12025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas tentang pengaruh manajemen kelas terhadap motivasi belajar peserta didik kelas V SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini di dasari pentingnya penerapan manajemen kelas yag efektif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif serta meningkatkan semangat belajar peserta didik. Banyak guru menghadapi kendala dalam mengelola kelas seperti kurangnya perhatian siswa, tingkat kedisiplinan yang rendah, dan kurangnya variasi strategi pembelajaran hal tersebut berpotensi menurunkan motivasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk menganalisis sejauh mana manajemen kelas yang diterapkan guru berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini membahas tentang pengaruh manajemen kelas terhadap motivasi belajar peserta didik kelas V SDN 1 Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Latar belakang penelitian ini di dasari pentingnya penerapan manajemen kelas yag efektif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif serta meningkatkan semangat belajar peserta didik. Banyak guru menghadapi kendala dalam mengelola kelas seperti kurangnya perhatian siswa, tingkat kedisiplinan yang rendah, dan kurangnya variasi strategi pembelajaran hal tersebut berpotensi menurunkan motivasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk menganalisis sejauh mana manajemen kelas yang diterapkan guru berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tesis ini mengkaji regenerasi balian bawo pada masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Malang di Desa Nihan Hilir dengan perspektif pendidikan Hindu. Selain karena keunikan, masalah tersebut dikaji karena regenerasi balian bawo tidak lancar dan tidak berjalan dengan baik. Rumusan masalah penelitian ini ialah (1) proses regenerasi balian bawo pada masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Malang; (2) implikasi proses regenerasi balian bawo pada masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Malang; (3) nilai–nilai pendidikan dalam proses regenerasi balian bawo bagi masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Malang di Desa Nihan Hilir dalam perspektif pendidikan Hindu. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori fenomenologi dan teori konstruktivisme.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan berlokasi di Desa Nihan Hilir. Sumber datanya terdiri atas data primer dan data sekunder dengan peneliti sebagai instrumen utama penelitian. Penentuan informan menggunakan teknik purposive. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahap penelitian terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) menjadi balian bawo merupakan keinginan diri sendiri, langkahnya dimulai dari mencari balian tuha sebagai guru, ngawit ngapar, yaitu menerima transfer ilmu balian, batumang/ngayak ngajun, yaitu proses peneguhan dan penguatan menjadi balian bawo dan suntutus atau mencatat atau minta penjelasan kembali terkait dengan materi ilmu balian; (2) implikasi proses regenerasi balian bawo ialah (1) implikasi positif yang terdiri atas tersedianya regenerasi balian bawo, pelestarian balian bawo, terjaganya pengobatan tradisional, terjaganya upacara balian bawo, dan adanya pimpinan ritual agama; (b) konsekuensi balian bawo, yaitu adanya keterikatan dan pantangan serta banyak menyita waktu dan biaya; (3) nilai-nilai pendidikan regenerasi dalam proses regenerasi balian bawo terdiri atas nilai religius berupa nilai keimanan dan keyakinan; nilai etika terkait dengan pantas dan tidak pantas untuk dilakukan; nilai estetika berupa nilai keindahan dan seni dalam pelaksanaan ritual balian bawo; nilai spiritual berupa nilai kejiwaan dan rohani yang harus dimiliki oleh seorang balian bawo; nilai sosial, yaitu nilai-nilai kebersamaan dan gotong-royong dan kedisiplinan berupa nilai ketaatan terhadap profesi yang dijalankan.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tesis ini mengkaji regenerasi balian bawo pada masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Malang di Desa Nihan Hilir dengan perspektif pendidikan Hindu. Selain karena keunikan, masalah tersebut dikaji karena regenerasi balian bawo tidak lancar dan tidak berjalan dengan baik. Rumusan masalah penelitian ini ialah (1) proses regenerasi balian bawo pada masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Malang; (2) implikasi proses regenerasi balian bawo pada masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Malang; (3) nilai–nilai pendidikan dalam proses regenerasi balian bawo bagi masyarakat Hindu Kaharingan Dayak Malang di Desa Nihan Hilir dalam perspektif pendidikan Hindu. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori fenomenologi dan teori konstruktivisme. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan berlokasi di Desa Nihan Hilir. Sumber datanya terdiri atas data primer dan data sekunder dengan peneliti sebagai instrumen utama penelitian. Penentuan informan menggunakan teknik purposive. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahap penelitian terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) menjadi balian bawo merupakan keinginan diri sendiri, langkahnya dimulai dari mencari balian tuha sebagai guru, ngawit ngapar, yaitu menerima transfer ilmu balian, batumang/ngayak ngajun, yaitu proses peneguhan dan penguatan menjadi balian bawo dan suntutus atau mencatat atau minta penjelasan kembali terkait dengan materi ilmu balian; (2) implikasi proses regenerasi balian bawo ialah (1) implikasi positif yang terdiri atas tersedianya regenerasi balian bawo, pelestarian balian bawo, terjaganya pengobatan tradisional, terjaganya upacara balian bawo, dan adanya pimpinan ritual agama; (b) konsekuensi balian bawo, yaitu adanya keterikatan dan pantangan serta banyak menyita waktu dan biaya; (3) nilai-nilai pendidikan regenerasi dalam proses regenerasi balian bawo terdiri atas nilai religius berupa nilai keimanan dan keyakinan; nilai etika terkait dengan pantas dan tidak pantas untuk dilakukan; nilai estetika berupa nilai keindahan dan seni dalam pelaksanaan ritual balian bawo; nilai spiritual berupa nilai kejiwaan dan rohani yang harus dimiliki oleh seorang balian bawo; nilai sosial, yaitu nilai-nilai kebersamaan dan gotong-royong dan kedisiplinan berupa nilai ketaatan terhadap profesi yang dijalankan.