Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

ALIP SANJAYA

2 karya publik ditemukan.

2025: 2

HUBUNGAN FASILITAS BELAJAR DI SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 1 PANDAU KECAMATAN ARUT UTARA KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendidikan memegang peranan krusial dalam mengembangkan potensi diri individu. Kualitas pendidikan harus ditunjang oleh fasilitas belajar yang memadai. Observasi awal di SD Negeri 1 Pandau menunjukkan adanya permasalahan, yaitu kurangnya fasilitas belajar (seperti ketiadaan alat pendingin, keterbatasan media pembelajaran selain buku, dan sarana olahraga) yang berkorelasi dengan rendahnya motivasi belajar siswa, terutama pasca-pandemi, ditandai dengan siswa cepat bosan dan kurang fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa signifikan hubungan Fasilitas Belajar di Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 1 Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Data dikumpulkan melalui angket/kuesioner yang disebarkan kepada sampel jenuh, yaitu 43 peserta didik (meskipun ada inkonsistensi jumlah responden yang digunakan dalam hasil, yaitu 19 responden). Analisis data menggunakan statistik inferensial dengan teknik Korelasi Pearson Product Moment dan Uji-t dengan bantuan program SPSS. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara Fasilitas Belajar (X) terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y). Hubungan ini berada pada tingkat sedang (interval koefisien 0,04 – 0,599). Dengan demikian, Hipotesis Alternatif (Ha) diterima, yang mengindikasikan bahwa semakin lengkap fasilitas belajar yang tersedia, maka motivasi belajar siswa cenderung semakin meningkat.

Hubungan Fasilitas Belajar di Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 1 Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan memegang peranan krusial dalam mengembangkan potensi diri individu. Kualitas pendidikan harus ditunjang oleh fasilitas belajar yang memadai. Observasi awal di SD Negeri 1 Pandau menunjukkan adanya permasalahan, yaitu kurangnya fasilitas belajar (seperti ketiadaan alat pendingin, keterbatasan media pembelajaran selain buku, dan sarana olahraga) yang berkorelasi dengan rendahnya motivasi belajar siswa, terutama pasca-pandemi, ditandai dengan siswa cepat bosan dan kurang fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa signifikan hubungan Fasilitas Belajar di Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 1 Pandau Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Data dikumpulkan melalui angket/kuesioner yang disebarkan kepada sampel jenuh, yaitu 43 peserta didik (meskipun ada inkonsistensi jumlah responden yang digunakan dalam hasil, yaitu 19 responden). Analisis data menggunakan statistik inferensial dengan teknik Korelasi Pearson Product Moment dan Uji-t dengan bantuan program SPSS. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara Fasilitas Belajar (X) terhadap Motivasi Belajar Siswa (Y). Hubungan ini berada pada tingkat sedang (interval koefisien 0,04 – 0,599). Dengan demikian, Hipotesis Alternatif (Ha) diterima, yang mengindikasikan bahwa semakin lengkap fasilitas belajar yang tersedia, maka motivasi belajar siswa cenderung semakin meningkat.