah Kalimantan Tengah, hukum adat secara turun temurun hingga sekarang ini masih tetap terpilihara, dihormati, ditaati, dipatuhi dan dijunjung tinggi keberadaanya. Hinting Pali adalah pemasangan rambu-rambu atau tanda larangan. Biasanya, tanda itu dipasang oleh penyelenggara upacara ritual-ritual agama Hindu Kaharingan di depan pintu rumah atau sekitar tempat upacara, bisa juga dipasang diladang atau kebun sebagai penangkal hama, yang mengandung makna di tempat itu ada pantangan, pali, pamali yang bersifat sakral dan suci. Masalah yang diteliti (1) Bagaimana Pelaksanaan Pemasangan Hinting Pali Menurut Agama Hindu Kaharingan di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? (2) Apa Saja Ritual Agama Hindu Kaharingan Yang Mengunakan Hinting Pali di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan? Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif untuk menentukan cara mencari, mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data hasil penelitian tersebut. Data yang diperoleh melalui penelitian adalah data empiris (teramati) yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid, reliabel, dan obyektif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini yaitu teknik porpusive sampling. Informan dalam penelitian ini yaitu 1 orang Tokoh Umat Hindu Kaharingan, 1 orang Ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan, dan 2 orang Pisor. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan, teknik analisis terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa (1) Pelaksanaan Pemasangan Hinting Pali menurut Agama Hindu Kaharingan di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan adalah sebagai tanda larangan bahwa dilokasi tersebut ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar, kalau dilanggar dapat dikenakan sanksi. (2) Ritual Agama Hindu Kaharingan yang mengunakan Hinting Pali di Kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan adalah memiliki Ritual yang berbeda sesuai dengan upacara yang dilakukan atau permasalahan yang dihadapi misalnya pada ritual upacara tiwah, ritual upacara pengobatan, lahan perkebunan, dan lahan sengketa tanah atau tempat keramat. Ritual Hinting Pali ada yang mengunakan tali rotan memanjang diikat dengan daun sawang yang diberikan cacak burung (+) mengunakan kapur sirih dan pada acara pengobatan ritual Hinting Pali yang digunakan satu ikat daun sawang yang diberikan cacak burung (+) menguanakan kapur sirih.
JUNI ANTIKA WIJAYA
2024 · Thesis · Open Access
Juni Antika Wijaya. 2024. Makna Petak Palaku Dalam Perkawinan Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi Prodi Hukum Agama Hindu Fakultas Dharma Sastra Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Armadiansyah, S.Ag.SH.,MH, Pembimbing II. I Kadek Kartika Yase, MH Palaku adalah mas kawin atau jujuran. Sedangkan petak palaku adalah sebidang tanah yang dijadikan mas kawin dalam sistem perkawinan masyarakat umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalang. Salah satu persoalan hukum perkawinan di Indonesia adalah mengenai kedudukan mas kawin atau palaku tidak ada pengaturan secara lebih khusus. Berbicara kedudukan mas kawin atau palaku adalah merupakan syarat-syarat formil atau prosedur yang harus dipenuhi baik sebelum maupun pada waktu perkawinan. Syarat-syarat formil ini antara lain yaitu: (1. Palaku, 2. Saput, 3. Pakaian, 4. Sinjang entang, 5. Tutup uwan, 6. Lapik luang, 7. Bulau singah pelek, 8. Pinggan pananan pahinjean kuman, 9. Duit lapik ruji, 10. Rapin tuak, 11. Timbuk tangga, 12. Lamiang turus pelek, 13. Batu pisek 14. Bulau ngandung, 15. Alat tidur penganten, 16. Batu kaja). Pembayaran 16 butir materi symbol jalan adat tersebut di atas merupakan norma hukum yang harus dipenuhi dan dilaksanakan oleh pihak mempelai pria sesuai dengan yang telah ditentukan dari pihak mempelai wanita pada saat pertunangan. Berbicara makna petak palaku merupakan suatu rangkaian yang bulat yang bersangkut-paut dengan perkawinan. Dalam penelitian ini permasalahan yang diteliti mencakup 3 (tiga) hal, yaitu : apa makna petak palaku dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. (2). Apa dasar pemenuhan petak palaku dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. (3). Bagaimana proses perkawinan dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Religi dan teori Receptio in Complexu, adapun jenis penelitian ini adalah jenis penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur, sedangkan untuk mendapatkan data yang valid peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Adapun yang menjadi informan atau narasumber penelitian ini adalah mantir adat, ketua majelis resort, ketua majelis kelompok, tokoh masyarakat. Ananlisis data dilakukan dengan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajia data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil peneitian dan analisis data maka dapat dapat disimpulkan yaitu : 1) Makna petak palaku adalah sebagai suatu bukti tanggung jawab dan kesungguhan seorang laki-laki dalam mengambil seorang perempuan menjadi istrinya. 2) Dasar pemenuhan petak palaku dalam perkawinan masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur ada dua yaitu pertama Kitab Suci Panaturan Pasal 30 Kameluh Endas Bulau Lisan Tingang Kawin Ayat 33 yang berbunyi “Pelek rujin pangawin ini yang menjadi contoh dari RANYING HATALLA melalui Raja Uju Hakanduang di Lewu Bukit Batu Nindan Tarung untuk manusia turunan Raja Bunu, dan inilah yang menjadi awal perempuan ada jalan adatnya atau ada mas kawinnya. Kedua menggunakan pedoman surat mas kawin dari seorang ibu pihak perempuan sebagai dasar pemenuhan jalan adat anak perempuannya. 3) Proses Perkawinan dalam masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur. Adapun proses perkawinan pada masyarakat agama Hindu Kaharingan terdiri dari rangkaian: Panganten mandai, Lawang sakepeng, Mamapas panganten, Haluang hapelek, Manyaki panganten, Maimbul batang sawang, Panganten mamali, Maruah pali.
NILUH PUSPITA SARI
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Niluh Puspita Sari, 2024. Pengaruh Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto. M.Pd.H Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya. siswa cenderung tidak terlibat aktif serta tidak fokusnya siswa dalam proses pembelajaran, sehingga berdampak pada belum maksimalnya hasil belajar yang dicapai. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui bagaimana minat belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya, (2) untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya, dan (3) untuk mengetahui bagaimana minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Pedidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data minat siswa dikumpulkan melalui angket atau kuesioner dengan responden 36 siswa kelas X dan kelas XI Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya. Sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui nilai ulangan harian siswa, data dianalisis dengan regresi sederhana menggunakan IBM Statistics for Windows. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa minat belajar siswa Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya kategori sedang dengan persentase 72.2%. Hasil belajar yang diperoleh rata-rata 71,17 dikatakan rendah karena masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 78. Pada hasil uji hipotesis didapat Sig. 0,000 0,05 dan nilai t hitung 19,978 > t tabel 2,032 sehingga menghasilkan Ha diterima pada penelitian, disimpulkan bahwa minat belajar secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMAN 3 Palangka Raya. Kata Kunci: Minat Belajar, Hasil Belajar, Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu
GENDUTSI
2024 · Thesis · Open Access
GENDUTSI, 2024 : Implementasi Pendidikan Karakter Bagi Siswa Hindu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I, Dr. I Gede Dharman Gunawan, SH.,M.Pd.H. Pembimbing II Dr.Suryanto, S.Pd.,M.Pd Penelitian ini mengkaji tentang Implementasi Pendidikan Karakter Bagi Siswa Hindu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Pendidikan karakter adalah usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik ( habituation) sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadianya. Efektivitas adalah suatu hal yang memiliki pengaruh, manjur, membawa hasil, dan berhasil atau suatu usaha atau Tindakan yang dilakukan. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalahnya yakni sebagai Berikut: Bagaimanakah Efektivitas Implementasi Pendidikan Karakter Bagi Siswa Hindu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pkerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Efektivitas implementasi Pendidikan karakter bagi siswa Hindu dalam pembelajaran Pendidikan agama Hindu dan Budi pekerti di SDN Percobaan Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Teori Peranan dan (2) Teori Belajar Behaviorisme Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif yang berlokasi di SDN Percobaan Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Subjek dalam penelitian ini yakni kapala sekolah (1 orang), guru agama Hindu (1 orang), dan siswa Hindu (5 orang). Metode dalam penelitian ini adalah Observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1. Implementasi Pendidikan karakter bagi siswa Hindu dalam pembelajaran Pendidikan agama Hindu yang dapat diimplementasikan untuk pembentukan karakter yakni, (1) Tri Kaya Parisudha, (2) Tri Hita Karana, (3) Panca Sradha, (4) Panca Yadnya. 2.Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembentukan karakter pada Pendidikan agama Hindu dan budi pekerti : (1) Religius (2) Sopan Santun dan (3) Jujur yang memiliki efektivitas bagi siswa Hindu yaitu dengan memberikan keteladanan dan pembiasaan bagi siswa.
ALIAH RAHMAWATI BADRIAH
2024 · Thesis · Open Access
Skripsi ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa III-A SD Negeri Percobaan Palangka Raya. Berdasarkan fenomena yang ada, masih ada beberapa guru yang menerapkan model pembelajaran berbasis konvensional atau pembelajaran yang berfokus kepada guru sehingga mengakibatkan siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini daharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan berpikir kritis siswa untuk meningkatkan hasil belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang dikaji yakni seberapa efektif penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa III-A SD Negeri Percobaan Palangka Raya?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa III SD Negeri Percobaan Palangka Raya. Rumusan masalah dikaji menggunakan teori konstruktivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain pre-exsperimen tipe one group pretest-posttest dimana pemilihan teknik pengambilan sampel Probability Sampling yaitu Proportionate Stratified Random Sampling dipilih per-kelas yaitu kelas III-A. Pengumpulan data menggunakan tes tulis sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran berbasis masalah berupa pilihan ganda untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Pada hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon signed- rank test menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa dengan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0.000. selain itu, ditemukan bahwa pembelajaran berbasis masalah juga meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Temuan ini mendukung efektivitas pembelajaran berbasis masalah dalam konteks pendidikan dasar dan memberikan implikasi penting bagi praktik pengajaran. Disarankan agar pembelajaran berbasis masalah diimplementasikan lebih luas dan dipertimbangkan untuk berbagai subjek pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
RISMON RISDIANTO
2024 · Thesis · Open Access
Upacara Aruh Buntang Mamali Mate merupakan suatu upacara kematian tingkat akhir yang dilaksanakan oleh umat hindu kaharingan di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong. upacara ini ditujukan untuk menghantarkan roh leluhur ke alam berikutnya atau menyatu dengan tuhan.Adapun rumusan masalah yang dapat diangkat oleh peneliti yaitu: 1. Bagaimana Bentuk Pelaksanaan Upacara Aruh Buntang Mamali Mate Di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong? 2. Apa Fungsi Dari Upacara Aruh Buntang Mamali Mate di Desa Kaong Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong? 3. Apa Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang Terkandung Dalam Upacara Aruh Buntang Mamali Mate?. Peneilitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami bentuk pelaksanaan dari upcara Aruh Buntang Mamali Mate, fungsi dan nilai-nilai yang terkandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi, Fungsionalisme, Interfretatif simbolik, dan teori Taksonomi Bloom. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Kaong, jenis dan sumber data yang digunakan: suber data primer dan data skunder, teknik penentuan informan yaitu Teknik purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan: obsrvasi, wawancara, dan dokumentasi, instrument penelitian kualitatif teknik analis data yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan tentang upacara Aruh Butang Mamali Mate di Desa Kaong yaitu dalam pelaksanaannya memiliki beberapa tahap: 1. Persiapan, 2. Pelaksanaan, dan 3. Tahap akhir yang memiliki fungsi: 1. Menjaga hubungan harmonis dengan leluhur dan tuhan, 2. Menjaga hubungan harmonis dengan sesama manusia, 3. Menjaga hubungan harmonis dengan alam. Selain mempunyai fungsi upacara kematian Aruh Buntang Mamali Mate juga dalam nilai-nilai Pendidikan agama Hindu yaitu: 1. Tattwa adanya kepercayaan terhadap Tuhan/Brahman sebagai sumber dari Atman serta menghantarkan roh ke alam berikutnya atau menyatu dengan Tuhan , 2. Susila adanya persembahan sebagai bentuk bakti untuk membayar hutang bkepada leluhur, dan 3. Upacara adanya keterampilan atau kreatifitas yang terlihat unik serta indah dalam tarian-tarian serta sarana dan prasarananya .
PENI LISARI
2024 · Thesis · Open Access
PENI LISARI: (2024) Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka Raya (pembimbing I Dr. Kadek Sukiada, S.Ag., M.Si, dan pembimbing II Budi Purnomo, SH., M.Si). Penggunaan media sosial sebagai sarana promosi telah banyak digunakan di bidang pariwisata. Salah satu instansi yang aktif mempromosikan pariwisata adalah Disparbudpora Kota Palangka Raya. Sebagai pihak yang turut mempromosikan kegiatan pariwisata, sangat diperlukan keahlian dan pengelolaan khusus pada media sosial. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka pada penelitian ini terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini, (1)Bagaimanakah pola media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, (2) Apa saja faktor penghambat media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah, (1) Teori bauran promosi (2) Teori hambatan. Subjek penelitian ini adalah mulai dari: Admin media sosial dan pengikut media sosial Disparbudpora. Hasil penelitian ini adalah, (1) untuk mengetahui pola media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (2) untuk mengetahui faktor penghambat media sosial sebagai sarana promosi pariwisata oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga. Hasil kajian peneliti dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pola promosi menggunakan media sosial yang dilakukan oleh Disparbudpora terdapat empat tahapan yaitu penciptaan konten, penentuan platform, implementasi program, monitoring dan evaluasi, dan empat bauran promosi yang dilakukan adalah periklanan, Promosi Penjualan, Hubungan Masyarakat dan Publisitas, Pemasaran Langsung. Faktor penghambat kegiatan promosi pariwisata melalui media sosial oleh Disparbudpora yaitu, 1) Faktor internal: perbedaan pendapat dan miskomunikasi yang terjadi antar individu dan tim serta tantangan kreativitas dalam pembuatan konten, 2) Faktor eksternal: jaringan internet dan multimedia yang digunakan mengalami gangguan, kerusakan atau malfungsi. Kata Kunci: Media Sosial, Promosi Pariwisata, Dinas Pariwisata
DEDONG
2024 · Thesis · Open Access
DEDONG : (2024) Strategi Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung Desa Tumbang Liting Kecematan Katingan Hilir Kabupaten Katingan (pembimbing I Dr. I Wayan Suasta, S.Ag., M.Pd.H dan pembimbing II I Wayan Sutarwan, S.Pd., M.Pd.H) Pengembangan pariwisata melibatkan tiga pilar utama, yaitu masyarakat, swasta, dan pemerintah, Strategi pengembangan pariwisata melibatkan berbagai aspek, termasuk peningkatan daya tarik wisata, fasilitas pendukung, infrastruktur yang baik, dan aksesibilitas. Di desa tumbang liting terdapat objek wisata alam Dukuh Betung yang memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Namun, objek wisata tersebut masih memerlukan strategi dalam hal pendanaan, pengelolaan, dan promosi oleh karena itu, perlu adanya strategi yang efektif dan terencana dengan baik untuk mengatasi masalah tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, terdapat dua perumusan masalah dalam skripsi ini yaitu, (1) Apa Saja Faktor Penghambat Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung (2) Bagaimana Strategi Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung. Metode dalam penelitian menggunakan deskritif kualitatif dengan teknik pengumpulan daya yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian adalah,1)Teori hambatan 2), Teori pengembangan pariwisata Subjek penelitian ini yaitu : pemilik, pengelola, wisatawan dan masyarakat. Hasil kajian penulis dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Faktor Penghambat Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung, dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal, Strategi Pengembangan Objek Wisata Alam Dukuh Betung yaitu Strategi Pengembangan Produk dan Pengembangan Pasar. Upaya Penerapan Strategi Pengembangan yaitu Pendekatan Perencanaan Strategi dan Perencanaan Strategis.
UMUL HUSNA
2024 · Thesis · Open Access
Umul Husna, 2024:Penyelesaian Secara Adat Sengketa Masyarakat Petani dalam Sistem Plasma Perkebunan Kelapa Sawit PT. Globalindo Agung Lestari di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Dr. I Made Kastama, SH., MH dan Herwandi, MH. Perkebunan kelapa sawit sering menggunakan sistem plasma, di mana perusahaan besar menyewa sebagian lahan kepada petani lokal. PT. Globalindo Agung Lestari adalah salah satu perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, yang memiliki banyak perkebunan kelapa sawit. Sistem plasma ini memberi peluang bagi petani lokal untuk bekerja sama dengan perusahaan besar, terkadang sistem ini bisa menimbulkan konflik terkait pembagian hasil, hak tanah, dan masalah sosial ekonomi lainnya. Oleh karena itu, peneliti ingin menyelidiki penyelesaian secara adat sengketa masyarakat antara petani dan PT. Globalindo Agung Lestari di Kecamatan Dadahup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelesaian sengketa secara adat, peran dan fungsi tokoh adat seperti Damang dalam proses penyelesaian sengketa, dan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan dan sanksi yang diberlakukan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tokoh adat dan masyarakat terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa dilakukan melalui musyawarah dan mediasi oleh tokoh adat. Prosesnya melibatkan pelaporan, musyawarah adat, mediasi, pengambilan keputusan, dan implementasi yang diatur oleh Damang. Sanksi yang diberikan berupa denda dan restitusi sosial, seperti ikut serta dalam kelompok petani plasma. Proses ini mengikuti nilai-nilai budaya dan hukum adat lokal yang mengatur hubungan antara petani dan perusahaan perkebunan, seringkali terkait dengan konflik hak tanah, kompensasi, dan pembagian hasil. Keterlibatan tokoh adat dan nilai budaya lokal membantu penyelesaian sengketa diterima oleh masyarakat setempat, menyeimbangkan kepentingan perusahaan dan hak petani. Keberhasilan proses ini terlihat dari kepatuhan masyarakat terhadap keputusan Damang, kepuasan kedua pihak, dan pencegahan konflik berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang penyelesaian sengketa di perkebunan plasma dan merekomendasikan penguatan mekanisme penyelesaian sengketa berdasarkan kearifan lokal dan keadilan sosial.
EKA NALARATIH
2024 · Thesis · Open Access
EkaNalaratih, 2024 UpacaraPerkawinan Sala HuruiDi Desa TahawaKecamtanKahayan Tengah kabupatenpulangpisau (kajianfilsafathindu). Skripsi, Prodi FilsafatAgama Hindu, InstitutAgama Hindu Negeri TampungPenyangPalangkaRaya. Pembimbing I: Prof. Tiwi Etika, S.Ag.,M.Ag.,Ph.D.Pembimbing II: I Komang Widyana, S.Pd.H.,M.Pd Perkawinansalahurui yang terjadidi Desa TahawaKecamatanKahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisauberawaldarihubungangelapsehinggaterjadinnyahamil dan baru tau silsilahhubungankeluargayaituhubunganantarseseorngpamandenganseseorngkeponkanperempuannya, hubungankakekdengancucuprempuannya. Karena hubungan yang sepertiitusehinggadiputuskan oleh aturanadat dan agama sebagaisalahurui. dalamaturanadatdayakngaju di desatahawakecamatan Kahayan Tengah adaatauran yang digunakanuntukmenyelesaikanmasalahdalamhalini salah satunyasalahuruiyaituaturan-aturan yang berbentuktertulisseperti salah satunyapakanapali dan tulahataumembunghal yang berdampakburukbagikehidupanberumahtanggayaitugunauntukmenetalisirkanalamlingkungan. Maka yang menjadirumusanmaslahnyaadalah (1) Bagaimanabentuk pelaksanaan perkawinanSala Huruidi Desa Tahawa?. (2) ApasaranaprasaranaupacaraperkawinanSala Huruidi Desa Tahawa?. (3) BagaimanamaknafilosofiupacaraperkawinanSala Hurui di Desa TahawaKecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau?. Penelitianinimenggunakanteoriuntukmenganalisisrumusanmasalahyaitu: teorireligi dan teorisimbol. Metode yang digunakanuntukmengumpulkan data yaituobservasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data yang telahdikumpuldianalisisdenganpendekatandeskriptifkualitatif. Teknik yang digunakanyaitupurposive sampling. Hasil penelitiandigunakanuntukmenunjukanbahwa: 1) Bagaimanabentuk pelaksanaan upacaraperkawinansalahurui di desaTahawa yang dilaksanakan oleh mantiradat, tokohmasyarakat di daerahtempatterjadinnyaperkawinantersebut.Pertamapakanangananpaliadalahmemberimakansesuatu yang takterlihat dan sesuatu yang terlihatgunauntukmenetralisirtanah, air sertaalamlingkungansupayasubur.Mempelailaki-laki dan Perempuan akandipanggillayaknyasepertimemanggilhewanbabiuntukmakan di tempatmakananbabi yang sudahdibuatkhusus, lalukeduamempelaimakan di tempatdulangbawui.Setelahitudiberikansanksiadat lain berupajipen yang wajibdibayarkankepadapihakkeluargapihak Perempuan terutamakepada orang tua dan saudarapihak Perempuan. 2) Apasajasaranaprasarana yang digunakanuntukupacaraperkawinansalahuruiyangterdiridaritempatmakanbabi(dulangbawui)digunakanuntuktempatkeduamempelaidikarenakanmengambil salah satubentuktempatmakanhewan yang tidakbaikyaitutempatmakan yang joroktidaklayakuntuktempatmakanmanusia,hewan korban (babi, ayam)korban yang sangat utamauntuk ritual perkawinan sala hurui. babi yang digunakanbebastanpamelihatukuranbesarataukecil, betinaatau Jantan. Ayam yang digunakanbebasukuranbesarataukecil, betinaataujantan, bulubebas motifdan darahhewanadalahdigunakanuntukuntukmenetralisirkanpengaruh yang tidakbaik, untuksesuatu yang tidakbisadilihat oleh kasatmata dan yang bisadilihat oleh kasatmata. 3) Bagaimanamaknafilosofiupacaraperkawinansalahuruiadalahuntukmenetralkanhubungandenganalambesertaisinyatermasukterhadapsesamamanusia, supayaterjadinyahubungan yang harmonisataubaik.
ERLIABAGEDE
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Erliabagede, 2024. Peran Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di SMP Negeri Satu Atap 2 Kurun Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Mitro, S.Pd.,M.Si dan Pembimbing II Dr. I Gede Dharman Gunawan, M.Pd.H Peran guru agama Hindu merupakan faktor penentu keberhasilan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam kegiatan pembelajaran akan menimbulkan stimulans sehingga nanti akan menghasilkan respon siswa agama Hindu yang dapat dilihat dari prestasi belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru agama Hindu memiliki peran yang baik dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama Hindu (1) peran guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama Hindu (a) pada perencanaan pembelajaran guru berperan sebagai perencana untuk membuat RPP sebagai pedoman dan acuan dalam mengajar (b) pada proses pembelajaran guru agama Hindu berperan sebagai pengajar dan motivator (c) pada evaluasi tahap penilaian guru agama Hindu berperan sebagai Evaluator, untuk melihat sejauh mana kemampuan siswa agama Hindu dalam menerima materi yang diajarkan. (2) kendala guru agama Hindu dalam meningkatkan prestasi belajar siswa agama Hindu yaitu : (a) karakter siswa agama Hidu yang Beragam, (b) siswa agama Hindu sulit membaca dan memahami materi, (c) sarana dan prasarana terbatas. Beberapa kendala tersebut dapat menghalangi dan menghambat jalannya suatu proses pembelajaran. Kata kunci : Peran Guru, Prestasi Belajar
RETI
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK RETI: (2024) Pengembangan Sarana dan Prasarana Pada ObjekWisata Taman Pasuk Kota Palangka Raya ( pembimbing I Dr. I Wayan Selendra. S.Ag., M. Si dan pembimbing II Dr. Kadek SukiadaS.Ag., M.Si) Taman PasukKameluhmerupakan salah satuobjekwisataunggulansekaligusmenjadi icon dari Kota Palangka Raya. Objekwisatainimemilikiberbagaisarana dan prasarana. Meskipundemikianobjekwisata Taman PasukKameluhmasihbelummemilikibanyaksarana dan prasaranawisata yang memadaiuntukdigunakanwisatawansaatberkunjungkeobjekwisata Taman PasukKameluh. Berdasarkanlatarbelakangtersebut, pada penelitianiniterdapatduaperumusanmasalahdalamskripsiiniyaitu, (1) Bagaimanapengembangansarana dan prasarana di objekwisata Taman PasukKameluh di Kota Palangka Raya, (2) Apa kendala pengembangan sarana dan prasaranaobjekwisataTaman Pasuk Kameluh di Kota Palangka Raya. Metode dalampenelitianinimenggunakanmetodepenelitiandeskritifkualitatifdenganteknikpengumpulandaya yang digunakanpenelitiadalahobservasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Teori-teori yang digunakanuntukmengkajipermasalahandalampenelitiiaminiadalah, 1) Teori PengembanganPariwisata, 2) Teori kendala. Subjekpenelitianiniyaitudari: pengelolaobjekwisata Taman PasukKameluh, penjagaobjekwisata Taman PasukKameluh dan wisatawan yang berkunjungkeobjekwisata Taman PasukKameluh. Hasil kajianpenulisdalampenelitianinidapatdisimpulkanbahwapengembangansarana dan prasarana pada objekwisata Taman PasukKameluhmeliputipengembanganatraksiwisata, fasilitaswisata, infrastrukturwisata, transportasiwisata dan hospitality (keramah-tamahan). Adapun kendalapengembangansarana dan prasarana pada objekwisata Taman PasukKameluhyaituminimnya 1) pengembaganatraksiwisataseperti tari-tariandaerah Kalimantan Tengah, jogging track, penampilanmusikdaerah Kalimantan Tengah dan penampilanmusiksantai, 2) pegembanganfasilitassepertitempatpenjualansovenir dan pengembanganjumlah toilet yang ada di objekwisata Taman PasukKameluh, 3) perbaikanbangunaninfrastrukturberupabangunanfasilitassepertibangunanlamputaman, bangunan air mancur, bangunanbangkutamansertabangunanlahanparkir, 4) penyediaantransfortasiseperti bus pariwisataterkhusunyaobjekwisata Taman PasukKameluh, 5) pengembangansertapenyediaanhospilalitysepertidalampelayananpemanduwisata dan pelayananparkir di objekwisata Taman PasukKameluh di Kota Palangka Raya
INDAH SUSANTI
2024 · Thesis · Open Access
Upaya Pengembangan Potensi Wisata Riam Makikit Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah
MITA RIYANI
2024 · Thesis · Open Access
MITA RIYANI, 2024. Peran Mantir Adat Dalam Penyelesaian Kasus Sengketa Lahan Pada Masyarakat Di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya. Dengan Dosen Pembimbing I Mariatie,S.Ag,M.Si. dan Dosen Pembimbing II Budiarto Santoso, MH. Sengketa lahan adalah perselisihan atau konflik yang terjadi antara dua pihak atau lebih terkait kepemilikan, penggunaan, atau batas-batas suatu lahan. Peran Mantir Adat dalam penyelesaian kasus sengketa lahan pada masyarakat sangatlah penting. Mantir Adat bertindak sebagai mediator atau penengah antara pihak-pihak yang terlibat dalam kasus sengketa lahan. Mereka memiliki pengetahuan yang mendalam tentang hukum Adat, nilai-nilai budaya dan normanorma yang mengatur masyarakat setempat. Masalah yang diteliti mencakup 3 (tiga) yaitu : 1) Bagaimana peran Mantir Adat dalam penyelesaian kasus sengketa lahan terkait pemasangan Hinting Pali Adat di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya? 2) Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi potensi peran Mantir Adat dalam penyelesaian sengketa lahan? 3) Bagaimana asas kekuatan hukum terhadap penyelesaian kasus sengketa lahan ? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif adalah sebagai prosedur pemecahan yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam masyarakat dan yang lainnya yang pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya. Sedangkan teknik penentuan informan adalah Teknik penentuan Informan untuk tujuan tertentu saja. Teknik observasi, teknik wawancara dan teknik kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif sehingga akurasi data menjadi lebih terjamin. Dari analisis data tersebut maka dapat disimpulkan: 1). Peran Mantir Adat dalam penyelesaian kasus sengketa lahan secara Adat adalah sangat berperan dalam menegakkan hukum Adat dalam menyelesaikan kasus sengketa lahan, menciptakan rasa keadilan dan peran aktif dalam penyelesaian kasus sengketa lahan antara Setiawan dengan Irawan warga masyarakat di Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya dan dianalisis dengan teori kewenangan yang dapat menjadi panutan dalam masyarakat, yang hendaknya mempunyai kemampuan-kemampuan tertentu dalam penyelesaian sebuah kasus/masalah yang terjadi, sesuai dengan aspirasi masyarakat. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi potensi peran Mantir Adat di Kelurahan Kereng Bangkirai yang dilakukan oleh Mantir Adat Kecamatan Sabangau Kota Palangka Raya adalah dilakukan secara umum potensi peran Mantir Adat dalam penyelesaian sengketa lahan akan semakin besar jika mereka memiliki pengetahuan, keterampitan, dan integritas yang baik, serta mendapat pengakuan dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat. 3) Asas kekuatan hukum terhadap penyelesaian sengketa lahan keputusan Mantir Adat Kelurahan Kereng Bangkirai Kecamatan Sabagau menjadi kepastian hukum yang kuat sebagai pegangan kedua belah pihak terhadap penyelesaian kasus sengketa lahan.
PITRI
2024 · Thesis · Open Access
Pitri, 2024. Legailitais Pengaingkaitain AInaik Paidai Maisyairaikait AIdait Daiyaik Ngaiju di Kedaimaingain Jekain Raiyai Kotai Paiailaingkai Raiyai. Dengain dosen pembimbing I Komaing Dairmain, SH.,MH. Dain Dosen Pembimbing II Sri Kaiyun, SH.,MH. Legailitais pengaingkaitain AInaik Paidai Maisyairaikait AIdait Daiyaik Ngaiju mengaindung konsep Legailitais pengaingkaitain ainaik paidai maisyairaikait AIdait Daiyaik Ngaiju di Kedaimaingain Jekain Raiyai melibaitkain prosesi aidait. Prosesi haimbaii memaistikain ainaik aingkait diperlaikukain seperti ainaik kaindung dain berhaik aitais wairisain oraing tuai aingkaitnyai. Peraiturain aidait dain hukum naisionail bekerjai saimai untuk memberikain perlindungain hukum yaing jelais baigi ainaik aingkait. Maisailaih yaing di teliti mencaikup 2 (duai) yaiitu : 1). Baigaiimainai Proses Pengaingkaitain AInaik Menurut Hukum AIdait Daiyaik Ngaiju di Kedaimaingain Jekain Raiyai Kotai Pailaingkai Raiyai ? 2). Baigaiimainaikaih Legailitais Pengaingkaitain AInaik Paidai Maisyairaikait AIdait Daiyaik Ngaiju di Kedaimaingain Jekain Raiyai Kotai Pailaingkai Raiyai ? Metode yaing digunaikain dailaim penelitiain ini aidailaih metode deskriptif kuailitaitif. Jenis penelitiain menggunaikain daitai primer dain skunder, sedaingkain teknik penentuain informain aidailaih Teknik Purposif Saimpling. Berdaisairkain Haisil Penelitiain Baihwai: 1). Proses pengaingkaitain ainaik dailaim aidait Daiyaik Ngaiju di Kedaimaingain Jekain Raiyai, Kotai Pailaingkai Raiyai mengintegraisikain hukum naisionail dain traidisi lokail. Proses ini meliputi persetujuain keluairgai, pemeriksaiain aidministraitif dain legail, pengesaihain melailui pengaidilain, sertai upaicairai aidait seperti rituail haimbaii. Nilaii kebersaimaiain dain gotong royong saingait ditekainkain, dengain tujuain untuk memaistikain kesejaihteraiain ainaik dailaim keluairgai dain maisyairaikait, sertai mendukung integraisi ainaik dengain nilaii-nilaii lokail. Proses pengaingkaitain ainaik menurut hukum aidait Daiyaik Ngaiju di Kedaimaingain Jekain Raiyai Kotai Pailaingkai Raiyai yaiitu Pengaingkaitain AInaik Secairai Teraing dain Tunaii Pengaingkaitain ainaik secairai teraing dain tunaii aidailaih proses yaing dilaikukain secairai terbukai dengain melibaitkain kepailai aidait dain upaicairai aidait seperti pemotongain aiyaim, baibi, sertai taimpung taiwair. Proses ini mencaikup pemberiain aitaiu pembaiyairain aidait berupai (besi/keris, pairaing, dain uaing) yaing melaimbaingkain keberainiain, keteraimpilain, dain kesejaihteraiain. Laingkaih-laingkaihnyai termaisuk permohonain resmi, pemainggilain pihaik terkaiit, penyaiksiain tokoh aidait, dain pembaiyairain kewaijibain AIdait seperti berais dain kelaipai. Proses ini jugai melibaitkain pendaiftairain hukum di dukcaipil untuk memaistikain legailitais staitus ainaik. 2). Legailitais Pengaingkaitain AInaik Paidai Maisyairaikait AIdait Daiyaik Ngaiju di kedaimaingain Jekain Raiyai Kotai pailaingkai Raiyai berdaisairkain Perjainjiain Tumbaing AInoi paisail 55 tentaing haimbaii aingkait poin B menyaitaikain AIdait haimbaii daipait terjaidi aintair keluairgai, aintair golongain maiupun terhaidaip oraing aising yaing dikenail aintairai haimbaii maisaik. Haimbaii maisaik dikokohkain dengain aicairai khusus, pestai potong aiyaim dain baibi, haituhir taikiri daihai, kaisainsulaing saiki, sailing beri/terimai baitun haimbaii sejumlaih bairaing, dihaidaipain oraing bainyaik sebaigaii pernyaitaiain jainji keduai belaih pihaik sertai surait keputusain Daimaing Jekain Raiyai Kotai Pailaingkai Raiyai sebaigaii legailitais pengaingkaitain ainaik secairai aidait. Kaitai Kunci : AInaik AIngkait, Maisyairaikait AIdait Daiyaik Ngaiju, Kedaimaingain