Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

HERDIANTO

4 karya publik ditemukan.

2024: 22021: 2

Tasai Saluang Murik Pada Masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tasai saluang murik merupakan sebuah jenis tarian yang pernah ada dan fenomenal pada Masyarakat Dayak Katingan khususnya di Desa Tumbang Kalemei. Keberadaan tasai saluang murik kini sudah tidak lagi ditemukan di desa tersebut. Sebagai sebuah tarian yang sempat fenomenal, maka dirasakan sangat perlu untuk mengetahui keberadaannya agar bisa ditumbuhkembangkan lagi dengan menggali sejarahnya, ragam geraknya, busana/property yang digunakan serta musik pengiringnya. Adapun rumusan masalahnya yaitu bagaimana tasai saluang murik pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan? Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui tasai saluang murik pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan. Permasalahan dalam penelitian ini dikaji dengan teori yang digunakan yaitu teori Etnokoreologi dan Antropologi Budaya. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan penentuan informan yakni teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik penggumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, studi dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data (data display), penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1). Tasai saluang murik merupakan tarian berpasangan yang bersifat hiburan yang ditarikan saat ada pesta ucap syukur baik di rumah penduduk ataupun pada lapangan terbuka. Tarian ini terinspirasi dari segerombolan ikan saluang pada riam Mangkikit dan melakukan gerakan seperti huruf S yang silang menyilang saling mendahului menuju arah hulu Sungai Katingan. Belum diketahui secara pasti siapa pencipta tarian tersebut, yang mana masyarakat disana hanya mengetahui tarian tersebut terakhir diajarkan oleh seseorang yang bernama Andan dari Desa Tewang Rangas yang telah menetap di Desa Tumbang Kalemei. 2). Ragam gerak tasai saluang murik terdiri atas gerak pokok (gerak pindah tempat), gerak murni, gerak makna dan gerak penguat ekspresi. 3). Busana tasai saluang murik terdiri atas Salampai sebagai kain penutup kepala, Kebaya sebagai bajunya pada bagian tengahnya, serta Tapih (Sarung) sebagai pakaian bagian bawahnya. Sementara itu property yang digunakan adalah selendang yang diletakan pada kedua bahu penari, selain itu juga biasanya menggunakan property berupa Sangkai Kambang yang menjadi titik pusat tarian tersebut. 4). Musik Pengiring bisa menggunakan iringan musik dari Kacapi Tali Dua dan Tiga, Rabab dengan nada Tewah Tasai dan juga bisa menggunakan iringan musik dari Agung (Gong), Takanong, Gandang Tatau dengan nada Tewah Tasai Saluang Murik.

Tasai Saluang Murik pada Masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tasai saluang murik merupakan sebuah jenis tarian yang pernah ada dan fenomenal pada Masyarakat Dayak Katingan khususnya di Desa Tumbang Kalemei. Keberadaan tasai saluang murik kini sudah tidak lagi ditemukan di desa tersebut. Sebagai sebuah tarian yang sempat fenomenal, maka dirasakan sangat perlu untuk mengetahui keberadaannya agar bisa ditumbuhkembangkan lagi dengan menggali sejarahnya, ragam geraknya, busana/property yang digunakan serta musik pengiringnya. Adapun rumusan masalahnya yaitu bagaimana tasai saluang murik pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan? Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui tasai saluang murik pada masyarakat Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan. Permasalahan dalam penelitian ini dikaji dengan teori yang digunakan yaitu teori Etnokoreologi dan Antropologi Budaya. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan penentuan informan yakni teknik purposive sampling. Sementara itu, teknik penggumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, studi dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data (data display), penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1). Tasai saluang murik merupakan tarian berpasangan yang bersifat hiburan yang ditarikan saat ada pesta ucap syukur baik di rumah penduduk ataupun pada lapangan terbuka. Tarian ini terinspirasi dari segerombolan ikan saluang pada riam Mangkikit dan melakukan gerakan seperti huruf S yang silang menyilang saling mendahului menuju arah hulu Sungai Katingan. Belum diketahui secara pasti siapa pencipta tarian tersebut, yang mana masyarakat disana hanya mengetahui tarian tersebut terakhir diajarkan oleh seseorang yang bernama Andan dari Desa Tewang Rangas yang telah menetap di Desa Tumbang Kalemei. 2). Ragam gerak tasai saluang murik terdiri atas gerak pokok (gerak pindah tempat), gerak murni, gerak makna dan gerak penguat ekspresi. 3). Busana tasai saluang murik terdiri atas Salampai sebagai kain penutup kepala, Kebaya sebagai bajunya pada bagian tengahnya, serta Tapih (Sarung) sebagai pakaian bagian bawahnya. Sementara itu property yang digunakan adalah selendang yang diletakan pada kedua bahu penari, selain itu juga biasanya menggunakan property berupa Sangkai Kambang yang menjadi titik pusat tarian tersebut. 4). Musik Pengiring bisa menggunakan iringan musik dari Kacapi Tali Dua dan Tiga, Rabab dengan nada Tewah Tasai dan juga bisa menggunakan iringan musik dari Agung (Gong), Takanong, Gandang Tatau dengan nada Tewah Tasai Saluang Murik.

PERAN MAJELIS KELOMPOK AGAMA HINDU KAHARINGAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BASARAH PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA MALAWAKEN KECAMATAN TEWEH BARU KABUPATEN BARITO UTARA

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Herdianto,2021. Peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Meningkatkan Minat Basarah Pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Malawaken Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara. Skripsi Jurusan Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya. Dosen Pembimbing I Komang Suarta,S,Ag.,M.Si dan Dosen Pembimbing II Lamri,S.Pd.,M.Pd.H Majelis kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah lembaga keagamaan yang terdiri dari orang-orang yang dipilih oleh Umat Hindu Kaharingan dan sudah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk memimpin umat tersebut, melakukan pelayanan terhadap umat seperti pelayanan dari segi keagamaan misalnya Basarah (persembahyangan) serta memberi bimbingan terhadap umat dengan sangat baik, agar umat mampu memahami ajaran Agamanya. Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan menjalankan tugas dan mandat yang diberikan dengan sebaik mungkin namun dengan adanya Pandemi Covid-19 hal inilah yang membuat umat Hindu Kaharingan kurang berminat untuk melaksanakan kegiatan Basarah (persembahyangan). Sehubungan dengan masalah di atas maka rumusan masalah sebagai berikut 1. Bagaimanakah peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam meningkatkan minat Basarah pada masa Pandemi Covid-19 di Desa Malawaken wilayah Malawaken III Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara?. 2. Apakah kendala Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam meningkatkan minat Basarah pada masa Pandemi Covid-19 di Desa Malawaken wilayah Malawaken III Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara? Tempat penelitian ini adalah di Desa Malawaken wilayah Malawaken III Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara. Tehnik penentuan informan menggunakan tehnik Purposive Sampling (bola salju). Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan penyajian dan analisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1) Umat Hindu Kaharingan di Desa Malawaken Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara cukup banyak 2.294 jiwa, tetapi dalam kegiatan Basarah umat yang hadir kurang dari jumlah umat yang sebenarnya. Dengan demikian maka Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan memberikan penyuluhan dan bimbingan terhadap umat Hindu Kaharingan agar minat dalam melaksanakan Basarah tetap berkembang namun tetap mematuhi standar protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Kata Kunci : Peran Majelis Kelompok Dalam Meningkatkan Minat Basarah Pada Masa Pandemi Covid-19.

PERAN MAJELIS KELOMPOK AGAMA HINDU KAHARINGAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BASARAH PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA MALAWAKEN KECAMATAN TEWEH BARU KABUPATEN BARITO UTARA

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Herdianto,2021. Peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Dalam Meningkatkan Minat Basarah Pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Malawaken Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara. Skripsi Jurusan Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya. Dosen Pembimbing I Komang Suarta,S,Ag.,M.Si dan Dosen Pembimbing II Lamri,S.Pd.,M.Pd.H Majelis kelompok Agama Hindu Kaharingan adalah lembaga keagamaan yang terdiri dari orang-orang yang dipilih oleh Umat Hindu Kaharingan dan sudah diberikan tugas dan tanggung jawab untuk memimpin umat tersebut, melakukan pelayanan terhadap umat seperti pelayanan dari segi keagamaan misalnya Basarah (persembahyangan) serta memberi bimbingan terhadap umat dengan sangat baik, agar umat mampu memahami ajaran Agamanya. Pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan menjalankan tugas dan mandat yang diberikan dengan sebaik mungkin namun dengan adanya Pandemi Covid-19 hal inilah yang membuat umat Hindu Kaharingan kurang berminat untuk melaksanakan kegiatan Basarah (persembahyangan). Sehubungan dengan masalah di atas maka rumusan masalah sebagai berikut 1. Bagaimanakah peran Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam meningkatkan minat Basarah pada masa Pandemi Covid-19 di Desa Malawaken wilayah Malawaken III Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara?. 2. Apakah kendala Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan dalam meningkatkan minat Basarah pada masa Pandemi Covid-19 di Desa Malawaken wilayah Malawaken III Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara? Tempat penelitian ini adalah di Desa Malawaken wilayah Malawaken III Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara. Tehnik penentuan informan menggunakan tehnik Purposive Sampling (bola salju). Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan penyajian dan analisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1) Umat Hindu Kaharingan di Desa Malawaken Kecamatan Teweh Baru Kabupaten Barito Utara cukup banyak 2.294 jiwa, tetapi dalam kegiatan Basarah umat yang hadir kurang dari jumlah umat yang sebenarnya. Dengan demikian maka Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan memberikan penyuluhan dan bimbingan terhadap umat Hindu Kaharingan agar minat dalam melaksanakan Basarah tetap berkembang namun tetap mematuhi standar protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Kata Kunci : Peran Majelis Kelompok Dalam Meningkatkan Minat Basarah Pada Masa Pandemi Covid-19.