Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NATALIA FRANSISKA

2 karya publik ditemukan.

2025: 2

Pelestarian seni kriya sapuyung pada masyarakat desa tumbang kalemei kecamatan katingan tengah kabupaten katingan

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Natalia Fransiska, 2025. Pelestarian Seni Kriya Sapuyung Pada Masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, Skripsi Prodi Pendidikan Seni Dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Hendri, S.Ag., M.Si Pembimbing II Roy Wentas, M.Pd Seni kriya merupakan cabang seni rupa yang menitik beratkan pada keterampilan tangan dalam menciptakan karya bernilai fungsi dan estetika. Karya ini mengangkat sapuyung sebagai objek utama, yaitu penutup kepala tradisional yang memiliki nilai budaya, estetika, dan ekonomi yang mendalam. Tujuan dari karya ini adalah untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memperkenalkan nilai-nilai filosofis di balik sapuyung kepada masyarakat luas dalam bentuk visual yang lebih kontekstual. Seni kriya sapuyung merupakan seni anyaman khas Kalimantan Tengah yang dapat digunakan pada kehidupan seharihari. Namun pengrajin seni kriya sapuyung hanya beberapa orang saja yang bisa menganyam sehingga perlu adanya pelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Bagaimana bentuk seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? 2. Bagaimana pelestarian seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? 3. Apa saja nilai seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah menggunakan tiga teori yaitu teori bentuk, teori pelestarian budaya, dan teori nilai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penentuan informan yaitu Teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya Teknik analisis data yang digunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasarkan dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1.Seni kriya sapuyung merupakan seni kerajinan tangan yang memilki bentuk bulat dan dapat digunakan pada kehidupan sehari-hari seperti berladang. 2. Pelestarian seni kriya sapuyung para Pengrajin seni kriya sapuyung berusaha meningkatkan minat masyarakat pada seni kriya sapuyung yaitu dengan suatu usaha yang diajarkan kepada generasi berikutnya. 3. Nilai seni kriya sapuyung pemahaman tentang nilai-nilai ini dapat membantu kita untuk lebih menghargai dan memahami karya seni kriya, baik dari segi estetika, fungsi, sosial, ekonomi maupun makna budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Kata kunci : Pelestarian, Seni Kriya, Sapuyung

Pelestarian Seni Kriya Sapuyung pada Masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Natalia Fransiska, 2025. Pelestarian Seni Kriya Sapuyung Pada Masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan, Skripsi Prodi Pendidikan Seni Dan Keagamaan Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Hendri, S.Ag., M.Si Pembimbing II Roy Wentas, M.Pd Seni kriya merupakan cabang seni rupa yang menitik beratkan pada keterampilan tangan dalam menciptakan karya bernilai fungsi dan estetika. Karya ini mengangkat sapuyung sebagai objek utama, yaitu penutup kepala tradisional yang memiliki nilai budaya, estetika, dan ekonomi yang mendalam. Tujuan dari karya ini adalah untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus memperkenalkan nilai-nilai filosofis di balik sapuyung kepada masyarakat luas dalam bentuk visual yang lebih kontekstual. Seni kriya sapuyung merupakan seni anyaman khas Kalimantan Tengah yang dapat digunakan pada kehidupan seharihari. Namun pengrajin seni kriya sapuyung hanya beberapa orang saja yang bisa menganyam sehingga perlu adanya pelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Bagaimana bentuk seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? 2. Bagaimana pelestarian seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan? 3. Apa saja nilai seni kriya Sapuyung pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan. Teori yang digunakan untuk menganalisis rumusan masalah menggunakan tiga teori yaitu teori bentuk, teori pelestarian budaya, dan teori nilai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penentuan informan yaitu Teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi, selanjutnya Teknik analisis data yang digunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasarkan dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1.Seni kriya sapuyung merupakan seni kerajinan tangan yang memilki bentuk bulat dan dapat digunakan pada kehidupan sehari-hari seperti berladang. 2. Pelestarian seni kriya sapuyung para Pengrajin seni kriya sapuyung berusaha meningkatkan minat masyarakat pada seni kriya sapuyung yaitu dengan suatu usaha yang diajarkan kepada generasi berikutnya. 3. Nilai seni kriya sapuyung pemahaman tentang nilai-nilai ini dapat membantu kita untuk lebih menghargai dan memahami karya seni kriya, baik dari segi estetika, fungsi, sosial, ekonomi maupun makna budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Kata kunci : Pelestarian, Seni Kriya, Sapuyung