Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

DIANTI BAYUN

2 karya publik ditemukan.

2024: 2

Balian Nyapu Ipar pada Suku Dayak Lawangan di Bantai Karau Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah (Persfektif Pendidikan Agama Hindu)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dianti Bayun. 2024. Balian Nyapu Ipar Pada Suku Dayak Lawangan Di Bantai Karau Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah (Persfektif Pendidikan Agama Hindu). Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson, S. Ag., M. Ag Pembimbing II Nyoman Sumarni, S. Ag., M. Si Balian Nyapu Ipar ini merupakan upacara penyucian terhadap sial pantangan akibat ke-matian dan merupakan upacara Pembersihan roh yang sudah meninggal dunia dari keterikatan dengan keluarga yang di tinggalkan, sehingga roh tersebut dapat menyatu dengan Juus Tuha Allah Talla (Ranying Hatalla Langit). Namun kenyataannya sekarang ini ditemukan dalam balian nyapu ipar ialah dimana ternyata belum semua masyarakat umat Hindu memahami mengenai nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam pelaksanaan dalam Balian Nyapu Ipar. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses Balian Nyapu Ipar pada Suku Dayak Lawangan di Bantai Karau Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah? (2) Apa Nilai-nilai Pendidikan agama Hindu yang terdapat dalam Balian Nyapu Ipar pada Suku Dayak Lawangan di Bantai Karau Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah? Teori yang digunakan untuk menganaisis terhadap rumusan masalah, yaitu menggunakan 2 (Dua) teori. (1) Teori Religi, dan (2) Teori Nilai. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data, yakni observasi, wawancara, dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menggu nakan metode deskriptif kualitatif berupa wawancara dengan para informan yang benar-benar mengetahui tentang permasalahan yang diteliti. Adapun hasil dari penelitian ini tentang tahapan proses balian nyapu ipar akan dijelaskan sebagai berikut: (1) Melaksanakan musyawarah/mufakat, (2) menyiapkan sarana prasarana, (3) melaksanakan persembayangan basarah, (4) pelaksananan Balian Nyapu Ipar, (5) Saki Pilah, (6) Jakat Paner Penutup. (2) Nilai Pendidikan dalam Balian Nyapu Ipar yang pertama nilai pendidikan tatwa yaitu Ketuhanan atau kebenaran, yang kedua nilai pendidikan etika yaitu kesusilaa atau aturan-aturan dan yang ketiga nilai upacara yaitu mempelajari tentang bagaimana tatacara pembuatan sarana dan prasarana upacara.

Balian Nyapu Ipar pada Suku Dayak Lawangan di Bantai Karau Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah (Persfektif Pendidikan Agama Hindu)

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dianti Bayun. 2024. Balian Nyapu Ipar Pada Suku Dayak Lawangan Di Bantai Karau Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah (Persfektif Pendidikan Agama Hindu). Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Pembimbing I Dr. Derson, S. Ag., M. Ag Pembimbing II Nyoman Sumarni, S. Ag., M. Si Balian Nyapu Ipar ini merupakan upacara penyucian terhadap sial pantangan akibat ke-matian dan merupakan upacara Pembersihan roh yang sudah meninggal dunia dari keterikatan dengan keluarga yang di tinggalkan, sehingga roh tersebut dapat menyatu dengan Juus Tuha Allah Talla (Ranying Hatalla Langit). Namun kenyataannya sekarang ini ditemukan dalam balian nyapu ipar ialah dimana ternyata belum semua masyarakat umat Hindu memahami mengenai nilai-nilai Pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam pelaksanaan dalam Balian Nyapu Ipar. Berdasarkan latar belakang, maka dalam penelitian ini mengkaji: (1) Bagaimana proses Balian Nyapu Ipar pada Suku Dayak Lawangan di Bantai Karau Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah? (2) Apa Nilai-nilai Pendidikan agama Hindu yang terdapat dalam Balian Nyapu Ipar pada Suku Dayak Lawangan di Bantai Karau Kelurahan Ampah Kota Kecamatan Dusun Tengah? Teori yang digunakan untuk menganaisis terhadap rumusan masalah, yaitu menggunakan 2 (Dua) teori. (1) Teori Religi, dan (2) Teori Nilai. Sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data, yakni observasi, wawancara, dokumentasi, kemudian data dianalisis dengan menggu nakan metode deskriptif kualitatif berupa wawancara dengan para informan yang benar-benar mengetahui tentang permasalahan yang diteliti. Adapun hasil dari penelitian ini tentang tahapan proses balian nyapu ipar akan dijelaskan sebagai berikut: (1) Melaksanakan musyawarah/mufakat, (2) menyiapkan sarana prasarana, (3) melaksanakan persembayangan basarah, (4) pelaksananan Balian Nyapu Ipar, (5) Saki Pilah, (6) Jakat Paner Penutup. (2) Nilai Pendidikan dalam Balian Nyapu Ipar yang pertama nilai pendidikan tatwa yaitu Ketuhanan atau kebenaran, yang kedua nilai pendidikan etika yaitu kesusilaa atau aturan-aturan dan yang ketiga nilai upacara yaitu mempelajari tentang bagaimana tatacara pembuatan sarana dan prasarana upacara.