Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

KRISTAE

2 karya publik ditemukan.

2022: 2

Nilai-nilai Pendidikan Hindu pada Sapundu dalam Upacara Tiwah di Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK KRISTAE. 2022. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Pada Sapundu Dalam Upacara Tiwah Di Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji Nilai-nilai Pendidikan Hindu Pada Sapundu Dalam Upacara Tiwah Di Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan keberadaan Sapundu menjadi sarana pokok dalam upacara Tiwah yang memiliki nilai sakral dan religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman masyrakat terhadap bentuk, fungsi, dan nilai pendidikan Hindu yang ada pada Sapundu sehingga beragam bentuk Sapundu dijadikan bahan gurauan atau penghinaan. Berdasarkan uaraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) bagaimana bentuk Sapundu dalam upacara Tiwah di Desa Tumbang Atei?, 2) Apa fungsi Sapundu dalam upacara Tiwah di Desa Tumbang Atei?, 3) Nilai-nilai pendidikan Hindu pada Sapundu dalam upacara Tiwah di Desa Tumbnag Atei?. Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang nilai-nilai pendidikan Hindu pada Sapundu dalam upacara Tiwah yang dilaksanakan umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Atei. Hasil penelitian ini dikaji menggunakan teori simbol, teori struktural fungsional, dan teori nilai. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik penentuan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran data, dan menyimpulkan data. Hasil yang dikaji dengan teori simbol maka diperoleh bahwa bentuk Sapundu dalam upacara Tiwah bagi masyarakat Hindu Kaharingan yakni proses pembuatan harus melalui upacara mamapas atau menyucikan kayu, bentuk Sapundu sesuai dengan permintaan keluarga dan menyesuaikan bentuk kayu, dan sarana prasarana yang digunakan yaitu Babi, ayam dan juga Lilis Lamiang. Fungsi yang dianalisis dengan teori struktural fungsional maka fungsinya antara lain fungsi religious merupakan tempat mengikat hewan korban dan juga sebagai pengawal Liau Haring Kaharingan di sorga, fungsi sosial yaitu untuk mempererat tali persaudaraan dan gotong royong umat Hindu Kaharingan, dan fungsi pendidikan sebagai wadah belajar untuk para generasi muda umat Hindu Kaharingan. Nilai pendidikan Hindu yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai pendidikan Tattwa yaitu dalam proses pembuatan Sapundu harus dilaksanakan upacara mamapas yang didalamnya terdapat mantra-mantra yang diucapkan yang dilakukan oleh Pisor, Etika (susila) oterdapat pada bentuk Sapundu tidak boleh menggandung nilai pornografi, dan Upacara yaitu sebelum pembuatan Sapundu dilaksanakan terlebih dahulu upacara Mamapas.

Nilai-nilai Pendidikan Hindu pada Sapundu dalam Upacara Tiwah di Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK KRISTAE. 2022. Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Pada Sapundu Dalam Upacara Tiwah Di Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Skripsi. Strata Satu. Fakultas Dharma Acarya Program Studi Pendidikan Agama Hindu. Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Pembimbing I Mitro, S.Pd.,M.Si Pembimbing II Megawati, S.Pi.,M.Pd.H. Skripsi ini mengkaji Nilai-nilai Pendidikan Hindu Pada Sapundu Dalam Upacara Tiwah Di Desa Tumbang Atei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan keberadaan Sapundu menjadi sarana pokok dalam upacara Tiwah yang memiliki nilai sakral dan religius. Fenomena yang terjadi kurangnya pemahaman masyrakat terhadap bentuk, fungsi, dan nilai pendidikan Hindu yang ada pada Sapundu sehingga beragam bentuk Sapundu dijadikan bahan gurauan atau penghinaan. Berdasarkan uaraian tersebut, penelitian ini mengkaji rumusan masalah sebagai berikut: 1) bagaimana bentuk Sapundu dalam upacara Tiwah di Desa Tumbang Atei?, 2) Apa fungsi Sapundu dalam upacara Tiwah di Desa Tumbang Atei?, 3) Nilai-nilai pendidikan Hindu pada Sapundu dalam upacara Tiwah di Desa Tumbnag Atei?. Tujuan umum penelitian ini untuk menemukan pengetahuan tentang nilai-nilai pendidikan Hindu pada Sapundu dalam upacara Tiwah yang dilaksanakan umat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Atei. Hasil penelitian ini dikaji menggunakan teori simbol, teori struktural fungsional, dan teori nilai. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposive. Teknik penentuan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, klasifikasi data, display data, penafsiran data, dan menyimpulkan data. Hasil yang dikaji dengan teori simbol maka diperoleh bahwa bentuk Sapundu dalam upacara Tiwah bagi masyarakat Hindu Kaharingan yakni proses pembuatan harus melalui upacara mamapas atau menyucikan kayu, bentuk Sapundu sesuai dengan permintaan keluarga dan menyesuaikan bentuk kayu, dan sarana prasarana yang digunakan yaitu Babi, ayam dan juga Lilis Lamiang. Fungsi yang dianalisis dengan teori struktural fungsional maka fungsinya antara lain fungsi religious merupakan tempat mengikat hewan korban dan juga sebagai pengawal Liau Haring Kaharingan di sorga, fungsi sosial yaitu untuk mempererat tali persaudaraan dan gotong royong umat Hindu Kaharingan, dan fungsi pendidikan sebagai wadah belajar untuk para generasi muda umat Hindu Kaharingan. Nilai pendidikan Hindu yang dianalisis menggunakan teori nilai antara lain nilai pendidikan Tattwa yaitu dalam proses pembuatan Sapundu harus dilaksanakan upacara mamapas yang didalamnya terdapat mantra-mantra yang diucapkan yang dilakukan oleh Pisor, Etika (susila) oterdapat pada bentuk Sapundu tidak boleh menggandung nilai pornografi, dan Upacara yaitu sebelum pembuatan Sapundu dilaksanakan terlebih dahulu upacara Mamapas.