MISIONARIS KRISTEN DALAM KONVERSI AGAMA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI KABUPATEN KATINGAN (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)
Tesis ini dijuduli “Misionaris Kristen dalam Konversi Agama Masyarakat Hindu Kaharingan di Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Hindu)”. Masyarakat di Kabupaten Katingan, khususnya di Kecamatan Pulau Malan dan Tewang Sangalang Garing, telah terjadi konversi agama yang dilakukan oleh misionaris Kristen. Untuk mengkaji lebih mendalam masalah tersebut, penulis merumuskan masalah berikut. (1) Bagaimana hegemoni yang dilakukan oleh misionaris Kristen. (2) Apakah penyebab terjadinya konversi agama pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kabupaten Katingan. (3) Bagaimanakah upaya pendidikan yang dilakukan untuk memperkuat sradha dan bhakti masyarakat Hindu Kaharingan agar tidak terkonversi oleh misionaris Kristen. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengkaji hegemoni misionaris Kristen dalam konversi agama masyarakat Hindu Kaharingan di Kabupaten Katingan dalam Perspektif Pendidikan Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami dan menganalisis masalah yang diteliti terkait dengan misionaris Kristen dalam konversi agama masyarakat Hindu Kaharingan di Kabupaten Katingan (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Permasalahan dianalisis dengan beberapa teori yang relevan, yaitu (1) Teori Hegemoni Gramsci, (2) Teori Konversi Agama Thomas F. O’Dea, dan (3) Teori Konstruktivisme Piaget. Hasil penelitian yang dilakukan setelah dikaji dengan teori yang digunakan yaitu sebagai berikut. Pertama, misionaris Kristen menghegemoni masyarakat Hindu Kaharingan di Kabupaten Katingan. Hegemoni yang dilakukan misionaris Kristen tersebut dalam bentuk hegemoni ideologi, moral, prinsip-prinsip religius, dan hegemoni pendidikan. Kedua, terjadinya konversi agama pada masyarakat Hindu Kaharingan di Kabupaten Katingan disebabkan oleh faktor ekonomi, pengaruh janji keselamatan, perubahan status (perkawinan), propaganda melalui kegiatan misionaris yang aktif, faktor ajakan/sugesti, dan lemahnya pengetahuan masyarakat Hindu Kaharingan terhadap ajaran kepercayaan yang dianut. Ketiga, upaya pendidikan yang dilakukan masyarakat Hindu Kaharingan untuk memperkuat sradha dan bhakti dengan menerapkan ajaran sad dharma di dalam kehidupan mereka sehari-hari belum maksimal. Terjadi hegemoni dan konversi agama itu disebabkan oleh lemahnya pengetahuan keyakinan dan bhakti masyarakat Hindu Kaharingan terhadap ajaran agamanya.