Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

940 item publik

Publikasi

Halaman 20 dari 47

Pengaruh Persepsi Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas XI di SMAN 1 Basarang

I KADEK DWI YOGI SWARA
2024 · Thesis · Open Access

I Kadek Dwi Yogi Swara, 2024. Pengaruh Persepsi Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada Siswa Kelas XI di SMAN 1 Basarang. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd dan Pembimbing II Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Kurikulum adalah komponen yang penting dan menjadi dasar dalam proses pembelajaran. Pergantian kurikulum dilakukan untuk mencapi tujuan Pendidikan Nasional yang tercantum dalam UUD 1945 alinea ke-4. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh persepsi penerapan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu pada siswa kelas XI di SMAN 1 Basarang. Secara umum tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMAN 1 Basarang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitaif dengan pendekatan metode survey dan analisis data menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 25 dan Microsoft Excel 2016. Teknik pengumpulan data purposive sampling dengan menyebarkan kuesioner persepsi guru dan perepsi siswa dan rekap hasil belajar siswa Agama Hindu kelas XI yang diperoleh dari guru PAH dan BP. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 6 responden guru dan 48 responden siswa Agama Hindu kelas XI. Penelitian ini menghasilkan persepsi guru terhadap penerapan Kurikulum Merdeka masuk kategori baik dengan persentase 32% dan persepsi siswa Agama Hindu kelas XI terhadap penerapan Kurikulum Merdeka masuk kategori cukup dengan persentase 63%. Hasil belajar siswa Agama Hindu kelas XI berada pada rata-rata nilai 88,40. Uji Normalitas menunjukan nilai signifikansi dari variabel persepsi guru adalah 0,403 > 0,05 dan variabel persepsi siswa agama Hindu Kelas XI adalah 0,711 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kedua data tersebut normal. Uji F Simultan menujukan nilai signifikasi sebesar 0,189 > 0,05 maka berkesimpulan variabel Independen tidak berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Nilai R Square sebesar 0,670 atau 67%. Hasil Analisis Regresi Ganda diperoleh persamaan regresi : konstanta X1 + X2. Tidak terjadi pengaruh antara persepsi penerapan Kurikulum Merdeka terhadap hasil belajar siswa Agama Hindu kelas XI.

Langkah Empat Sabungkar pada Perguruan Pencak Silat Nyalong Pambelom di Kota Palangka Raya

FITRI NATALIA
2024 · Thesis · Open Access

Fitri Natalia. 2024. Langkah Empat Sabungkar pada Perguruan Pencak Silat Nyalong Pambelom di Kota Palangka Raya Skripsi Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Lamri, S.Pd., M.Pd.H. Pembimbing II. Niwayan Sukraini, S.Pd., M.Pd. Langkah Empat Sabungkar termasuk salah satu gerakan dasar pada kelas pertama dalam mempelajari pencak silat Kuntau Bangkui dan merupakan gerakan dasar dalam mambunga serta dasar semi pukulan bawah, langkah ini juga sering dikombinasikan dengan gerakan lainnya pada saat mambuka lawang sakepeng. Dalam mempelajari Langkah Empat Sabungkar masih ada anggota Perguruan Pencak Silat Nyalong Pambelom yang terkendala dalam memahami mengenai ragam gerak yang menyebabkan anggota tersebut terlambat lulus (batamat). Pemahaman anggota terhadap fungsi Langkah Empat Sabungkar masih kurang, baik itu dalam konteks seni bela diri maupun seni pertunjukan mambuka lawang sakepeng. Langkah Empat Sabungkar memiliki ciri khas pada beberapa gerakan tertentu, maka dari itu masih ada anggota yang terkendala dalam mempelajari gerakan ini. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Bagaimana ragam gerak Langkah Empat Sabungkar pada Perguruan Pencak Silat Nyalong Pambelom di Kota Palangka Raya, 2). Apa saja fungsi Langkah Empat Sabungkar pada Perguruan Pencak Silat Nyalong Pambelom di Kota Palangka Raya, 3). Apa kendala dalam mempelajari Langkah Empat Sabungkar pada Perguruan Pencak Silat Nyalong Pambelom di Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Kinesiologi, teori Etnokoreologi, teori Fungsionalisme dan teori Kendala. Metode pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik penentuan informan purposive sumpling. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1). Ragam gerak Langkah Empat Sabungkar terdiri dari kuda-kuda, jurus, tangkisan, nyabungkar dan hadang. 2). Fungsi Langkah Empat Sabungkar dalam seni bela diri pencak silat untuk membuka sebuah kuncian ketika posisi pemain pencak silat berada di bawah dan memberikan pelajaran bagaimana cara untuk menyerang dan beratahan di posisi bawah serta fungsi langkah empat sabungkar dalam seni pertunjukan lawang sakepeng sebagai media hiburan. 3). Kendala dalam mempelajari Langkah Empat Sabungkar yaitu kendala dalam proses latihan, lambatnya daya tangkap anggota terhadap gerakan Langkah Empat Sabungkar dan tingkat kesulitan gerak.

Eksistensi Penggunaan Anyaman Lontong pada Masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas

NIA MARTINA YOPA
2024 · Thesis · Open Access

Lontong merupakan alat yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk bertani, berladang dan memancing, bahkan pada zaman dahulu banyak masayarakat Desa Putat Durei yang bisa membuat lontong. Namun seiring perkembangn zaman saat ini eksistensi seni menganyam lontong mengalami kemunduran. Hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat untuk belajar menganyam, sehingga pengrajin lontong di Desa Putat Durei hanya tersisa lima orang dengan keterangan lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1)Faktor yang mempengaruhi eksistensi pengunaan lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas, 2)eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teorieksistensi dan teori fungsionalisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari pengrajin dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1) Faktor yang mempengaruhi eksistensi lontong pada masyarakat di Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas yaitu perubahan selera ekonomi, tradisi dan budaya, kurangnya pembinaan dari pemerintah atau lembaga lainnya. 2) Eksistensi seni menganyam lontong pada masyarakat Desa Putat Durei Kecamatan Manuhing Raya Kabupaten Gunung Mas mengalami kemunduran, hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat dalam mempelajari seni anyaman. Pengrajin lontong yang ada di Desa Putat durei hanya berjumlah lima orang dengan keterangan lanjut usia.

Seni Kriya Binting pada Masyarakat Desa Pondok Damar Kecamatan Mentaya Hilir Utara Kabupaten Kotawaringin Timur

RAMUDIANTI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Ramudianti, 2024. Seni Kriya Binting Pada Masyarakat Desa Pondok Damar Kecamatan Mentaya Hilir Utara Kabupaten Kotawaringin Timur. Skripsi, Prodi Pendidikan Seni dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Mitro, S.Pd.,M.Si. Pembimbing II : Hendri, S.Ag,. M.Si. Seni kriya binting merupakan kesenian Kalimantan Tengah yang berbentuk tas keranjang yang terbuat dari rotan ataupun tali miliar dan memiliki fungsi bagi kehidupan sehari-hari masyarakat di desa Pondok Damar. Namun pengrajin di Desa Pondok Damar hanya ada beberapa orang saja dengan kategori lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Eksistensi seni kriya binting pada masyarakat Desa Pondok Damar Kecamatan Mentaya Hilir Utara Kabupaten Kotawaringin Timur, 2) Estetika seni kriya binting pada masyarakat Desa Pondok Damar Kecamatan Mentaya Hilir Utara Kabupaten Kotawaringin Timur. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu: teori pelestarian budaya dan teori estetika. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yakni dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Eksistensi kesenian binting di Desa Pondok Damar terdiri menjadi tiga bagian yakni eksistensi sebagai perlindungan dilakukan dengan cara perlindungan sumber daya alam dan perlindungan hak cipta, eksistensi sebagai pengembangan dilakukan dengan pengembangan bahan pembuatan binting serta pengembangan dalam dunia pendidikan dan eksistensi sebagai pemanfaatan dilakukan dengan pemanfaatan untuk mengurangi kantong plastik dan penjualan kepada masyarakat. 2) Estetika seni kriya binting terlihat dari tiga unsur yaitu unsur bentuk, unsur warna dan juga unsur motif hias. Unsur bentuk yaitu terdiri dari bentuk akhir seni kriya binting yang berbentuk seperti kubus (tas keranjang). Unsur warna yaitu penggunaan warna pada seni kriya binting kebanyakan menggunakan warna primer. Unsur motif hias pada seni kriya binting yakni dapat dilihat dari motif yang ada pada bagian tengah, bagian atas, bagian bawah dan bagian tali pada seni kriya binting. Kata Kunci : Seni Kriya, Binting

Pengaruh Strategi Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Siswa di SDN 4 Menteng Palangka Raya

NOPIE
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK NOPIE,2024. Pengaruh Strategi Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Pembimbing (I) Hendri, S.Ag.,M.Ag Pembimbing (II) Serlis Rusandi, S.Pd.,M.Pd Strategi pengajaran guru menjadi pendorong utama dalam mengarahkan proses belajar mengajar, sehingga strategi pembelajaran merupakan factor yang sangat menentukan bagaimana ketercapaian hasil pembelajaran. Berdasarkan studi pendahuluan peneliti menemukan adanya penggunaan strategi yang bervariasi oleh guru sehingga SDN 4 Menteng Palangka Raya mendapatkan berbagai prestasi, namun sayangnya belum ada kajian pasti yang meneliti mengenai hubungan strategi guru hasil pembelajaran siswa di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Berdasarkan hal tersbut maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pembelajaran terhadap hasil belajar siswa di SDN 4 Menteng Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan subjek penelitian yaitu 72 orang siswa SDN 4 Menteng Palangka Raya. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana, uji t dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi guru berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di SDN 4 Menteng Palangka Raya, dengan hasil uji regresi sederhana menunjukan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 atau lebih rendah dari 0,05. uji t menunjukan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 lebih rendah dari 0,05, dan nilai t hitung 28.553, diatas nilai t tabel 1.99394, serta koefisiensi determinasi menunjukan nilai R Square 0.921 atau sama dengan 92.1%. Kata Kunci: Pengaruh, Strategi Pembelajaran, Hasil Belajar.

Pergeseran Seni Lukis pada Pambak bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Talangkah Kabupaten Katingan

ANJELI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Anjeli. 2024. Pergeseran Seni Lukis Pada Pambak Bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Talangkah Kabupaten Katingan Skripsi Prodi Pendidikan Seni Dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I. Hendri, S.Ag., M.Si .Pembimbing II. Niwayan Sukraini, S.Pd., M.Pd. Seni lukis pada Pambak adalah sebuah lukisan yang terdapat pada dinding Pambak. Pambak merupakan sebuah banguanan kecil berbentuk rumah yang digunakan untuk menyimpan tulang-belulang orang yang telah meninggal pada acara Tiwah Umat Hindu Kaharingan di Desa Talangkah. Namun seiring berjalannya waktu pada jaman sekarang Pambak sudah tidak dilukis lagi, yang menyebabkan pergeseran pada seni lukis Pambak bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Talangkah Kabupaten Katingan. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Apakah penyebab terjadinya pergeseran seni lukis Pambak pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Talangkah Kabupaten Katingan, 2).Bagaimana upaya yang dilakukan umat hindu kaharingan untuk melestarikan seni lukis pada Pambak di Desa Talangkah Kabupaten Katingan. Metode pada penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Fenomenologi dan teori Upaya. Teknik informan Purposive Sampling. Informan pada penelitian ini adalah pisor, pelukis Pambak, Ketua Majelis Kelompok Hindu Kaharingan, 2 orang Umat Hindu Kaharingan Desa Talangkah. Analisis data yang digunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1). Berdasarkan hasil penelitian dari peneliti, ini terjadi karena kurangnya pemahaman dari Hindu Kaharingan mengenai makna dari seni lukis Pambak, selain itu juga kurangnya generasi penerus yang pandai melukis dan untuk para orang tua yang bisa melukis tidak ada waktu untuk membantu melukis ataupun melatih.2). Upaya melestarikan kembali seni lukis pada Pambak bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Talangkah Kabupaten Katingan yang dilakukan oleh Umat Hindu Kaharingan yaitu melalui sosialisasi, sarana dan prasarana dan melakukan renovasi.

Efektivitas Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

BAYU TRISNAWAN
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK TRISNAWAN, BAYU. 2024. Efektivitas Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama Di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acara Prodi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. I Nyoman Sidi Astawa, S.Ag.,M.A dan Pembimbing II I Ketut Agus Muliana, S.Ag., M.Fil.H Program Sosialisasi Pengutan Moderasi Beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama, yang mana belum optimal capaian tujuannya. Di dalam penelitian ini bertujuan untuk: 1) Memahami pelaksanaan sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. 2) Memahami efektivitas sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah adalah Teori Kontruktivisme. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Sumber data penelitian yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya bahwa hal yang dipersiapkan adalah tujuan pelaksanaan, metode yang digunakanan, materi yang disampaikan, narasumbernya, peserta, waktu dan tempat pelaksanaan, fasilitas dan proses pelaksanaannya. Adapun sosialisasi penguatan moderasi beragama di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya dapat dikatakan efektif karena terlampauinya: 1. Ketepatan sasaran program, sudah sangat tepat menyesuaikan juknis, 2. Sosialisasi program, sudah berjalan dengan baik dan lancar serta memberikan pemahaman baru, menambah wawasan dan mencegah sikap mahasiswa yang intoleran, 3.Tujuan program, yang mana mahasiswa memahami konsep-konsep moderasi beragama serta implementasinya, dan 4. Pemantauan program, telah dilakukan secara eksternal oleh inspektorat dan kelompok kerja (Pokja) Moderasi Beragama maupun internal oleh rektor IAHN-TP Palangka Raya.

Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMP Nasional Palangka Raya

SRIE RAHAYU
2024 · Thesis · Open Access

SRIE RAHAYU, 2023. Implementasi Profil Pelajar Pancasila Dalam Pendididikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Di SMP Nasional Palangka Raya. Skripsi Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri (IAHN TP) Palangka Raya. Pembimbing I Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. dan Pembimbing II Lamri S.Pd.,M.Pd.H. Penulisan ini mengangkat masalah tentang Implementasi Pendidikan Agama Hindu Dalam Profil Pelajar Pancasila Di SMP Nasional Palangka Raya.Rumusan masalah: 1)Bagaimana Implementasi Pendidikan Agama Hindu Dalam Profil Pelajar Pancasila di SMP Nasional Palangka Raya 2) Bagaimana efektivitas implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu dan budi pekerti di SMP Nasional Palangka Raya. Teori yang digunakan yaitu Teori Behaviorisme. Penelitian ini berlokasi di SMP Nasional Palangka Raya, Kota Palangka Raya Prodvinsi Kalimantan Tengah. Metode Penelitian yang digunakan dalam proposal skripsi ini adalah melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri didukung dengan panduan wawancara. Dalam memperoleh data pada penelitian ini penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini yakni sebagai berikut : 1) implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu melalui pembiasaan-pembiasaan sesuai dengan indikator Profil Pelajar pancasila seperti: Ibadah bersama setiap pagi, program LISA (lihar sampah ambil), dan kegiatan pendukung berupa : berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan aktifitas pembelajaran, guru memberikan nasihat. 2) faktor pendukung implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu yaitu Kata Kunci : Implementasi, Profil Pelajar Pancasila, Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti.

Seni Bela Diri Sandeng Dua Belas Desa Derawa Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan

PERIYANTO
2024 · Thesis · Open Access

Seni beladiri merupakan cara seseorang untuk mempertahankan dirinya dari semua yang mengancam nyawa dan ketentraman dirinya. Kemampuan bertarung dipelajari sebagai cara untuk menyerang atau bertahan dari serangan, namun pada perkembangannya bela diri digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik seseorang, salah satunya adalah kesenian bela diri Sandeng Dua Belas. Bela diri sandeng dua belas ada dan menyebar berkaitan erat dengan kisah "Bue Manggong Bin Salamat Kambe " bela diri tersebut memiliki ciri gerakan yang lugas, cepat, tepat dan singkat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana bentuk pola langkah Seni Bela Diri Sandeng dua belas Desa Derawa Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan? Adapun tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui, memahami dan mendeskrifsikan Seni Bela Diri Sandeng dua belas Desa Derawa Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Seruyan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori kinesiologi Sampel pada penelitian ini adalah 3 orang pelatih seni bela diri sandeng dua belas, 5 orang anggota seni bela diri sandeng dua belas, 5 orang masyarakat desa Derawa. Pengumpulan data menggunakan observasi, Metode Wawancara, Studi Kepustakaan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, data dan penarikan kesimpulan. Waktu dalam penelitian ini bulan 25 juni hingga 25 juli 2024. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bentuk pola langkah yang dimiliki seni bela diri sandeng dua belas sangat beragam yaitu tujuh pola langkah yang meliputi pola langkah lurus, pola langkah zig-zag, pola langkah U, pola langkah segi tiga, pola langkah segi empat, pola langkah S, pola langkah segi empat silang.

Komunikasi Interpersonal dalam Meningkatkan Kedisiplinan Mahasiswa Fakultas Dharma Duta Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

I NYOMAN DENY HARYANTAMA
2024 · Thesis · Open Access

Komunikasi interpersonal memainkan peran penting dalam meningkatkan disiplin di kalangan mahasiswa dalam institusi akademik. Studi ini mengeksplorasi dinamika komunikasi interpersonal dan dampaknya terhadap peningkatan disiplin mahasiswa. Penelitian ini menggali berbagai strategi komunikasi yang digunakan oleh pendidik dan administrator untuk berinteraksi secara efektif dengan mahasiswa, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan menggunakan metode kualitatif, termasuk wawancara dan observasi, studi ini mengkaji bagaimana komunikasi interpersonal memengaruhi perilaku dan disiplin mahasiswa. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi terbuka, hormat, dan jelas antara pendidik dan mahasiswa membudayakan saling menghormati dan memahami, sehingga mengurangi insiden ketidakdisiplinan. Selain itu, studi ini menyoroti pentingnya mendengarkan secara empatik, isyarat non-verbal, dan mekanisme umpan balik dalam membentuk sikap dan perilaku mahasiswa secara positif. Rekomendasi menekankan integrasi pelatihan keterampilan komunikasi bagi pendidik dan pendirian saluran komunikasi yang mendukung dalam pengaturan pendidikan untuk meningkatkan perbaikan disiplin yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana pengaruh komunikasi interpersonal dilingkungan mahasiswa Fakultas Dharma Duta Brahma Widya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya (IAHN-TP) (2) 1. Bagaimana strategi efektif dalam Meningkatkan Kedisiplinan mahasiswa di lingkungan di Lingkungan Fakultas Dharma Duta Brahma Widya IAHN-TP. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori Tindakan Komunikatif dan (2) Teori Strategi. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah: observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Komunikasi interpersonal dapat memberikan sebuah pengaruh bagi lawan bicara. (2) Komunikasi interpersonal yang efektif dapat menjadi strategi dalam meningkatkan kedisiplinan mahasiswa.

Kendala Mahasiswa dalam Memahami Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Sanskerta pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

JUPRIANTO
2024 · Thesis · Open Access

Juprianto, 2024. Kendala Mahasiswa Dalam Memahami Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Sanskerta pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Skripsi, Prodi PendidikanAgama Hindu, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Dr. Derson, S.Ag.,M.Si. Pembimbing II : Nyoman Sumarni, S.Ag.,M.Si. Bahasa Sasnsekerta adalah bahasa yang baru dikenal oleh Mahasiswa dibangku perkuliahan. Bahas Sanseterta terdiri dari dua aspek yaitu membaca dan menulis huruf devanagari. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu masih belum memenuhi kriteria keberhasilan dalam Mata Kuliah Bahasa Sanskerta, hal ini dikarenakan harus memenuhi kedua aspek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Proses Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Sanskerta Pada Program Studi Pendidikan Agama Hindu di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, 2) Kendala Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu dalam Memahami Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Sanskerta di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, 3) Upaya Mengatasi Kendala Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu Terhadap Pembelajaran Mata Kuliah Bahasa Sanskerta di IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah yaitu : teori behavioristik, teori kendala, dan teori konstruktivisme. Data yang telah dikumpul dianalisi dengan pendekaan kualitatif. Teknik informan yang digunakan yaitu Porposive Sampling. Teknik Analisis Data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini terdiri dari Dosen pengempu mata kuliah, Mahasiswa semester IV (3 orang) dan Mahasiswa semester VI (4 orang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Proses pembelajaran Bahasa Sanskerta di kelas terdiri dari tahap perencanaan pembelajaran, tahap pelaksanaan pembelajaran dan tahap evaluasi pembelajaran. 2) Kendala Mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Sanskerta terbagi menjadi kendala internal dan eksternal. Kendala internal terdiri dari kurangnya motivasi Mahasiswa, kurangnya kedisipkinan dalam pembelajaran, kurangnya kesiapan dalam pembelajaran. Sedangkan kendala eksternal nya terdiri dari kurangnya waktu pembelajaran, fasilitas pembelajaran, pengaruh lingkungan sosial. 3) Upaya dalam mengatasi kendala pembelajaran Bahasa Sanskerta pada Mahasiswa dilakukan dengan memberikan motivasi kepada Mahasiswa, membuat Mahasiswa terlibat aktif dalam pembelajaran, melatih Mahasiswa dengan praktik. Kata Kunci : Kendala, Mahasiswa, Bahasa Sanskerta

Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya

SINTANI HORIVITA LOKA
2024 · Thesis · Open Access

SINTANI HORIVITA LOKA 2024, Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Siswa Kelas III SDN 9 Palangka Di Palangka Raya Pembimbing (I) Dr.I Putu Widyanto, M.Pd.H Pembimbing (II) Niwayan Sukraini, S.Pd., M.Pd Penelitian ini dilatarbelakangi kesulitan dalam membaca siswa SDN 9 Palangka seperti kesulitan mengeja, terbata-bata, kesulitan dalam pemenggalan kata, salah dalam menyebutkan huruf, salah dalam menyebutkan kata, dan belum mengenal huruf-huruf abjad dengan baik. Berdasarkan hal tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? 2) Apakah faktor pendukung dan penghambat pada strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca siswa kelas III SDN 9 Palangka di Palangka Raya? Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini adalah 1 orang guru dan 2 orang siswa kelas III, teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukan, 1) Kesulitan membaca di kelas III di SDN 9 Palangka di Kota Palangka Raya diantaranya adalah kurangnya kosakata, kesulitan mengenali dan mengucapkan kata-kata, serta masalah dalam memahami isi bacaan. Kurangnya minat atau motivasi untuk membaca juga menjadi tantangan yang signifikan. Untuk mengatasi hal ini, guru menerapkan beberapa strategi seperti pendekatan fonik untuk membantu siswa mengenali suara huruf dan kata, menggunakan buku bacaan yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, serta melakukan kegiatan membaca bersama di kelas untuk membangun kebiasaan membaca. Selain itu, guru juga bimbingan membaca secara individu diberikan bagi siswa yang memerlukan bantuan tambahan dengan memberikan pendampingan pada proses pembelajaran. Guru berusaha mencari solusi untuk meningkatkan kemampuan membaca. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam keberhasilan mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa kelas III sangat dipengaruhi oleh berbagai factor, yaitu dukungan dari metode pengajaran yang tepat, keterlibatan orang tua, sarana dan prasarana yang memadai, pelatihan guru, dan lingkungan belajar yang kondusif sangat membantu dalam mengatasi kesulitan ini. Namun, kurangnya motivasi siswa, keterbatasan waktu, kendala keluarga, dan masalah kesehatan atau psikologis menjadi tantangan yang harus diatasi dengan kerjasama antara guru, orang tua, dan pihak sekolah. Kata Kunci: Startegi, Guru, Kesulitan Membaca

Peranan Penyuluh Agama Hindu dalam Mengimplementasikan Ajaran Tri Hita Karana di Desa Basarang Jaya : Perspektif Pendidikan Keagamaan Hindu Nonformal

I MADE SWASTIKE
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Swastike, Made. 2024. Peranan Penyuluh Agama Hindu Dalam Mengimplementasikan Tri Hita Karana Di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas: Perspektif Pendidikan Nonformal. Skripsi Strata Satu Fakultas Dharma Acarya Prodi Pendidikan Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag.,M.Ag dan Pembimbing II Ni Nyoman Sumarni, S.Ag.,M,Si ​Skripsi ini mengkaji tentang Peranan penyuluh Agama Hindu Dalam Mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana: Perpektiv Pendidikan Keagamaan Hindu Nonformal Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas. Penyuluh agama Hindu merupakan seseorang yang yang memiliki keahlian dan juga tugas dalam membimbing masyarakat pada bidang agama Hindu. Fenomena yang terjadi yaitu kurangnya pemahaman masyarakat mengenai seberapa pentingnya ajaran Tri Hita Karana sehingga menyebabkan kurangnya pengimplementasian Tri Hita Karana. Berdasarkan uraian tersebut, peneliti ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimanakah peran penyuluh agama Hindu dalam membimbing masyarakat desa Basarang Jaya memahami dan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana ?. 2) Bagaimana kendala penyuluh dalam mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana pada masyarakat di Desa Basarang Jaya Kabupaten Kapuas ?. 3) Bagaimana upaya Penyuluh agama Hindu dalam membimbing masyarakat desa Basarang Jaya memahami dan mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana ?. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori aksi, teori kendala, teori harapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara perpusive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penenelitian rumusan masalah pertama yamg dikaji dengan teori aksi menghasilkan kesimpulan bahwa peran yang dimiliki oleh seorang penyuluh agama Hindu yaitu, peran sebagai pendidik, peran sebagai pembimbing, peran sebagai teladan. Kendala endala yang dialami penyuluh dikaji menggunakan teori kendala menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat dua kendala yaitu kendala internal dan kendala eksternal. Kendala internal diantaranya yaitu Kendala internal yaitu kurang disiplin, rendahnya kreativitas. Kendala eksternal yaitu tingkat pemahaman, kurangnya dukungan umat, faktor cuaca. Kemudian upaya yang dilakukan penyuluh agama Hindu dikaji menggunakan teori harapan, menghasilkan kesimpulan upaya-upaya yang dilakukan yaitu upaya memberikan pendidikan keagamaan Hindu nonformal, dan upaya memberikan contoh yang baik.

Kinyah Anak Liau dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan

SEPRI HARYONO
2024 · Thesis · Open Access

SEPRI HARYONO, 2024, Kinyah Anak Liau Dalam Ritual Kematian Umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan, Pembimbing I Komang Suarta,S.Ag.,M.Si Pembimbing II Roy Wentas,M.Pd.H Era Globalisasi banyak membawa dampak perubahan mulai dari tatanan sampai pola kehidupan masyarakat, sehingga menyebabkan banyak tantangan yang harus dihadapi terutama bagi umat Hindu Kaharingan dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan ajaran yang terkandung di dalam ajaran agama. Salah satunya dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok melaksanakan kinyah anak liau yang sekarang tidak pernah dilaksanakan lagi. Rumusan masalah: 1. Bagaimana bentuk kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan. 2. Apa fungsi dari kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan. 3. Apa nilai pendidikan yang terkandung pada kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan. Bertujuan untuk mengetahui: bentuk dari kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan, untuk mengetahui fungsi dari kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan dan untuk mengetahui nilai pendidikan yang terkandung pada kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok Kabupaten Katingan. Teori digunakan teori semiotika, teori nilai dan teori pendidikan klasik. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dan kualitatif, tempat penelitian di Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, Teknik penentuan informan snowball sampling, teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan: Bentuk pelaksanaan kinyah anak liau terjadi karena kesepakatan yang dilakukan oleh para nenek moyang atau leluhur zaman dulu, dan pelaksanaannya dasar pelaksanaannya berdasarkan wahyu tuhan yang tertuang dalam kitab suci Panaturan dan dalam pelaksanaan kinyah anak liau dijadikan tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun pada ritual kematian oleh anak cucunya berdasarkan garis keturunannya, dan dalam pelaksanaan Kinyah anak liau dalam ritual kematian umat Hindu Kaharingan di Desa Telok terdapat dua fungsi yaitu fungsi estetika dan religius, yang jika dilihat fungsi religius terdapat pada sudut pandang bentuk anak liau dan dalam pelaksanaan kinyah anak liau, kinyah anak liau mempunyai nilai-nilai yang terkandung di dalam pelaksanaannya mulai dari perilaku moral, ekspresi estetika dan sosial politik.

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat di Desa Karetau Sarian Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas

PRENGKI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Prengki, 2024. Nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat di Desa Karetau Sarian Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas Pembimbing I Suwito, S.Ag.,M.Si Pembimbing II Megawati,M.Pd.H Upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat ini merupakan upacara dalam bentuk pemujaan dengan menghanturkan mantra-mantra suci yang dilaksanakan oleh tukang tawui atau orang yang paham tentang upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat dan ditujukan kepada Sahur Parapah, leluhur serta Ranying Hatalla Langit untuk mendapatkan kesuksesan, keselamatan, rejeki kesehatan serta kemakmuran. Rumusan masalah yang diangkat yaitu : 1. Apa yang Melatarbelakangi Pelaksanaan Upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat Di Desa Karetau Sarian Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas? 2. Bagaimana Proses Pelaksanaan upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat Di Desa Karetau Sarian Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas? 3. Apa nila-nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat Di Desa Karetau Sarian Kecamatan Damang Batu Kabupaten Gunung Mas?. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan memahami apa yang melatarbelakangi upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat, proses pelaksanaan dan nilai-nilai yang tekandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teori Religi, Teori Fenomenologi, dan Teori Nilai. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Karetau Sarian, Jenis dan sumber data yang digunakan : sumber data primer dan sekunder, teknik penentuan informan yaitu teknik purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan : observasi, wawancara, dan dokumentasi, instrument penelitian kualitatif teknik analisis data yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Penelitian yang dilakukan tentang upacara Pakanan Sahur Nyarukui Tanolom Nganyah Hajat di Desa Karetau Sarian memiliki latar belakang yaitu : sebagai tanda ucapan syukur kepada leluhur karena telah memberikan perlindungan anugerah semasa hidupnya, memiliki beberapa proses pelaksanaan : 1. Tahapan Persiapan, 2. Tahapan Pelakasanaan, dan Tahapan akhir, yang memiliki nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung didalamnya yaitu nilai : 1. Nilai Pendidikan Tattwa, 2. Nilai Pendidikan Susila, dan 3. Nilai pendidikan Upacara

Peranan Mahasiswa Fakultas Dharma Sastra IAHN Tampung Penyang Palangka Raya sebagai Pelaksana Bantuan Hukum kepada Masyarakat di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan

RIKO HARTAKO
2024 · Thesis · Open Access

RIKO HARTAKO, 2024. Peranan Mahasiswa Fakultas Dharma Sastra IAHN-TP Palangka Raya Sebagai Pelaksana Bantuan Hukum Kepada Masyarakat di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan. Skripsi Strata Satu Program Studi Hukum Agama Hindu, Fakultas Dharma Sastra, Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I : Armadiansyah, S.Ag., SH., MH Pembimbing II : Ririn Kurniasi., SH., MH. Peranan mahasiswa hukum dalam memberikan layanan bantuan hukum sangat urgent ke-ikutsertaannya, mengingat masih banyak masyarakat yang tidak merata untuk mendapatkan keadilan dalam segi hukum dan buta terhadap struktural sistem hukum di Indonesia. Apabila dibandingkan kepadatan penduduk Indonesia yang menyebar diberbagai wilayah yang luas tidak sebanding dengan adanya aparatur penegak hukum sehingga terjadi ketidakmerataan keadilan dan pengetahuan hukum di kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian mahasiswa hukum diharapkan mampu berkontribusi secara nyata untuk membantu meringankan ketidakmerataan keadilan tersebut guna mendorong tumbuh kembangnya kesadaran hukum masyarakat khususnya masyarakat Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan. Salah satu permasalahan yang terjadi di Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan yaitu sangat minim dilakukan sebuah pelayanan hukum dalam bentuk penyuluhan dan sosialisaisi hukum. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji : (1) Bagaimana peran mahasiswa Fakultas Dharma Sastra IAHN-TP Palangka Raya dalam melaksanakan bantuan hukum kepada masyarakat Desa Tanjung Jawa Kabupaten barito Selatan, (2) Apakah yang menjadi faktor penghambat mahasiswa Fakultas Dharma Sastra IAHN-TP Palangka Raya dalam pelaksanaan bantuan hukum kepada masyarakat Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan. Dengan menggunakan metode penelitian teori tujuan hukum (Gustav Radbruch) dan teori efektivitas hukum (Soerjono Soekanto). Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Informan ditentukan berdasarkan purprosive sampling pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peranan mahasiswa Fakultas Dharma Sastra IAHN-TP Palangka Raya dalam memberikan penyuluhan hukum dan sosialisasi hukum kepada masyarakat Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan, karena dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan kesadaran hukum kepada masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masih banyak faktorfaktor penghambat dalam pelaksanaan penyuluhan hukum baik faktor internal maupun faktor eksternal. Dimana faktor-faktor tersebut dapat mengurangi peran penting mahasiswa dalam memberikan bantuan hukum yang optimal bagi masyarakat Desa Tanjung Jawa Kabupaten Barito Selatan.

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas

I KOMANG BUDIAWAN
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK I Komang Budiawan, 2024. Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Tumpek Landep Di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Pembimbing I Dr. Ni Wayan Gateri, S.Ag., M.Ag Pembimbing II Nyoman Sumarni, S.Ag., M.Si Tujuan skripsi mengkaji tentang implementasi nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya. Berdasarkan fenomena yang terjadi, umat Hindu di Desa Basarang Jaya dalam melaksanakan upacara Tumpek Landep kurang memahami arti serta makna dalam upacara Tumpek Landep. Umat Hindu juga kurang memahami nilai-nilai dalam upacara Tumpek Landep. Untuk itu, diperlukannya kajian mendalam tentang pelaksanaan upacara Tumpek Landep pelaksanaan, nilai-nilai pendidikan dan implementasi upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya. Rumusan masalah yang dikaji yakni (1) Bagaimanakah proses pelaksanaan upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, (2) Apakah nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya Kecamatan Basarang Penelitian ini dikaji dengan 2 teori yakni: 1).religi dan 2) Teori Nilai penelitian ini menggunakan deskriftif kualitatif,Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Informan secara purposive. Peneliti sebagai instrument utama. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan kondensasi data (data Condensation), penyajian data(data display) dan penarikan kesimpulan(Conclusions drawing). Berdasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori religi, bahwa pelaksanaan upacara Tumpek Landep di Desa Basarang Jaya terbagi menjadi tiga tahap yakni tahap persiapan, tahap pelaksanaan upacara dan tahap akhir. Berdasarkan hasil penelitian yang dikaji dengan teori nilai bahwa nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam upacara Tumpek Landep terdiri dari nilai pendidikan tattwa(kebenaran) yang merupakan ajaran ketuhanan yang menjadikan landasan keyakinan umat dalam memeluk agama, nilai pendidikan etika(tingkah laku) dan nilai pendidikan estetika yang merupakan ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut kesenian.

Analisis Penerapan Gerakan Literasi Sekolah Melalui Pojok Baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya

SINDIWATI PETIKASARI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Petikasari Sindiwati. 2024. “ Analisis penerapan gerakan literasi sekolah melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Dharma Acarya Pembimbing I Dr. Derson, S.Ag., M.Ag dan Pembimbing II Heri Kusuma Tarupay,M.Hum Skripsi ini mengkaji Analisis penerapan gerakan literasi sekolah melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan. Berdasarkan latar belakang tersebut, Skripsi mengkaji tentang (1) Bagaimana penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya (2) apa kendala dalam penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Teori yang digunakan dua teori : 1) Teori penerapan dan 2) teori strategi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dikaji dengan teori yang digunakan ini menyatakan bahwa: (1) Analisis penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. telah sampai pada tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran. Dalam kegiatan GLS melalui pojok baca ada beberapa gerakan yang diterapkan, yang pertama gerakan orang tua membaca, yang kedua gerakan siswa membaca dan yang ketiga gerakan amplop literasi. (2) apa kendala dalam penerapan GLS melalui pojok baca di SDN 1 Menteng Palangka Raya. Kendala yang dihadapi dalam penerapan GLS melalui pojok baca yaitu minimnya ketersedian srana dan prasarana seperti buku-buku bacaan yang menarik minat peserta didik untuk membacanya dan buku masih belum menyesuaikan jenjang usia anak buku-buku bacaanya masih beragam dan buku bacaan yang ada di pojok baca tidak diperbarui secara rutin. Serta kedala guru dalam tahap pembelajaran sedangkan kedala siswa yaitu kuarangnya minat baca dikarenakan mereka lebih suka bermain dan memegang handphone dibanding membaca. Kata Kunci: Analisis penerapan, gerakan literasi, pojok baca

Implementasi Program Rehabilitasi dalam Pembinaan Narapidana Perempuan Kasus Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palangka Raya

EKA PARWATI
2024 · Thesis · Open Access

Eka Parwati, 2024: Implementasi Program Rehabilitasi Dalam Pembinaan Narapidana Perempuan Kasus Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palangka Raya Skripsi. Fakultas Dharma Sastra, Program Studi Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I, Citranu, MH. Pembimbing II, I Kadek Kartika Yase, MH. Sistem pembinaan bagi narapidana narkotika dilakukan di dalam Lembaga Pemasyarakatan, di mana Lembaga Pemasyarakatan merupakan salah satu bentuk hukuman pidana. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, khususnya Pasal 9 mengenai hakhak narapidana, bahwa narapidana harus diperlakukan dengan baik dan manusiawi dalam satu sistem pembinaan yang terpadu, pembinaan dan pembimbingan narapidana meliputi program pembinaan dan bimbingan berupa kegiatan pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Masalah yang diteliti : (1) Peran Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palangka Raya Dalam Program Pembinaan Rehabilitasi Terhadap Narapidana Perempuan Kasus Narkotika. (2) Implikasi Hak Dalam Program Pembinaan Rehabilitasi Narapidana Perempuan Kasus Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palangka Raya Subyek Penelitian adalah Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palangka Raya, Kepala Seksi BLNADIK, Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Kasubsi Registrasi, Narapidana/Warga Binaan Pemasyarakatan dan pihak-pihak yang bersangkutan dengan Program Rehabilitasi Pembinaan Narapidana Perempuan Kasus Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palangka Raya. Obyek Penelitian adalah Implementasi Program Rehabilitasi Pembinaan Narapidana Perempuan Kasus Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Palangka Raya. Metode penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teori yang digunakan untuk penelitian ini adalah teori Kausalitas dari Silfiah, Teori Sistem Hukum dari Lewrence Meir Firedman dan Teori Pemidanaan dari Nawawi Arief. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palangka Raya sangat berperan dalam program pembinaan rehabilitasi terhadap narapidana perempuan kasus narkotika dalam membantu narapidana perempuan menjalani masa hukuman agar setelah menjalani masa pidana dapat menjadi warga negara yang baik. Implikasi hak dalam program rehabilitasi narapidana perempuan kasus narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palangka Raya, dalam hal ini narapidana mempunyai hakhak yang harus dilindungi dan diayomi selama berada di Lembaga Pemasyarakatan