Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ANDI WIJAYA

2 karya publik ditemukan.

2022: 2

PENGEMBANGAN PARIWISATA MUSEUM BALANGA DI ERA PANDEMI COVID- 19 DI KOTA PALANGKA RAYA

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

ANDI WIJAYA, 2022, Pengembangan Pariwisata Museum Balanga Di Era Pandemi Covid-19 Di Kota Palangka Raya, Pembimbing I: Budi Purnomo, S.H., M.Si dan Pembimbing II: Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag Museum Balanga salah satu wisata yang memiliki peran penting dalam melestarikan dan menjaga kearifan lokal Suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah, sebagai wadah untuk menyimpan, menjaga, memepelajari, mengetahui sejarah dan tradisi Suku Dayak Kalimantan Tengah pada jaman dulu dan sampai sekarang yang perlu dilestarikan oleh banyak orang terlebih untuk generasi muda. Semakin berkembangnya jaman di era modern sekarang ini, wisata Museum Balanga yang dari tahun ke tahun tentu memiliki perubahan perkembangannya baik dari segi pengelolaannya dalam menarik minat pengunjung wisatawan. Munculnya keberadaan virus Covid-19 yang membawa dampak bagi banyak orang, baik dari segi ekonomi, pekerjaan bahkan pariwisata juga terkena dampak oleh wabah Virus Covid-19. Pembatasan kegiatan oleh pemerintah terhadap destinasi Museum Balanga yang terletak di Kota Palangka Raya ikut merasakan juga kesulitan yang dialami. Penutupan tempat wisata sementara yang tidak ditentukan, membawa dampak dan perubahan terhadap pengembangan wisata Museum Balanga akibat Covid-19. Dilihat dari pembahasan tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pengembangan pariwisata Museum Balanga di era pandemi Covid-19 di Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana strategi pengelolaan pariwisata Museum Balanga di era pandemi Covid-19 di Kota Palangka Raya, (3) Apa saja kendala yang dihadapi pariwisata Museum Balanga di era pandemi Covid-19 di Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Teori Pengelolaan, 2) Teori Tourism Effect on Economic Growth in Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hal ini karena peneliti ingin mendeskripsikan hasil data lapangan yang diperoleh mengenai permasalahan penelitian, teknik pengempulan data pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pertama pengembangan pariwisata Museum Balanga di era pandemi Covid-19 di Kota Palangka Raya salah satu meningkatkan pengembangan Museum Balanga lebih meningkat lagi dan eksistensi dikenal masyarakat luas, strategi pengelolaan wisata Museum Balanga perlu ditingkatkan lagi dan perlu perhatian khusus oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, dan Museum Belanga lebih optimal lagi dalam menghadapi kendala yang dihadapi selama pandemi Covid-19 agar lebih baik lagi kedepanya. Kata Kunci: Pengembangan Pariwista, Museum Balanga, Pandemi Covid-19

PENGEMBANGAN PARIWISATA MUSEUM BALANGA DI ERA PANDEMI COVID- 19 DI KOTA PALANGKA RAYA

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANDI WIJAYA, 2022, Pengembangan Pariwisata Museum Balanga Di Era Pandemi Covid-19 Di Kota Palangka Raya, Pembimbing I: Budi Purnomo, S.H., M.Si dan Pembimbing II: Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Ag Museum Balanga salah satu wisata yang memiliki peran penting dalam melestarikan dan menjaga kearifan lokal Suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah, sebagai wadah untuk menyimpan, menjaga, memepelajari, mengetahui sejarah dan tradisi Suku Dayak Kalimantan Tengah pada jaman dulu dan sampai sekarang yang perlu dilestarikan oleh banyak orang terlebih untuk generasi muda. Semakin berkembangnya jaman di era modern sekarang ini, wisata Museum Balanga yang dari tahun ke tahun tentu memiliki perubahan perkembangannya baik dari segi pengelolaannya dalam menarik minat pengunjung wisatawan. Munculnya keberadaan virus Covid-19 yang membawa dampak bagi banyak orang, baik dari segi ekonomi, pekerjaan bahkan pariwisata juga terkena dampak oleh wabah Virus Covid-19. Pembatasan kegiatan oleh pemerintah terhadap destinasi Museum Balanga yang terletak di Kota Palangka Raya ikut merasakan juga kesulitan yang dialami. Penutupan tempat wisata sementara yang tidak ditentukan, membawa dampak dan perubahan terhadap pengembangan wisata Museum Balanga akibat Covid-19. Dilihat dari pembahasan tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pengembangan pariwisata Museum Balanga di era pandemi Covid-19 di Kota Palangka Raya, (2) Bagaimana strategi pengelolaan pariwisata Museum Balanga di era pandemi Covid-19 di Kota Palangka Raya, (3) Apa saja kendala yang dihadapi pariwisata Museum Balanga di era pandemi Covid-19 di Kota Palangka Raya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Teori Pengelolaan, 2) Teori Tourism Effect on Economic Growth in Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hal ini karena peneliti ingin mendeskripsikan hasil data lapangan yang diperoleh mengenai permasalahan penelitian, teknik pengempulan data pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan pertimbangan tertentu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pertama pengembangan pariwisata Museum Balanga di era pandemi Covid-19 di Kota Palangka Raya salah satu meningkatkan pengembangan Museum Balanga lebih meningkat lagi dan eksistensi dikenal masyarakat luas, strategi pengelolaan wisata Museum Balanga perlu ditingkatkan lagi dan perlu perhatian khusus oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, dan Museum Belanga lebih optimal lagi dalam menghadapi kendala yang dihadapi selama pandemi Covid-19 agar lebih baik lagi kedepanya. Kata Kunci: Pengembangan Pariwista, Museum Balanga, Pandemi Covid-19