Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ENDANG

3 karya publik ditemukan.

2024: 12023: 2

Komunikasi Digital Untuk Konteks Profesional

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku yang berjudul Komunikasi Digital Untuk Konteks Profesional merupakan karya dari Alfelia Nugky Permatasari, S.S., M.A., dkk Buku ini berisi penjelasan terkait konsep-konsep komunikasi yang dilanjutkan dengan paparan dan bagaimana sebaiknya menggunakan sejumlah platform komunikasi digital yang umum di Indonesia. Buku singkat ini diharapkan dapat membantu pembaca dalam usaha mempraktikkan komunikasi digital yang efektif, khususnya dalam konteks profesional. Buku ini juga diharapkan mampu memberikan gambaran terkait komunikasi digital khususnya dalam konteks profesional. Dengan penjelasan terkait konsep-konsep komunikasi yang dilanjutkan dengan paparan dan bagaimana sebaiknya menggunakan sejumlah platform komunikasi digital yang umum di Indonesia, buku singkat ini diharapkan dapat membantu pembaca dalam usaha mempraktikkan komunikasi digital yang efektif, khususnya dalam konteks profesional. Buku ini terdiri dari beberapa pembahasan, diantaranya: 1. Bahasa dan Komunikasi 2 Komunikasi: Kasual vs. Profesional 3 Komunikasi Digital 4 Komunikasi Digital: Konteks Profesional 5 Pesan Singkat 6 Rapat Virtual 7 Media Sosial 8 Platform Streaming 9 Surat Elektronik Spesifikasi Buku : Kategori : Teknik Komunikasi Penulis : Alfelia Nugky Permatasari, S.S., M.A., dkk E-ISBN : 978-623-09-4291-4 Ukuran :14x20 cm Halaman : viii, 104 hlm Tahun Terbit : 2023 E-book ini tersedia juga dalam versi cetak. Dapatkan buku-buku berkualitas dengan pilihan terlengkap hanya di Toko Buku Online Deepublish : deepublishstore.com

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM RITUAL PAKANAN SAHUR LEWU PADA MASYARAKAT HINDU KAHARINGAN DI DESA JELEMU RAYA KECAMATAN RUNGAN BARAT KABUPATEN GUNUNG MAS

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Endang . 2023. Nilai-nilai Pendidikan Hindu Dalam Ritual Pakanan Sahur Lewu Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I Dr.Derson,S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Hendri,S.Ag.,M.Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji tentang Nilai-nilai Pendidikan Hindu dalam ritual Pakanan Sahur Lewu pada masyarakat hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat kabupaten Gunung Mas. Ritual pakanan sahur lewu merupakan rirual bagian dari pitra yajnya yang pelaksanaanya masih belum banyak dipahami secara mendalam tentang nilai pendidikan oleh sebagian masyarakat Hindu Kaharingan sendiri, karena ritual pakanan sahur lewu disamping memiliki nilai pendidikan, juga mengandung makna nilai religius yang sangat diyakini yang dapat menjaga serta memberi kesehatan dan keselamatan. Berdasarkan latar belakang,maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses ritual pakanan sahur lewu pada masyarakat hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas ?. (2) Aka kajian Nilai-nilai pendidikan Hindu yang terdapat dalam ritual pakanan sahur lewu pada masayarakat Hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas ? Teori yang digunakan untuk menganalisis terhadap rumusan masalah, yaitu mengunakan 2 (dua) teori. Teori fungsional struktural, dan Teori nilai. Sedangkan tekhnik yang digunakan dalam pengumpulan data, yakni observasi, wawancara, dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa wawancara dengan para informan yang benar-benar mengetahui tentang permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian yang dikaji Ritual pakanan sahur lewu yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya dilakukan sesuai dengan proses atau hapan-tahapan yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Adapun proses tahapan; 1) Tahap musyawarah,menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan, meminjam (mencari) Basir. 2) Tahap pokok; narinjet marawei sahur (memanggil roh leluhur), maganjan (menari mengelilingi rumah patahu atau keramat). 3) Tahap akhir; membuka atau memeriksa behas hambaruan (melihat ciri atau tanda roh yang terdapat pada beras), Persembahan sesajen di rumah patahu, dan pali (pantangan). Sedangkan Nilai pendidikan; 1) Nilai pendidikan tattwa atau Ketuhanan terletak pada proses hingga berakhir pelaksanaan ritual pakanan sahur lewu, sebab mantra-mantra yang diucapkan oleh Basir melalui beras tawur merupakan penyampaian permohonan doa kepada Ranying Hatala Langit, Tuhan Yang Maha Esa serta manifestasi-Nya. 2) Nilai pendidikan etika merupakan adanya aturan-aturan tertentu yang harus ditaati dan dipatuhi sesuai dengan aturan yang sudah dibrlakukan secara turun-temurun. 3) Nilai ritual dilihat dari dari beberapa aspek, baik nilai tattwa maupun nilai etik. Nilai tattwa yang terdapat pada ritual pakanan sahur lewu yaitu adanya suatu keyakinan masyarakat Hindu Kaharingan bahwa sahur parapah dipercayaii sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa (Ranying Hatalla Langit) yang dapat membantu manusia dari berbagai musibah sehingga kehidupan manusia menjadi harmonis.

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Ritual Pakanan Sahur Lewu pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Jalemu Raya Kecamatan Rungan Barat kabupaten Gunung Mas

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Endang . 2023. Nilai-nilai Pendidikan Hindu Dalam Ritual Pakanan Sahur Lewu Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas. Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya Pembimbing I Dr.Derson,S.Ag.,M.Ag Pembimbing II Hendri,S.Ag.,M.Si Penelitian dalam skripsi ini mengkaji tentang Nilai-nilai Pendidikan Hindu dalam ritual Pakanan Sahur Lewu pada masyarakat hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat kabupaten Gunung Mas. Ritual pakanan sahur lewu merupakan rirual bagian dari pitra yajnya yang pelaksanaanya masih belum banyak dipahami secara mendalam tentang nilai pendidikan oleh sebagian masyarakat Hindu Kaharingan sendiri, karena ritual pakanan sahur lewu disamping memiliki nilai pendidikan, juga mengandung makna nilai religius yang sangat diyakini yang dapat menjaga serta memberi kesehatan dan keselamatan. Berdasarkan latar belakang,maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses ritual pakanan sahur lewu pada masyarakat hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas ?. (2) Aka kajian Nilai-nilai pendidikan Hindu yang terdapat dalam ritual pakanan sahur lewu pada masayarakat Hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya Kecamatan Rungan Barat Kabupaten Gunung Mas ? Teori yang digunakan untuk menganalisis terhadap rumusan masalah, yaitu mengunakan 2 (dua) teori. Teori fungsional struktural, dan Teori nilai. Sedangkan tekhnik yang digunakan dalam pengumpulan data, yakni observasi, wawancara, dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa wawancara dengan para informan yang benar-benar mengetahui tentang permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian yang dikaji Ritual pakanan sahur lewu yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Jelemu Raya dilakukan sesuai dengan proses atau hapan-tahapan yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Adapun proses tahapan; 1) Tahap musyawarah,menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan, meminjam (mencari) Basir. 2) Tahap pokok; narinjet marawei sahur (memanggil roh leluhur), maganjan (menari mengelilingi rumah patahu atau keramat). 3) Tahap akhir; membuka atau memeriksa behas hambaruan (melihat ciri atau tanda roh yang terdapat pada beras), Persembahan sesajen di rumah patahu, dan pali (pantangan). Sedangkan Nilai pendidikan; 1) Nilai pendidikan tattwa atau Ketuhanan terletak pada proses hingga berakhir pelaksanaan ritual pakanan sahur lewu, sebab mantra-mantra yang diucapkan oleh Basir melalui beras tawur merupakan penyampaian permohonan doa kepada Ranying Hatala Langit, Tuhan Yang Maha Esa serta manifestasi-Nya. 2) Nilai pendidikan etika merupakan adanya aturan-aturan tertentu yang harus ditaati dan dipatuhi sesuai dengan aturan yang sudah dibrlakukan secara turun-temurun. 3) Nilai ritual dilihat dari dari beberapa aspek, baik nilai tattwa maupun nilai etik. Nilai tattwa yang terdapat pada ritual pakanan sahur lewu yaitu adanya suatu keyakinan masyarakat Hindu Kaharingan bahwa sahur parapah dipercayaii sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa (Ranying Hatalla Langit) yang dapat membantu manusia dari berbagai musibah sehingga kehidupan manusia menjadi harmonis.