2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK JECK PERNANDO, 2025. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembentukan Karakter Siswa di SMA Negeri 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing I : Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II : Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Pendidikan karakter sebagai upaya yang dilakukan oleh sekolah. Khususnya, peran guru pendidikan agama Hindu yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa Hindu agar menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan beretika di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui gambaran karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (2) untuk mengetahui kendala pembentukan karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (3) untuk mengetahui upaya guru dalam pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru pendidikan agama Hindu, dan 6 siswa Hindu yang dari kelas XI dan XII di SMA Negeri 1 Sepang. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan pada 04 September - 04 Oktober. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa Hindu memiliki karakter positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan toleransi, namun kurang konsisten mengikuti kegiatan keagamaan. Guru pendidikan agama Hindu berperan sebagai pengajar, teladan, pembimbing, motivator, dan fasilitator yang membimbing siswa melalui teori, praktik, diskusi, serta kegiatan rutin dan ekstrakurikuler. Kendala utama adalah kurangnya konsistensi dan motivasi siswa, yang diatasi dengan pendekatan ramah, motivatif, lingkungan sekolah kondusif, dan kerjasama orang tua. Kesimpulannya, peran guru sangat strategis dalam membentuk karakter siswa menjadi disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia dengan pendekatan humanis, memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis agama Hindu di sekolah.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK JECK PERNANDO, 2025. Peran Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Pembentukan Karakter Siswa di SMA Negeri 1 Sepang Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas. Pembimbing I : Dr. Suryanto, S.Pd.,M.Pd Pembimbing II : Heri Kusuma Tarupay, S.S.,M.Hum Pendidikan karakter sebagai upaya yang dilakukan oleh sekolah. Khususnya, peran guru pendidikan agama Hindu yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa Hindu agar menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan beretika di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui gambaran karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (2) untuk mengetahui kendala pembentukan karakter siswa Hindu di SMA Negeri 1 Sepang, (3) untuk mengetahui upaya guru dalam pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 1 Sepang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru pendidikan agama Hindu, dan 6 siswa Hindu yang dari kelas XI dan XII di SMA Negeri 1 Sepang. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilakukan pada 04 September - 04 Oktober. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa Hindu memiliki karakter positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan toleransi, namun kurang konsisten mengikuti kegiatan keagamaan. Guru pendidikan agama Hindu berperan sebagai pengajar, teladan, pembimbing, motivator, dan fasilitator yang membimbing siswa melalui teori, praktik, diskusi, serta kegiatan rutin dan ekstrakurikuler. Kendala utama adalah kurangnya konsistensi dan motivasi siswa, yang diatasi dengan pendekatan ramah, motivatif, lingkungan sekolah kondusif, dan kerjasama orang tua. Kesimpulannya, peran guru sangat strategis dalam membentuk karakter siswa menjadi disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia dengan pendekatan humanis, memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis agama Hindu di sekolah.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pernando, “Filosofi Pantugur Dalam Upacara Wara Di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan”. Skripsi. Program Studi Filsafat Agama Hindu”. Dosen Pembimbing (1) Tiwi Etika, S.Ag.,M.Ag.,Ph.D, Pembimbing (2) Ni Nyoman Tantri, S.Pd.,M.Pd. Pantugur merupakan sebuah ukiran tangan yang menyerupai manusia maupun hewan dan terbuat dari bahan kayu ulin dan akan didirikan disamping atau didepan halaman rumah orang yang melaksanakan upacara wara. Keberadaan pantugur yang menjadi pokok dalam upacara wara yang memiliki fungsi dan makna filosofi yang perlu untuk dikaji. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman dari beberapa orang terhadap makna filosofi yang terkandung pada pantugur dalam upacara wara Hindu Kaharingan sehingga pantugur digunakan pada puncak pelasanaan upacara tersebut. Pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana proses pembuatan pantugur dalam upacara wara di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan? (2) Bagaimana fungsi pantugur dalam upacara wara di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan? (3) Bagaimana makna filosofi pantugur dala ,m upacara wara di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan? Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori religi (2) Teori fungsional struktural dan (3) Teori interaksi simbolik. Subjek penelitian ini adalah tokoh keagamaan Hindu dan rohaniawan. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa komponen yang dapat dikaji dan penyajian hasil meliputi pantugur merupakan perwujudan jasmani dari leluhur yang diupacarakan dan wajib untuk dihargai keberadaanya sebagai bentuk cinta kasih dari keluarga yang melaksana. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa proses pembuatan pantugur yang dikaji menggunakan teori religi menghasilakn kesimpulan meliputi : (1) pencarian bahan pantugur (2) bentuk pantugur(3) pelakasanaan ritual saki pilah (4) tahap pemasangan pantugur. Fungsi yang terkandung dalam pantugur yang didukung dengan teori funsional struktural menghasilkan kesimpulan : (1) fungsi religius (2) fungsi sosial (3) fungsi budaya (4) fungsi adat. Makna filosofi yang terkandung pada pantugur yang dikaji menggunakan teori interaksi simbolik menghasilkan kesimpulan yang meliputi : (1) makna religius (2) makna budaya (3) makna simbolik (4) makna kehidupan. Kata Kunci: filosofi, pantugur, upacara wara.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pernando, “Filosofi Pantugur Dalam Upacara Wara Di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan”. Skripsi. Program Studi Filsafat Agama Hindu”. Dosen Pembimbing (1) Tiwi Etika, S.Ag.,M.Ag.,Ph.D, Pembimbing (2) Ni Nyoman Tantri, S.Pd.,M.Pd. Pantugur merupakan sebuah ukiran tangan yang menyerupai manusia maupun hewan dan terbuat dari bahan kayu ulin dan akan didirikan disamping atau didepan halaman rumah orang yang melaksanakan upacara wara. Keberadaan pantugur yang menjadi pokok dalam upacara wara yang memiliki fungsi dan makna filosofi yang perlu untuk dikaji. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman dari beberapa orang terhadap makna filosofi yang terkandung pada pantugur dalam upacara wara Hindu Kaharingan sehingga pantugur digunakan pada puncak pelasanaan upacara tersebut. Pada penelitian ini terdapat tiga perumusan masalah dalam skripsi ini adalah; (1) Bagaimana proses pembuatan pantugur dalam upacara wara di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan? (2) Bagaimana fungsi pantugur dalam upacara wara di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan? (3) Bagaimana makna filosofi pantugur dala ,m upacara wara di Desa Kalahien Kecamatan Dusun Selatan Kabupaten Barito Selatan? Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah; observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Teori-teori yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah; (1) Teori religi (2) Teori fungsional struktural dan (3) Teori interaksi simbolik. Subjek penelitian ini adalah tokoh keagamaan Hindu dan rohaniawan. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa komponen yang dapat dikaji dan penyajian hasil meliputi pantugur merupakan perwujudan jasmani dari leluhur yang diupacarakan dan wajib untuk dihargai keberadaanya sebagai bentuk cinta kasih dari keluarga yang melaksana. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa proses pembuatan pantugur yang dikaji menggunakan teori religi menghasilakn kesimpulan meliputi : (1) pencarian bahan pantugur (2) bentuk pantugur(3) pelakasanaan ritual saki pilah (4) tahap pemasangan pantugur. Fungsi yang terkandung dalam pantugur yang didukung dengan teori funsional struktural menghasilkan kesimpulan : (1) fungsi religius (2) fungsi sosial (3) fungsi budaya (4) fungsi adat. Makna filosofi yang terkandung pada pantugur yang dikaji menggunakan teori interaksi simbolik menghasilkan kesimpulan yang meliputi : (1) makna religius (2) makna budaya (3) makna simbolik (4) makna kehidupan. Kata Kunci: filosofi, pantugur, upacara wara.